Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 44


__ADS_3

Kakek rui menenangkan kedua anak itu.


Langkah tergesa-gesa turun dari atas membuat kakek rui mendongak melihat ayah rui dengan wajah cemas.


" ayah rui tidak ada di kamar "


" apa " kakek rui mengerutkan kening


" ayah pasti bibi tau kemana li ruirui ? " ucap chang Ming membuat kedua orang yang sudah terliputi rasa cemas itu berlari ke kamar bibi


Tok tok ayah rui nengetuk pintu kamar bibi


Pintu terbuka menampakkan wajah cemberut bibi " apa " nadanya ketus


"..... " 


" dimana li ruirui " 


" cih sekarang kalian baru mencarinya setelah meninggalkannya sendiri membiarkan gadis itu menunggu kalian dengan sedih,dengan susah payah dia memasak untuk kalian bahkan kalian tidak memakan masakannya dan terbuang percuma " bibi mengeluarkan unek-uneknya


Mereka semua tertegun "bibi mana ibu " mata kedua anak itu basah saat mendengar ibunya sedih harusnya mereka tidak ikut paman jelek itu.


Bibi menghela nafas menatap kedua anak itu dengan lembut lalu menatap orang-orang dewasa yang ada " dia sedang pergi ke festival lentera "


" apakah dia pergi sendiri " ayah rui bertanya dengan nada rendah


" tentu saja karena seseorang melupakan janjinya dan tidak kembali sampai jam 10 malam ini " cibiran bibi itu membuat ayah rui tertusuk jutaan pisau


Sakit tapi tak berdarah


Ayah rui langsung tertekan apa yang harus dia katakan pada putrinya karena terlambat


Sangat terlambat


Mata ayah rui sedih, bibi yang melihat itu berbalik membelakangi mereka langsung menutup pintu dengan keras


Semua orang tidak marah karena ini salah mereka, dengan tergesa-gesa seperti di kejar hantu mereka pergi mencari li ruirui.


Di dalam kamar bibi tertawa terbahak-bahak ' li ruirui maaf kan bibi karena memberikan sedikit bumbu siapa suruh tidak datang saat makan malam ' batin bibi senang. Dia sudah kesal karena melihat li ruirui capek-capek masak hingga tanganya terluka  tapi dia tidak mengatakan apa-apa dan sibuk memasak untuk orang-orang ini , jika dia tidak melihat akan kah dia tau .


Berbaring bibi tersenyum memejamkan mata.


.


.


.


Di festival lentera orang yang di cari sedang bersenang-senang menikmati makanan yang di jual.


" bibi makanan mu enak " puji li ruirui tulus , bibi itu tersenyum hangat menatap li ruirui makanan dengan lahap


" gadis kecil kalau begitu kau harus makan  yang banyak " paman di sebelah bibi tertawa terbahak-bahak.


Semua pengunjung juga tertawa, li ruirui hanya tersenyum menyeruput air kuah Soup iga.


Selesai membayar li ruirui berkeliling mencicipi cemilan yang ada walaupun cemilan di zaman modern lebih banyak variasi dari pada sekarang.


" enak " guman li ruirui tersenyum manis membuat sekelilingnya terpana dengan kencantikan li ruirui.


Para pria yang sudah memiliki pasangan atau sendiri terus diam-diam mencari pandang pada li ruirui.


Tapi orang yang di lihat sibuk menyantap makanan yang dia lihat.


" rui " teriakan keras itu membuat li ruirui kaget


Huk huk huk


Siapa yang panggil-panggil buat keselek aja - batinnya kesal


Tapi langsung diam saat melihat ternyata yang memanggilnya adalah keluarganya.


Dia mengabaikan orang-orang itu berbalik badan berjalan dengan santai tidak peduli di panggil berapa kali.


Hingga chang Ming berdiri di depan li ruirui dengan tiba-tiba.


" minggir " ketus li ruirui memutar mata males


Chang Ming dengan cepat kering dingin dia paling tidak bisa membujuk wanita yang marah.


" li ruirui " lirih ayah rui dari belakang li ruirui

__ADS_1


"Hmm "


Ayah rui yang diamkan langsung sedih " rui maafkan ayah ok "


Li ruirui diam " rui ayah tidak sengaja lupa " mendengar itu li ruirui langsung kesal pergi dengan marah.


Semudah itu lupa


Ayah rui gelagapan " rui ayah minta maaf " mengejar li ruirui


Butuh beberapa kali ayah rui meminta maaf baru li ruirui akhirnya melirik mereka


Awalnya memang ndak marah tapi pura-pura marah.


Dan terjadilah belanja besar-besaran untuk menebus rasa bersalah ayah rui . Kedua anak itu saja tidak mau berdekatan dengan chang Ming dan terus menempel dengan li ruirui.


.


.


.


.


Hari esoknya


Li ruirui yang sudah bersiap akan pergi membeli etalase yang cocok untuk tokonya.


Baru saja dia turun sudah di sambut banyak mata menatapnya


" ayah " sapa li ruirui tersenyum.


" halo kakak ipar " ucap pria berseragam militer menyapa li ruirui


" kakak ipar? " li ruirui bingung


Doyeng mengaruk tenguknya karena malu " kakak aku saudara seperjuangan komandan yu jie " lupa memperkenalkan diri.


Li ruirui mengangguk tersenyum " aku mengerti "


" kakak ipar aku disini cuma ini menyampaikan berita komandan li ruirui mengalami kecelakaan saat bertugas " perkataan doyeng membuat li ruirui tersambar petir cemas itu lah yang di rasakan


" apakah dia baik-baik saja " li ruirui dengan raut wajah khawatir.


Walaupun mendengar yu jie sudah di tangani tapi bagaimana pun dia kekasih yu jie dia benar-benar merasa cemas.


" ayah / kakek apakah aku bisa ke tentara " li ruirui bertanya meminta pendapat dari keluarganya


Ayah rui paham dengan perasaan putrinya tapi dia juga khawatir jika putrinya pergi sendiri apalagi penampilan putrinya yang cantik.


" ayah akan mengizinkan kamu pergi bersama doyeng dia akan melindungi mu bersama anak-anak " ayah rui membuat pengaturan


Li ruirui mengangguk buru-buru mempersiapkan barang-barangnya dan anak-anak.


Turun ke bawah li ruirui di temenin ayah dan kakek pergi ke stasiun, li ruirui di antar hingga terdengar peluit berbunyi li ruirui dan doyeng serta anak-anak masuk ke dalam kereta.untung saja ayah rui sudah memesankan tiket tidur untuk kenikmatan perjalanan li ruirui apalagi membayangkan li ruirui harus berada di jalan selama  2 hari.


Duduk li ruirui membiarkan kedua anak itu bermain di sisinya dengan tenang.


" ibu apakah ayah sakit? " meng bertanya penasaran


" iya itulah kenapa meng dan miao harus menjenguk ayah "


Kedua anak itu mengangguk.


Li ruirui yang sedang mengeluarkan wol bersiap merajut sweater diganggu dengan kedatangan wanita bergaya glamor dengan kedua anaknya.


Wanita itu adalah penumpang yang memiliki tiket di ranjang atas sebelah.


" kenapa kau tidak membeli ranjang bawah ah " wanita itu memarih pria di sampingnya


" bersukur lah kau mendapatkan tiket ini jika tidak kau harus duduk selama 2 hari " pria itu tidak peduli dengan ocehan istrinya naik ke ranjang atas.


Wanita itu mengeram marah melihat li ruirui yang sedang merajut dengan kedua anak laki-laki dia langsung mengerutkan kening . Melirik dari atas hingga bawah wanita itu iri dengan penampilan li ruirui yang cantik ingin rasanya dia maju mengaruk-garuk wajah cantik wanita itu.


" kamerad cepat bangun ayo kita bertukar " wanita itu langsung to the point


Li ruirui mengerutkan kening jijik


Apakah wanita ini gila, kapan dia setuju.


" maaf aku tidak akan bertukar  " suara lembut li ruirui menolak

__ADS_1


Wanita itu mengeram kesal " kamerad apa kau tidak lihat aku membawa kedua putri ku  bersama agak susah jika kami harus tinggal di atas " seperti menyalahkan li ruirui karena tidak punya hati


Li ruirui menyipitkan mata jengkel dengan kata-kata wanita itu, terus bagaimana dengan dia . Dia juga membawa dua anak laki-laki dan umur serta penampilan dari kedua anak wanita itu lebih besar dari putranya 


"Kamerad aku juga membawa anak dan itu juga dua jadi tidak nyaman bagi ku untuk ditinggal di atas " tidak sibuk melihat kembali melanjutkan makan


Wanita itu mendengus dia mengeluarkan uang dari tasnya " ini 400 yuan biarkan aku bertukar dengan mu " nadanya seperti tidak mau menyerahkan uang kepada li ruirui berfikir li ruirui adalah orang berkaki lumpur


Li ruirui mencibir " kamerad sekali lagi aku katakan aku tidak menjual atau menukar tiket yang sudah ku beli "


" kawan kau seperti tidak memiliki rasa persatuan " wanita itu dengan wajah tidak enak dipandang berbicara dengan keras sehingga orang dapat mendengar .


Kedua anak wanita itu yang sudah di manjakan dari kecil menjadi nakal dia ingin duduk di ranjang  li ruirui tapi melihat li ruirui menolak dia marah dan ingin menarik tas li ruirui dari situ


Kedua anak li ruirui tidak tinggal diam melihat itu dia memegang tas dengan kuat karena perbedaan kekuatan antara laki-laki dan perempuan, kedua anak wanita itu terjatuh.


" kamerad apakah begini cara mu mengajar lihatlah putri ku " nadanya marah .


Li ruirui yang naik pinta ikut marah


" kawan sebaiknya kau menjaga kedua anakmu itu untuk tetap jujur atau aku akan memanggil konduktor agar mengusir kalian " ancam nya


Wanita itu kesal ingin memarahi li ruirui lagi tapi tangan suaminya langsung menampar wajah wanita itu


" apakah sehari kau tidak bisa ribut aku sudah pusing jika kau terus seperti ini aku akan mengembalikan mu ke desa " mendengar suaminya marah dia langsung menciut kedua anak wanita itu langsung diam mereka takut dengan penampilan garang ayahnya.


Pria itu berbalik menatap li ruirui " kamerad maaf atas perlakuan istri saya "


Li ruirui melambaikan tangan tidak peduli. Keluarga itu naik ke atas ranjang  membuat li ruirui menghela nafas kasar meletakan tas di ujung li ruirui mengeluarkan buku untuk meng baca dan mainan kubik untuk miao main. Kedua anak itu juga kesal bahkan tidak sudi melirik ke atas sibuk membaca dan bermain bersama.


Doyeng yang masuk dari luar membawa mie untuk li ruirui dan anak-anak


" kakak ipar mari makan siang " ucapnya meletakkan mie dia meja kecil


Li ruirui tersenyum " lain kali jangan beli aku membawa makanan " pura-pura mengambil dari tas padahal ambil dari ruangan dia baru tau bisa langsung mengeluarkan barang tampa harus masuk apalagi saat memasukan makan ke dalam ruangan mereka akan tetap sama saat dimasukan .


Mengeluarkan toples berisi ayam cemana, asinan kubis, dan kotak makan siang berisi iga babi melihat itu doyeng mau tidak mau serakah, dia memberikan jempol kepada kakak iparnya yang bisa langsung menyiapkan makanan dengan cepat.


" ayo makan " li ruirui membuka tutup toples dan tutup kotak makan siang saat di buka harum menyeruak ke segala arah


Kedua anak wanita tadi mencium bau harum makanan langsung menjadi serakah


" ibu aku ingin makan daging " kedua putri itu merengek


" tunggu ibu akan pergi membeli " wanita itu turun dari ranjang melihat li ruirui makan enak dia mendengus dengan iri pergi ke kantin kereta.


Li ruirui tidak peduli dengan wanita gila itu sibuk menyantap makanan. Doyeng benar-benar ketagihan dengan asinan ayam cemana.


Tak butuh waktu lama wanita itu kembali membawa mie dengan wajah cemberut.


Naik ke atas ranjang wanita itu menyerahkan mie ke suami dan anak-anaknya


" makan  "


Kedua anak itu hanya melirik mie tapi tidak melihat daging langsung marah menagis


" tidak kami mau daging "


" ibu kami mau daging "


Kedua anak itu membuat keributan pria yang merupakan ayah anak-anak itu kesal dengan kedua anak nya langsung berkata dengan keras " diam, makan " membuat kedua anak itu menangis


" apa yang kau lakukan dia anak mu " wanita itu tidak suka anaknya di marah apalagi karena dia tidak bisa lagi memiliki anak dan dia sangat memanjakan kedua anak ini.


Pria itu menatap tajam istrinya membuat wanita itu kembali diam kedua anak itu juga tidak berani membuat keributan apalagi setelah di pukul ayahnya.


Li ruirui tidak peduli dengan keributan keluarga itu.


Membereskan peralatan makan doyeng dengan sendirinya mengambil mangkuk dan sumpit pergi membersihkannya.


" kamerad aku melihat putra mu suka membaca " tanya pria tua di sebrang li ruirui


Li ruirui tersenyum mengangguk " iya meng keluarga ku suka membaca "


Pria tua itu melirik meng tidak berkata apa-apa . Li ruirui membersihkan ranjang dengan rapi


Pria yang merupakan suami wanita kedua anak perempuan itu menatap li ruirui kemudia menatap istrinya dengan cemberut memikirkan perbedaan menantunya dengan menantu orang  lain lihatlah wanita itu cantik, putih,lembut dan perhatian lihat lagi istrinya dia malas, feodal,tidak peduli dengan sekitar hanya tau menghabiskan uang.


Memikirkannya saja pria itu langsung berwajah hitam.


Istri pria itu tidak sengaja menatap suaminya memandang li ruirui membuat tatapan tajam melintas di wajah wanita itu.

__ADS_1


' wanita pengoda ' pikirnya memandang li ruirui


__ADS_2