Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 52


__ADS_3

Li ruirui hanya tersenyum mendengar janji dari pria yang disayang entah karena dia seorang tentara aura sangat dapat diandalkan tidak seperti pria yang hanya berbicara saja saat di era modern.


Yu jie menyajikan hidangan dimeja dan li ruirui pergi membangunkan kedua anak itu li ruirui gigit jari melihat muka polos mereka yang lucu serta posisi lucu itu benar-benar mengemaskan jika boleh dia akan mengeluarkan kamera dan memotret moment ini menjadi sesuatu yang harus di simpan. Sayang di tidak hilang tiba-tiba jika tidak yu jie akan curiga


" meng / miao bangun sayang " suara lembut li ruirui seperti menjadi nada dering langsung  membangunkan kedua anak itu


Mereka mengerjapkan mata menyesuaikan indra penglihatan menatap ibu yang lembut di depannya dengan senyum manis, li ruirui seperti akan mendapatkan sengatan lucu jika seperti ini terus.


" ibu " suara susu meng dan miao dengan bersamaan memanggil li ruirui membuat hati li ruirui seperti di tuang madu ' manis ' .


" anak ibu sangat lucu " li ruirui mencubit bibi chubby dengan gemas


" ibu jangan mencubit pipi ku " dengan nada tidak suka tapi menurut li ruirui itu tampak sangat mengemaskan


" bukan tidak mencubit lagi jadi ayo mandi " li ruirui memberikan kecupan di kening mereka, meng dengan patuh membawa adiknya pergi mandi.


Melihat mereka pergi li ruirui langsung mengeluarkan dua set baju dari tas memikirkan bagaimana cara agar bisa mengambil barang-barang dari ruangan tanpa sadar li ruirui berdiri melamun di kamar saat kedua anak itu keluar mereka bingung kenapa li ruirui diam


" ibu " panggil mereka menyadarkan li ruirui yang melamun


" iya sayang "


" ibu ayo " miao langsung mengengam tangan li ruirui dikiri dan meng dikanan.


Di luar yu jie menunggu mereka keluar pandangan yu jie langsung menatap mereka bertiga yang bergandengan senyum mekar terbit diwajah tampan itu.


" duduk makan " suara bariton yu jie membuat ketiga orang itu seperti anak kecil yang patuh


Duduk mereka makan dengan lahap tidak ada yang berbicara saat makan itu seperti etika karena kedua bocah itu beberapa hari tinggal dengan li ruirui otomatis mereka mulai mempelajari hal yang mereka liat untung saja meng sangat bijaksana dan pintar mampu mengajari hal baik pada adiknya..


Selesai makan li ruirui langsung mengambil piring kotor " rui biar aku yang cuci "


" saudara yu jie kau belum pulih benar jadi duduk dan istirahat " li ruirui menatap dengan tegas membuat yu jie tidak dapat menolak perkataan gadis itu


Li ruirui tersenyum puas pergi membersihkan piring kotor dibantu asisten kecilnya.


" rui aku kembali pekerjaan hari ini " yu jie memandang li ruirui ingin melihat reaksi gadis itu


" apa? Tapi saudara yu jie kau belum pulih "


Yu jie menatap wajah khawatir hatinya menghangat " rui aku harus bekerja sehingga aku dapat ikut pulang bersama mu untuk mengurus pernikahan kita "


" tapi _ "


" sudah aku baik-baik saja " senyum langka yu jie membuat li ruirui menghela nafas dan mengangguk

__ADS_1


" tapi jangan terlalu lelah " memperingati dengan tegas melihat tingkah li ruirui mau tidak mau yu jie tersenyum mengangguk dengan lembut menatap gadis itu.


Setelah berbicara sebentar yu jie  pergi bekerja li ruirui menatap punggung pria yang mengenakan seragam militer itu dengan khawatir.


" meng / miao bagaimana ibu buatkan kue kesemek " ujar li ruirui membuat kedua anak itu meloncat saking senangnya


" kami akan membantu ibu " li ruirui mengangguk dengan lembut


" itu bagus anak keluarga kami pintar " puji li ruirui membuat kedua anak itu tambah gembira mereka sangat suka di puji oleh li ruirui.


Li ruirui mengambil jaketnya kemudian menginstruksikan meng untuk menjaga miao dan tidak membiarkan siapapun masuk saat dia tidak ada


" ibu tenang saja aku bisa membuat janji " ujarnya penuh percaya diri


" baiklah anak ibu sangat pemberani " li ruirui tersenyum mengangguk sedikit lega untuk meninggalkan mereka, li ruirui keluar dari bangunan keluarga pergi sedikit lebih jauh dari sana menuju gang sepi masuk kedalam ruangan tak lama li ruirui keluar dari ruangan seperti angin membawa dua  tas besar


Dengan senyum indah li ruirui kembali ke bangunan keluarga saat pergi tidak ada orang tapi saat dia kembali banyak orang entah anak yang bermain di halaman atau para ibu-ibu yang sedang bergosip.


Saat li ruirui melewati mereka li ruirui tersenyum menyapa " gadis apa pria mu komandan batalyon yu jie? " seorang bibi bertanya,li ruirui dengan malu-malu mengangguk bibi itu tersenyum " itu bagus kamerad yu jie memiliki penglihatan yang baik dalam memilih pasangan "


" benar liat saja keduanya tampak sangat serasi yang satu tampan dan yang satu cantik " bibi tersenyum ramah


" gadis bagaimana dengan anak-anak kamerad yu jie " seorang bibi bertanya dengan pelan


Saat kepergian li ruirui  para bibi pelan-pelan berbicara " lesbian itu tampak muda tapi caranya berbicara sangat bijaksana dan lembut "


" benar Andai saja putra dalam keluarga ku bisa cepat mencari menantu seperti milik kamerad yu jie "


" tapi apa kau dengar gosip yang beredar "


" gosip apa? "


" gosip menantu kamerad yu jie katanya wajahnya jelek "


" ah orang jahat mana yang mengatakan itu, liat saja gadis itu tampak sangat cantik dan lembut "


" orang yang mengatakan itu keponakan dari istri dari kamerad Shimin "


" bah wanita jahat itu lagi dia selalu saja membuat keributan dan tidak bisa melihat orang lain bahagia "


Kata bibi itu mendapatkan anggukan dari yang lain mereka semua tidak suka dengan istri kamerad yu jie karena sombong dan anggkuh membuat Para tetangga tidak suka apalagi saat ikut campur permasalahan .


Li ruirui yang tidak tau pembicaraan para wanita itu sekarang dia sudah berada di rumah mengeluarkan semua yang dia ambil dari ruangan


" wow ibu sangat banyak " seru miao kaget walaupun di sering makan akhir-akhir ini tapi kejadian masa lalu masih membekas

__ADS_1


" iya kita akan makan enak " ucap li ruirui membuat kedua ank itu antusias, li ruirui mengeluarkan tepung berniat membuat kue pie, kue kesemek dan lain-lain membayangkan itu saja sudah membuat li ruirui ngiler dia merindukan saat bisa memesan makanan apa saja yang dia mau


Selesai mengeluarkan semua li ruirui mulai membuat beberapa kue yang mudah apalagi karena kurangnya alat memasak.


Kedua anak itu duduk di bawah menjaga api tetap menyala sambil melihat bagaimana ibunya memasak seperti menari-nari mereka tampak sangat penasaran dan kagum di saat bersamaan aroma kue li ruirui menyebar ke sepenjuru arah


" wangi " mata kedua anak itu serakah ingin mencoba li ruirui tersenyum memberikan mereka mencicipinya


" enak " pekik mereka dengan mata melebar


Li ruirui terkekeh meletakkan semua kue ke tople supaya mereka bisa makan kapan saja, kedua anak itu menatap dengan mata besar


" kalau kalian mau ambil dan makan sendiri  ok " mereka langsung mengangguk dengan semangat


Li ruirui tersenyum membiarkan mereka bermain di pergi duduk di kursi ruang tengah mengeluarkan kain yang di ambil dari ruangan mulai membuat pola-pola baju dia berencana membuat baju untuk yu jie karena saat li ruirui membuka lemari dia hanya melihat 2 set baju milik yu jie dia menghela nafas karena mantan istri dan protagonis wanita yu jie jadi sengsara.


Suara ketukan membuat pikiran li ruirui Teralihkan li ruirui bangkit membuka pintu langsung disuguh oleh wanita tua di sebrang


" halo bibi " li ruirui dengan ramah menyapa, bibi itu terlihat tidak suka dengan li ruirui menjawab dengan nada ketus


" hmm, kamerad kau membuat kue biarkan cucu ku memakannya " ucapnya


" tidak " li ruirui tersenyum menanggapi itu


" apa? Kenapa "


" bibi aku membuat itu untuk anak laki-laki dalam keluarga ku bisa makan, jika kau mau kau bisa membuat sendiri "


" cih sebagai seorang gadis kau sangat pelit "


" bibi kalau kau mengatakan aku pelit kenapa tidak membuat sendiri bahannya cukup mudah di dapatkan hanya tepung putih, telur, gula _ " ucapan li ruirui belum sempat selesai


" bah kue apa sampai mengunakan semua bahan mahal " marahnya memandang li ruirui dengan tidak sedap


" bibi itu memang kue yang aku buat " li ruirui tersenyum


"..... " bibi itu sangat kesal menarik cucunya kembali ke rumah


" kau wanita tua bau aku ingin kue "


" dasar bocah bau apa begini ibu mengajari mu "


" kata ibu kau akan mati cepat atau lambat " bocah laki-laki itu membentak wanita tua itu, li ruirui langsung mem blacklist anak itu untuk menjadi teman kedua putranya


Li ruirui tidak mau melihat permasalahan keluarga lain masuk melanjutkan membuat baju walaupun tidak bisa mengunakan mesin jahit tapi hasilnya tetap bagus, apalagi era ini pakaian baru adalah hal yang luar biasa karena mereka hanya mengunakan baju baru pada saat hari besar saja.

__ADS_1


__ADS_2