
Dipasar gelap li ruirui saat ini berada melihat sekitar dengan waspada berjalan lebih dalam mencari tempat sepi li ruirui berganti baju dan mengubah sedikit gaya rambut serta menambahkan beberapa warna di kulitnya agar terlihat gelap.
Puas melihat hasil nya li ruirui menjual buah dan biji-bijian tidak usah terlalu banyak karena takut menjadi sasaran.m duduk seperti biasa li ruirui melihat seorang wanita dengan muka cemas melihat sekeliling.
" bibi " panggil li ruirui tersenyum wanita itu menghampiri li ruirui dengan penuh harapan
" anak muda ,apa kau menjual makanan " matanya penuh harapan.
Li ruirui mengangguk sontak bibi itu girang " bibi aku punya yang kau butuhkan " bisik pelan li ruirui mengajak bibi itu ketempat lebih sepi.
" jadi bibi apa yang kau mau " dengan sopan membuka kain yang menghalangi keranjang bambu itu agar tidak di liat orang lain.
Wanita itu melongo menatap buah segar, dan biji-bijian yang dapat dia liat berkualitas.
" nak apakah kau punya telur atau daging " penuh harapan walaupun dia tau saat ini daging langka.
Li ruirui tersenyum mengangguk " bibi aku punya tapi agak sedikit mahal apa kau mau? " bibi itu langsung mengangguk tidak peduli dengan berapa uang yang dia keluarkan asalkan anaknya dapat makan.
" tidak apa, beri aku masing-masing 5 kati" ujar dengan gembira yang terpancar.li ruirui tersenyum tidak salah pilih mangsa
" bibi ini semua 5 kati jika kau ingin menimbang lagi sihlakan ke stan yang lain " li ruirui dengan sopan .
" tidak, tidak bibi percaya Terima kasih " ujarnya dengan air mata menyerahkan uang dan tiket.
Li ruirui berkemas akan berjualan lagi tapi bibi itu tiba-tiba memberikan li ruirui gelang giok bisa dibilang pasti mahal saat tahun depan nanti
" bibi ini "
" nak ini untuk mu, bibi berterima kasih kau akan selalu menjadi anugrah penyelamat keluarga kami " jelas bibi itu penuh sukur bertemu dengan li ruirui. Li ruirui tersentuh " bibi tidak apa, ini terlalu mahal " tidak enak menerima barang mahal.
" barang itu tidak berguna pada era ini " ujar bibi itu tersenyum menepuk pelan tangan li ruirui dan berbalik pergi memegang erat makanan itu seperti harta karun.
Li ruirui menghela nafas melanjutkan penjualannya di beberapa titik melihat waktu makan malam li ruirui bangkit merubah kembali penampilan ke awal lalu pergi ke hotel memasak tak lupa mengeluarkan ikan gurcian dan daging babi.seperti pada siang hari li ruirui memasak sup dan ikan goreng gurcian serta daging tumis dan sup iga babi. Membayar biaya pemakaian dapur li ruirui ke kamar hotel menganti baju dan membawa beberapa selimut.
Baru kemudian dia pergi ke rumah sakit tapi tidak terlalu terburu-buru Dia merasa pasti wanita itu akan datang. Dan benar saja li ruirui baru berdiri didepan pintu melihat wanita itu membawa makanan itu yu jie.
Li ruirui mendengus kesal dengan tenang masuk kedalam, yu jie langsung gugup saat melihat li ruirui ada di bangsal.
Li ruirui tidak peduli dengan tatapan yu jie " meng / miao ayo makan dulu " dengan lembut memanggil mereka.
Kedua anak itu dengan patut turun dari kasur menghampiri li ruirui " ibu apa itu, wangi " miao ngiler " dasar kucing serakah " li ruirui mencubit pipi chubby anaknya.
Duduk di kursi li ruirui mengeluarkan hidangan yang dia masak menyuapi anak-anaknya dengan lembut, yu jie menelan ludah " rui untuk mana? " dengan lembut bertanya , li ruirui tersenyum " kamerad yu jie seorang lesbian mengantarkan makanan kau harus memakannya pasti kau tidak akan bisa memakan semuannya " li ruirui tersenyum lembut tapi yu jue membeku di udara.
" rui _" panggil yu jie di abaikan oleh li ruirui sibuk menyuapi kedua anaknya.
" kamerad yu jie ini makan lah " myleen menyuapi Al bukannya malu malah tidak tau malu.
" tidak pergi " yu jie akhirnya kesal myleen menundukkan kepala " tapi _" yu jie menatap dengan jengah " anda seorang lesbian harus tau batas terhadap pria yang memiliki kekasih " dengan suara lantang mengatakan itu.
__ADS_1
Dengan sedih myleen berlari keluar dari bangsal tidak lupa menatap sinis ke arah li ruirui.
' nih orang kayak istri yang melihat pelakor ' batin li ruirui kesal.
Doyeng duduk di pojok tidak mau ikut campur dia sedang nikmat memakan hidangan yang dibuat kakak iparnya.
" rui " panggil yu jie dengan nada sedih. Li ruirui akhirnya menghela nafas memberi sup ikan gurcian dan tumis daging babi.
" makan " li ruirui masih cemberut yu jie tersenyum menyantap dengan lahap tapi belum puas tadi ada 10 ekor ikan sekarang hanya ada 2 yang tidak cukup baginnya.
Selesai makan doyeng pergi mencuci alat makan bersama kedua anak itu.li ruirui yang ditinggalkan berdua bersama dengan yu jie agak sedikit gugup.
" rui "
" rui "
" rui"
Li ruirui menghela nafas " apa? " singkat yu jie menghela nafas mencoba turun dari ranjang , li ruirui kaget " apa yang kau lakukan duduk jangan berdiri " membaringkan yu jie kembali. Orang yang diomelin tersenyum seperti orang gila.
Li ruirui mendengus ingin kembali ke kursi namun di cegal oleh tangan kekar milik yu jie " lepas " nada kesal.
" rui dengarkan aku " bujuk yu jie mengengam erat tidak melepaskan gadis didepannya yang sedang marah.
Akhirnya li ruirui berkompromi duduk di dekat li ruirui menatap pria yang menatapnya dengan lembut " katakan "
" aku percaya " ucap li ruirui membuat yu jie langsung senang " tapi jika gadis itu datang dan kau tidak mengusirnya aku akan pulang " dengan tegas langsung dianggukin yu jie seperti bocah yang patuh langsung mencium bibir li ruirui membuat sang empu kaget.
Ciuman yang biasa menjadi ******* li ruirui terdiam tidak tau harus melakukan apa ingin menolak tapi tidak bisa.ingin membalas tapi dia tidak tau caranya menikmatinya saja
' manis ' batin yu jie senang melihat raut wajah gadisnya.
Keduanya berpisah wajah li ruirui memerah malu, sedangkan yu jie ingin terus mencium gadis didepannya seperti dia harus menikahinya secepat mungkin pikirnya.
Tak lama ketiga orang itu datang dari luar ,mereka melihat ke anehan dari orang di dalam.
" ibu / ayah " panggil mereka langsung memeluk li ruirui.
" ada apa " tanya li ruirui dengan lembut wajahnya penuh dengan kelembutan seorang ibu.
" ibu kapan kami memiliki adik perempuan " celetuk mereka dengan polos membuat li ruirui tersipu malu sedangkan yu jie hanya tersenyum.
" maaf itu _ " ucapan li ruirui terpotong oleh kata-kata yu jie " akan segera datang " mengedipkan mata kepada li ruirui membuat wajah li ruirui semakin merah.
Kedua anak itu tampak senang " sudah sini makan " Li ruirui berusaha mengubah topik.
Mereka mengangguk gembira duduk disisi ibu mereka ,li ruirui menatap kedua anak itu entah kapan dia melamun berfikir menjadi orang tua sangat susah dia merasa kasihan pada orang yang merawatnya tapi membayangkan perlakuan mereka semua yang memperlakukan dirinya dengan buruk membuat li ruirui marah.
Sadar akan lamunannya li ruirui melihat yu jie menatapnya dengan khawatir langsung tersenyum membuat yu jie memalingkan wajah malu.
__ADS_1
Li ruirui terkekeh melihat pria malu di depannya " doyeng ini untuk mu " menyerahkan toples kue kesemek.
Doyeng menerima dengan antusias langsung mencicipi kue kesemek " enakkk " pujinya menatap li ruirui dengan tatapan kagum.
" kalau mau aku akan membuatkan untuk mu lagi " li ruirui tersenyum
" boleh kah? " doyeng langsung mendapatkan tatapan ganas dari yu jie.
Dengan gagap serta senyum paksa doyeng menjawab " tidak usah kakak ipar " doyeng menundukkan kepala memakan kue itu dengan keringat dingin.
Sedangkan yu jie menatap doyeng dengan ganas, bagaimana bisa dia membiarkan menantunya kecapean.
Kegiatan makan mereka di ganggu oleh kedatangan dokter entah kenapa li ruirui merasa familiar dengan dokter magang perempuan di sebelah dokter tua itu.
" kamerad yu jie bagaimana keadaan mu " pria tua itu tersenyum
" aku baik "
" kamerad biarkan saya memeriksa " ucap dokter magang wanita itu tersenyum seperti profesional tapi gerak-geriknya aneh .
Li ruirui menatap dengan curiga tapi pura-pura tidak mengetahui keanehan dokter wanita itu. Yu jie tidak membiarkan dokter wanita mendekatinya dan membiarkan Dokter pria memeriksanya.
Dokter wanita itu menatap dengan tenang tapi dalam hati tidak terlalu puas.
" kamerad yu jie kondisi anda semakin baik " dokter pria itu tersenyum
" iya " yu jie menjawab dengan sopan.
Dokter pria tua itu menatap li ruirui dengan senyum " seperti karena datang lesbian ini anda menjadi sehat " goda nya
Yu jie tersenyum tidak menbantah sedangkan li ruirui tersipu malu dengan kata-kata dokter. Dokter itu tersenyum melihat hubungan baik antara keduanya mengucapkan selamat keluar dari bangsal bersama dokter wanita.
' seperti kenal ' pikir li ruirui mencari ingatan wanita itu.
Hari menjelang malam li ruirui membantu yu jie berbaring baru kemudian kembali ke hotel karena tidak mungkin li ruirui membiarkan anak anak tidur di sofa karena tidak ada ranjang , sebenarnya li ruirui sudah meminta ranjang tambahan tapi kata dokter karena banyak pasien jadi tidak ada ranjang tambahan terpaksa harus kembali ke hotel.
" biarkan doyeng mengantarkan mu " yu jie khawatir
Li ruirui tersenyum " tidak, biarkan dia menjaga mu aku akan pergi sendiri "
" tapi _ "
" jangan khawatir aku akan hati-hati " li ruirui tersenyum mencium pipi yu jie keluar dari bangsal meninggal yu jie menatung kini wajahnya memerah .
Doyeng masuk kedalam bangsal " saudara jika anda membutuhkan sesuatu bilang saja, aku akan tidur sebentar " menguap
Yu jie mengangguk .dia membayangkan li ruirui yang mencium tadi membuat dadanya sesak seperti sesuatu memuncak mencoba menahan yu jie membaca peraturan militer menenangkan saraf yang tegang segera menutup mata.
Disis lain li ruirui telah sampai di hotel berbaring ranjang hotel bersama kedua anaknya.
__ADS_1