
Li Ruirui duduk di sofa dengan kakeknya memandang dia yang sudah tua tapi tidak terlalu tua, wajahnya saja bisa membuat gadis-gadis menyukainya jika nenek tau apakah dia akan marah
Gen keluarga chang terlalu bagus lihatlah lagi ayahnya seperti pria awal 30 an , kakak pertamanya tinggi , putih, penuh dengan aura misterius, kakak keduanya selalu tersenyum menjadikan pria tampan yang lembut.
Li Ruirui cukup pusing jika ada banyak wanita yang ingin menjadi ibu tiri dan kakak iparnya.
Memikirkan setiap kemungkinan ini li Ruirui merasa dia harus siap siaga.
" kakek apakah hexi sedang di penjara " li Ruirui bertanya
" iya mereka tidak akan bisa keluar dalam waktu yang lama " kakek chang puas
" kakek bagaimana dengan keluarga kelahirannya apakah mereka akan membalas dendam " li Ruirui tidak yakin keluarga Hesti akan tinggal diam saat mengetahui ini.
" tenang saja mereka sudah di atasi " kakek chang tersenyum misterius
" .... "
Kenapa keluarga ini suka sekali misterius sih!
" rui sayang tidurlah dan jangan memikirkan masalah ini " kakek chang mengelus kepala rui sama sekali tidak ingin rui tau lebih jauh
Rui mengangguk tersenyum bangkit kembali ke kamar.
Melirik ke luar lewat jendela li Ruirui merindukan sosok pria yang jarang mengatakan cinta tapi selalu menunjukkannya.
Menguap li Ruirui berbaring di sisi meng entah kapan matanya tertutup.
Dilain tempat di desa tempat li Ruirui menjadi pemuda pelajar seorang gadis terbangun dan mendapati dia telah berpindah tubuh sama seperti li Ruirui.
" sial " gumamnya melihat sekeliling matanya gelap penuh dengan ke tidak sukaan dengan tempatnya bangun
Dalam sekejap dia menyeringai memikirkan dia pasti berpindah sebagai protagonis jadi tentu saja di pasti mendapatkan jari emas. Memikirkan dia akan mendapatkan segalanya dia langsung tersenyum.
" xiaoyi " suara wanita masuk kedalam
Yuhen yang tak sengaja berpindah menjadi xiaoyi memandang wanita yang masuk di adalah ibu dari tubuh ini. Memandang wanita itu xiaoyi mengerutkan kening wanita ini terlalu lemah tidak bisa membantunya pikirnya setelah melihat ingatan pemilik.
" ada apa " nada dingin
Ibu xiaoyi tertegun menatap putrinya entah kenapa dia merasa putri di depannya sangat berbeda. Dia telah berubah
" xiaoyi ibu bawakan makanan " wanita itu cepat menepis keragunya menatap putrinya dengan prihatin meletakkan ubi di meja
" makanlah " ibu xiaoyi keluar dia harus memasak untuk keluarga
Menatap makanan dia mengerutkan kening melirik ke arah ibunya pergi
" cih "
Gruum
Suara perut xiaoyi berbunyi dengan terpaksa dia memakannya . Memikirkan bagaimana mana di bisa berpindah dia kesal
Memikirkan dia tinggal di rumah ini dan menikah di usia ini dia tidak mau. Dia bertekad untuk pergi ke gunung mencari sesuatu yang bagus dia adalah orang yang berpindah bagaimana bisa hidup di tempat kumuh.
Matanya memandang dengan jijik ke segala arah berbaring di kasur dia mual mencium bau busuk dari seprai itu .
Karena ke lelehan xiaoyi langsung tertidur dengan pikiran marah.
.
.
.
Sinar matahari menyinari kamar li Ruirui, bangkit dari kasur li Ruirui melirik kedua putranya masih tidur mau tidak mau menciumnya.
Berjalan pelan-pelan li Ruirui mandi mengenakan pakaian dengan santai di tidak terlalu sibuk hari ini apalagi rumah di desa sudah di kembalikan oleh kakaknya.
Memikirkan lagi dia belum berpamitan kepada semuanya. Apalagi putranya masih sekolah
Memikirkan dengan hati-hati li Ruirui berencana menyekolahkan mereka di kota untung saja ada sekolah di sekitar sini.
__ADS_1
Memikirkan lagi li Ruirui senang.
Melihat kedua anak itu masih belum bangun li Ruirui membangunkan mereka di lembut
" meng / miao bangun " suara lembut li Ruirui seakan menjadi alarm membuat mereka langsung bangun
" hoam ibu peluk " miao dengan manja membuat li Ruirui tersenyum lembut
Memeluk kedua anak itu li Ruirui membawa mereka membersihkan diri.
Turun kebawa li Ruirui melihat semua duduk di sofa dengan berkas di tangan mereka
" ayah / kakek / kakak pagi " suara lembut li Ruirui membuat semua orang tersenyum. Melihat li Ruirui turun mereka senang melihat li Ruirui terlihat bahagia.
" pagi sayang "
" ayah aku ingin ke desa boleh ya " mata li Ruirui penuh dengan harapan ayah rui terdiam tidak bisa menolak permintaan putrinya
" tapi pergi dengan kakak mu "
" iya ayah " li Ruirui senang kedua anak itu juga tidak kalah senang mereka sudah tidak bertemu teman-teman sejak ke kota mereka ingin menceritakannya.
" ibu boleh kah kami ikut " meng berharap
Belum sempat li Ruirui menjawab, miao berkata " ibu boleh ya " dengan mata puppy eyes
Li Ruirui tersenyum " tentu saja kalian boleh ikut "
Keempat orang itu berangkat setelah sarapan dengan mobil dalam mobil dia baru ingat tidak tau pekerjaan kakak pertamanya dan kakak keduanya.
" kakak apakah kau bekerja " suara li Ruirui bertanya dengan penuh ingin tau
Chang Ming memandang li Ruirui dengan lembut walaupun dia sering bertengkar tapi mereka rukun " tentu saja apa kau kira kakak-kakak mu ini pengangguran "
" siapa tau, aku kan tidak tau " li Ruirui dengan jujur menjawab
Chang Ming memukul kepala li Ruirui dengan pelam " dasar bodoh "
Li Ruirui cemberut tidak suka
" iya, kakek buyut dan kakek bilang kalau paman menganggu ibu kami akan melaporkannya " suara susu menatap chang Ming dengan tidak suka
Li Ruirui terkekeh melihat kedua anaknya berdebat dengan kakaknya
Tak di sangka mobil melaju dan telah memasuki pintu desa. Mobil itu langsung menuju rumah kepala desa / kapten produksi
Turun dari mobil kebetulan bibi dahu keluar dari rumah akan ke gunung " bibi dahu " panggil li Ruirui
Memandang li Ruirui bibi dahu tersenyum lembut " kamerad rui kapan kau datang ayo masuk " bibi dahu ramah mengajak li Ruirui masuk kedalam
Duduk di aula bibi dahu memberikan li Ruirui minum dengan tidak sopan li Ruirui minum , semakin sopan semakin asing orang itu.
Merasakan air yang manis mata li Ruirui semakin hangat menatap bibi dahu lihatlah dia bahkan mengeluarkan air gula untuk menjamu tamu
Li Ruirui tersenyum " bibi ini untuk mu " menyerahkan paket yang di bawa.
Bibi dahu melirik paket itu tidak ada keserakahan di matanya " rui kenapa kau membawa barang ke rumah bibi "
Li Ruirui senang melihat bibi tidak terlalu peduli dengan paketnya " bibi kau harus menerimanya ini adalah hati ku "
" terimakasih karena merawat ku dan membiarkan kedua anak ini tinggal dengan ku " li Ruirui tulus berterimakasih.
Bibi dahu tersenyum " dasar anak bodoh kenapa harus minta maaf kau sudah banyak membantu desa ini " bibi dahu semakin memiliki kesan baik kepada li Ruirui .
" bibi " panggil seseorang dari luar
Bibi dahu langsung memiliki kerutan di wajahnya melihat itu li Ruirui bingung.
Bibi dahu keluar dengan tampak tidak suka dengan orang yang datang. Melirik gadis di depannya li Ruirui tidak terlalu peduli
" bibi aku membawakan mu ubi " ucap gadis itu sesekali memandang li Ruirui dengan tidak suka.
Menahan amarahnya dia menyapa li Ruirui.
__ADS_1
" halo kamerad? " nadanya seakan asal
Sebelum li Ruirui menjawab , bibi dahu berkata dengan senyum paksa " xiaoyi kamu tidak perlu membawakan ubi kamu bisa memakannya "
" bibi aku masih punya banyak " ucapnya sok ramah
Li Ruirui memandang gadis didepan dan beralih ke keranjang ubi dapat di lihat ubi itu sudah mulai rusak. Li Ruirui mengerutkan kening apakah ada orang yang membawa makanan rusak ke rumah orang - pikir li Ruirui
Chang Ming memandang adiknya dan melihat tatapan adiknya ke arah keranjang mau tidak mau dia melirik nya, wajahnya juga tampak buruk melihat isi keranjang itu. Memandang gadis di depannya dia langsung menarik adik nya mundur dia merasa gadis di depannya sangat buruk tidak cocok dengan adiknya.
Xiaoyi seakan tidak sadar dengan tatapan sekitar langsung menyerahkan ubi ini ke tangan bibi dahu.
" bibi ini untuk mu jangan menolak "
"..... "
Xiaoyi memandang kearah li Ruirui dengan tidak suka apalagi melihat wajah li Ruirui yang tampak seperti peri dia memerah marah tapi kemudia melihat pria di sampingnya dia langsung jatuh cinta apalagi melihat penampilan pria itu bisa di pastikan bahwa dia pasti sangat berpengaruh .
Seakan merasakan firasat buruk Chang Ming merinding.
Xiaoyi menatap Chang Ming dengan obsesi kemudia beralih ke arah li Ruirui dengan tidak suka kenapa gadis ini bisa bersama pria tampan ini.
' cih ****** ' batinnya.
Memaksakan senyum yang terlihat jelek dia bertanya " kamerad rui siapakah pria di samping mu " Tanyanya malu-malu.
Li Ruirui merinding, apakah wanita ini berniat menjadi kakak iparnya ' tidak akan ' .
" dia adalah kakak ku " li Ruirui membalas dengan tenang.
Xiaoyi langsung tersenyum memandang Chang Ming " kamerad apakah kau punya pasangan? " xiaoyi langsung bertanya.
' apakah wanita ini tidak punya malu ' batin bibi dahu dan li Ruirui sama.
" tidak "
Xiaoyi langsung bersemangat " kamerad nama ku xiaoyi aku tidak punya kekasih umur ku 20 ku rasa kita sangat cocok " nadanya senang
Chang Ming mengerutkan kening tidak suka " maaf walaupun aku tidak punya pasangan tapi aku sudah mempunyai orang yang aku suka "
" kamerad _ "
" xiaoyi jangan memaksa kakak ku dia punya orang yang dia suka " li Ruirui mau tidak langsung menyaut
Xiaoyi menatap li Ruirui dengan tidak suka.
" kamerad rui apakah kau mengatakan sesuatu yang buruk tentang ku sehingga kakak mu tidak mau " xiaoyi menuduh li Ruirui
Li Ruirui mengernyit " kamerad xiaoyi kita tidak saling kenal dan tidak pernah ketemu bagaimana aku bisa berbicara tentang mu "
Bibi dahu yang diam sudah tidak tahan lagi " xiaoyi sebaiknya jaga sikap mu jangan membuat kata-kata buruk di rumah ku " marah
Xiaoyi tertegun menagis dan melirik Chang Ming tapi chang Ming hanya diam menatap gadis di depannya dengan tidak suka.
' kenapa tidak berhasil bukankan kalau aku menangis pria itu akan peduli ' batinnya bodoh.
Li Ruirui meras pusing dan jijik di saat bersamaan
" bibi dahu sebaiknya aku pergi sekarang, lain kali aku akan mengunjungi bibi lagi " li Ruirui tersenyum
" iya sering-sering lah " bibi dahu tersenyum menghela nafas
Li Ruirui dan Chang Ming langsung bergegas pergi dari sana mengabaikan gadis itu yang memanggil Chang Ming bahkan setelah di tampar oleh bibi dahu dia terus berteriak.
' bah sungguh tidak tau malu '
Di dalam mobil li Ruirui melirik kakaknya dengan berat
" kakak sebaiknya kau pakai topeng lihatlah Kupu-kupu dan serangga yang mendekati mu " li Ruirui dengan nada mengeluh
Chang Ming mau tidak mau juga ikut mengeluh dengan penampilan yang memikat gadis seperti itu.
Kedua bocah itu tidak tau apa-apa tapi melihat bibi itu terus mengejar paman mereka juga tidak suka, bibi itu tampak seperti bibi dari nenek jahatnya.
__ADS_1
Memikirkan lagi dia merinding.