
Kembali ke rumah li ruirui serta anak-anak melupakan suasana buruk tadi dan sibuk membantu li ruirui memasak
" ibu harum " miao ngiler meneteskan air liur
Li ruirui terkekeh geli melihat tingkah laku kedua bocah itu.
" kalau kau makan banyak kau tidak akan bisa berlari dengan perut gemuk itu " cibir meng
Miao cemberut " tidak aku tidak gemuk " bantah nya
Langsung menarik baju rui " ibu apa aku gemuk " mata berkaca-kaca
Li ruirui terkekeh
" tidak, tidak gemuk, malah anak ibu sangat kurus " ujarnya
Suasana Miao meningkat " benarkah "
" iya, karena Miao kurus ibu akan memberikan daging tambahan "
Mata Miao berbinar binar tapi kemudia langsung tenang
" ibu aku juga ingin " meng bertingkat genit dengan rui
Li ruirui merasa serangan jantung karena sengatan imut
Mengangguk tanda setuju kedua anak itu gembira
Suasana ceria itu menghiasi rumah berlapis batu ubin itu.
" cih kenapa mereka bisa makan daging terus " geramnya menatap putranya di depannya dengan tidak senang
" liat tetangga kita bisa makan daging setiap hari sedangkan putra ku yang seorang kader tidak bisa makan daging atau biji olahan "
Mendengar omelan ibunya pria itu menundukan kepala
" ibu tidak semudah itu mendapatkan daging di county " ucapnya membela diri
Wanita tua itu merasa putranya berkata benar memang benar daging langka kenapa tetangga bisa makan setiap hari merasa ada yang jangal dia berniat melaporkan hal ini.
Pria itu melihat ibunya melamun langsung makan dengan cepat bahkan menantunya serta anak-anak mempercepat makan mereka . Mereka tidak mau menjadi sasaran omelan dari wanita tua di depannya.
Berbeda di lain tempat zheng yang baru saja pulang ke rumah langsung mendapatkan pukulan dari putranya
" ah sakit "
" dasar wanita tak beruntung kemana saja kau pergi tidak memasak dan membereskan rumah ah " nada pria itu penuh dengan tidak kepuasan terhadap wanita yang dia nikahi .
Zheng mengeretakan gigi menahan marah
" lepas pria berengsek lepasss " teriak Zheng marah
Pria itu yang naik darah melihat wanita tidak tau malu di depannya berani melawan semakin keras memukul
Rumah itu penuh dengan teriakan Zheng hingga tidak terdengar lagi . Sedangkan anak-anak tidak berani keluar saat mengetahui ayah dan ibu tiri sedangkan bertengkar mereka gemeteran duduk di pojok kamar dengan gemeteran . Mengetahui suara yang sudah tidak terdengar mereka lega mengintip dari sela-sela pintu.
Tapi pria itu melihat putrinya langsung memanggil anak itu
" kau kemari "
Dengan gemeteran dia mendekati ayahnya " iya ayah"
" buatkan makanan " perintah
Anak itu mengangguk langsung bergegas ke dapur memasak bubur milt jagung dan ubi bakar
Selesai menyajikan makanan didapur dia langsung memanggil ayahnya untuk makan " ayah makan "
Pria itu duduk disana melihat makanan dia puas melirik putrinya " bawa adik mu dan makanan "
Dengan ragu anak itu bertanya " ayah bagaimana dengan ibu "
Pria itu mengerutkan kening " biarkan dia cepat dan makan " nadanya datar.
Anak itu mengangguk langsung bergegas mengambil adik nya untuk makan sebelum ayahnya kehilangan kesabaran. Melupakan ibu tirinya yang pingsan di tanah.
__ADS_1
Keluarga beranggotakan tiga orang makan dengan lahap mengabaikan seorang yang pingsan itu . Selesai makan semua pergi pria entah kemana,Anak-anak yang ke gunung mencari sayuran liar untuk makan.
Suasana yang sepi itu terdengar lenguhan seseorang
" ah sakit " memegang kepalanya dia melihat sekeliling membayangkan peristiwa dia dipukul dia mengeretakan gigi dengan marah.
" sial pria brangsek " geramnya memegang tangannya berjalan ke dalam kamar tertatih-tatih
Semua ini salah ****** rui itu ' batinnya tetap menyalahkan li ruirui.
Orang yang disalahkan sedang asik bersama anak-anak membuat beberapa hidangan untuk dikirim ke ayah mereka .
" ibu apakah ayah akan suka " miao dengan suara suhu
" tentu saja ayah pasti suka karena ini buatan putranya "
Miao tersenyum memperlihatkan giginya
Meng juga senang tapi dia tidak terlalu memperlihatkannya
Membuat beberapa hidangan dengdeng, ikan kering, kacang li ruirui membuat makanan sekitar 2 tas besar yang siap di kirim besok
Hoam hoam
Milirik kedua anak yang menguap li ruirui langsung menyuruh mereka tidur
Melihat keadaan rumah yang sepi li ruirui kembali ke kamar meletakkan mengoleskan masker wajah ke wajahnya rui tertidur pulas
Perawatan wajah itu penting.
Ah sore berganti malam, malam berganti pagi
Sinar matahari menyambut rui yang baru keluar dari kamar. Mencuci muka, gosok gigi li ruirui pergi ke dapur menyiapkan mie panjang umur dengan daging babi rebus
Ah membayangkannya saja sudah membuat li ruirui ngiler
Walaupun dia tidak boleh makan daging setiap hari tapi jiwa foodies nya membara ingin memakan apalagi era ini makanan semuanya hambar jarang ada yang mengunakan bumbu.
Meletakkan semua makanan meja yang terdiri dari mie, daging babi rebus, telur dan susu yang sangat langka di era ini
" pagi ayo makan " rui tersenyum ingin mencium pipi gembul kedua anaknya
Tidak sia-sia dia membeli banyak daging enak dari eranya.
Miao dan meng melihat serapan langsung ngiler menurut mereka masakan ibu mereka sangat enak lebih enak dari masakan yang ada di restoran negara
Menyajikan untuk kedua anak itu , mereka makan dengan lahap aroma daging itu tentu saja hanya di cium oleh mereka.
Untung saja sebelum masak rui menutup pintu dan jendela agar udara tidak keluar ke luar.
Puas dengan sarapan mereka duduk berstandar di kursi dengan perut buncit
" ibu kau yang terbaik " Miao mengacukan jempol dengan senyum kikuk
Li ruirui tidak dapat menahan tertawa melihat tingkah anak-anaknya.
Walaupun mereka kekenyangan mereka dengan sigap bangun mencuci piring li ruirui tersenyum melihat anak-anaknya yang rajin.
Dia menuangkan teh duduk dibawah pohon sambil membuat syal dan kaos kaki rajutan dengan gambar kartun era modern.
Kedua anak itu keluar dari dapur melihat ibunya sedang sibuk tidak bersik sebaliknya mereka mengambil tugas sekolah dan duduk di dekat li ruirui
Miao yang masih bungsu tidak bisa menahan untuk berseru saat melihat gambar lucu di kos kaki
Matanya penuh dengan berbinar binar
Ibunya sangat hebat bisa segalanya.
Merasakan tatapan li ruirui melihat ke samping dan melihat Miao menatapnya dengan pemujaan
Li ruirui tidak tau harus bereaksi apa saat melihat tatapan anaknya , bingung mau ketawa atau menagis.
Menyelesaikan koas kaki itu li ruirui membagi untuk mereka masing-masing 2 set pasang dengan warna berbeda-beda.
" ibu ini indah " meng berseru senang
__ADS_1
" iya ini indah " Miao juga tak kalah senang
Li ruirui tersenyum melihat itu
Sekarang simpan di lemari dan ibu akan melanjutkan merajut
Kedua anak itu mengangguk pergi ke kamar meninggalkan li ruirui sendiri yang melanjutkan rajutan syalnya.
Li ruirui yang serius merajut gambar bunga di syal dikejutkan ketukan di depan pintu
Tok tok tok
Ketukan pintu sangat keras
Li ruirui mengernyit langsung bergegas membuka pintu
Melihat siapa yang datang dia merasa bingung kenapa wanita tua dari sebelah datang ke pintunya dengan kepala desa.
" kepala desa baik " sapa li ruirui sopan tak lupa nada lembut
Wanita tua itu menyeringai
" kamerad rui maaf mengangguk tapi ada yang melaporkan mu memakan daging setiap hari dan mencoreng sikap positif desa " nada kepala desa tenang
Li ruirui mengangguk mengerti apa yang terjadi pasti wanita tua di belakang kepala desa lah yang melaporkan.
Li ruirui tetap tersenyum sama sekali tidak terganggu
" kepala desa tidak tau siapa yang melapor itu memang benar aku memasak daging kemarin_ " nada li ruirui tenang
Wanita tua itu langsung berteriak " dengar dia memakan daging sungguh perilaku buruk bahkan tidak membagi ke pada orang tua seperti ku "
' perilaku buruk? Berbagi? Apa orang ini sudah tidak waras ' rui mengernyit
" bibi aku memang makan daging tapi itu adalah daging yang aku beli sudah lama, aku memotong kecil-kecil atau membuat dengdeng agar dapat makan lama " nada li ruirui berubah menjadi sedih
Semua orang langsung menatap rui dengan tanda tanya
" kepala desa aku membeli 1 pon daging dan memotong setengah untuk dibuat dengdeng atau aku memotong kecil agar tetap bisa dimakan setiap hari oleh anak-anak itu " ujar li ruirui berbohong tanpa berkedip.
Semua orang langsung berpikir jika itu mereka, mereka juga akan melakukannya itu membantu mereka berhemat apalagi daging adalah barang langkah
Kepala desa mengangguk setuju memandang orang yang melapor dia mengernyit tidak suka, wanita tua yang sangat berhati hitam melihat kembali ke li ruirui dia juga merasa puas seorang lesbian tau cara untuk menghemat di saat kritis.
" cukup, semua sudah jelas sekarang bubar dan kamerad rui sudah cukup menjelaskan " titah kepala desa
Wanita tua itu tidak setuju
" kepala desa walaupun seperti itu dia seharusnya memberi aku daging bukan " ucapnya tak tau malu
Semua orang langsung memandang jijik
" kenapa kamerad rui harus memberikannya " tanya kepala desa dengan wajah yang tidak sedap
Wanita tua itu melihat wajah kepala desa tertegun sebentar tapi memikirkan dia akan mendapatkan daging langsung menepis rasa takutnya
" aku adalah orang yang lebih tua dia seharusnya berbakti memberi daging kepada ku " nada tidak suka saat melihat li ruirui
Kepala desa mengerutkan kening
" bah sungguh tak tau malu , kenapa kamerad rui harus memberikannya padamu daging adalah barang langka wajar untuk menghemat , jika kau ingin makan minta putra mu yang seorang kader membelinya " nada kepala desa marah
Semua orang langsung memarahi wanita itu karena memiliki hati yang hitam dan tidak memiliki perasaan
Mendengar semua cemoohan yang diterima wanita tua itu ketakutan apalagi melihat wajah gelap kepala desa
" cukup bubar, kamerad karena kamu memiliki sikap buruk kamu harus membersihkan kandang babi selama 1 bulan dan poin akan dikurangi 2 poin setiap 1 minggu " nada perintah yang tidak bisa di bantah
Wanita itu mendengar kata-kata kepala desa seakan guntur menghantamnya, hancur semua hancur dia sudah menyinggung kepala desa.
" kepala desa _ " belum sempat selesai sudah di tatap tajam oleh kepala desa
Wanita itu ketakutan pergi dari sana sambil menangis
Melihat semua sudah pergi li ruirui menghela nafas kembali ke dalam mengunci pintu. Dia harus berhati-hati di masa depan sukur dia sudah mengambil hati semua orang dengan kebaikannya.
__ADS_1