Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 27


__ADS_3

Kejadian ziyu membuat desa memiliki reputasi buruk


Kepala desa sangat marah sudah beberapa tahun dia menjadi kepala desa hari ini membuatnya kehilangan reputasi.


Dengan tegas kepala desa memberikan nasihat agar tidak terulang lagi kejadian memalukan ini.


Disisi lain li ruirui keluar dari rumah sakit.


Ayah chang ingin mengajak li ruirui pulang tapi li ruirui menolak karena dia masih seorang pemuda pelajar di desa


Awalnya ayah chang menolak dengan tegas dan tetap ingin membawa li ruirui pulang, tapi li ruirui juga kerasa kepala dan mengatakan dia akan pulang setelah dua hari di desa


Keluarga chang cukup enggan tapi apalah dayanya mereka semua adalah budak putri


Li ruirui tersenyum melambaikan tangan pergi dengan yu jie dan anak-anak


Dijalan kedua anak itu tidak berbicara hingga sampai dirumah mereka langsung masuk kerumah


" ada apa dengan mereka " li ruirui merasa ada yang aneh


Yu jie yang tau tentang perasaan mereka pura-pura tidak tau


Li ruirui nenghela nafas menghampiri mereka.


Melihat mereka duduk di ranjang


Li ruirui duduk di tepinya


" meng / miao ada apa " suara lembut li ruirui membuat mereka yang menahan tangis tidak bisa menahannya lagi


Memeluk li ruirui dengan erat


" ibu apakah kau akan meninggalkan kami " mereka cukup enggan berpisah


Li ruirui juga enggan


" siapa yang mengatakan itu? "


Li ruirui awalnya marah berfikir ada yang mengatakan tidak tidak tapi melihat mata kedua anak itu dia cukup tau bahwa itu semua murni dari hati mereka


Tersenyum lembut li ruirui menjelaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan mereka


Kedua anak itu sendikit lega


" ibu apakah kau akan menikah dengan ayah kami " meng bertanya penuh harapan


Li ruirui memerah malu tersedak


Sebelum bisa menjawab miao berkata


" ibu apakah kau tidak menyukai ayah kami ? "


" apakah karena ayah kurang tampan?" miao polos


" atau karena ayah kaku " meng menjawab memikirkan segala aspek


Li ruirui terkekeh melihat kedua anak ini memandang rendah ayahnya.


Tersenyum " ibu menyukai ayah kalian tapi ayah kalian belum tentu menikahi ibu "


Kedua anak itu diam


' ayah bodoh itu kenapa tidak menikah ibu segera ' benak mereka .


Yu jie tidak tau keluhan anaknya terhadap dirinya dan masih sibuk memasak di dapur.


Setelah menjelaskan anak itu tidak lagi murung.


Kembali ke keadaan semula


Pergi ke meja makan yu jie sudah menyiapkan makanan, li ruirui terpana melihat yu jie yang tampan menyajikan makanan


" makan lah " yu jie memasukan makan ke piring li ruirui


Kedua anak itu juga memasukan sayuran ke dalam piring li ruirui


" ibu makan "


Melihat piring yang penuh dengan sayuran dan daging


Li ruirui menatap yu jie minta tolong dia tidak bisa makan sebanyak ini.


Yu jie tau tapi malah memasukan lagi


" rui makanlah untuk mengisi kembali tubuh "


Dengan pasrah menyantap makanan


Selesai makan kedua anak itu inisiatif mencuci piring.


Li ruirui yang tidak boleh bekerja duduk dibawah pohon merajut sweater


Untung saja dia sudah mengambil beberapa kain dari ruang sebelumnya.


Merajut sweater untuk semuanya dengan warna yang sama tetapi berbeda model li ruirui cukup antusias .


Yu jie dan kedua anak itu keluar dari dapur melihat pemandangan indah saat li ruirui merajut terpana


Kedua bocah itu melirik ke yu jie


" ayah apakah ibu cantik " goda meng

__ADS_1


Yu jie tanpa sadar mengangguk


Kedua anak itu terkekeh memperlihatkan giginya yang rapi


Segera sadar yu jie langsung menatap kedua anaknya


" ayah kau harus segera menikah " kedua anak itu dengan tegas


Yu jie tersedak kata-kata


Apakah kalian akan membuat ayah demi ibu?


Kedua anak itu mengabaikan yu jie pergi duduk membantu li ruirui


" siapa disini bisa melahirkan? "


Teriak suara membuat li ruirui, yu jie, dan kedua anak bangkit ke depan


" paman ada apa "


" menantu perempuan wang akan melahirkan tapi tidak bidan " jelasnya


Semua orang langsung berlari ke rumah keluarga wang tak terkecuali li ruirui


Disana wanita tua yang tak lain bibi wang duduk di tanah menangis.


" tolong siapa pun selamatkan cucu dan menantu perempuan kedua " menangis


Tidak ada yang bergeming


" ibu tidak ada bidan " anak bibi wang cemas


Bibi wang semakin histeris sedangkan keluarga kelahiran menantunya tidak bergeming atau menunjukkan kesedihan.


Bangkit bibi wang menunjuk ke arah mertuanya


" jika kau tidak mendorong menantu yang akan melahirkan dia tidak akan seperti ini " teriaknya marah


" ibu mertua sakit sakit sakit "


Bibi wang cemas berbalik masuk ke dalam


" suli ada apa ? "


" ibu sakit, perut ku sakit "


" ibu akan mencarikan bidan "


Keluar dari kamar bibi wang meminta tolong


Li ruirui maju ke depan " bibi wang jika kau percaya dengan ku aku akan membantu "


Penduduk desa terkejut


" cih apakah kau akan membual "


Li ruirui tidak peduli


" bibi sekarang sedang darurat "


Kata-kata li ruirui menyadarkan li ruirui


" kamerad rui tolong selamatkan menantu dan cucu ku " memegang tangan li ruirui


Anak bibi wang maju memohon


Li ruirui mengangguk masuk ke dalam kamar dengan bibi wang.


" bibi wang tolong siapkan air hangat "


Bibi wang mengangguk mengambil


Melihat itu li ruirui langsung masuk ke ruang mengambil gunting dan penjepit.


Keluar dari ruangan melihat suli masih tutup mata karena kesakitan li ruirui lega


Bibi wang datang membawa air li ruirui terus meminta suli untuk berjuang agar titiknya terbuka.


" aku tidak kuat kamerad rui biarkan aku mati " suli merasa sedih


Li ruirui mengetahui apa yang dilakukan keluarga suli langsung berkata dengan tegas


" apa yang kau ucapkan, apakah kau akan mati hanya untuk keluarga yang tidak menyukai mu


Membiarkan ibu mertua, suami, dan anak yang belum kau lahirkan sedih "


Berkataan li ruirui membuat suli sadar mengapa dia harus membuat orang yang sayang dia sedih.


" kau ingin hidup " dia berjuang


Melihat jalan keluar bayi terbuka li ruirui terus meminta mendorong


Dengan susah payah bayi itu lahir kedunia


Owe owe owe


Tangis itu membuat orang yang diluar langsung diam


Li ruirui memegang bayi itu menyerahkan ke bibi wang


Bibi menangis melihat cucu empuknya yang di nantikan telah hadir

__ADS_1


Suli tertidur kelelahan


Li ruirui bangkit keluar


" kamerad bagaimana istri ku "


Li ruirui tersenyum " bayi dan ibu sehat serta selamat "


Pria itu menangis senang


" terimakasih " berlari masuk


Semua orang yang tidak percaya li ruirui bagaikan ditampar di wajah


Bahkan Qian yang berbicara dengan aktif mengejek li ruirui langsung diam.


" ibu kau sangat hebat " kedua anak itu memberikan jempol.


Kedua orang tua suli melihat bibi wang keluar langsung bertanya " gadis apa laki-laki "


Bibi wang mengerutkan kening tidak senang


" apa hubungannya dengan mu? "


" kami adalah ortu dari pihak wanita "


Ucapnya tidak tau malu


Kemudian langsung membuat wajah mengejek


" bayi nya gadis cih, lebih baik buang saja "


Li ruirui tidak senang


" kenapa kalau gadis pemerintah telah menetapkan anak laki-laki atau perempuan adalah generasi bangsa, bibi kau tidak tau di tangkap karena kepercayaan feodal bahkan kepala desa telah mengatakan itu "


Ortu suli langsung membenci mulut li ruirui , walaupun mereka ganas tidak bagus memakai topi feodal di era ini


Semua orang langsung mencibir kedua orang tua suli tidak tahu malu


Setelah mendorong putrinya kedalam maut sekarang berani berbicara seperti itu.


Melihat banyaknya tuduhan dan hinaan dari warga desa kedua orang itu meneguk ludah marah.


Saat kepala desa semua orang diam


" bagaimana apakah menantu wang baik-baik saja "


Li ruirui maju menceritakan apa yang terjadi serta apa yang dikatakan kedua orang itu


Mengerut kan kening


" kedua orang tua kamu tidak boleh memiliki fikiran feodal di era ini itu akan berdampak pada desa dan kamu bisa di tuntut karena bercobaan membuang "


Kedua orang itu tidak tau akan memiliki dampak begitu besar melihat kepada desa marah mereka terdiam tidak berani melawan jika iya hidup didesa akan menjadi sulit.


Tidak hanya itu kepala desa juga menghukum Qian karena mulut busuknya


Tidak aktif saat bekerja tapi aktif saat mengejek orang.


Li ruirui cukup senang melihat mereka dimarahin.


Kepala desa pergi semua juga bubar dari kesenangan .


Li ruirui dan yang lain juga pulang


Duduk di kursi yu jie mengambil air


" minumlah "


Melirik air li ruirui berterimakasih dia cukup kehausan.


Menatap li ruirui yu jie entah dari mana langsung berkata ke li ruirui


" rui jika kita menikah aku akan menyanyi bayi kita tidak peduli laki-laki atau perempuan "


Li ruirui yang sedang minum air tersedak


Uhk uhk uhk


" siapa yang akan memiliki bayi dengan mu " memalingkan wajah memerah.


Yu jie tersenyum dengan bodoh " tentu saja kita akan "


" bah dasar tidak tau malu "


Entah dari mana kedua bocah itu datang mereka langsung menhampiri li ruirui


" ibu apakah kita akan mendapatkan adik "


" ibu aku ingin adik perempuan "


Mereka mengangguk bersamaa


Li ruirui seperti udang rebus memerah .


Yu jie mendengar kedua anaknya langsung tersenyum bahagia jika li ruirui mau melahirkan jeket empuk untuknya.


* catatan jaket empuk itu \= bayi perempuan itu kayak istilah ya.


Memerah li ruirui kabur dari sana masuk kedalam kamar

__ADS_1


Yu jie terkekeh


__ADS_2