Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 30


__ADS_3

Pagi harinya li ruirui bangun seperti biasa. Karena sekolah sudah di mulai li ruirui kembali berkerja lagi.


Kedua anak itu tersenyum bahagia melihat tatapan iri dari teman-teman sekolah lainnya


" guru rui "


" guru tin apa kabar "


" baik "


" guru rui besok acara akan dimulai semua sudah selesai " guru tin memberi tau


Li ruirui antusias mengangguk dengan sungguh-sungguh.


Dia tidak sabar menghasilkan uang di pasar gelap walaupun dia kaya tapi lebih enak membelanjakan uang sendiri.


Berbincang sebentar li ruirui pergi ke kelas mengajarkan beberapa hal dasar sesekali li ruirui juga memberikan pelajaran bahasa Inggris


Karena sekarang pemerintah telah di buka maka orang asing dari mancanegara telah boleh masuk .


Li ruirui hanya memberikan beberapa kata yang dapat di gunakan sehari-hari .


Ada juga permainan dengan bahasa Inggris .


" snake "


" yey tianzen kamu turun "


Kelas li ruirui tampak riang


Beberapa guru yang lewat memperhatikan keributan yang terjadi


" apa ini bukanya pelajar guru rui malah mengajak mereka bermain " guru gu mutien yang tidak suka dengan li ruirui langsung mengerutkan kening


Guru yaning yang merupakan guru senior sekaligus netral membantu li ruirui.


" guru gu mutien ada sangat aktif menghina tapi saat mengajar anda sibuk sendiri "


Gu mutien sama sekali tidak merasa salah


" guru yaning kenapa kau membela guru rui " dengan wajah tidak suka


" apakah salah yang aku bilang banyak guru yang menggunakan cara bermain untuk mendidik anak-anak " jelasnya


Membuat beberapa guru yang lain langsung memandang gu mutien dengan tidak senang.


Apakah salah dengan cara mengajar mereka?


Ternyata semua guru juga mengunakan bermain untuk membantu anak-anak desa menghitung menurut mereka itu efesien.


Gu mutien yang merasakan tatapan guru tidak suka


" gu mutien apakah salah dengan cara mengajar itu kami semua menggunakannya "


" ya apakah salah "


Para guru memandang dengan tidak suka.


Guru yaning mencibir dengan tidak senang


" sudah kembali semua , biarkan saja orang yang penuh dengan kecemburuan ini "


Semua guru langsung pergi dari sana


Gu mutien menghentakan kaki tidak suka.


Li ruirui yang tidak tau kekacauan di luar masih sibuk bermain dengan yang lain


Saat jam bergantian li ruirui langsung pergi ke ruang guru


Duduk di kursinya mengeluarkan bekal dan teh


Li ruirui merasa rileks


Gu mutien baru saja masuk ke ruang guru langsung disambut oleh bau aroma daging


Dia menjadi serakah


Li ruirui mengabaikanmu


" guru yaning " sapa li ruirui sopan


" baik "


" guru yaning saya membuat sewur daging mari makan bersama "


Guru yaning tau bahwa daging sekarang sangat susah di beli langsung menolak


" guru rui tidak makan lah jangan sopan "


Li ruirui mengeleng " guru yaning tidak sopan makan lah aku punya banyak "


" li ruirui kalau guru yaning tidak mau berikan saja pada ku " guru Gu mutien dengan tidak tau malunya


Guru yaning yang tidak suka dengan sifat Gu mutien langsung mencibir


" bah siapa tadi yang menghina cara belajar orang tapi sekarang sibuk meminta makanan "


Gu mutien tidak suka dengan cara bicara guru yaning.


" ya bukan kah aku hanya membantu karena guru rui bilang itu terlalu banyak "


Guru yang lain langsung memandang dengan jijik


" Gu mutien itu urusan ku ingin memberikan daging kepada siapa saja bukan urusan mu " li ruirui tidak suka dengan seseorang seperti Gu mutien yang mencari keuntungan


" ya kau memberikan kepada guru yaning apakah aku tidak boleh minta " tidak mau kalah


Guru yaning langsung berkata dengan keras agar didengar yang lain " kalau kau ingin makan daging kenapa kau tidak pergi dan membelinya "


" daging sangat susah di beli "


" kalau kau tau daging sangat susah di beli kenapa kau masih meminta dengan gratis " guru yaning mengejek


" kau _"


" bah muka mu sungguh tebal " guru chae er yang tidak suka dengan Gu mutien karena berasal dari desa


Gu mutien yang dihina menghentakan kaki keluar dari sana


Setelah guru Gu mutien keluar suasana kembali normal.


" guru rui abaikan saja dia "


" guru yaning Terimakasih sudah membantu ku berbicara "


Guru yaning melambaikan tangan " tidak usah terlalu sopan " tersenyum ramah

__ADS_1


Tidak memperdulikan Gu mutien semua orang menyantap dengan enak


" guru rui makanan mu sangat enak lebih enak dari masakan ku " puji guru yaning


Li ruirui tersenyum " guru yaning jika kau menambah beberapa bumbu masakan mu pasti tambah enak " rendah diri


Guru yaning tersenyum Apalagi melihat guru rui yang rendah diri dia cukup mengangguk.


Selesai makanan li ruirui membagikan teh yang dibuat


" uh guru rui teh mu sangat nikmat rasanya lelah ku hilang "


" iya aku tidak punya waktu istirahat akhirnya rileks "


Semua guru mengangguk membenarkan


Li ruirui tersenyum " sukurlah kalau itu berguna "


Guru yang lain semakin melihat li ruirui semakin senang.


Siapa sih yang tidak suka dengan seorang lesbian yang baik, bijaksana, dan cantik


Gila kali kalau ndak suka !


* catatan lesbian kayak merujuk ke seorang gadis atau wanita yang belum menikah....


Sampai pulang sekolah pun guru perempuan masih memiliki senyum yang mekar di wajah mereka.


Terimakasih kepada guru rui!


Li ruirui dan kedua anak itu juga pulang dengan gembira


" ibu besok betulkan kita akan tampil "


" iya jadi kalian harus berlatih "


Kedua anak itu mengangguk semangat " tentu saja ibu "


Saat sampai di rumah kedua anak itu berganti pakaian Pergi lagi kesekolah untuk berlatih


Li ruirui yang sendiri dirumah tidak tau harus berbuat apa.


Untung saja dia ingat sweater yang belum selesai dia buat


Melanjutkan membuat sweater li ruirui dengan Teknik modern membuat sweater sangat modern dan indah


Tok tok tok


" siapa yang datang siang-siang? "


Membuka pintu seorang gadis melirik kiri-kanan langsung masuk


Li ruirui mengerutkan kening


Melihat orang yang datang.


" kenapa kau disini? "


" bah siapa juga yang mau kesini " wanita tua yu yang datang


Li ruirui memiliki kesan buruk tentang wanita tua yu ini.


Wanita tua yu langsung masuk ke dalam duduk di meja makan dia melihat kiri-kanan dengan tatapan seperti pencuri.


Kemudian kembali menatap ke arah li ruirui.


Li ruirui mengerutkan kening berfikir bahwa wanita tua itu apakah urat *********** sudah hilang


Berani minta seperti itu


" kenapa aku harus memberikan nya ? " memandang wajah wanita tua yang tidak enak.


" kau harus memberikannya "


Li ruirui benar-benar kesal dengan orang seperti ini


Wtf


" kau harus memberikan kalau tidak aku akan menyuruh anak ketiga membawa kembali cucu ku pulang " dengan percaya diri


Seakan dia adalah penguasa


Li ruirui belum pernah bertemu dengan orang yang tidak tau malu seperti wanita tua yu ini.


" kalau begitu pergi dan minta dia tapi apa kau yakin dia akan mendengarkan mu "


" tentu saja aku ibunya "


Percaya diri sekali


Li ruirui mau tidak mau mencibir


" kalau begitu pergi dan lakukan aku akan menunggu yu jie datang , tapi apa kau tau dia dimana? "


Wanita tua itu tertegun dia tidak tau dimana anak ketiga


Melihat wanita itu diam li ruirui hanya menyeringai


Wanita tua itu tidak ingin menyerah mendapatkan barang-barang itu.


" aku tidak peduli cepat berikan barang-barang itu " perintahnya dengan nada mengancam


Mau tidak mau li ruirui memandang dengan dingin


" siapa yang membuat keributan di rumah adik ku "


Suara pria muncul di pintu


" kakak"


Wanita tua itu tidak peduli


" siapa kau? "


" aku kakaknya berani sekali kau mengancam adik perempuan ku " dengan nada tegas mengeluarkan aura menakutkan


Wow kakak li ruirui keren habis


Wanita tua itu memandang kakak li ruirui dengan tidak senang


" apa urusan mu dia sudah membawa cucu apakah salah meminta hal-hal itu jangan ikut campur bocah bau "


Kakak li ruirui benar-benar tidak habis pikir kenapa yu jie bisa memiliki orangtua seperti ini.


" cih bahkan yu jie telah menyerahkan anaknya ke adik ku "


" tidak mungkin pasti ****** ini yang menghasut nya " teriaknya

__ADS_1


Kakak li ruirui benar-benar kehabisan kesabaran


Kata-kata ****** yang dilontarkan wanita tua itu membuat kakak li ruirui akan membunuh orang detik itu juga


" dengar baik-baik adik perempuan ku sangat berharga berani sekali kau menghinanya " maju mendekati wanita tua yu itu


Wanita itu keringat dingin melihat postur tubuh kakak li ruirui yang tinggi dan tegap


" apa yang kau lakukan "


" cepat pergi atau aku akan membunuhmu " dengan anda mengancam.


" kau tidak akan berani anak ku tentara " gelagapan


Kakak li ruirui menaikan alis


" anak mu tentara tapi keluarga ku lebih berkontribusi pada negara, dalam sekejam kau bisa di penjara "


Wanita tua itu tidak percaya tapi melihat wajah serius pemuda seakan tidak berbohong dia ketakutan setengah mati


" pergi sebelum _ "


Perkataan kakak li ruirui terpotong wanita tua itu sudah kabur


Li ruirui tertawa terbahak-bahak melihat cara kabur wanita tua itu


" kakak kau hebat " memberikan jempol


Kakak li ruirui tersenyum


" tentu saja "


Li ruirui mengelengkan kepala ke kakak narsisnya.


" oh ya kenapa kakak disini "


" aku akan pergi ke timur laut selama beberapa minggu jadi aku memberikan mu ini "


Menyerahkan 2 tas besar.


" kakak kenapa banyak sekali "


" tidak apa ini tidak banyak saat aku menemukan sesuatu yang bagus aku akan mengirimkannya "


Li ruirui tersenyum lembut


Kebaikan serta kasih sayang keluarga mengerakan hati li ruirui


" kalau begitu tunggu disini "


Pergi berlari kedalam menyiapkan hidangan yang mudah bertahan lama.


Melihat keberangkatan ke timur laut butuh 10 hari di kereta


Li ruirui juga tidak lupa memasukan buah-buahan dan susu kedelai di tas


" kakak ini "


Menyerahkan tas besar


Kakak li ruirui tersentuh


Memang benar adik perempuan lebih perhatian .


Kakak li ruirui enggan meninggalkan adiknya yang baru saja dia tau.


" kakak akan pulang cepat "


Li ruirui mengangguk


Tidak lupa jaket yang diambil langsung dari ruangan dia memberikannya agar tidak kedinginan


Kakak li ruirui tersenyum mengelus kepala li ruirui


οΏΌ


Berpamitan kakak li ruirui pergi langsung ke stasiun awalnya dia ingin mengantarkan tapi ditolak karena kakak li ruirui tidak mau li ruirui pulang ke desa sendiri.


Li ruirui pasrah dia cukup enggan berpisah pasalnya dia baru saja bertemu dengan kakaknya


Setelah kakak li ruirui pergi


li ruirui melanjutkan aktivitas dengan bahagia.


Disisi lain wanita tua yu pulang dengan marah


" ibu apakah ibu dapat barang-barangnya "


Wanita tua yu yang tidak pernah marah ke menantu kedua langsung marah


" semua ini salah mu jika kau tidak meminta ku kesana aku tidak akan bertemu dengan kakak wanita itu "


Menantu kedua langsung ketakutan saat wanita tua itu marah


" ibu ada apa "


" wanita bau itu memiliki keluarga yang dapat memasukan aku penjara "


" apa " menantu kedua ketakutan


" ibu apakah mereka akan memasukan kita penjara "


Wanita tua itu mengerutkan kening


" aku tidak tau "


" ibu sebaiknya kita tidak menganggu kamerad rui lagi bagaimana jika kita masuk penjara cucu mu masih membutuhkan aku "


Wanita tua itu menahan kesal setengah mati


Bagaimana bisa dia memelihara serigala berhati hitam.


" kamu _ "


Wanita tua yu marah memukul menantu keduanya.


" ibu sakit "


Menantu kedua berteriak kesakitan.


Bukannya merasa salah tapi malah memaki li ruirui didalam hati.


Bagimana bisa dia di pukul kalau bukan karena wanita itu.


Anak kedua wanita tua itu tidak peduli dengan istrinya yang dipukul dan tetap duduk menyantap makanannya.


Menantu kedua memaki suaminya yang tidak berperasaan.

__ADS_1


__ADS_2