
Selesai makan li ruirui pergi membersihkan alat makan awalnya kedua anak itu ingin membantu tapi bagaimana mungkin li ruirui mengajak mereka ke dokter pria tua yang merawat yu jie sebelumya dengan bujukan lembut li ruirui mereka dengan patuh tinggal menjaga yu jie..
Kebetulan sekali li ruirui bertemu dokter itu di lorong rumah sakit baru saja keluar dari bangsal lain
" dokter " sapa li ruirui dengan sopan tak lupa senyum lembut yang terkesan polos, anggun.
" iya kamerad "
" dokter boleh saya berbicara dengan dokter sebentar " dengan sopan
Dokter itu memiliki kesan baik kepada li ruirui langsung mengangguk , li ruirui tidak membuang waktu dokter langsung memberi tau apa yang diinginkan dan apa yang terjadi di bangsal tadi
" kamerad mungkin ini kesalah pahaman "
" dokter saya tidak ingin mengajukan keluhan atau apa tapi tolong saya minta untuk mengubah pemeriksa yang lain " dengan sopan meminta kepada dokter itu agar tidak membiarkan ziyang memeriksa yu jie lagi t..
Dokter itu menghela nafas langsung membuat janji kepada li ruirui bahwa dia sendiri yang akan memberikan pemeriksaan dan menjauhkan ziyang dari yu jie .
" dokter yan Terimakasih " li ruirui tersenyum berterimakasih, dokter mengangguk pamit pergi li ruirui juga tidak tinggal lama kembali ke bangsal.
Baru saja masuk li ruirui disuguhkan pemandangan indah dimana kedua anak itu bermain dengan yu jie tampak sangat harmonis .
.
.
.
Selama beberapa hari li ruirui tinggal di koyota merawat yu jie dengan telaten kedua pasangan itu juga telah membangun hubungan semakin dekat
Awalnya yu jie mau sedikit berlama-lama di rumah sakit agar bisa dirawat oleh li ruirui tapi dia juga tidak tega dengan wanitanya itu harus bolak-balik hanya untuknya .
Karena Yu jie ingin pulang saat ini dia sedang di periksa dokter yan
" dokter bagaimana " li ruirui menatap dengan cemas, melihat pasangan yang baik itu dokter yan tersenyum
" gadis tenang saja pria anda sudah sehat dan dapat keluar tapi jangan lupa minum obat " dokter yan tersenyum meninggalkan ruang untuk kedua pasangan itu.
Li ruirui merona malu saat mendengar kata pria anda sedangkan yu jie tersenyum dengan konyol saat dokter yan mengatakan itu " kenapa kau senyum-senyum " tanya li ruirui pura-pura marah padahal telinganya memerah , yu jie tersenyum dengan konyol " tidak ada " tersenyum memperlihatkan giginya.
" sudah ayo kita pulang " li ruirui ingin membantu membawa tas tapi langsung dihentikan yu jie
" jangan membawa itu " yu jie langsung mengambil alih tas itu tidak membiarkan li ruirui membawa barang apapaun
__ADS_1
" saudara yu jie apa kau memandang lemah diri ku " li ruirui marah yu jie langsung gelagapan saat gadisnya itu marah
" li ruirui bukan itu maksud ku, aku hanya tidak mau kamu lelah " yu jie dengan lembut berkata seperti itu membuat li ruirui tersenyum
" aku tidak lelah sama sekali " yu jie ingin sekali berkata bagaimana tidak lelah gadis itu selalu bangun pagi, memasak dan membantu menjaga anak tapi semua itu tidak jadi yu jie keluarkan semua tertahan di bibir..
Suara pintu terbuka mengalihkan mereka " saudara, saudara ipar aku dengar kalian akan pulang jadi aku menjemput kalian " yang datang ternyata doyeng.
Li ruirui tersenyum berterimakasih, yu ji dan doyeng membawa barang-barang ke jip
Jip tentara melaju ke tempat wilayah keluarga militer memasuki tempat itu saja harus melewati penjagaan ketat .
Yu jie membawa li ruirui dan anak-anak ke bangunan keluarga sebelah barat di lantai 2
Saat masuk li ruirui dibuat melongo melihat rumah yang dialokasikan untuk yu jie tidak banyak furnitur dan berdebu mungkin akibat terlalu lama ditinggal.
Yu jie juga merasa malu dia tidak tau kalau gadisnya akan datang jika tidak dia akan membersihkan dulu dan menambah furnitur dia gugup takut li ruirui berfikir dia tidak serius padanya
" rui " panggil yu jie dengan nada pelan sedikit cemas
Li ruirui menghela nafas " duduk di kursi dulu aku akan membersihkannya " mendengar itu yu jie langsung merasa bersalah padahal tadi dia tidak mau li ruirui terlalu sibuk tapi sekarang malah semakin sibuk.
Li ruirui tidak melihat perubahan wajah dari pria itu mulai membersihkan dari kamar menganti dengan selimut baru selesai dia beralih ke ruang tamu kemudain dapur butuh beberapa jam untuk membersihkan saat selesai itu sudah malam, li ruirui tidak sempat memasak baru saja dia ingin keluar mengambil bahan dari ruangan yu jie masuk membawa kotak makan
" rui kecil maaf membuat mu lelah " yu jie meminta maaf dia berfikir akan memperlakukan li ruirui dengan baik lagi. Li ruirui tersentuh dengan pria itu yang jarang berbicara namun langsung menunjukkannya dengan tindakannya
" aku tidak lelah duduk lah aku akan menyiapkannya " baru saja li ruirui ingin mengambil kotak makan itu kedua anak itu berlari dari kamar ke arah mereka
" ibu biar kami yang menyiapkannya " meng berbicara dengan percaya diri li ruirui tersenyum dia cukup beruntung memiliki anak yang bijaksana
" tidak usah biar ibu saja " usul li ruirui
Langsung ditolak ketiga pria itu membuat li ruirui terkekeh yu jie menyeret li ruirui duduk di meja makan berbalik masuk ke dapur mengambil piring dan sendok kedua anak itu juga dengan bijaksana membantu ,li ruirui tersenyum lucu melihat kaki kecil kedua anak itu berlari membantu ayah mereka.
Saat makanan disajikan mereka makan dengan lahap li ruirui ingin mengambil piring dan membersihkannya tapi keduluan yu jie yang tidak membiarkan li ruirui melakukan sesuatu yang membuatnya lelah, li ruirui tersenyum melihat perlakukan pria itu padanya.
Li ruirui melihat punggung tegap itu mencuci piring tampak sangat lucu apalagi di sampingnya kedua bocah lucu..
Yu jie bersama kedua anak itu keluar dari dapur menghampiri li ruirui
" rui kecil bagaimana kau tinggal disini saja jangan kembali ke hotel " yu jie agak cemas langsung ditolak li ruirui bagaimana bisa seorang gadis yang belum menikah tinggal dengan seorang pria pasti tetangga akan berbicara
" rui aku mohon " yu jie menatap li ruirui dengan lembut, li ruirui agak goyah tapi dia tidak mau yu jie dalam masalah apalagi gaya pacaran era modern dengan sekarang sangat berbeda dan dijaga ketat..
__ADS_1
Seakan tau pikiran li ruirui yu jie langsung berkata " rui kecil jangan khawatir apapun kau akan menjadi menantu ku tidak ada yang akan berkata buruk jika ada aku akan memukulnya " dengan tegas
" ibu kami mohon " kedua bocah itu juga membantu ayah mereka dengan mengunakan trik puppy eyes
" baiklah "
Mereka bersorak gembira tapi kemudja li ruirui sadar di mana dia akan tidur karena rumah yang dialokasikan militer untuk yu jie hanya satu kamar apakah dia akan tidur dengan yu jie di satu kasur membayangkan itu membuat pipi li ruirui memerah malu tidak mau menatap yu jie. Melihat wajah gadis kecil memerah yu jie bingung kemudia sadar rumah ini hanya satu kamar karena dia tinggal sendiri membayangkan harus tidur dengan gadisnya telinganya memerah wajahnya mencoba tenang berdehem memecahkan suasana canggung itu
" rui " panggil yu jie malu li ruirui mengangkat wajah menatap yu jie , yu jie melihat wajah cantik itu merasa hatinya manis
" aku akan tidur dibawah saja " usul yu jie mendapatkan penolakan tegas dari li ruirui
" saudara yu jie bagaimana kau tidur di bawah kau masih sakit aku tidak keberatan berbagai tempat tidur " ujar li ruirui dengan kata terakhir diucapkan dengan nada kecil tapi masih di dengar yu jie.
Li ruirui langsung pergi membawa kedua anak itu pergi mandi dengan malu ditinggalkan sendiri di aula wajah yu jie telah memerah seperti tomat. Dia tidak tahan melihat wajah pemalu gadisnya itu
Disisi li ruirui dia kedua anak itu mandi selesai li ruirui memakaikan piyama lucu yang dibuat sendiri. Saat yu jie melihat kedua anak itu memakai baju bagus dia tersenyum dia tidak salah memilih gadis liat dia merawat kedua anaknya seperti anak sendiri apalagi memberi baju baru sudah menunjukkan kasih sayangnya pada era ini.
Li ruirui membaringkan kedua anak itu ditengah tempat tidur memberikan jarak antara dia dengan yu jie walaupun begitu wajah tetap memerah. Saat membaringkan kepala di bantal li ruirui dapat mencium aroma maskulin dari tempat tidur itu. Dengan lembut li ruirui memceritakan dongeng hensel dan gretel membuat kedua anak itu mendengarkan dengan seksama apalagi suara lembut li ruirui menghipnotis mereka di pertengahan cerita mereka sudah tertidur menarik selimut li ruirui mencoba membaringkan tubunya
Baru saja berbaring yu jie masuk dengan rambut basah sangat menawan li ruirui terpana tapi dengan cepat sadar menutup diri dengan selimut tentu saja setiap gerak-gerik li ruirui diliat yu jie dia hanya terkekeh dengn gadis itu.
.
.
.
Pagi harinya li ruirui bangun melihat sekitar tidak melihat keberadaan yu jie bangkit berganti pakaian keluar tidak melihat siapapun , li ruirui teringat dengan cucian yang tadi malam di rendah saat di akan mencuci dia melihat baju itu semua sudah di jemur
Mau tidak mau li ruirui tersenyum pria itu benar-benar tidak membiarkannya bekerja
Suara pintu terbuka memperlihatkan yu jie membawa tasnya dan kotak bekal di tangan kiri li ruirui langsung menghampirinya
" saudara yu jie kau kemana saja "
Yu jie melihat kekhawatiran hatinya langsung tersenyum disaat semua orang tidak peduli hanya gadis ini yang peduli
" aku mengambil barang mu "
" saudara yu jie kenapa kau mengambilnya aku bisa ambil sendiri "
" tidak apa aku sekalian membeli makanan " yu jie tersenyum lembut meletakkan tas itu dibawah mengengam tangan li ruirui
__ADS_1
" rui kecil aku berjanji sebagai komandan batalion militer akan memberikan mu kebahagiaan " yu jie dengan tegas mengatakan itu membuat li ruirui tersenyum mengangguk.