
Kembali ke rumah suasana hati li Ruirui sama sekali tidak berubah. Li Ruirui juga tidak lupa mengeluarkan kue ayam dari ruangan untuk di makan kedua anak itu.
" ibu " kedua anak itu langsung memeluk li Ruirui
" ada apa sayang " li Ruirui bingung kenapa tiba-tiba anaknya seperti ini
Belum sempat kedua anak itu menjawab seorang wanita mendekati li Ruirui dengan tatapan tidak suka
Li Ruirui mengernyit kapan dia menyinggung wanita di depannya ini.
" kamu pasti li Ruirui " ucapnya dengan senyum meremehkan
Menaikan sebelah alis li Ruirui menatap dengan tidak suka " iya terus " nada acuh
" cih dasar wanita desa kau tidak cocok tinggal di sini pergi lah sana " ucap nya dengan nada merendahkan
" emang siapa kamu hingga membuat pengaturan seperti itu " li Ruirui mencibir
Wanita itu menyeringai " aku adalah esih yang akan menjadi nyonya rumah ini, pergi sekarang "
Li Ruirui tertegun
" apakah ayah tau "
Wanita itu terdiam agak cemas tapi langsung tenang li Ruirui menemukan perubahan pada wajahnya
" minggir kau tidak berhak mengusir ku kecuali ayah ku sendiri "
" kau _ " terpotong oleh panggilan suara ayah rui dari dalam
" ada apa kenapa ribut-ribut " ayah rui menatap putrinya melihat ada yang tidak beres
Wanita yang tadi marah-marah langsung berubah lembut " kakak ipar tidak ada aku hanya mengatakan sesuatu kepada li Ruirui agar pulang lebih awal anak-anaknya merindukannya "
Ayah rui tidak gampang percaya tapi bertanya ke li Ruirui
" rui sayang apakah itu benar "
Li Ruirui langsung berakting menatap wanita itu dengan takut beralih kembali menatap ayah rui dengan ragu-ragu " ayah tidak ada, bibi sama sekali tidak mengeretak ku " nada sedih menatap wanita itu
Ayah rui dapat melihat wajah putrinya yang takut merasa ada yang tidak beres
" rui katakan jangan takut tidak akan ada yang berani mengeretak mu " ayah rui memberi jaminan
Air mata li Ruirui langsung ke luar " ayah bibi itu memgusir ku dia mengatakan dia akan menikah ayah dan aku tidak cocok tinggal di sini "li Ruirui terisak sedih
Ayah rui menatap putrinya yang menangis dengan sedih beralih menatap wanita di depannya dengan p
Benci
" berani sekali kau dirumah ku mengancam putri ku " ayah rui mengaum marah
" kakak ipar itu tidak benar, li Ruirui berbohong dia hanya tidak suka pada ku takut aku menjadi ibu tirinya " wanita itu mencoba mengalihkan pembicaraan, dia memang mengatakan itu tapi tidak mungkin dia jujur kan.
Menaikan alis wajah ayah rui menjadi buruk " apa kau mengatakan putri ku berbohong "
" aku tidak _ "
" diam, seharusnya aku tidak membawa mu masuk kerumah ini pergi jangan pernah kembali " nada dingin ayah rui membuat wanita itu gemeteran aura sebagai seorang prajurit masih kental dengan ayah rui
" kakak ipar aku salah " wanita itu memohon tapi tidak di kubris
" pergi "
Wanita itu menagis memohon tapi tidak di dengar. Awalnya ayah rui sudah tidak suka dengan wanita ini tapi karena dia adalah anak dari kakak ketiga istrinya dia mengizinkannya masuk tapi siapa sangka dia akan mengeretak putrinya di rumahnya sendiri dan berani mengatakan bahwa dia adalah nyonya rumah ini
' bah tidak tau malu '
Wanita itu menatap ayah rui dengan sedih kemudian menatap li Ruirui dengan tatapan pemusuhan pergi dari sana
Kedua anak itu masih memeluk li Ruirui dengan erat bahkan mata mereka memerah saat melihat li Ruirui menagis
__ADS_1
" rui ini salah ayah jangan menagis " ayah rui menenangkan rui
" ayah aku tidak apa " li Ruirui mengelap air mata walaupun begitu matanya masih merah, ayah rui tampak bersalah dan menyalahkan diri sendiri.
" ayah aku akan ke kamar dulu " li Ruirui membawa kedua anak itu ke kamar meninggalkan ayah rui berdiri sendiri.
Di dalam kamar li Ruirui menatap kedua anak itu dengan sedih
" sayang katakan apa yang wanita itu katakan? "
Meng / miao terdiam sebelum akhirnya meng berbicara dengan sedih " ibu dia mengatakan bahwa kami bukan anak kandung mu jadi kamu akan mengusir kami dan membuang kami seperti ibu kandung kami "
Miao menagis saat kembali mendengar kata-kata itu
" jangan dengar wanita itu jika ibu berani melakukan itu kalian bisa mengatakan itu pada ayah kalian dan saat itu biarkan dia menceraikan ibu ok " li Ruirui mengelus kepala marah dengan sedih
" ibu kami tidak percaya dengan wanita jahat itu tapi kami sedih melihat ibu menangis seperti tadi " meng dengan cepat mengatakan isi hatinya
Miao mengangguk memeluk li Ruirui , hati li Ruirui menghangatkan melihat mereka mencintai dirinya dia sangat tersentuh. Memeluk mereka dengan erat tanpa sadar air matanya mengalir
" ibu" Miao saat sadar ibunya meneteskan air mata
" iya "
Kedua anak itu mengelap air mata li Ruirui " jangan menangis kami akan menyuruh ayah menghukum wanita itu " kedua anak itu membuat postur layaknya prajurit.
Li Ruirui tersenyum mengecup pipi anak-anaknya " terimakasih "
" ini ibu membelikan kalian kue, ibu lupa karena wanit itu " li Ruirui baru sadar dia membawa kue
" ibu kenapa selalu membeli untuk kami " meng tidak suka
" kenapa ?" li Ruirui bertanya dia pikir putranya akan suka
" ibu kau tidak bisa hanya membelikan kami kau juga harus membeli untuk diri mu sendiri " meng berkata dengan jujur
" ibu tau tapi ibu ingin memberikannya untuk kalian " li Ruirui mencium kening mereka
Di bawah ayah rui duduk di sofa dengan raut wajah yang tidak bisa di lukiskan. Bahkan kakek Chang yang baru pulang mau tidak mau langsung bertanya
" ada apa "
Ayah rui menghela nafas memberi tau apa yang terjadi dan apa yang dikatakan wanita itu.
" bah wanita itu tetap tidak tau malu kenapa bisa keluarga li memiliki keluarga seperti itu " kakek rui tidak habis pikir keluarga yang lain sangat beradap, baik, jujur memikirkan lagi kakek rui memiliki keluhan yang harus di selesai
" ayah apakah kita harus memberi tau wanita tua li " ayah rui bertanya karena dia tau ibu mertuanya walaupun lembut tapi jika ada yang menganggu cucu dari putri kesayangnya akan langsung memberikan pelajar
Kakek rui mengangguk " beri tau dia tentang li Ruirui dan tentang apa yang terjadi pastikan wanita yang mengeretak cucu ku mendapatkan pelajar yang lebih berat " dengan nada dingin .
Ayah rui mengangguk bangkit segera pergi ke keluarga li.
Disisi lain li Ruirui masih di kamar menghela nafas dengan gen keluarganya tadi pagi kakaknya sekarang ayahnya apakah nanti malam kakeknya memikirkan lagi dia langsung merinding.
Menyatukan tangan li Ruirui memohon kepada ibu serta neneknya untuk membantunya mengusir hama.
Melihat kedua anak itu bermain li Ruirui tidak mau menganggu.dengan pelan-pelan meninggal kamar turun kebawah.
Memandang sekitar dengan hati-hati li Ruirui turun langsung ke dapur.
Bibi baru saja akan memasak li Ruirui langsung semangat.
" bibi aku akan membantu " li Ruirui langsung mencuci sayuran sebelum diizinkan.
Dengan kedua wanita di dapur masakan dengan cepat jadi bahkan aroma sudah menyebar di sekitar ruangan.
Kakek rui yang duduk diam sambil membaca koran tidak bisa tidak melirik ke arah dapur. Bahkan kedua anak itu juga sudah tidak sabar menunggu waktu makan.
" miao / meng apa ibu kalian sering masak " kakek rui penasaran
" iya kakek ibu membuat masakan yang enak " miao memuji ibunya
__ADS_1
" bukan hanya itu ibu bisa membuat semuanya dengan bagus " meng ikut memuji ibunya
Kakek rui mendengar kedua anak itu memuji cucu perempuannya langsung senang. Tapi kemudia dia langsung menatap kedua bocah itu dengan iri karena selalu di masakan li Ruirui.
Karena kakak rui yang kepo dengan hidangan apa saja yang sudah di masak li Ruirui di desa kakak rui bertanya ke pada kedua bocah itu. Dengan gembira mereka menyebut semua yang mereka makan bagaimana rasanya
Kakek rui yang mendengar itu mau tidak mau meneteskan air liur. Menatap kedua anak itu dengan iri.
Meng dan miao tau akan tatapan iri kakek chang langsung senang.
Li Ruirui yang sibuk di dapur tidak tau bahwa mereka sedang di bicarakan memasak hidangan terakhir iga babi bibi langsung membantu menyajikannya .
" kakek/ meng / miao ayo makan " panggil li Ruirui melihat ke segala arah
Kakek rui yang tidak sengaja melihat itu tersenyum
" ayah dan kakak mu sedang memiliki urusan mereka akan kembali agak malam " ucapan kakek rui membuat rui sedih seketika, kakek rui memandang cucu dengan sedikit sedih
" jangan khawatir ayo makan " kakek rui berkata dengan lembut membawa li Ruirui ke meja makan
Ketiga orang itu memandang hidangan dengan tatapan berbinar-binar mengangkat sumpit kakek rui mencicipi satu persatu hidangan li Ruirui benar saja masakan li Ruirui membangkitakan nafsu makan kakek rui.
Kedua anak itu juga setelah mengambilkan hidangan untuk li Ruirui mereka menyantap dengan cepat seakan takut kakeknya akan menghabiskan makanan di depannya.
Li Ruirui terkekeh melihat ketiga orang itu makanan dengan cepat.
Huk huk huk
Li Ruirui langsung menyerahkan air kepada kakek rui
" kakek pelan-pelan " li Ruirui tidak habis pikir
Kakek rui merasa malu jadi mengangguk pelan-pelan melanjutkan makanannya. Kedua anak itu juga pelan
Selesai makanan li Ruirui dan kakek rui berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah.
Li Ruirui memandang hanya sedikit orang yang berjalan-jalan di era ini jika di zaman modern pasar malam pasti sangat ramai.
Kangen
Mata li Ruirui berubah sendu tapi dengan cepat berubah kembali.
" kamerad apakah ini cucu mu " seorang bibi tua bertanya dengan mata serakah
Kakek rui dengan santai menjawab " iya " bibi itu tersenyum li Ruirui memandang senyumnya dengan jijik merasa ada yang salah.
Bibi itu memandang li Ruirui " kamerad kebetulan sekali aku memiliki keponakan dia seorang pegawai pabrik kain doa berumur 27 tahun ini dia sangat cakap banyak gadis yang ingin menikah dengannya tapi aku menolak semuanya " nadanya membanggakan keponakannya.
Li Ruirui mengerutkan kening tapi tetap tersenyum .
" bibi tidak perlu aku sudah punya kekasih " li Ruirui dengan senyum menawan menjawab
Bibi itu seperti tidak mendengar " kamerad jangan terburu-buru ini urusan orang tua " wanita itu menatap kakek rui
".... "
Kakek rui memandang wanita di depannya dengan acuh " Anak-anak keluarga ku bebas memilih kami tidak terlalu membatasi "
Senyum bibi itu menghilang " kamerad anak-anak zaman sekarang tidak tau mana yang baik mana yang buruk "
Li Ruirui tertawa bibi itu memandang li Ruirui dengan bingung
" bibi kekasih ku adalah seorang komandan batalyon ternyata masih lebih rendah dari pegawai pabrik " nada li Ruirui rendah membuat bibi itu menatap li Ruirui dengan kesal
Nada li Ruirui memang rendah tapi seakan menghina keponakannya.
' komandan batalyon? '
Li Ruirui tersenyum melihat dia terdiam
" rui ayo kita pulang terlalu banyak serangga yang datang " kakek rui mengenggam tangan li Ruirui pergi dari sana
__ADS_1
Li Ruirui terkekeh saat mendengar kakeknya menyebutkan wanita itu serangga