Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 2


__ADS_3

Kembali ke tempat pemuda pelajar li ruirui menyiapkan makanan rumahan saat mereka kembali memcium bau masakan li ruirui mereka merasa bahagia merasa penderitaan mereka berkurang


Puas melihat mereka makan dengan lahap li ruirui juga makan dengan bahagia , bahkan buah-buahan yang tidak ada sisa di atas meja


" li ruirui dari mana kau mendapatkan buah ini sangat langka " ucap seorang wanita bernama yanyan ceria


" aku pergi ke gunung tadi "


" aah apa kau bertemu dengan hewan buas " yanyan terkejut


" tidak tidak aku tidak masuk terlalu dalam " li ruirui tersenyum


Yang lain mengangguk, selesai makan mereka langsung mencuci piring masing-masing dan kembali kekamar dan tidur..


Sedangkan li ruirui berpura-pura tidur dan menunggu teman sekamarnya tidur , merasa mereka semua sudah tidur li ruirui langsung masuk ke ruangan


Melihat aplikasi belanja online li ruirui mencoba memesa beberapa kardus makanan kering melihat kata di depan komputer yang mengatakan sedang diproses membuat tubuh li ruirui mendidih karena senang


" hebat, ternyata bisa dipesan " teriak senang li ruirui .


Puas membeli beberapa makanan kering, beras, roti, permen,mie, buah li ruirui tanpa rilek merasa Tuhan sangat baik dia sangat bahagia..


Melihat skincare di meja riasnya dia mulai mengaplikasikan di wajahnya


" uh segarnya " melirik wajah yang putih dan kenyal dicermin


" sayang sekali pemilik asli memiliki keluarga brengsek, uh padahal pemilik asli memiliki kakak laki-laki tapi ibunya hanya meminta dia yang pergi ke desa " kesel li ruirui mengingat ingatan pemilik asli


Puas merawat wajah li ruirui keluar dari ruangan tidak lupa membawa makanan kering, buah, serta permen, dan roti .


Kembali ke kamar pelajar dan semua masih tidur , li ruirui langsung buru-buru tidur ..


Keesokan harinya li ruirui bangun lebih pagi dari yang lain membersihkan diri, merapikan barang-barang li ruirui tampak cantik dengan pakaian sederhana menambah kecantikan alaminya, li ruirui tidak lupa meletakkan beberapa permen serta roti di kantongnya siapa tau dia bertemu dengan anak-anak di desa terutama anak anak protagonis pria.


Setelah bersiap li ruirui memasak makanan yang membuat semua bangun


" li ruirui makanan sangat harum" ucap yanyan padahal makanan yang dibuat yanyan hanya masakan rumah yang sering dia makan tapi siapa sangka akan seharum ini.


" makan lah aku akan membangunkan yang lain " li ruirui tersenyum


" aku akan pergi dengan mu " yanyan langsung mengajukan diri membantu li ruirui membangunkan yang lain karena memang yanyan tidak bisa hanya merebutkan orang lain


Li ruirui tidak munafik jadi dia tidak menolak sama sekali, dengan bantuan yanyan sangat cepat membangunkan para pelajar karena hanya 10 orang yang tinggal dirumah ini..


Setelah semua selesai memberikan diri mereka makan dengan lahab seakan takut mereka tidak bisa makan enak besoknya. Bukan li ruirui namanya kalau tidak tau pikiran mereka


Puas dengan makanan mereka berangkat kerja dengan senang .. Sampai di ladang mereka bertemu dengan kelompok pelajar dari rumah sebelah,kelompok itu melihat grup li ruirui yang tampak senang entah kenapa bingung mereka semua tampak tidak suka di desa tapi kelompok belajar lain merasa sangat senang


Di kelompok pelajar sebelah seorang gadis bernama long bing merasa iri dengan li ruirui karena memiliki wajah cantik, mengeretak gigi tanpa sadar dia memiliki ide jahat


Tanpa sadar li ruirui yang tersenyum akan mendapatkan masalah tanpa tau dimana letak dia salah .


Mengabaikan kelompok pelajar lain li ruirui mulai mengerjakan pekerjaannya para wanita tua di desa memiliki kesana baik tentang li ruirui selain cantik dia juga bekerja keras. Li ruirui sesekali membantu mengajarkan yanyan memegang padi dengan benar takut sabit itu akan mengenai tangan yanyan.


Saat jam istirahat tiba li ruirui memakai waktu luang pergi ke gunung mencari jamur, tapi siapa sangka baru setengah jalan li ruirui melihat anak protagonis pria menangis merasa ada yang tidak beres li ruirui langsung menghampiri mereka

__ADS_1


" miao jiang, meng Hu kenapa kalian menangis " panggil li ruirui dengan wajah khawatir


Melihat bibi ruirui miao jiang menangis


Dengan keras sambil memegang Saudaranya


"Bibi kakak ku demam tolong dia " mio jiang menangis memegang tangan li ruirui


" jangan menangis saudara mu akan baik-baik saja "li ruirui menghapus air matanya


Li ruirui langsung mengangkat meng Hu dengan ringan, melihat tubuh yang kurus li ruirui merasa tertekan dengan cepat li ruirui langsung pergi ke klinik desa di ekori miao Jiang ,wanita ketua desa yang tidak sengaja melihat langsung memiliki kesana yang baik tentang li ruirui


" dokter "


" dokter"


Panggil li ruirui dengan wajah khawatir, meng Hu yang menyaksikan bagaimana li ruirui memanggil dokter dengan khawatir membuat hatinya hangat yang belum pernah dirasakannya dari ibunya . Suster yang bekerja disana langsung sigap mengambil meng Hu dari li ruirui membawanya keranjang rumah sakit setelah dokter datang dan memeriksa dokter menyarankan untuk dirawat dengan cepat li ruirui langsung setuju .


" miao Jiang jangan menangis ok, kakak mu akan sehat dokter sudah memberikan suntikan dan dia akan sehat besok " mengelus ke kepala miao Jiang berusaha menenangkan anak itu


Dengan isakan miao Jiang mengangguk


" apa kau sudah makan " tanya li ruirui


Miao Jiang menggelengkan kepala, li ruirui menghela nafas dengan gusar


" tunggu disini bibi akan kembali membawa makan untuk kalian " li ruirui mengelus kepala miao Jiang dan keluar dari bangsal


Miao Jiang menghapus air mata dan naik ke ranjang melihat Saudaranya yang tidur dia lega tapi dia tetap menunggu Saudara bangun


Kehidupan anak-anak itu sangat menyedihkan nenek yang tidak menyukai cucunya, ibu yang tidak menyukai anaknya, ayah yang pergi kemiliter dan belum pulang membuat kehidupan anak itu sangat menyedihkan.


Disisi lain li ruirui pergi ke tempat sepi masuk ke ruangan mengambil beberapa sayuran, telur, mie, dan daging serta buah ' orang sakit butuh vitamin ' batin li ruirui


Melihat semua lengkap dia keluar dari ruangan kembali ke rumah pelajar memasak makanan untuk para pelajar dan memasak untuk anak-anak itu tentu saja dia membedakan masakanya, untuk para pelajar sayuran yang tumis tanpa minyak sedang untuk anak-anak itu tumisan sayuran mengunakan minyak, mie dengan telur, serta tumisan daging dan buah memasukan makanan kekerajang kecil li ruirui membawanya pergi ke klinik. Baru saja li ruirui sampai di depan klinik dia melihat wanita kertua desa " halo bibi dahu " sopan li ruirui. Bibi dahu yang memiliki kesan baik tentang li ruirui tersenyum


" kamerand ruirui mau kemana " tanya bibi dahu tersenyum .


" bibi aku membawa meng Hu ke klinik karena demam " ucap li ruirui khawatir


Melihat ke khawatir li ruirui bibi dahu tersenyum


" dia pasti akan baik-baik saja "


Li ruirui menganguk " bibi dahu akan pergi kemana " tanya li ruirui melihat susu malt ditangan bibi dahu


" aku berencana akan pergi menjenguk meng Hu " bibi dahu hangat .


" bibi kalau begitu mari kita bersama " li ruirui ramah dia merasa bibi dahu adalah orang baik.


Bibi dahu menganguk , bersama-sama mereka pergi ke bangsal meng Hu baru saja didepan pintu bangsal suara teriakan wanita muncul


" dasar anak kurang ajar, percuma aku melahirkan mu " teriaknya bisa dipastikan lagi dia adalah ibu dari kedua anak itu


Dan suara tangisan anak yang memohon agar saudara bisa tinggal terdengar . Li ruirui dan bibi dahu langsung bergegas masuk melihat wanita itu akan menampar Miao Jiang li ruirui langsung bergegas kedepannya meraih tanganya

__ADS_1


" kamerand tolong jangan memukul anak " dingin li ruirui


" apa hubungan dengan mu di adalah anak ku "


" kamerand walapun dia adalah anak mu tapi sekarang pemerintah telah memberikan undang-undang perlindungan anak dan kau bisa dipenjara " jelas li ruirui menatap wanita di depannya


Wanita itu mendengar kata penjara merasa takut tapi dia adalah ibu dari anak itu dia berhak baru saja di akan berbicara, wanita kepala desa langsung berbicara " kamerand zheng toko jangan membuat keributan di klinik " dingin menatap kesal wanita di depannya, wanita itu yang merasakan tatapan wanita kepala dan nada tidak suka dia langsung takut tentu saja dia tau seberapa berpengaruhnya wanita tua itu. Dia hanya bisa mengeretak giginya dan pergi dari situ.


Li ruirui menghela nafas menatap anak dibawahnya menagis serta yang di ranjang rumah sakit menatapnya dengan sedih membuat hatinya seperti 1000 kali di tusuk pisau beracun


Sontak li ruirui langsung menghapus air mata dari kedua anak itu


" jangan menagis ok " menepuk-nepuk punggung mereka supaya berhenti menangis


Kedua anak itu yang merasa tangan hangat menyentuh mereka membuat mereka menghentikan tangis dan melihat orang di depan mereka yang menatap mereka dengan khawatir. Tentu saja melihat itu mereka mulai merasakan hangat dihati mereka . Dengan bujukan li ruirui mereka menjadi rileks, bibi dahu yang melihat interaksi mereka seperti ibu dan anak hanya tersenyum


" kamerand ruirui aku akan kembali dulu " ucap bibi dahu meletakkan susu malt dimeja


Li ruirui menganguk karena jika bibi dahu disana dia tidak bisa memberi makan mereka , setelah bibi dahu pergi li ruirui langsung mengeluarkan makanan dari keranjang kecil


" makan lah kalian pasti lapar " lembut li ruirui menyerahkan bubur serta masakan yang lain


Melihat makanan yang kaya mereka tercengang, mereka tidak pernah boleh memakan makan ini tapi sekarang mereka akan makan , Miao Jiang berkaca-kaca " bi-bi " isaknya


Li ruirui melihat mata anak paling bungsu dia langsung memeluk mereka, mereka berdua terkejut sih bungsu langsung menangis dipelukan li ruirui sedangkan meng Hu menahan air matanya


" ok ok berhenti menangis " mengusap air mata dan memberikan kecupan di mata mereka agar tidak menangis membuat mereka senang tapi takut ini akan menghilang tidak ada yang pernah membela atau melindungi mereka hanya kepala desa tapi sekarang ada orang lain.


" makanlah " li ruirui menyerahkan mereka makan, melihat mereka makan dengan lahap li ruirui bingung harus tersenyum atau menagis. Melihat semua makan habis li ruirui tersenyum memasukan piring kotor ke keranjang


" sekarang istirahat lah " li ruirui membaringkan mereka untuk tidur.


" permisi orang tua pasien " panggil suster


" ya "


" sihlakan melunasi biaya klinik pasien " lanjut suster itu


" baik saya akan pergi mengambil uangnya " ucap li ruirui ramah


Suster itu menganguk dan pergi dari sana


" kalian tidur bibi akan segera kembali "


Mereka langsung mengangguk patuh, li ruirui tersenyum lebih besar memberikan kecupan dan keluar dari bangsal.


" kakak bibi itu sangat baik "


" iya "


" kenapa bukan bibi itu yang menjadi ibu kita " lirih Miao Jiang sedih


Meng Hu mendengar itu hanya diam tidak berniat berbicara " tidur lah "


Bohong jika dia tidak mau bibi li ruirui jadi ibunya

__ADS_1


__ADS_2