Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 26


__ADS_3

Li Ruirui diam di rumah sakit selama 2 hari awalnya cuma 1 hari aja tapi apalah dayanya saat semua orang memaksanya untuk di periksa bahkan dokter yang menangani li Ruirui merasa frustasi.


' coba kalau bukan atasan sudah ku cekik juga ' batin dokter itu kesal tapi cepat tenang saat melihat li Ruirui menatapnya minta maaf


Menghela nafas


Dokter itu tersenyum memberikan vitamin langsung pergi dari sana


Jika lebih lama dia merasa sesak seperti dipenjara


Semua orang merawatnya seperti orang sakit


" ayah / kakek / kakak / yu jie / miao / meng aku tidak sakit " rengek li Ruirui kesal


"Tidak kamu sakit istirahat " tingal Chang


Li Ruirui mengembungkan pipi " hm " membuang muka


Pelayan wanita yang dibawa kakek Chang tertawa di belakang melihat tingkah mereka.


Hingga malam hari li Ruirui di buat jengkel karena tidak boleh bangun dari ranjang, dia bosen.


Keesokan harinya li Ruirui bangun lebih pagi dari yang melihat semua masih tidur li Ruirui bersorak bangkit keluar dari ranjang dengan diam-diam


Dia berjalan sampai ke taman dia melihat beberapa bibi sedang mengobrol dengan riang


" pagi " sapa li Ruirui


Kelima bibi itu menoleh melihat li Ruirui dengan tersenyum


" apa kau gadis yang pingsan dibawa keluarga kemarin " tanyanya tiba-tiba


Li Ruirui terkejut bingung bagaimana wanita itu tau


Wanita tua itu yang melihat raut wajah bingung li Ruirui


Terkekeh "  jangan terkejut siapa yang tidak tau ayah mu langsung memerintah semua dokter untuk memeriksa mu "


" benar sekali aku sempat kaget "


" heheh  ayah mu sungguh menyanyangimu "


Kelima wanita itu berkata membuat wajah malu li Ruirui semakin malu


" li Ruirui " teriak seseorang dari belakang li Ruirui


Membuat semua orang menoleh terkejut


Mereka langsung bergegas ke arah li Ruirui


" li Ruirui kenapa kau keluar " ayah Chang


" apakah kau tidak pusing " yu jie


" ayo ke kamar " kakak Chang


" mau aku belikan makanan " Chang


" ibu apakah masih sakit " mereka serempak


Li Ruirui yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi merasakan malu dilihat oleh semua orang


Melihat li Ruirui tidak menjawab ayah Chang langsung menggendong li Ruirui


" panggil dokter sepertinya li Ruirui masih sakit " perintah ayah Chang


Li Ruirui kaget sontak merangkul ayah Chang


" ayah " ucap li Ruirui di bawa lari ke kamar


Li Ruirui semakin memerah malu melihat tatapan para pasien dan keluarga pasien yang terkekeh


Sampai di kamar Li Ruirui memerah malu dan merengek pada kakek Chang


Kakek Chang tertawa Bahagia melihat cucu perempuan satu-satunya


" nanti kakek akan memarahi mereka "


Li Ruirui mengangguk bahagia seperti anak kecil


Sudut Bibir ayah chang melengkung seperti bulan sabit merasa senang sama sekali tidak marah.


Suasana hangat menyinar hati semua orang.


Tidak tau akan ada masalah yang terjadi membuat mereka jengkel dan geran.


Hari menjelang malam


Saat li ruirui tidur Yu jie pergi mencari bukti pelanggaran hou dan ziyu,dia butuh bukti untuk memperkuat argumennya


" komandan " panggil laki-laki seperjuangan yu jie


" apa kau menemukan sesuatu "


" ya komandan " menyerahkan berkas


Memeriksa berkas itu yu jie menyeringai menyeramkan


Tentara muda itu menelan ludah dengan gemeteran


' seperti akan ada yang membuat komandan marah '


Didesa ziyu sudah memulai rencananya dengan menyebarkan desas-desus tentang li ruirui yang bermain dengan pria di kota.


Desas-desus itu dalam sekejap menyebar seperti virus yang mematikan


Walapun ada yang tidak mempercayainya ada juga yang percaya


Bahkan ibu tiri li ruirui sudah mulai bergerak mencari tau asal li ruirui bagaimana latar belakangnya dan apa yang di lakukan belakang ini.


Dibandingkan ziyu, ibu tiri li ruirui lebih berpengalaman dalam melakukan trik .


" ibu apa yang harus kita lakukan sekarang " melirik berkas li ruirui


" dia pernah tinggal di desa jadi pasti tidak tau tentang fashion atau apapun tentang kalangan atas " cibir nya

__ADS_1


Hexi melihat ibunya


" sayang liatlah kau akan mendapatkan semuanya " tersenyum


Hexi mengangguk gembira


Mereka berbicara tidak melihat seseorang telah memperhatikan mereka dengan senyuman mengerikan di wajahnya.


Waktu menunjukkan pukul 12 malam li ruirui bangkit melihat sekeliling


Berjalan ke arah jendela li ruirui melihat ke arah bulan


" ibu aku kangen " gumam li ruirui menyentuh bayangan bulan dijendela


Flashback


" rui sayang kalau rui kangen dengan ibu liaat lah bulan dan anggap itu adalah ibu " suara wanita dengan lembut membelai rambut li ruirui


Li ruirui yang masih kecil menatap tersenyum ke arah wanita yang tak lain adalah ibu dari li ruirui zaman modern


" ibu akan selalu menjaga rui "


...


Hanya ingatan itu lah yang li ruirui ingat


Menintikan air mata li ruirui tersenyum kecut.


Tangan seseorang memegang pundak li ruirui


Sontak li ruirui membalikkan wajah menampakan wajah tampan yu jie yang disinari rembulan


" yu jie "


Menatap gadis di depannya yu jie mengusap air mata li ruirui


Memeluk li ruirui berbisik di telinga li ruirui


" jangan menangis aku tidak suka melihat kamu menangis "


Melepaskan pelukan mengecup li ruirui


Li ruirui terpana


' kenapa, kenapa, kenapa kau menyukai ku ' benak li ruirui


" apa yang kau suka dari ku " mulut li ruirui berbicara blak-blakan


Yu jie tersenyum


" aku menyukai semuanya tanpa terkecuali " mengigit telinga li ruirui


Tersipu malu mendorong yu jie langsung bergegas naik ke ranjang 


Menutup wajah dengan selimut li ruirui tertidur


Yu jie terkekeh melihat sikap pemalu dan imut li ruirui


Paginya lin yu jie membawa petugas keamanan  dari Departemen polisi ke desa  .


Penduduk desa yang hendak pergi ke sawah tidak sengaja melihat mobil yang melaju ke arah gubuk pemuda pelajar.


" siapa yang datang ke desa kita " tanya ibu anak itu


Seorang pemuda yang pernah ke kota beberapa kali langsung berkata


" bukankah itu mobil petugas keamanan " ucapnya membuat penduduk desa langsung ribut


Mereka takut tapi mereka pergi mengikuti kendaraan petugas dengan rasa penasaran.


Para pelajar baru saja keluar dari gubuk mereka dan di hadang oleh mobil.


Mereka khawatir


" ada apa ini " ketua kelompok berbicara


Petugas turun di mobil


" kamerad siapa yang bernama ziyu dan hou " tanyanya dengan wajah tegas.


Pemuda lain sangat takut mereka tidak berbicara kecuali keempat  orang biasa aja


Bing langsung menjawab


" itu kamerad ziyu dan hou " tunjuk nya ke arah belakang dimana seorang wanita dan pria berjalan berdampingan di belakang


Petugas itu mengangguk berterimakasih


Maju ke hadapan kedua orang


Dengan wajah menakutkan petugas itu berkata " kalian di tangkap atas tuduhan Holigami  "


Wajah ziyu  dan hou pucat


" tidak itu semua bohong " ziyu membantah


Petugas itu menatap Datar


" sihlakan ikut dengan kami "


Ziyu memberontak tidak mau bahkan hou juga memberontak tapi tidak teriak-teriak seperti ziyu.


Tiba-tiba seorang wanita keluar dari mobil petugas menghampiri ziyu dan menampar nya.


Plak


Semua orang terkejut


Memegang pipi kanannya  ziyu  memandang orang yang menukulnya


Kata-kata langsung tersangkut di tenggorokan


" kenapa kau disini " ziyu gelagapan


Wanita yang menapar ziyu menatap jijik

__ADS_1


" cih " meludah ke arah ziyu


" kau wanita tidak tau diri berani sekali merayu pria ku "


Ziyu menatap sekeliling dengan cemas


" apa yang kau katakan " ziyu pura-pura


Wanita itu jijik ke arah ziyu


" bah wanita tidak tau malu " cibir nya


Melempar foto-foto ziyu yang sedang tidur dengan suaminya


Ziyu pucat terjatuh ke tanah


" tidak itu tidak benar " memandang foto-foto dirinya


Wanita itu menatap ziyu dengan tatapan jijik langsung merobek baju ziyu


" ah " teriak ziyu


" kau tidak cocok mengunakan pakaian "


Wanita tidak meninggal satu pun baju 


Penduduk desa tercengang.


Ziyu sepontan menutup daerah wanitanya


" baju tolong "


" baju tolong "


" sera tolong aku "


Teriaknya menangis


Tidak ada yang maju membantu ziyu bahkan hou juga diam tidak tau apa yang sebenarnya terjadi 


Sepupu ziyu tera maju ke depan


" apa yang kau lakukan " ucapnya


Memberikan ziyu jaket


" kenapa kau Melakukan ini, apakah kau tidak malu " tera membela ziyu


" cih kebetulan sekali kau disini " wanita itu memandang kedua wanita itu seperti  lelucoan


Tera gelagapan tapi langsung menjadi tenang " apa maksud mu "


Wanita itu menatap wanita dengan jijik seperti sampah


" apakah enak melayani pria yang sama dengan sepupu mu " cibir nya


Semua orang langsung terkejut bukan maen


" apa kau salah orang " dia tidak berani memandang wanita itu


Wanita itu tersenyum melemparkan foto tera dengan suaminya


Penduduk desa terkejut saling membicarakan kedua gadis itu


Tera terkejut terduduk di tanah . Habis sudah riwayatnya 


' tidak ini tidak boleh terjadi ' benaknya


" apa kau masih mengelak "


" tidak itu bukan salah ku, sepupu yang mengoda ku dia bilang jika akau melayani pria itu aku akan mendapatkan uang yang sangat banyak " tera menghianati ziyu


Ziyu mengeratkan gigi


" ya apakah salah ku jika kau tidak bisa merawat pria mu lagipula dia lah yang mencari ku dan meminta maaf karena mengusir ku  , dia masih sangat mencintai ku " bangganya


Wanita itu menaikan alis jijik


Wanita desa tercengang ' sungguh tidak tau malu '


Seorang bibi desa yang terkenal kejam langsung maju merobek baju ziyu


" bah sungguh wanita malu kenapa masih mengunakan baju "


" ah tidak "


Petugas memberikan kain bekas lap ke ziyu untuk menutup tubuhnya membawa ke tiga orang itu pergi


Yu jie dari awal berdiri di belakang sambil tersenyum.


Wanita yang marah itu menghampiri yu jie


" terimakasih atas infonya " wanita itu tersenyum


Yu jie mengangguk.


" senang berbisnis " berjabat tangan wanita itu pergi


Dia adalah wanita yang memang suaminya telah berhubungan dengan ziyu awalnya suaminya sudah berjanji tidak akan lagi melakukan itu


Wanita itu setuju kembali lagi bersama.


Pria itu meminta maaf agar dia tidak jatuh miskin karena ayah dari istrinya lah yang membantu pabriknya maju.


Wanita itu tidak tau tapi saat mendapatkan telepon dari yu jie dia langsung memutuskan untuk bercerai dan mengambil hak asuh anak-anaknya apalagi adanya bukti kuat.


Dijalan wanita itu menatap dengan dingin


" bagaimana pria brengsek itu "


" Nona ,tuan besar sudah membuatnya merasakan akibat dan merasakan jeruji besi "


Wanita itu tersenyum


Pelayan yang bersama dengan wanita itu memandang wanita itu dengan cemas

__ADS_1


' gara-gara pria itu nona yang pemalu jadi seperti ini ' batinnya kasihan.


Menghela nafas mobil maju pergi ke luar .


__ADS_2