
Kejadian ziyu membuat desa memiliki reputasi buruk
Kepala desa sangat marah sudah beberapa tahun dia menjadi kepala desa hari ini membuatnya kehilangan reputasi.
Dengan tegas kepala desa memberikan nasihat agar tidak terulang lagi kejadian memalukan ini.
Disisi lain li ruirui keluar dari rumah sakit.
Ayah chang ingin mengajak li ruirui pulang tapi li ruirui menolak karena dia masih seorang pemuda pelajar di desa
Awalnya ayah chang menolak dengan tegas dan tetap ingin membawa li ruirui pulang, tapi li ruirui juga kerasa kepala dan mengatakan dia akan pulang setelah dua hari di desa
Keluarga chang cukup enggan tapi apalah dayanya mereka semua adalah budak putri
Li ruirui tersenyum melambaikan tangan pergi dengan yu jie dan anak-anak
Dijalan kedua anak itu tidak berbicara hingga sampai dirumah mereka langsung masuk kerumah
" ada apa dengan mereka " li ruirui merasa ada yang aneh
Yu jie yang tau tentang perasaan mereka pura-pura tidak tau
Li ruirui nenghela nafas menghampiri mereka.
Melihat mereka duduk di ranjang
Li ruirui duduk di tepinya
" meng / miao ada apa " suara lembut li ruirui membuat mereka yang menahan tangis tidak bisa menahannya lagi
Memeluk li ruirui dengan erat
" ibu apakah kau akan meninggalkan kami " mereka cukup enggan berpisah
Li ruirui juga enggan
" siapa yang mengatakan itu? "
Li ruirui awalnya marah berfikir ada yang mengatakan tidak tidak tapi melihat mata kedua anak itu dia cukup tau bahwa itu semua murni dari hati mereka
Tersenyum lembut li ruirui menjelaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan mereka
Kedua anak itu sendikit lega
" ibu apakah kau akan menikah dengan ayah kami " meng bertanya penuh harapan
Li ruirui memerah malu tersedak
Sebelum bisa menjawab miao berkata
" ibu apakah kau tidak menyukai ayah kami ? "
" apakah karena ayah kurang tampan?" miao polos
" atau karena ayah kaku " meng menjawab memikirkan segala aspek
Li ruirui terkekeh melihat kedua anak ini memandang rendah ayahnya.
Tersenyum " ibu menyukai ayah kalian tapi ayah kalian belum tentu menikahi ibu "
Kedua anak itu diam
' ayah bodoh itu kenapa tidak menikah ibu segera ' benak mereka .
Yu jie tidak tau keluhan anaknya terhadap dirinya dan masih sibuk memasak di dapur.
Setelah menjelaskan anak itu tidak lagi murung.
Kembali ke keadaan semula
Pergi ke meja makan yu jie sudah menyiapkan makanan, li ruirui terpana melihat yu jie yang tampan menyajikan makanan
" makan lah " yu jie memasukan makan ke piring li ruirui
Kedua anak itu juga memasukan sayuran ke dalam piring li ruirui
" ibu makan "
Melihat piring yang penuh dengan sayuran dan daging
Li ruirui menatap yu jie minta tolong dia tidak bisa makan sebanyak ini.
Yu jie tau tapi malah memasukan lagi
" rui makanlah untuk mengisi kembali tubuh "
Dengan pasrah menyantap makanan
Selesai makan kedua anak itu inisiatif mencuci piring.
Li ruirui yang tidak boleh bekerja duduk dibawah pohon merajut sweater
Untung saja dia sudah mengambil beberapa kain dari ruang sebelumnya.
Merajut sweater untuk semuanya dengan warna yang sama tetapi berbeda model li ruirui cukup antusias .
Yu jie dan kedua anak itu keluar dari dapur melihat pemandangan indah saat li ruirui merajut terpana
Kedua bocah itu melirik ke yu jie
" ayah apakah ibu cantik " goda meng
__ADS_1
Yu jie tanpa sadar mengangguk
Kedua anak itu terkekeh memperlihatkan giginya yang rapi
Segera sadar yu jie langsung menatap kedua anaknya
" ayah kau harus segera menikah " kedua anak itu dengan tegas
Yu jie tersedak kata-kata
Apakah kalian akan membuat ayah demi ibu?
Kedua anak itu mengabaikan yu jie pergi duduk membantu li ruirui
" siapa disini bisa melahirkan? "
Teriak suara membuat li ruirui, yu jie, dan kedua anak bangkit ke depan
" paman ada apa "
" menantu perempuan wang akan melahirkan tapi tidak bidan " jelasnya
Semua orang langsung berlari ke rumah keluarga wang tak terkecuali li ruirui
Disana wanita tua yang tak lain bibi wang duduk di tanah menangis.
" tolong siapa pun selamatkan cucu dan menantu perempuan kedua " menangis
Tidak ada yang bergeming
" ibu tidak ada bidan " anak bibi wang cemas
Bibi wang semakin histeris sedangkan keluarga kelahiran menantunya tidak bergeming atau menunjukkan kesedihan.
Bangkit bibi wang menunjuk ke arah mertuanya
" jika kau tidak mendorong menantu yang akan melahirkan dia tidak akan seperti ini " teriaknya marah
" ibu mertua sakit sakit sakit "
Bibi wang cemas berbalik masuk ke dalam
" suli ada apa ? "
" ibu sakit, perut ku sakit "
" ibu akan mencarikan bidan "
Keluar dari kamar bibi wang meminta tolong
Li ruirui maju ke depan " bibi wang jika kau percaya dengan ku aku akan membantu "
Penduduk desa terkejut
" cih apakah kau akan membual "
Li ruirui tidak peduli
" bibi sekarang sedang darurat "
Kata-kata li ruirui menyadarkan li ruirui
" kamerad rui tolong selamatkan menantu dan cucu ku " memegang tangan li ruirui
Anak bibi wang maju memohon
Li ruirui mengangguk masuk ke dalam kamar dengan bibi wang.
" bibi wang tolong siapkan air hangat "
Bibi wang mengangguk mengambil
Melihat itu li ruirui langsung masuk ke ruang mengambil gunting dan penjepit.
Keluar dari ruangan melihat suli masih tutup mata karena kesakitan li ruirui lega
Bibi wang datang membawa air li ruirui terus meminta suli untuk berjuang agar titiknya terbuka.
" aku tidak kuat kamerad rui biarkan aku mati " suli merasa sedih
Li ruirui mengetahui apa yang dilakukan keluarga suli langsung berkata dengan tegas
" apa yang kau ucapkan, apakah kau akan mati hanya untuk keluarga yang tidak menyukai mu
Membiarkan ibu mertua, suami, dan anak yang belum kau lahirkan sedih "
Berkataan li ruirui membuat suli sadar mengapa dia harus membuat orang yang sayang dia sedih.
" kau ingin hidup " dia berjuang
Melihat jalan keluar bayi terbuka li ruirui terus meminta mendorong
Dengan susah payah bayi itu lahir kedunia
Owe owe owe
Tangis itu membuat orang yang diluar langsung diam
Li ruirui memegang bayi itu menyerahkan ke bibi wang
Bibi menangis melihat cucu empuknya yang di nantikan telah hadir
__ADS_1
Suli tertidur kelelahan
Li ruirui bangkit keluar
" kamerad bagaimana istri ku "
Li ruirui tersenyum " bayi dan ibu sehat serta selamat "
Pria itu menangis senang
" terimakasih " berlari masuk
Semua orang yang tidak percaya li ruirui bagaikan ditampar di wajah
Bahkan Qian yang berbicara dengan aktif mengejek li ruirui langsung diam.
" ibu kau sangat hebat " kedua anak itu memberikan jempol.
Kedua orang tua suli melihat bibi wang keluar langsung bertanya " gadis apa laki-laki "
Bibi wang mengerutkan kening tidak senang
" apa hubungannya dengan mu? "
" kami adalah ortu dari pihak wanita "
Ucapnya tidak tau malu
Kemudian langsung membuat wajah mengejek
" bayi nya gadis cih, lebih baik buang saja "
Li ruirui tidak senang
" kenapa kalau gadis pemerintah telah menetapkan anak laki-laki atau perempuan adalah generasi bangsa, bibi kau tidak tau di tangkap karena kepercayaan feodal bahkan kepala desa telah mengatakan itu "
Ortu suli langsung membenci mulut li ruirui , walaupun mereka ganas tidak bagus memakai topi feodal di era ini
Semua orang langsung mencibir kedua orang tua suli tidak tahu malu
Setelah mendorong putrinya kedalam maut sekarang berani berbicara seperti itu.
Melihat banyaknya tuduhan dan hinaan dari warga desa kedua orang itu meneguk ludah marah.
Saat kepala desa semua orang diam
" bagaimana apakah menantu wang baik-baik saja "
Li ruirui maju menceritakan apa yang terjadi serta apa yang dikatakan kedua orang itu
Mengerut kan kening
" kedua orang tua kamu tidak boleh memiliki fikiran feodal di era ini itu akan berdampak pada desa dan kamu bisa di tuntut karena bercobaan membuang "
Kedua orang itu tidak tau akan memiliki dampak begitu besar melihat kepada desa marah mereka terdiam tidak berani melawan jika iya hidup didesa akan menjadi sulit.
Tidak hanya itu kepala desa juga menghukum Qian karena mulut busuknya
Tidak aktif saat bekerja tapi aktif saat mengejek orang.
Li ruirui cukup senang melihat mereka dimarahin.
Kepala desa pergi semua juga bubar dari kesenangan .
Li ruirui dan yang lain juga pulang
Duduk di kursi yu jie mengambil air
" minumlah "
Melirik air li ruirui berterimakasih dia cukup kehausan.
Menatap li ruirui yu jie entah dari mana langsung berkata ke li ruirui
" rui jika kita menikah aku akan menyanyi bayi kita tidak peduli laki-laki atau perempuan "
Li ruirui yang sedang minum air tersedak
Uhk uhk uhk
" siapa yang akan memiliki bayi dengan mu " memalingkan wajah memerah.
Yu jie tersenyum dengan bodoh " tentu saja kita akan "
" bah dasar tidak tau malu "
Entah dari mana kedua bocah itu datang mereka langsung menhampiri li ruirui
" ibu apakah kita akan mendapatkan adik "
" ibu aku ingin adik perempuan "
Mereka mengangguk bersamaa
Li ruirui seperti udang rebus memerah .
Yu jie mendengar kedua anaknya langsung tersenyum bahagia jika li ruirui mau melahirkan jeket empuk untuknya.
* catatan jaket empuk itu \= bayi perempuan itu kayak istilah ya.
Memerah li ruirui kabur dari sana masuk kedalam kamar
__ADS_1
Yu jie terkekeh