
Li Ruirui yang sedang membuat baju merasakan perasaan cemas dan khwatir
' kenapa ini ' pikirnya merasakan firasat buruk
Semoga yu jie baik-baik saja li Ruirui menatap langit yang telah berubah mendung dia sangat khwatir. Menenangkan diri li Ruirui menghentikan pekerjaan membuat baju dan pergi membantu bibi memasak selesai itu li Ruirui pergi ke kantor pos mengirim surat untuk yu jie dalam surat itu li Ruirui menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam hidupnya dan kedua anaknya.
Dia tidak bisa menahan perasaan rindu bagaimana pun mereka baru berhubungan dan perasaan ini baru saja di mulai.
Keluar dari kantor pos li Ruirui di hentikan oleh wanita yang datang ke rumahnya kemarin.
" awas " kata li Ruirui dengan wajah jelek dia benar-benar tidak suka dengan wanita yang mencoba merebut posisi ibunya
" semua ini karena mu , kau Sama seperti ibu ****** " bentaknya dengan wajah marah
Li Ruirui melirik sekilas penampilan yang sudah berbeda dari kemarin kalo kemarin modia sekarang sedikit biasa-biasa saja.
"Apakah otak mu rusak sehingga kau lupa kau sendiri yang menyebabkan diri mu seperti ini " cibir li Ruirui
Wanita itu memandang wajah li Ruirui dengan tidak suka " kau lihat saja aku akan membuatmu di usir dari rumah itu "
Li Ruirui hanya tersenyum mengabaikan wanita gila itu tapi wanita itu geram saat di abaikan ingin menerkam li Ruirui tapi langsung di hentikan oleh chang Ming
" kakak "
Chang Ming menendang wanita itu dengan keras " kau berani sekali ingin menyakiti adik ku "
" huk ini salahnya dia membuat ku di usir dari rumah li " nada tinggi
Chang Ming mencibir " cih percuma kau wanita tidak tau diri jika bukan karena orang tua mu yang membawa mu dari desa akan kah kau bisa bekerja di kota " kata-kata Chang Ming membuatnya bingung
" apa maksud mu? "
Chang Ming tersenyum menyeramkan " kau itu bukan bagian dari keluarga li kau hanya anak yang di ambil dari desa lihatlah sekarang bahkan mereka pasti menyesal membawa mu pulang "
" tidak kau berbohong " Wanita itu tidak percaya
Chang Ming menatap wanita di depannya dengan jijik " kau bisa bertanya pada semua yang ada di keluarga li mereka semua tau itu , sayang sekali mereka selama ini merawat serigala bermata putih "
Mengenggam tangan li Ruirui membawanya pergi meninggalkan wanita itu yang melolong tidak jelas
Esih ketakutan dengan berkatan Chang Ming benar dia sudah terlalu membanggakan gennya sabagai keluarga li dan terlalu banyak menyinggung orang.
Ketakutan esih pergi ke rumah keluarga li dengan berlari
Semua orang yang melihat seperti melihat orang gila.
Sampai di depan pintu keluarga li esih ragu-ragu mengetuk pintu
Pintu terbuka menunjukkan bibi tertua
Yang membuka pintu esih langsung mengenggam tangannya
" bibi apakah ibu ada biarkan aku bertemu dengannya " bibi tertua mengerutkan kening membenci esih yang semena-mena.
" dia tidak ada pergi lah " bibi tertua mendorong esih dari lenggang nya
Esih tidak percaya melolong memanggil ibu dan ayahnya, semua orang yang berada di dalam langsung keluar memandang esih dengan tidak suka.
" kenapa kau membuat ribut di depan rumah " ibu esih memandang dengan tidak suka
Esih berhenti melolong memandang ibunya " ibu apakah benar aku bukan putri kandung mu "
" kau memang bukan putri ku aku dan suami ku menyesal mengambil mu jika tau kau suka melihat barang-barang li yuri " nadanya menyesal melirik esih jijik
" tidak kah berbohong kan " esih menagis tidak percaya
" cih kenapa kami harus berbohong pada mu " bibi ketiga berbicara dia sudah lama tidak suka dengan esih yang mengambil barang-barang anaknya
" lihatlah gen keluarga li semua tampan dan cantik tidak ada yang seperti mu dan tidak ada dari keluarga li melirik barang nenek li hanya kau " kata-kata paman kedua membuat esih seperti ditusuk ribuan pisau
" paman _ "
"Jangan sebut aku seperti itu dari dulu aku tidak pernah setuju hanya karena ibu dan ayah mu aku diam " paman kedua tidak memberi wajah terhadap esih
Ayah esih bahkan menatap putri yang dia bawa dengan menyesal seharusnya dia mendengar berkataan ibunya .
" pergi dari sini sekarang " ayah esih angkat bicara
__ADS_1
" ayah, ayah kau bukan putri kandung mu tapi aku tetap putri ku kan jangan usir aku ayah " esih ketakutan menagis sedih memohon
" kau memiliki pekerjaan dan asrama jadi sekarang kau tidak perlu ke sini lagi " ibu asih tidak sudi memandang esih apalagi mengingat bahwa dia menginginkan keluarga adik iparnya membayangkan li yuri padanya di menyesal padahal li yuri sudah banyak menolongnya
Mereka mendorong keluar dari rumah li dengan keras langsung menutup pintu
" kakak apa yang harus aku lakukan jika ibu dan ayah marah pada ku dia pasti marah karena aku membawa gadis itu yang ternyata iri pada li yuri padahal dia adalah bibinya "
Keluarga li menghela nafas gusar.
.
.
.
Li Ruirui yang di tarik Chang Ming pulang sedang duduk di sofa menatap kakaknya dengan tatapan menyelidiki
" katakan kapan kakak berada di sana " li Ruirui menyipitkan mata
Chang Ming menelan ludah berbohong " aku tidak sengaja lewat sana "
Li Ruirui menatap dengan tajam merasakan kakaknya berbohong dia tidak melanjuti lagi bangkit ke dapur membantu bibi memasak dari pada menemani Chang Ming.
Butuh sekitar 10 menit li Ruirui memasak makanan.
Baru saja li Ruirui keluar dari dapur dia melihat kakaknya berbicara dengan ayahnya
Eh bukan kah ayah akan pulang sore kenapa sekarang .
" ayah kenapa kau pulang sekarang? " li Ruirui bingung
Ayah rui berdehem mencoba tenang " pabrik sedang tidak ada kegiatan "
Chang Ming menatap ayahnya dengan jijik " ayah kau jangan menipu baru kemarin kau bilang kalau sibuk, cih sudah tua tidak mau mengaku lagi "
Ayah rui memukul bahu Chang Ming " diam "
Li Ruirui tersenyum " ayah/ kakek ayo makan " Li Ruirui mengajak ayah dan kakek nya makan melupakan kakaknya.
Siang hari itu li Ruirui menyajikan sup ikan grucian dengan iga asam manis di tambah jamur goreng
Li Ruirui juga meminta bibi memanggil kedua anak itu, setelah mereka datang li Ruirui mengambilkan potongan ikan ke masing-masing mangkuk putranya.
Semua orang tidak berbicara makan dalam diam, bahkan Chang Ming menundukkan kepala mengubur dirinya dalam mangkuk
Ayah rui menyantap makanan dia iri melihat kedua bocah itu sering menyantap makanan enak yang membangkitkan semangat setiap hari
' cih yu jie lihatlah kau akan menikah dengan putri ku dan menikmati berkah setiap hari ' meringis
Ayah, kakek iri dengan yu jue dan kedua bocah itu .
Selesai makan mereka bersantai di sofa sambil meminun teh herbal yang di beli kakek rui .
Ah teh era ini masih lebih enak.
Uh nikmat
Li Ruirui duduk sambil mendengarkan ayah dan kakek membahas proyek yang akan di lakukan pemerintah untuk menanggulangi desa-desa yang kekurangan makanan .
Mendengar perkataan itu li Ruirui langsung mengingat sesuatu tentang pupuk era sekarang tidak ada pupuk untuk membantu pertumbuhan tanaman.
Baru saja li Ruirui ingin mengatakan idenya tapi langsung tertelan kembali.
Jika ditanya dari mana dia dapat ide apa yang harus dia jawab.memutar otak li Ruirui menemukan cara
Kembali ke kamar li Ruirui masuk ke dalam ruangan
kalau tidak salah ada buku cara menanam tanaman menjelaskan tentang pupuk. Li Ruirui mencari ke setiap laci
" ah ketemu " li Ruirui antusias mengenggam buku itu keluar dari ruangan pergi mencari ayah dan kakeknya untung saja dulu teman gilanya yang suka bertani memberikan ini padanya
Dengan senang hati li Ruirui mencari ayah dan kakeknya melihat mereka masih duduk di sofa
" ayah / kakek " li Ruirui tersenyum manis
"Rui ada apa? " kakek rui mau tidak mau bertanya melihat cucu tersenyum bahagia
__ADS_1
" ini kakek lihat aku punya solusi untuk masalah kakek dan ayah " li Ruirui menyerahkan buku kepada kakek dan ayah rui.
Tentu saja kedua orang itu tersenyum senang melihat li Ruirui perhatian dengan mencoba membantu mereka.
Kakek rui menerima dengan senang hati niat baik cucunya, awalnya kakek rui tidak memiliki harapan banyak tapi setelah dia membaca hingga selesai wajahnya menunjukkan kegembiraan
" ayo cepat kita pergi " kakek rui bangkit dengan tegas
Li Ruirui kaget
" baik " ayah rui tidak tau apa yang terjadi tapi melihat ayahnya sudah berjalan ke pintu mau tidak mau dia menjadi penasaran
" ayah akan kembali dengan cepat " ayah rui membuat janji langsung pergi bersama kakek rui.
Li Ruirui di tinggal sendiri di sana dengan perasaan khawatir, apakah kakek menemukan sesuatu yang salah.li Ruirui yang tidak mau ambil pusing kembali ke kamar membuat baju sambil menunggu kedua anak itu kembali dari jalan-jalan bersama Chang Ming.
.
.
Waktu tak terasa berlalu dan sekarang menunjukkannya sore
Li Ruirui yang sadar belum melihat kedua anak itu sejak pergi dengan kakaknya turun kebawah li Ruirui hanya melihat bibi sedang menata piring di meja
" bibi apakah kakak belum kembali? " li Ruirui bertanya melihat sekeliling
" mereka belum kembali " bibi rui memandang li Ruirui dengan bingung dia merasa li Ruirui bertambah cantik dalam sekejap.
Li Ruirui menatap ke arah pintu bibi yang melihat itu tersenyum lembut " rui mereka pasti sedang berjalan-jalan, mereka akan segera kembali " berkataan bibi membuat li Ruirui menghela nafas
" ayo kita membuat makan malam " bibi li Ruirui tersenyum .
Li Ruirui mengangguk ikut bersama bibi membuat hidangan rumahan. Li Ruirui memasak terong rebus , nasi bubur hati babi, tiram saus asam dan salad timun
Beberapa hidangan membutuhkan minyak yang banyak tapi li Ruirui memutus untuk mengurangi minyak dan menambahkan banyak bumbu.
Selesai li ruirui menyajikan hidangan di atas meja dan bibi membuat 1 hidangan
Lagi. Menata semua di meja li ruirui tinggal menunggu mereka pulang melihat rumah yang luas tapi sepi li ruirui mau tidak mau teringat kenangan dulu saat dia tinggal sendiri di rumah mewah hanya di temanin komik dan novel yang setia.
Mengingat itu li ruirui tertawa lucu membayangkan dirinya terus menunggu kasih sayang ayah laknatnya itu.
Li ruirui duduk di meja makan menunggu semua orang pulang hingga waktu menunjukkan jam 8 malam mereka belum pulang, li ruirui cemberut
Kemana mereka bukankah ayah sudah berjanji li ruirui menundukkan kepala sedih
Bibu yang berada di sebelah li ruirui mau tidak mau kasihan terhadap li ruirui
" nona atau sebaiknya anda makan saja " bibi membujuk karena sudah lewat jam makan malam
" tidak bibi aku tidak nafsu makan aku akan ke atas " li ruirui bangkit kembali ke kamar
Bibi menyaksikan li ruirui seperti itu merasa sedih dan marah ke pada orang-orang itu.
Didalam kamar li ruirui menyelesaikan sisa baju yang belum di buat li ruirui menatap pekerjaan di depannya dengan sendu.
Waktu tak terasa sudah berjalan sangat cepat semua orang pulang pada jam 9 malam melihat sekeliling tidak melihat siapa-siapa.
" bibi dimana li ruirui " chang Ming bertanya
Bibi hanya mendengus kesal tidak menjawab kembali ke kamar.
"...... "
Ayah dan kakek rui juga bingung dengan sifat pelayan lama keluarganya yang menatap tajam
" kakek dimana ibu? " pria kecil itu celingak-celinguk mencari keberadaan ibunya
" kakek tidak tau mungkin dia berada di kamar " ayah rui menjawab kedua anak itu langsung bergegas ingin bertemu dengan ibunnya
Kedua anak itu membuka pintu tapi tidak melihat siapa pun di dalamnya
" mana ibu " miao mencari ke sekitar
Kedua anak itu langsung berlari ke bawah
" kakek / paman ibu tidak ada di kamar " perkataan kedua anak ith membuat ayah rui langsung berdiri pergi mengecek ke kamar li ruirui
__ADS_1
Kedua anak itu berkaca-kaca " kakek buyut " nada sedih karena tidak melihat ibunya