Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 35


__ADS_3

Rui yang tidak tau apa-apa sedang asik bercanda tawa dengan kakek serta kakaknya dengan kedua anak itu bermain di sebelahnya


" tua makanan sudah siap "


" Rui ayo makan " kakek Rui dengan senang mengajak cucunya makan


Dengan senyum hangat Rui duduk di kanan kakek nya


" ayo makan "


Kakek Rui menumpukan hidangan daging ke piring Rui.Melihat mangkuk yang membukit Rui seperti akan muntah


" kakek sudah " Menatap kakek dengan penuh harapan


Meng langsung menjawab sebelum kakek Rui " ibu kau harus makan lebih banyak " seolah tidak melihat tatapan sedih ibunya


' hiks untung sayang ' batin Rui menangis


Dengan expresi tertekan Rui menyantap hidangan dengan susah payah.


Melihat itu Miao dan meng tersenyum. Kakek Rui yang melihat kedua anak itu tersenyum mau tidak mau bertanya secara pelan-pelan


" kakek ibu berniat menurunkan berat badan " bisik Miao pelan


" kenapa? "


" kakek ibu merasa dia terlalu gemuk padahal ibu sangat kurus " meng juga tak kalah pelan


Kakek Rui mengangguk setuju dengan kedua bocah di depannya.


Li ruirui yang sedang tertekan bahkan tidak sempat melihat atau mendengar pembicaraan mereka.


Kakek Rui mau tidak mau menambahkan hidangan lagi " makan yang banyak kau terlalu kurus "


"....... "


Kakek apa kau buta?


Chang Ming yang menyaksikan dari awal terkekeh pelan dia merasa punya sesuatu untuk di pamerkan kepada ayahnya


Ayah salah mu karena banyak pekerjaan!!


Seorang pria tua sedang sibuk membereskan dokumen tiba-tiba bersin


Hacim


" siapa yang membicarakan diri ku " mengosok hidungnya


Kembali melanjutkan pekerjaannya.


Li ruirui yang selesai makan sekarang sedang duduk di sofa bersandar dia merasa perutnya akan meletus.


" nona minum " bibi menyerahkan teh


Li ruirui melihat bibi seperti seorang penyelamat, meminun teh Rui merasa perutnya hangat dan rileks.


" bibi kau yang terbaik "


Bibi terkekeh pergi ke kembali ke dapur


Rui yang tidak menyadari dari tadi dia sudah di awasi oleh seorang yang tak lain hexi


' tunggu lah ****** '


Bahkan jika Rui tau dia sama sekali tidak peduli apalagi takut sorry ya .


Ah merasa rileks tanpa sadar Rui tertidur di sofa, chang Ming yang melihat adiknya tertidur langsung dengan sigap membawanya ke kamar dia tidak mau adiknya sakit karena tidur di sofa.


Bagikan bak princess Rui di bawa ke atas ke sebuah kamar tampak besar bernuansa putih, terilah elegan dan mewah sangat cocok dengan li ruirui.


Meletakkan di kasur dengan pelan-pelan chang Ming langsung keluar dari sana kembali ke bawah


" chang Ming di mana Rui "


" kakek, Rui ada di atas "


Kakek chang mengangguk lanjut mengajar beberapa pengetahuan dasar untuk anak-anak, kakek chang cukup tertarik dengan meng karena anak itu dapat dengan cepat mengingat apa yang dia belajari.


Chang Ming menggelengkan kepala melihat kakeknya yang seorang maniak dalam pelajaran apalagi mengingat zaman dulu saat dia dan kakaknya kecil kakek selalu mereka untuk belajar


Masa kecil kurang bahagia!


Menghela nafas


Mau tidak mau chang Ming hanya menyaksikan dari jauh tingkah mereka


Tanpa disadari kedua wanita itu sudah tidak ada di dalam mansion kini mereka sudah berada di sebuah pabrik tua di pinggir kota


" ada apa anda mencari saya nyonya cantik " seorang pri dengan wajah jelek berbicara dengan seringai menjijikan

__ADS_1


Kedua wanita itu mengerutkan kening


" sun bo aku tidak mau berbasa-basi lagi aku ingin kau menghabisi seseorang " Hesti mau tidak mau berbicara dengan mengerutkan kening


Pria itu yang bernama sun bo adalah seorang penjahat yang suka menerima tawaran untuk membunuh atau melecehkan semua yang berbau kejahatan telah dia lakukan dan kenapa dia tidak di penjara adalah karena dia terus bersembunyi.


" itu boleh saja asalkan_" pria itu menyeringai


Kedua wanita itu agak takut tapi tidak mau menunjukannya


" kalian tidur dengan ku " ucapnya menyeringai


" apa! Tidak sudi " teriak hexi


" menjijikan " Hesti menatap dengan jijik


Pria itu hanya menyeringai memperlihatkan gigi dia maju kehadapan wanita-wanita itu


" kalian punya dua pilih Terima atau tidak " ucapnya tersenyum menghina ke arah wanita itu


" aku tau kalian sudah sering melayani pria bejat bukan " ucapanya seperti membuat kedua wanita itu gemeteran


Pria itu tersenyum melihat raut wajah yang pucat tangan pria itu mulai menjelajahi setiap inci mereka


Tak lama suara melolong dari pabrik tua itu terdengar.


Berbeda di lain tempat ayah rui sedang membaca setiap informasi yang baru saja dia terima dari seseorang yang di bayar . Membaca setiap kata membuat labirin kebingungan yang ada di pikirannya mulai terbuka satu persatu


" tuan " seorang pria masuk kedalam ruangan ayah rui


" ada apa? " datar


" tuan , tuan muda menelpon "


Ayah rui langsung bergegas menjawab panggilan itu


" halo ayah "suara di sebrang telpon


" bagaimana? "


" ayah aku sudah meminta orang untuk menemukan rumah pengasuh itu mereka tinggal di distrik elit menurut beberapa orang pengasuh itu sudah dari dulu bekerja dengan mereka tapi beberapa tahun tidak kembali ke sini menurut keterangan lain juga waktu pengasuh datang ke ruang sesuai dengan kepergiannya dari sini dan waktu meninggal ibu sama dengan ke pulangnya ke sini ayah "


" hmm periksa kenapa dia mau bekerja ke kediaman kita " perintah ayah rui


" aku mengerti ayah " suara pihak lain langsung mematikan sambungan


Sesuai dengan dugaannya ada orang dibalik semua ini , menatap berkas semua ini ayah rui semakin kesal apalagi banyak pihak yang dia kenal terlibat.


Hari menjelang sore ayah rui baru saja pulang ke rumah


" ayah aku punya sesuatu untuk dikatakan " wajah serius


Kakek rui melihat putra serius langsung merasakan sesuatu yang tidak beres


" rui ayolah biarkan kakak mu yang tampan ini mencicipi nya "


" tidak , kakak kau sudah mencicipi 2 piring apa masih kurang " rui mendengus


Seperti tidak ada salah chang Ming malah merengek seperti baik " adik ku tercinta siapa suruh kau membuatnya begitu enak "


Suara gaduh terdengar dari dapur ayah rui yang mendengar suara putrinya langsung bergegas kedapur


" rui sayang " suara berat datang dari pintu dapur membuat keduanya menoleh serempak


" ayah" rui senang


Melihat putrinya tersenyum hati chang siou lien menghangat kemudian menoleh ke arah putra baunya


" ya kenapa kau mengangguk adik mu? Dasar bocah bau " suara dingin ayah rui


Chang Ming melihat ayahnya membela adik mau tidak mau memalingkan wajah


" ya ayah apa aku milik mu sehingga kalian tidak mengizinkan aku makan? " dengan nada sok sedih


Ayah rui mendengus


" ayah cicipin " rui memberikan cookies yang dia buat dia baru tau dari bibi pengurus bawa ternyata ada toko yang menjual rempah dan bahan-bahan barat dia tampak antusias.


Memandang putrinya dengan lembut ayah rui mencicipi kue rui tanpa ragu-ragu


' bagaimana kalau memberikan racun ' batin rui


Tidak tau harus bagaimana menghadapi sikap ayahnya


" enak dan renyah " puji ayah rui


" benarkah? " rui tampak senang dipuji maklum dulu mah mana pernah di puji keluarga sih


" iya sangat enak " ayah rui tersenyum hangat

__ADS_1


Chang Ming melihat interaksi adik dan ayahnya mau tidak mau terkejut ' ayah apa itu kau? '


" kalau begitu ayah kau harus mencicipi kue yang aku buat, aku membuat sesuatu yang lembut dan manis jadi tidak menyakiti gigi dan gusi " rui tersenyum memperlihatkan gigi


" putri ayah emang jaket empuk ayah, tidak seperti bocah bau itu " ayah rui dingin


" ayah apa aku ini milik mu? " mau tidak mau Chang Ming bertanya karena ayahnya mengalahkannya terus


Rui terkekeh melihat wajah kakaknya . Mau tidak mau rui mengejek Chang Ming


Week


Week


Chang melihat tatapan provokatif dari adiknya mau tidak mau kesal .


Sedangkan bibi pengurus terkiki kecil di samping melihat wajah Chang Ming


Mengabaikan Chang Ming, rui membawa ayahnya ke ruang tamu untuk mencicipi kue yang dia buat


' hukuman buat orang yang suka maling kue ' pikir rui senang


Chang Ming yang di tinggal mau tidak mau mengeluh di dalam hati


' untung sayang '


Mengikuti ke ruang tamu Chang Ming tergoda dengan semua kue yang dia buat adiknya


Rui melihat kakaknya ngiler mau tidak mau terkekeh geli


Dengan suasana hangat itu ke tiga orang itu mencoba semua kue yang dia buat rui . Mereka juga memuji rui karena membuat hidangan yang enak tanpa sadar ayah rui jadi mengingat kenangan almarhum istrinya tercinta dia juga pandai memasak makanan.


Menatap ke arah putrinya mau tidak mau dia menyalahkan semua peristiwa itu kepada dirinya yang tidak becus.


" kakek / ayah aku akan ke atas melihat anak-anak dulu "


" iya pergi lah "


Rui bangkit berjalan ke atas melihat anak-anak itu sudah bangun apa belum.


Setelah kepergian Rui,ayah rui melirik sekitar


" ayah aku mendapatkan informasi orang yang terlibat dan masih ada orang besar yang berada di belakang layar " ucap ayah Rui membuat kakek Rui mengerutkan alis saat membaca dokumen yang diberikan


" bah berani sekali orang tidak tau diri ini " amarah kakek rui keluar


Menatap cucu laki-lakinya dia langsung memerintahkan untuk menghubungi feng xiuer


Feng xiuer adalah seorang pemimpin pasukan militer di yang sekarang mengantikan posisi kakek rui dia juga menguasai kekuasaan politik dan militer dan sangat di segani , Nah dia ini adalah saudar seperjuangan yang  pernah di selamatkan oleh kakek rui jadi dia kayak berhutang nyawa gitu.


" kakek, kakek Feng akan segera datang "


Kakek rui mengangguk


"Bagaimana dengan Chang zheng? "


" ayah di sudah menemukan keberadaan pengasuh yang berada saat kejadian meninggalnya li yuri " ayah rui menjelaskan


" bagus, kita harus segera tau orang yang berani menyinggung keluarga chang kita " kakek chang mendengus menatap dokumen dengan nama orang terlibat dengan tidak puas 


" tarik kembali modal kita terhadap keluarga gu " perintah kakek chang


" baik ayah / kakek " ucap bersamaan


Chang Ming langsung menghubungi asisten ayahnya dibawah komando  ayah Rui Chang Ming untuk segera menarik kembali modal serta menyuruh agar keluarga gu segera mengembalikan modalnya.


" baik tuan sebelum 24 jam semua sudah selesai "


" bagus "


Kembali ke sofa Chang Ming menatap ayahnya " ayah sudah selesai "


Mengangguk


" ayah bukan kah berbahaya untuk li ruirui kembali ke desa sekarang, kita sudah mengetahui orang-orang yang terlibat bagaimana jika orang dibalik layar itu menargetkan Rui " kata-kata Chang Ming dengan perhitungan takut adiknya menjadi sasaran musuh.


" itu benar hari ini dia akan tinggal disini, pergi ke desa segera urus " ayah Rui langsung memerintah seperti jenderal


"..... "


" cepat pergi apa yang kau tunggu lagi " ayah Rui menatap dengan dingin dan tegas


Dengan pasrah Chang Ming pergi


' bukan kah dia punya banyak penggwal kenapa tidak menyuruh mereka saja ' dalam hati Chang Ming merasa kesal dia ingin dekat dengan adiknya saat ini.


Uh


Segera ruangan itu kembali menjadi pusat diskusi ayah Rui dan kakeknya untuk membuat mereka merasakan ganjarannya termasuk hexi dan Hesti yang sudah jelas terlibat  bahkan mendapatkan dana.

__ADS_1


Memikirkan musuh yang tinggal dengan dirinya membuat ayah Rui geli .


__ADS_2