Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 53


__ADS_3

Li ruirui sibuk membuat baju untuk pria di keluarganya dengan senang hati


Kedua anak itu bijaksana tidak menganggu li ruirui malah duduk bermain dengan sesekali mengoceh tentang sesuatu yang lucu , li ruirui hanya mendengar mereka berbicara dengan gembira


Di tempat kerja yu jie bertemu dengan saudara perjuangannya


" saudara yu jie " sapa seorang pria dengan senyuman indah


" iya "


" saudara ada rumor yang beredar di bangunan keluarga tentang kakak ipar"


" rumor? "


" iya ada orang yang membuat rumor jahat tentang kakak ipar apakah saudara yu jie belum tau "


Yu jie tidak tau tapi mendengar ini dia menjadi penasaran setelah mendapat informasi dia langsung pergi mencari doyeng


Sampai di barak militer yu jie menemukan doyeng sedang membereskan kasur dengan langkah ringan mendekati doyeng


" saudara yu jie " doyeng menatap yu jie yang masuk kedalam


" doyeng apakah ada rumor tetang kakak ipar mu " doyeng mengangguk dia lupa memberi tau yu jie


" saudara yu jie ada rumor di ketentaraan bahwa kakak ipar adalah seorang gadis dengan jerawat , gemuk dan memiliki masalah tempramental "


Yu jie mengerut kening marah " apa kau tau siapa yang menyebar " doyeng mengangguk menjawab " saudara itu adalah keponakan dari kamerad Shimin "


Raut wajah yu jie tidak bagus mengangguk keluar dari barak pergi ke kantor pemimpin melaporkan masalah ini jika satu kali itu tidak masalah tapi ini sudah berkali-kali dan kelewatan.


Kamerad Shimin yang berada di lapangan sedang melatih tiba-tiba di panggil pemimpin ke kantor keluar dari sana raut wajah Shimin tidak baik kembali ke bangunan keluar


" kenapa kau pulang cepat " wanita itu yang tidak lain adalah istri Shimin bertanya


" apa kau puas membuat ku malu "


" ada apa? "


" aku di panggil pemimpin hanya karena keponakan mu iri dengan gadis kamerad yu jie dan membuat rumor tidak baik " raut wajah Shimin benar-benar marah membuat istrinya takut


Suara perdebatan terdengar dari rumah itu para tetangga yang sudah biasa hanya bisa diam pasrah mereka ingin sekali pindah tapi tidak bisa


Li ruirui sedang sibuk membuat baju sudut pakaiannya di tarik dengan pelan


Melihat siapa yang menarik adalah miao menatap li ruirui dengan menguap " lbu ngantuk "


" ayo " li ruirui membawa kedua anak itu ke kamar membaringkan mereka dengan lembut menutupi dengan selimut


Li ruirui menyayikan sebuah lagu pengantar tidur yang populer era modern kedua anak itu segera tertidur saat mendengar lagu itu, melihat mereka sudah tertidur dan meringkuk seperti bola kecil li ruirui terkekeh lucu keluar dari sana dengan hati-hati melanjutkan membuat baju


Area keluarga sangat tenang sepertinya li ruirui akan puas tinggal di sini setelah selesai bergegas ke dapur membuat dimsum daging babi li ruirui sama sekali tidak pelit dalam memberikan daging apalagi kepada mereka akan menjadi tangga dan kedua anak dari keluarganya butuh teman


Selesai masak li ruirui membagi setengah untuk di bagikan ke tetangga setengah untuk keluarganya makanan


Dengan mangkuk di satu tangan li ruirui pergi rumah tetangga


Tok tok


Saat pintu di buka seorang wanita berusia 30 an terlihat li ruirui tersenyum " saudari "


" baik "


" saudari aku wanita kamerad yu jie aku membuat dimsum sihlakan cicipi " li ruirui dengan sopan dan ramah memberikan dimsum , wanita itu tersenyum saat melihat li ruirui kemudain menatap dimsum yang masih panas dan mengepul dengan senyum saat melihat itu ada sekitar 10 senyumnya semakin cerah menatap li ruirui dengan lebih lembut


" gadis apa kau memberikan dimsum kepada tetangga sebelah dipojok " wanita itu berkata dengan berbisik


" belum "


" gadis aku beri tau jangan memberikan apapun pada tetangga itu semua yang ada di bangunan tau bahwa wanita susah di atur suka mencari manfaat dari orang bahkan saat diberikan makanan dia akan datang kerumah mu setiap hari hanya untuk makan " bibi itu dengan tegas memberi tau li ruirui untuk hati-hati

__ADS_1


" saudari terimakasih "


" sama-sama aku memberi tau mu karena kita tetangga dan siapa yang tidak menghela keluarga li sebelah itu " suara wanita itu tampak sangat kesal


Li ruirui mengangguk menerima masukan pamit pulang


Saat masuk kedalam suara isak tangis terdengar li ruirui dengan cemas berlari masuk kedalam kamar melihat miao menagis dipelukan meng


" ada apa ini " li ruirui menatap dengan bingung dia baru sebentar meninggalkan mereka


" ibu miao bermimpi buruk jadi dia bangun dan menangis " meng menjelaskan kepada li ruirui


Li ruirui dengan toleran mengangguk mengambil alih miao membawanya ke pelukannya " miao sayang jangan menangis itu hanya mimpi dan tidak akan terjadi "


" hiks ibu apakah benar hiks "


" tentu saja, apakah ibu pernah berbohong "


" tidak " miao langsung menjawab


" benar sekali, ibu tidak akan berbohong pada anak ibu " balas li ruirui


" apakah kau mau menemani ibu memasak "


" mau " mereka menjawab dengan serempak li ruirui tersenyum


Membawa mereka ke dapur " meng sayang bantu ibu membuat api " meng dengan patuh membantu li ruirui , li ruirui membuat beberapa hidangan tumis sayur goreng dengan daging, serta siput saus pedas ada juga siput tidak terlalu pedas cocok untuk anak-anak. Aroma masakan li ruirui tercium hingga ke rumah sebelah yaitu rumah keluarga li


" ibu aku ingin makan enak " rengeknya


" bah makanan enak apa itu buang-buang minyak " suara wanita tua itu keras


" tidak aku ingin makan" tangis bocah nakal itu berguling-guling di tanah


" kau seperti tidak makan enak di rumah saja " suara wanita itu marah


Suara tangisan bocah keluarga li tidak membuat para tetangga kasihan malah sebaiknya senang apalagi bocah keluar li itu terus saja menganggu anak-anak tentara yang lain membuat orangtua menjadi tidak senang


" dasar kucing serakah" goda li ruirui membuat anak itu memayungkan bibir kedepan tanpa sangat mengemaskan


Yu jie yang pulang cepat berjalan di bangunan keluarga tidak sengaja bertemu dengan seorang lesbian


" halo kamerad " dengan senyum menatap yu jie


" halo " yu jie singkat


" kamerad aku li fang aku tinggal di samping rumah mu " dengan malu-malu


" yu jie " yu jie dengan sopan membalas


" kamerad apakah aku boleh memanggil mu saudara yu jie " li fan dengan berani bertanya itu


Yu jie diam " tidak " langsung bergegas masuk kedalam rumah saat di masuk dapur sangat rame bahkan saat masuk di suguhkan pemandangan li ruirui mengoda miao seperti kucing kecil tampak sangat lucu dimata yu jie


Sadar ada yang memperhatikan li ruirui menoleh melihat yu jie berdiri di depan pintu dengan tersenyum


" saudara yu jie kau sudah pulang, mari makan " li ruirui membawa kedua hidangan itu ke atas meja kedua anak itu langsung membantu tanpa disuruh membuat li ruirui tersenyum


Yu jie juga tidak menganggur setelah membantu mengeluarkan makanan dia membawa kedua anak itu cuci tangan


Li ruirui pikir dimsum itu akan cukup untuk makana sampai besok ternyata nafsu makan yu jie sangat besar dia makan dimsum hingga 20 sampai 30 benar-benar menakutkan jika bukan karena li ruirui punya ruang dia takut keluarganya akan bangkrut karena nafsu makan yu jie


" apakah kau kenyang " tanya li ruirui melihat sepertinya yu jie kelelahan dalam pelatihan menyebabkan nafsu makanannya meningkat drastis


" iya sudah " yu jie tersenyum membuat li ruirui terpana


Sial kenapa protagonis pria sangat tampan!


" ah _ aku akan memasak air " gelagapan berlari ke dapur seperti anak ayam yang ketakutan yu jie melihat punggung gadis yang lari itu dengan lucu

__ADS_1


Mengemaskan!!!


Kedua anak itu tidak melihat ke tingkah kedua orang itu hanya terbenam dalam makanan enak, yu jie bangkit mencuci piring tanpa disuruh mungkin karena kebiasaan jadi dia tanpa biasa-biasa saja saat mencuci


Puas dia pergi mandi dengan air dingin li ruirui mendengar suara air langsung mengerutkan kening ' apakah orang dulu sangat suka mandi air dingin ' batin li ruirui bingung


Entah kenapa dia bisa tertarik dengan pria era tradisional seperti ini..


Selesai mandi yu jie keluar tidak sengaja berpapasan dengan li ruirui yang baru keluar dari dapur , li ruirui langsung melebarkan mata melihat rambut basah tidak mengenakan baju dada bidang itu terpampang jelas


Deg deg


" ke- na-pa ka- u ti-da-k pa-ka-i ba-ju " pekik kaget li ruirui wajahnya telah memerah


Yu jie melirik itu dengan seringai maju mendekat ke arah li ruirui dengan otomatis li ruirui mundur


" ayah " suara susu meng langsung membuat yu jie teralihkan melihat kesempatan li ruirui langsung kabur


Li ruirui mencoba menenangkan hatinya yang berdetak sangat kencang akibat pria itu


Akibat putranya yu jie kehilangan kesempatan melihat putranya dia menghela nafas membawa putranya ke kamar berganti baju saat di membuka baju dia melihat ada beberapa setel baju baru


" ayah apa kau suka " miao antusias


" ibu yang buat jadi ayah harus memakainya " meng menambahkan entah kenapa arus hangat mengalir dihati yu jie tanpa sadar tersenyum


Dikeluarga li, li fan setelah di tinggal yu jie masuk kedalam rumah langsung di suguhkan ibunya duduk sambil memarahi adiknya yang paling kecil


" ibu ada apa ini " mengernyitkan alis


" bocah bau ini menginginkan makanan dari tetangga sebelah "


" kalau begitu minta saja ibu "


" sudah tapi tetangga itu sangat pelit bahkan tadi saat aku keluar aku mendengar dia membuat kue seharga 15 tuan "


" cemilan apa sampai semahal itu "


" aku tidak tau sungguh pemborosan "


" ibu hiks aku ingin makan enak " teriak bocah nakal itu


Li fan menatap adiknya dengan jijik kemudia berkata kepada ibunya " ibu biar aku yang meminta " seakan percaya diri keluar tanpa mendengarkan panggilan ibunya dan bocah itu berhenti menangis duduk menunggu dengan sabar


Li fan keluar mengetuk pintu rumah li ruirui saat pintu terbuka wajah yu jie terlihat " ada apa " suara dingin yu jie terdengar


" saudara yu jie bocah dalam keluarga ku mencium aroma enak dari rumah mu _ "


" jadi "


" apakah aku bisa membeli makanan itu atau dimana kau beli? " dengan ramah berkata kepada yu jie


Belum sempat menjawab li ruirui berjalan mendekat karena penasaran " yu jie siapa yang datang " li fan melihat li ruirui dengan iri


Kenapa bukan dia yang memiliki wajah cantik itu


" saudara yu jie siapa lesbian ini " tanya agak marah


" halo aku adalah tunangan yu jie " jawab li ruirui dengan ramah


" iya dia tunangan ku dan kamerad aku sudah mengatakan tidak untuk memanggil ku saudara " balas yu jie dengan dingin


" ah maaf sau_ kamerad yu jie " li fan


" aku mendengar kau mau membeli makanan tapi sayang makanan ku tidak di jual " li ruirui sopan memberi tau pihak lain


Li fan tertegun sebelum sempat menjawa yu jie langsung menutup pintu bahkan li ruirui di buat heran dia melihat lesbian itu akan berbicara


" orang gila jangan dekati " yu jie dengan enteng mengatakan itu li ruirui hanya mengangguk kembali melanjutkan merebus air panas

__ADS_1


Yu jie membantu li ruirui mengangkat air panas li ruirui tersenyum berterimakasih membawa kedua anak itu mandi terlebih dahulu tawa dan canda terdengar hingga ke kamar menyerahkan kepada yu jie kemudain dia pergi mandi sangat lama saat keluar kedua anak itu sudah tertidur


__ADS_2