
Li ruirui sama sekali tidak tertarik dengan urusan keluarga lain dia sibuk merajut sweater sambil sesekali li ruirui melirik kedua anaknya bermain.
" Miao ayo kita bermain ular tangga " meng mengeluarkan permainan yang di buat li ruirui
Miao mengangguk semangat
Li ruirui tersenyum melihat mereka akur.
" kamerad anak mu sungguh baik " pria tua itu memuji meng dan Miao membuat hati li ruirui bangga kedua anaknya memang baik dan peka.
" iya kedua keluarga ku sangat baik " li ruirui tersenyum senang, siapa yang tidak senang anaknya di puji. Entah kenapa suasana gembira li ruirui menular ke pria tua itu.
" kamerad kemana kau akan pergi "
Li ruirui melirik pria tua itu " tuan aku akan mengunjungi kekasih ku dia seorang tentara " li ruirui tersenyum membayangkan yu jie
Pria tua itu tersenyum " kelihatannya hubungan mu dengan kekasih mu sangat baik "
Li ruirui mengangguk membenarkan ucapan pria tua itu.
Doyeng yang baru kembali menyerahkan mangkuk dan sumpit kepada li ruirui
" kakak ipar aku akan istirahat jika kakak ipar ingin sesuatu katakan saja " doyeng tersenyum naik ke atas.
Li ruirui tersenyum geli melihat seorang pria besar seperti anak-anak.
Li ruirui melirik jam merapikan ranjang mengeluarkan seprai dan selimut dari tas aroma wangi seketika menyeruak ke sekitar
Bahkan keluarga dia atas ranjang sebelah mau tidak mau lirik ke arah li ruirui.
" Miao / meng ayo istirahat "
" iya ibu " suara susu menjawab li ruirui dengan patuh.merangkak ke samping li ruirui tidur di dekat dinding agar tidak jatuh.
Menyelimuti kedua anak itu li ruirui ikut tidur di sebelah mereka.
Keluarga yang beranggotakan empat orang di ranjang sebelah cemberut dengan wajah masam karena tempat tidur yang kecil membuat ke empat orang itu haru berhimpitan.
" liat kau pria tidak berguna harusnya kau membantu ku bertukar tiket " nada kesal wanita itu membuat pria di sebelahnya mengerutkan kening
" jangan menguji ke sabaran ku " pria itu muak melihat dan mendengar menantunya mengoceh. Tidur pria berbalik menunjukkan punggung ke arah wanita itu.
Wanita itu mengepalkan tangan membujuk ke dua anaknya tidur.
....
Waktu berlalu menujukan siang telah berganti sore.
Li ruirui yang duluan bangun duduk bangkit mengambil ketel pergi ke kantin mengambil air panas.
Dalam sekejab kedua anak itu bangkit dan tidak melihat li ruirui dengan cemas. Pria tua di sebelah yang sudah bangun saat li ruirui keluar melirik Miao yang berkaca-kaca langsung menarik anak itu kedalam pelukannya
" jangan menangis ibu mu akan segera kembali " pria tua itu menepuk pundak Miao dengan lembut. Meng juga ikut membujuk adiknya
Miao tidak mendengar siapapun dan menangis tersedu-sedu dipelukan lelaki tua itu. Dia hanya ingin ibunya
Li ruirui baru saja masuk kedalam bangsal sudah di sungguhkan pemandangan Miao menangis dengan buru-buru meletakkan ketel berjalan ke arah Miao
" Miao ada apa " suara lembut li ruirui penuh nada khawatir.
Miao mengangkat wajah menatap li ruirui dengan mata sembab " peluk " suara susu Miao merentangkan tangan.
__ADS_1
Li ruirui tersenyum mengendong Miao menepuk pundak Miao dengan lembut, Miao merasa sentuhan ibunya yang hangat hanya bersembunyi di tengkuk leher li ruirui.
Li ruirui melihat Miao sudah tenang menatap pria tua itu mengucapkan terimakasih kembali ke ranjang.
" apakah kau lapar? " li ruirui mengelus rambut Miao dengan lembut
Miao mengangguk
Meng menatap adiknya dengan tatapan horor ' dari kapan adiknya mulai manja ' .
Li ruirui meletakkan Miao di sebelahnya mengeluarkan saputangan dari tas membasahi dengan air hangat li ruirui mengelap wajah Miao dan meng dengan lembut
Mereka hanya tersenyum dengan perlakuan ibu mereka.
Selesai menyekap wajah dan badan kedua anak itu li ruirui membantu mereka berganti pakaian
Doyeng yang baru bangun menyapa li ruirui dengan ramah
" kakak ipar aku akan membawakan mu makanan " ucap doyeng ingin pergi
Li ruirui langsung menghentikan doyeng
" jangan pergi aku membawa makanan " li ruirui mengeluarkan kota makan siang meletakkan di meja li ruirui membuka tutup kota makan siang memperlihatkan ikan goreng, iga, nasi dan sambel
Doyeng menatap dengan ngiler makanan yang di sajikan
"Duduk lah " li ruirui menatap li ruirui yang berdiri seperti orang bodoh.
Sadar doyeng duduk dengan malu.
" tuan ayo makan bersama " li ruirui memberikan mangkuk
Pria tua itu malu menerima li ruirui tapi dia tidak tahan dengan makanan didepannya. Dia menghela nafas berfikir jika dia punya sesuatu yang bagus dia akan membalas.
Di ranjang atas keluarga terdiri 4 orang itu menatap mie di tangan mereka dengan cemberut. Apalagi wanita itu awalnya berfikir li ruirui tidak punya makanan tapi melihat dia makanan enak dia mengeratkan gigi dengan kesal. Menatap mie itu dia dengan tidak enak wanita itu makan sambil mencium aroma daging dari bawah
Kedua anak itu menatap daging dengan berbinar-binar tapi karena takut dengan ayahnya mereka hanya menatap dengan sendu.
Selesai menyantap makanan li ruirui mengeluarkan kue kering dari tasnya memberikan kepada kedua anaknya.
Kedua anak dia ranjang sebelah sudah tidak tahan mulai Merengek meminta kue kepada ibunya apalagi melihat Ayahnya pergi ke luar.
" ibu akan belikan saat kita turun " wanita itu membujuk kedua anaknya. Bagaimana pun di bujuk kedua anak itu tetap kekeh meminta kue itu.
Alhasil wanita itu menahan ego berjalan ke arah li ruirui dengan anggkuh .
"Kau berikan kue itu pada anak ku " nadanya tegas. Li ruirui mengerutkan kening
' apa orang ini gila ' .
" tidak " li ruirui menolak dengan tegas.
Wanita itu menatap li ruirui dengan marah urat-urat keluar dari wajahnya " kenapa kau tidak memberikannya, apakah begini cara orang lumpur bersikap "
Li ruirui benar-benar kesal dengan wanita didepannya.
" terserah ku mau memberikan kue ini kepada siapa "
Kedua anak itu menatap ibu mereka yang akan marah langsung menarik gaunnya " ibu kami ingin kue " merengek .
Wanita itu menatap anaknya kembali menatap li ruirui dengan tidak suka fikirnya orang desa pelit.
__ADS_1
" aku akan membayar " wanita itu ingin mengeluarkan uang tapi li ruirui langsung tegas menolak.
" aku tidak menjual, aku membuat ini khusus untuk anak ku " li ruirui menatap wanita di depannya dengan datar.
Doyeng menatap wanita itu dengan tidak suka karena membuat marah kakak iparnya.
" kemerad kalau kamerad rui tidak mau menjual kenapa kau memaksa, itu adalah hak untuk memberikan kepada siapa pun " nada suara pria tua itu lembut tapi seakan merendahkan wanita itu
Wanita itu tidak berani memarahi pria tua di depannya siapa yang tidak kenal Profesor universitas Teknologi no. 1 di Shanghai. Dia hanya bisa mengeluh dalam hati.menarik kedua anaknya kembali ke ranjang atas
" ibu aku ingin itu " rengeknya menagis dengan keras , kedua anak itu menangis dengan kencang mengganggu indra pendengaran setiap orang.
Wanita itu yang sudah kesal tambah semakin kesal " diam lah " ujarnya memukul kedua anak itu dengan keras.
Anak itu takut tidak berani menagis lebih keras lagi. Duduk dengan patuh menatap li ruirui dari atas dengan tatapan marah karena li ruirui mereka di marah dan di pukul pikir mereka penuh dengan keluhan.
Li ruirui benar-benar tidak habis pikir dengan era ini yang penuh dengan orang berhati hitam selalu itu dengan orang yang bisa makan enak.
Doyeng sangat kesal dengan keluarga beranggotakan empat orang itu.
" kakak ipar jangan marah jika dia tetap menganggu kakak ipar aku akan melaporkannya " doyeng dengan nada kesal.
Li Ruirui tersenyum " jangan mengotori tangan mu untuk hama "
Doyeng mengangguk tapi dia benar-benar tidak bisa diam saja. Doyeng memutuskan akan melaporkan masalah ini kepada yu jie.
Li Ruirui tersenyum duduk membuat sweater, syal dan sarung tangan.sesekali li Ruirui melirik ke dua anak itu yang belajar beberapa hal dari pak tua di ranjang sebrang dan juga mendengarkan cerita dari doyeng tentang pengalaman ayahnya.
Mereka mendengar dengan penuh ke kagum tentang apa yang diceritakan.
" wow paman ayah sangat keren " miao berseru bangga. Meng mengangguk.
Doyeng tersenyum malu " tentu saja komandan sangat kuat dia bisa mengalahkan 20 orang musuh " dengan nada semangat.
" benarkah? " meng berseru tidak percaya.
Doyeng mengangguk " iya itu benar semua regu tau akan itu "dengan antusias. Pria tua itu juga mendengar dengan seksama dia menjadi penasaran dengan ayah dari kedua bocah di depannya . Li Ruirui hanya tersenyum dia tau tokoh utama pria sangat kuat.
Li Ruirui langsung ingat dengan tokoh utama wanita pasti tidak akan semudah itu di hancurkan dalam setiap novel pasti memiliki cahaya protagonis bukan? .
Li ruirui memikirkannya lagi tapi rui bertekad tidak akan membiarkan wanita seperti itu menjadi ibu anaknya. Enak saja wanita gila itu berani menyakiti putra-putranya yang lucu, imut dan tampan.
Waktu berlalu dengan cepat gerbong li ruirui sangat ramai entah karena doyeng yang dijahili oleh miao atau meng yang sedang di belajar dengan pria tua itu. Melihat itu senyuman lembut mekar di wajah indah li ruirui. Li ruirui tidak sadar seseorang menatapnya sambil tersenyum. Dia adalah suami dari wanita yang meremehkan li ruirui, dia terus menatap wajah li ruirui . Dia merasa iri dengan pria yang bersama li ruirui.
Doyeng yang seorang tentara dapat merasakan sekitarnya dengan sangat peka. Dia mengerutkan kening dengan pria menjijikkan di atas itu.
Aku harus waspada terhadap orang ini - pikir doyeng dengan was-was.
Li ruirui yang tidak tau baru saja selesai membuat sweater di tengahnya terdapat rajutan kartun.
' pasti imut kalau di pakai '
Waktu berjalan hari telah berganti malam kali ini untuk makan malam li ruirui hanya menyiapkan makanan yang dapat di awet kan.sisanya dia beli di kanti.
Pria tua itu tidak segan memberikan daging yang dapat di beli di kantin, awalnya li ruirui menolak dengan baik tapi karena pria tua itu keras kepala li ruirui terpaksa menerima.
Li ruirui dan keduanya serta doyeng dan pria tua itu puas dengan makanan yang mereka santap. Mereka berbincang sebentar untuk mencerna makanan yang mereka makan. Selesai li ruirui meletakkan selimut di atas kasur membiarkan kedua anak itu berbaring kemudian menyelimuti kedua anak itu dengan lembut.
" hoaaamm "
Li ruirui terkekeh mengecup pipi kedua anak itu dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
" tidurlah " dengan nada lembut .
Kedua anak itu mengangguk sekejap langsung tertidur. Melihat itu li ruirui ikut berbaring di samping kedua anak itu.