Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 37


__ADS_3

Li ruirui sibuk menemani kedua anak-anak. Di lain sisi di tempat pelatihan militer yu jie sibuk berlatih


" komandan ada surat untuk mu "


Seorang pemuda datang menghampiri yu jie yang sedang berlatih dengan pasukan


" surat? "


" iya " pemuda itu bernama baijie menyerahkan surat yang dibawa


Menerima surat itu yu jie melihat nama pengirim langsung mengerutkan kening


Membaca surat itu yu jie melihat tulisan tangan yang jelek dengan jijik , dari awal hingga akhir surat itu hanya menceritakan kakak kedua membutuhkan uang untuk membeli pekerjaan dikota jadi ibu meminta dia untuk mengeluarkan uang membayar jika tidak di akan datang ke are militer


Menatap dengan jijik dia meremas surat itu dan membuangnya seakan surat itu bukan dari siapa-siapa.


Menatap pemuda yang membawa surat itu "baijie lain kali jika ada surat dengan nama ini langsung buang saja "


Baijie yang tidak tau apa-apa hanya mengangguk, dia binggung kenapa komandqwan membaca surat sambil mengerutkan kening.


Yu jie yang dalam suasana tidak senang


Berjalan kembali ruangan dia sudah tidak mood.


" kawan yu jie " suara lesbian memanggil yu jie dengan lembut


"...... " yu jie menatap lesbian di depannya dengan raut biasa-biasa aja


" kawan yu jie aku membuatkan ku kue " ucapnya dengan nada malu


" kamerad tolong jangan panggil saya seperti itu kita tidak akrab " yu jie dingin


" ah maaf kamerad aku tidak bermaksud " ucapnya sedih


Yu jie menatap dingin dia paling benci wanita yang pura-pura .


Mayleen menatap yu jie dengan mata berkaca-kaca


" kamerad aku membuatkan mu kue sihlakan cicipin " dengan genit


" tidak "


" kamerad tolong lah aku membuatnya dengan susah payah "


" tidak peduli "


Jawaban singkat dan dingin yu jie membuat mayleen tidak menyerah membayangkan dia menjadi istri militer membuatnya semangat


" kamerad _ " terpotong oleh teriakan kawan seperjuangan yu jie


" yu jie " panggilnya


" ada apa? "


" ada paket dari rumah mu "


" paket? "


" iya "


Yu jie bingung tidak mungkin keluarga kandungannya mengirimkan paket untuknya pasti li ruirui mengingat kekasihnya moodnya jauh lebih baik, yu jie langsung bergegas mengambil paketnya tidak ingat dengan gadis yang menghentikannya


Mayleen tertegun melihat reaksi yu jie


" kamerad siapa yang mengirim paket untuk kamerad yu jie " tanyanya


Pemuda itu menatap mayleen dengan tidak suka dia sering melihat wanita seperti mayleen.


Dengan ketus dia menjawab " objek dari kamerad yu jie " langsung pergi tidak berniat berbicara dengan mayleen


Mayleen seperti tersambar petir


" tidak mungkin " gumamnya mengeretak gigi


Menghentakkan kaki dia langsung pergi dari sana


Yu jie yang sudah mengambil paket langsung bergegas kembali ke rumah keluarga yang sudah yu jie dapat saat di promosikan.


Dengan senang hati yu jie membaca surat dari li ruirui yang menceritakan segalanya dan kedua anaknya memenangkan lomba dia merasa bahagia dan bangga terhadap keluarganya puas yu jie meletakkan surat itu di laci dengan rapi. Membuka paket yu jie merasa hangat melihat menantu kecilnya menyiapkan begitu banyak makanan untuknya ada juga sweater yang di buat oleh menantunya


Senyum di wajah yu jie terbentuk


Meletakkan semua barang ,yu jie melepaskan mantel yang melekat padanya dan langsung memakai sweater yang dibuat menantu kecilnya, pass ukuran sangat pas dengan tubuhnya dan terasa hangat


Yu jie yang melihat menantunya mengirimkan makanan daging langsung mengira li ruirui menghabiskan uang untuk dirinya rasa senang dan sedih membuat yu jie merasa bersalah


Yu jie dengan cepat langsung turun kebawah mengirimkan surat dan gaji tunjungannya serta buku tabungan untuk li ruirui guna.


Memasukan nama pengirim yu jie merasa senang sekarang menantunya akan mengatur keuangan keluarganya.


Para pemuda militer yang melihat yu jie tersenyum mau tidak mau tercengang.


" apa itu komandan "


" aku tidak yakin "

__ADS_1


" apakah akan kiamat "


" wah komandan saat tersenyum sangat tampan "


" kecilkan suara bagaiamana jika di dengar "


" tapi coba liat komandan sepertinya memiliki kekasih "


" jangan sok tau "


" cih aku tau liatlah pemuda yang lain saat mengirimkan surat untuk kekasihnya pasti seperti itu "


" eh bukanlah komandan sudah bercerai "


Mereka mengangguk


" iya,aku dengar komandan sudah menemukan objek dan objeknya adalah seorang pemuda pelajar yang kebetulan menjaga anak-anaknya "


" apakah begitu? "


" iya aku dengar begitu "


Para tentara di bawah yu jie bergosip kayak ibu-ibu entah dari siapa yang memulai hingga menyebar ke area militer.


Yu jie tidak ambil pusing walaupun di tau tapi dia senang gosip itu menyatakan bahwa dia adalah seseorang yang menyayangi menantunya .


Di rumah keluarga mayleen yang kembali langsung mengadu ke pada bibinya


" bibi " panggilnya menangis


" kenapa? " nada khawatir


" bibi kamerad yu jie dia tidak menyukai ku dia lebih memilih wanita pelajar itu " mayleen merengek


" cup cup sayang bibi jangan menangis bagaimana bisa wanita pelajar itu bisa bandingkan dengan mu yang memiliki pekerjaan di kota "


Mendengar itu mayleen berhenti manis dia langsung percaya diri dengan apa yang dikatakan bibinya walaupun dia seorang pemuda pelajar tapi dia adalah seorang pekerjaan kota.


" bibi kau benar aku akan berusaha " mayleen tersenyum genit


" itu baru keponakan bibi "


Kedua wanita itu masing tersenyum satu sama lain


Orang yang di bicarakan sedang asik berjalan di sekitar kota mencari tempat untuk membuka toko baju melihat sekeliling li ruirui mengerutkan kening tidak menemukan toko yang bagus.


Berjalan di distrik tempat para pekerja pabrik li ruirui melihat toko besar yang sesuai dengan tipenya apalagi dua lantai


Ah bagus ketemu juga walaupun agak kuno - pikirnya


" permisi "


" maaf tuan apa anda tau siapa pemilik toko itu " li ruirui bertanya


Pria tua itu memandang toko yang di tunjuk


" aku pemiliknya "


Li ruirui langsung tercengang


' kebetulan sekali '


Dengan ramah li ruirui tersenyum menjelaskan niatnya yang ingin membeli ke dua toko itu


" apa kau yakin? "


Li ruirui mengangguk


" karena kau ingin membeli keduanya aku akan memberi harga murah kau cukup membayar seharga 2.000 kepada ku "


Li ruirui memikirkan biayanya untuk zaman ini itu cukup mahal tapi ya boleh saja


Li ruirui mengangguk


Pria tua itu langsung tersenyum dan mengubah gaya bicaranya menjadi lebih ramah lagi.


" apakah tuan tidak keberatan untuk mengurus berkasnya sekarang "


" tidak masalah " pria tua itu langsung bersemangat


Kedua langsung pergi ke kantor real estate dengan bantuan orang yang dikenal pria tua itu penjualan dengan mudah di lakukan selesai menandatangani berkas dan menyerahkan uang toko itu sukses menjadi milik li ruirui.


Keluar dari kantor real estate li ruirui langsung bergegas pergi menyewa tukang renovasi dari tim pembangunan


Dan dia juga memberikan rancangan yang sesuai dengan tema zaman modern.


" Nona melihat sketsa anda mungkin akan membutuhkan biaya mahal " pria itu mengingatkan dengan baik


Li ruirui tersenyum " tidak apa yang penting sesuai dengan ini "


Pria itu mengangguk tidak berani memandang li ruirui lebih lama lagi memalingkan muka wajahnya memerah.


Selesai li ruirui membayar biaya bahan dan untuk uang renovasi akan dibayar setelah selesai dan diperkirakan butuh 2 minggu.


Dalam waktu itu li ruirui punya waktu membuat baju atau membeli saja.

__ADS_1


Hihihi ide cemerlang kan!


Kembali ke rumah ayah Rui semua sudah menunggu Rui pulang


" ayah / kakak " sapa li ruirui


" apakah semua sudah beres " tanya ayah Rui yang mengetahui putrinya ingin berbisnis


" sudah ayah " ucapnya senang


" bagus kalau begitu "


" ayah dimana Miao dan meng " tanya Rui celingak celinguk


Ayah Rui menghela nafas " mereka sedang bersama kakek mu "


"??? " muka Rui penuh tanda tanya


" kakek mengajari mereka pengetahuan lagi atau lebih tepatnya kakek memaksa mereka " chang Ming nyaut


" bah cucu bau berani sekali kau membicarakan kakek seperti itu " teriak kakek baru datang


Punggung chang Ming keringat dingin chang Ming senyum paksa


" kakek aku hanya bercanda "


" cih, kau cepat hapalkan puisi jika tidak kakek akan membantu mu masuk tentara " kakek Rui menyeringai


" kakek tidak, kumohon "


" tidak mau tau " kakek Rui memalingkan wajah


Rui terkekeh


Chang Ming dengan lusuh kembali ke kamar seperti kehilangan jiwa.


Ayah Rui tidak peduli sibuk membaca berkas .


Kedua anak itu juga tertawa melihat penderitaan pamannya ' siapa suruh mengejek mereka tadi '


Mereka langsung mengacukan jempol ke kakek Rui


Li ruirui tersenyum


" ibu liat aku membuat kaligrafi " meng meminta dipuji


" bagus, sangat indah"


Meng tersenyum memperlihatkan lesung pipinya


' manis'


Gila punya anak imut + ganteng tripel kill tambah ayahnya. Emang ya Tuhan maha adil di dunia modern jomblo eh pas kesini langsung dapet anak aja eh lama-lama bapaknya demen


Gila-gila serasa masuk novel, oh iya kita kan memang di dalam novel.


Aduh lupa aing


" miao juga buat " miao memperlihatkan kaligrafinya


" bagus kedua anak ibu sangat jago " ucap rui tulus


Kedua anak itu langsung gembira mendengar pujian dari ibunya, mereka langsung memperlihatkan hasilnya kepada semua orang yang ada dirumah. Mereka tidak sabar memperlihatkan kaligrafi mereka ke ayah mereka


Keluarga itu penuh dengan suasana hangat


Berbeda dengan keluarga yang ada di desa


Keluarga yu selalu saja ribut membuat semua orang kesal.


" ibu apakah yu jie mengirimkan balasan "


" tidak ada " wanita tua yu berbicara


Anak kedua langsung marah " ibu bagaimana ini, ini adalah kesempatan bagus apakah kau tidak ingin melihat ku sukses "


Wanita tua  yu memandang putranya memikirkan apa yang dikatakannya wanita tua yu langsung bergegeas ke kepala desa untuk menelpon


Awalnya dia enggan menggunakan uangnya tapi karena ini untuk pekerjaan putra kesayangannya makanya dia rela


" halo "


" halo siapa ini? "


" aku ibu dari yu jie bisa kah aku berbicara dengannya "


" maaf kamerad yu jie sedang berada dalam misi dan belum kembali " ucapnya bohong


" kapan dia kembali "


" Untuk informasinya tidak tau "


Ucapnya langsung mematikan sambungan pemuda itu adalah teman baik yu jie yang tau bagaimana sifat keluarga yu jadi sesuai dengan pesan yu jie dia langsung berbohong.


Sedangkan wanita itu mengeretakan gigi kesal

__ADS_1


' dasar anak tidak berguna ' batinnya


Marah langsung pergi dengan wajah cemberut seperti telah dirampok


__ADS_2