
Li fan di biarkan sendiri hanya bisa menghela nafas kasat kembali ke rumah dengan aura suram memikirkan yu jie di baru saja menyukai pria tapi ternyata pria itu sudah memiliki pasangan
Sampai dirumah wanita li itu bertanya " bagaimana apakah dia memberikannya "
" tidak "
" dasar tidak berguna " teriak bocah nakal itu menatap li fan dengan marah, li fan sudah lama merasa jijik dengan adik laki-lakinya itu langsung meninggalkannya meraung disana
Di rumah li ruirui baru saja selesai mandi berjalan ke kamar melihat mereka sudah tidur disana yu jie masih duduk menunggu li ruirui selesai mandi
" rui aku telah melapor pernikahan saat kita kembali ke county mengambil sertifikat pernikahan aku akan meminta kamar dengan 2 ruangan atau rumah dengan halaman luas "yu jie memberi tau li ruirui
" saudara yu jie lebih baik rumah dengan halaman luas kita bisa menanam " balas li ruirui tersenyum
" aku mengerti "
Keempat orang itu tidur bersama dalam satu ranjang walaupun tidak terlalu besar tapi cukup untuk mereka tidur.
.
.
.
Esoknya yu jie bangun sangat pagi karena sudah biasa dengan waktu di ketentaraan mendengar suara di luar li ruirui tidak tidur lagi langsung bangun
Pergi ke dapur melihat yu jie sedang memasak
" saudara yu jie kau bisa masak " li ruirui penuh dengan kejutan
" hanya masakan simpel " yu jie tersenyum
Li ruirui mengangguk membantu yu jie memasak setelah siapa di sajikan di meja " makanlah nanti aku akan memanaskan untuk anak-anak "
" baik " yu jie makanan dengan pelan selesai dia mencuci piring dan pamit pergi tak lama kedua anak itu bangun menggosok-gosok mata
" ibu "
Li ruirui hanya menggelengkan kepala geli " ayo cuci muka dulu " li ruirui membantu mereka membasuh muka, gosok gigi kemudian menyiapkan makanan sayuran goreng dan Soup daging
" ibu enak " miao makan dengan lahap
" enak " meng
Selesai makan kedua anak itu pergi bermain di luar karena kemarin li ruirui telah memberikan makanan beberapa orangtua meminta anak mereka bermain dengan miao dan meng.
Li ruirui yang sendiri di rumah masuk kedalam ruangan melihat semua pembelian sudah datang dengan hati-hati membuka satu persatu
" bagus semua sudah tiba " pekik antusias li ruirui melihat semua paket
Keluar dari ruangan dengan beberapa barang li ruirui meletakkan di lemari dapur tempat kemasan tas makanan yang dia taruh dari berbelanja jadi jika ada yang bertanya di tidak perlu khawatir
Selama beberapa hari tinggal dengan yu jie sekarang lukanya sudah pulih dengan baik dan selama itu juga ziyung tidak kelihatan bahkan li fan sebelah tidak mendekati rumah li ruirui hanya melihat dari jauh
__ADS_1
Hari keempat li ruirui pulang kembali ke county bersama anak-anak dan yu jie akan pulang lebih lambat karena ada tugas dari tentara
" rui maaf "
" saudara yu jie tidak apa-apa aku akan menunggu mu bersama anak-anak " suara lembut li ruirui membuat suasana hati yu jie meningkat menatap li ruirui dengan tatapan tegas " tunggu aku " li ruirui tersenyum mengangguk
Naik kereta bersama anak-anak , kereta berjalan tubuh tegap dan tinggi yu jie semakin tidak terlihat li ruirui serasa kehilangan saat tidak melihat pria itu beberapa hari bergaul hubungan keduanya harmonis
Butuh sekitar 2 hari sampai di county li ruirui langsung membawa barang turun dari kereta karena wajah cantik li ruirui beberapa pemuda menatap li ruirui secara terang-terangan, li ruirui merasa risih tapi melihat kakaknya melambaikan tangan dia tersenyum cerah
" kakak "
" rui kecil ayo pulang bibi sudah membuat makanan enak " penuh dengan nada lembut menatap adik perempuannya dengan sayang
Li ruirui mengangguk keempat orang itu pergi pulang bersama , selama beberapa hari yu jie tidak ada kabar li ruirui agak merasa kehilangan sedangkan untuk anak-anak mereka seperti biasa apalagi sejak kembali kakek selalu mengajari mereka pengetahuan baru
Esok hari li ruirui mengunakan gerobak keledai kembali ke desa tempat dia tinggal
Sampai disana beberapa bibi yang mengenalnya menyapa dengan ramah dan sopan
" pagi bibi " sapa li ruirui dengan senyum indah tentu saja para bibi membalas sapaan li ruirui mereka bener-bener terpana dengan li ruirui yang sangat cantik bersinar dibawah matahari
Sedikit berbincang-bincang li ruirui langsung menuju rumah kapten brigadir / kepala desa saat sampai di depan rumah kebetulan bibi dahu ada didepan
" pagi bibi "
" pagi kamerad rui kapan kau tiba "
" baru bibi, apakah kapten ada? " perilaku sopan li ruirui benar-benar membuat bibi dahu senang
" rui kenapa kau membawa barang saat berkunjung " bibi dahu menatap dengan lembut
" bibi ini adalah hati ku " bibi dahu mengangguk menerima tas kecil itu
Li ruirui mengangguk berjalan ke aula menunggu di pintu saat sekertaris pergi li ruirui masuk kedalam melihat kapten sedih " kapten "
" kamerad rui sudah lama tidak melihat mu " kapten tersenyum
" kapten kenapa kau "
Kapten menghela nafas menjawab " brigadir berencana akan memulai perternakan ikan, bebek, dan babi tapi tidak memilik modal yang cukup "
" kapten jika kau mau aku bisa memberikan modal untuk brigadir untuk masalah pengembalian aku tidak terlalu memikirkan "
" apakah kau yakin "
" tentu saja " li ruirui dengan tegas mengatakan itu
" akan ku bicarakan dengan para petinggi lain " proposal itu cukup menguntungkan untuk brigadir mereka apalagi modal kepada li ruirui bisa di kembalikan secara pelan-pelan
"Bagus kalau paman setuju , paman bisa langsung menghubungi ku "
Kemudian li ruirui membicarakan masalah beberapa proposal seperti menanam toge dan menjualnya selama itu bagus agen pemasokan akan membelinya seharga 3 sen setelah melihat kapten tampak sangat tertarik li ruirui pamit pergi
__ADS_1
Kapten keluar dari aula setelah kepergian li ruirui " pak tua apa yang dikatakan kamerad rui "
Kapten mengatakan apa yang di katakan li ruirui kepadanya membuat ibu dahu sekaligus istrinya langsung berbinar-binar " gadis yu jie itu pasti benar jika mau bagaimana kita mulai lebih awal "
Mendengar itu kapten berbinar-binar langsung setuju usulan istrinya mereka akan memulai lebih dulu jika sesuai mereka bisa merekomendasikan kepada para penduduk mengurangi kerugian
Di sisi lain li ruirui baru aja akan pulang di hentikan oleh ibu dari yu jie
" kau berhenti untuk ku " suara teriakan dengan keras terdengar
Li ruirui berhenti berbalik menatap wanita tua yu dengan santai , wanita itu berjalan ke arah li ruirui dengan tatapan tajam mulai meraung-raung
" kau wanita katakan dimana anak ketiga ku "
" apakah kau orangtua ku? "
" bukan "
" kalau begitu aku tidak berhak menjawab mu " li ruirui akan berbalik pergi kemudian wanita tua itu mulai duduk di tanah mulai menangis
" liat dan datanglah bagaimana seorang gadis yang belum menikah merampok putra dan cucu ku " teriaknya membuat para bibi menyaksikan dengan tatapan penasaran
Li ruirui mencibir dalam hati " bibi kau lebih tau kenapa putra mu tidak menghubungi mu dan untuk kemana putra mu dia sekarang sakit apakah kau mau menganti biasanya " kata-kata li ruirui kecil membuat para bibi tidak mendengar dengan jelas tapi wanita tua itu berhenti menangis menatap pihak lain dengan tatapan menyelidiki berbohong apa tidak melihat raut wajah pihak lain serius pasti itu benar
" bah uang apa , aku tidak punya uang " langsung pergi dari sana seperti tidak terjadi apa-apa tapi hatinya penuh dengan keluhan kepada yu jie karena tidak becus dia sama sekali tidak mau mengeluarkan uang
Li ruirui memandang dengan males dia benar-benar bingung dengan jalan pikiran wanita tua ini..
Li ruirui juga tidak lama di sama langsung kembali ke pulang dengan kereta keledai kemudia naik kendaraan umum sampai di county untuk saja sekarang ada penduduk desa yang memiliki kereta keledai jadi lebih cepat
Melewati gang sepi li ruirui mengeluarkan beberapa buahan segar kemudian masuk ke area rumah
Dirumah paling besar li ruirui langsung masuk kedalam melihat semua sedang kumpul di ruang tengah, li ruirui menatap dengan bingung kakak pertama li ruirui maju menghampiri li ruirui mengatakan tentang kedatangan bibi jauh li shufeng dan putrinya apalagi sifat mereka yang suka membandingkan dia adalah keponakan serta seumuran dengan ibu jika di hitung sekarang
Li ruirui mengangguk mengerti duduk di samping ayahnya berhadapan dengan putrinya bernama li xiaqion tidak terlalu cantik atau tidak terlalu jelek
" kakak li xiaqion telah menikah dengan seorang sesama kota pekerja pabrik gajinya 80 yuan sebulan sangat menyanjikan " dengan nada bangga melirik li ruirui menatap wajah cantik li ruirui dengan iri tapi buat apa cantik jika tidak menemukan pasangan yang menjanjikan
Kakek li ruirui yang sudah lama tidak senang langsung menjawab dengan gaya santai sambil senyum " li ruirui emang tidak seberuntung li xiaqion dia hanya memiliki tunangan seorang tentara yang memiliki gaji 200 yuan tidak seberuntung li xiaqion "
Li ruirui menggenggam tangan cheng menahan tawa kakak pertama hanya menggelengkan kepala saat melihat kedua adiknya
Li shufeng terdiam " tentara... 200 yuan!! " itu terus terdengar di benaknya
" paman tentara apa yang bergaji 200 yuan " nada ejekan dapat di rasakan setiap orang
" oh hanya komandan batalyon " kakek li ruirui tersenyum tapi raut wajah li shufeng jatuh
Kemudian melihat pihak lain belum menikah dan pasangan masih bisa berubah langsung tersenyum " kakak, paman pihak lain emang bagus tapi seorang gadis terlalu lama menikah tidak baik, jika mau aku memiliki keponakan dia seorang pegawai biasa di pabrik tapi pihak lain langsung akan menikahi li ruirui "
Wajah ayah ruirui tidak baik menatap wanita di depannya dengan galak siapa yang tidak tau keponakannya suka bermain gadis dan banyak wanita datang kerumahnya meminta pertanggungjawabannya
" kau tidak perlu sibuk dengan pernikahan putri ku urus saja keluarga mu, aku dengar putra mu belum menikah " nada ayah ruirui sangat dingin
__ADS_1
Li ruirui menatap kedua wanita itu dengan kasihan pasti ayahnya akan membalas
Li shufeng langsung tertegun masalah putranya tidak bisa menikahi menantu adalah daging yang belum bisa dia lepaskan seseorang langsung memukul sisi sensitifnya membuat dia marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa..