
Saat semua orang selesai bekerja mereka pulang dengan kelaparan
Li ruirui menyiapkan makanan dan meminta yu jie tinggal makan malam
Walaupun li ruirui telah menyiapkan banyak hidangan untuk kedua anak itu mereka tetap menunggu makanan yang di buat li ruirui.
" wow ibu baunya harun "
" kalau begitu cepat cuci tangan "
Kedua anak itu hormat ala militer langsung pergi cuci tangan.
Selesai mereka duduk kembali ke meja makan
Memberikan hidangan ke piring li ruirui sudah menjadi rutinitas mereka
Melihat li ruirui makan baru mereka makan.li ruirui cukup senang dengan perilaku mereka
Menyantap dengan nikmat apalagi dimsum yang penuh dengan isian .
sangat enak
" daging enak harum "
Li ruirui tersenyum geli
Sesekali li ruirui memberikan makanan lagi untuk yu jie karena beberapa hari li ruirui sudah melihat kebiasaan makan yu jie yang lebih besar dari dirinya.
Yu jie tersenyum
Mereka kenyang bersandar di kursi
Li ruirui bangkit memberikan meja makan
" ibu biar kami bantu "
" sudah duduk lah "
Ingin membantah li ruirui langsung menolak dengan tegas
Tapi bukan yu jie namanya kalau tidak keras kepala
Di dapur kedua orang itu membersihkan piring
" rui "
Menatap yu jie " iya "
Yu jie memberanikan diri " rui besok aku berencana menemui ayah chang untuk melamar mu "
Li ruirui tertegun
Melihat li ruirui diam yu jie berkata kembali takut li ruirui tidak mau " bagaimana "
" apakah kau serius? "
" iya tentu saja "
Memandang mata yu jie yang penuh tekat li ruirui setuju
Yu jie tersenyum memeluk li ruirui
" apa yang kau lakukan bagaimana jika di liat "
"Biarkan "
Li ruirui tersipu
Melepaskan pelukan yu jie pamit besok dia akan menjemput siang.
Li ruirui mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya li ruirui bangun pagi membersihkan segalanya, menyiapkan makan untuk anak-anak.
Membuat cookies li ruirui membiarkan mereka mengemil dulu untuk mengisi tenaga
Melihat jam sudah 9
Li ruirui mengeluarkan baju untuk kedua anak itu.
" ibu bagaimana penampilan ku "
" kedua anak ibu sangat tampan "
Kedua anak itu tersenyum konyol
Selesai itu li ruirui juga berganti baju berwarna biru yang dia jahit menyisir rambut dengan rapi.
Mengeluarkan parfum dari ruang li ruirui menyemprot sendikit agar harum.
Keluar dari ruangan yu jie dan kedua anak itu sudah menunggunya.
Melihat menatap li ruirui menyentuh wajahnya
" apa ada sesuatu di wajah ku "
Menggeleng kepala " tidak aku berfikir menantu perempuan ku sangat cantik "
__ADS_1
Li ruirui merona
Yu jie membawa mereka pergi dengan mobil.
Li ruirui terkejut melihat barang yang begitu banyak di belakang
" yu jie kenapa kau membeli begitu banyak "
Melihat itu yu jie berkata " tidak itu tidak banyak aku harus memberikan kesan yang baik apalagi aku pernah menikah aku tidak yakin ayah mu mau menerima ku "
Li ruirui terpana cukup tersentuh
Tersenyum " ayah pasti menerimanya ".
Mengangguk menunjukkan tekad
Membawa semuanya kerumah keluarga chang.
Semua sudah menanti
" kakek / paman " yu jie menyapa tertua
Li ruirui langsung berlari ke pelukan ayahnya
" ayah / kakek "
Kedua tertua itu langsung melunak
" putri kecil kau akhirnya kau pulang "
Li ruirui mengangguk tersenyum.
Yu jie duduk disisi lain menatap dengan gugup. Kedua anak itu juga gugup bagaimana ayah mereka tidak bisa membawa pulang ibu mereka.
" kakek / paman ada yang ingin aku katakan "
Kedua tertua itu langsung menatap yu jie. Li ruirui segera duduk dengan patuh di tengah mereka.
Menghirup udara menenangkan kegugupan
" paman aku ingin melamar li ruirui, paman aku tau kau pasti tidak setuju tapi aku berani berjanji akan membuat li ruirui bahagia " jelasnya
Ayah li ruirui dan kakek serta kedua kakaknya menatap yu jie tersenyum
" yu jie kami semua sudah mengenal mu kami senang kau menyukai li ruirui tapi keputusan itu biarkan li ruirui yang mengatakan " ayah rui mempertimbangkan perasaan putrinya
Li ruirui tersenyum bahagia . Ayahnya sangat modern
" ayah aku setuju "
Semua tersenyum bahkan kedua anak itu langsung tersenyum memperlihatkan gigi.
Yu jie senang memberikan hadiah yang dia bawa.
" biarkan tertua dari keluarga mu datang besok siang untuk membahas pernikahan "
Yu jie langsung setuju.
Semua orang setuju tapi ayah rui tidak terlalu senang putrinya baru saja pulang apa kau tidak membiarkan dulu.
Kakek rui menyuruh meninggalkan anak itu dengannya.
Setelah li ruirui dan yu jie pergi kecan kakek rui bertanya bagaimana keseharian li ruirui dan apa kesukaannya.
" kakek, ibu suka membuat kue , ibu juga guru yang sangat baik banyak orang menyukai ibu kemarin ibu juga membantu persalinan menantu bibi wang, ibu sangat keren " puji kedua anak itu
Keluarga chang senang mendengar itu bertanya lagi apa yang disukai li ruirui.
Berbeda dengan yang dibicarakan mereka berkecan
Bahkan yu jie menggandeng tanah li ruirui
Di era ini hubungan intim di zaman modern sangat tahu
" yu jie apa kau tidak malu "
Yu jie tersenyum " tidak aku akan membiarkan mereka melihat bahwa kau punya ku " menyatakan kedaulatan
Dengan malu-malu li ruirui dan yu jie menikmati kencan mereka pergi departemen store, ke restoran negara dan berjalan di danau
Mereka melupakan waktu saat bersama dalam kencan itu perasaan mereka semakin tumbuh
Kembali ke rumah hari sudah malam kedua anak itu baru saja selesai makan malam
" ibu " berteriak menghampiri li ruirui
Mereka menatap ayah mereka " ibu apakah ayah tidak menganggu mu "
Yu jie menaikan alis
Aku merasa aku adalah ayah tiri?
Sabar
Chang tertawa sembunyi-sembunyi
" rui apakah kau akan pulang " ayah rui penuh harapan
Cih budak putri!
Li ruirui memikirkan lagi bahwa universitas akan dibuka sebentar lagi
" ayah biarkan aku menyelesaikan pekerjaan ku di desa "
Ayah rui mengangguk dia cukup bangga putri nya menjadi guru yang dapat mengajar anak-anak dengan baik dan dia tidak ingin memaksanya.
" tapi besok kau harus pulang biarkan ayah mengajak mu jalan " dia cukup tertekan melihat putrinya pasti belum mendapatkan sesuatu yang bagus untuk dirinya .
Li ruirui setuju .
Balik ke rumah yu jie cukup enggan meninggalkan li ruirui
__ADS_1
" rui "
Berbalik melihat yu jie dengan aneh
" ada apa? "
" aku memilih misi besok aku harus pergi "
Mendengar itu li ruirui terdiam
" tapi jangan khawatir aku pergi setelah kedua keluarga menentukan tanggal pertunangan dan pernikahan "
Li ruirui cukup enggan yu jie pergi mereka baru saja memulai hubungan.
Memegang tangan li ruirui menatap dengan sungguh-sungguh
" aku akan kembali segera mungkin "
Li ruirui tau dia adalah tentara dan akan sering keluar tapi dia tidak berfikir akan secepat ini.
Yu jie melihat wanitanya menatap dengan sedih cukup tertekan dia juga tidak ingin meninggal menantunya.
Mengeluarkan sesuatu dari bajunya li ruirui terpana
" li ruirui aku membelikan mu hadiah " menyerahkan kotak jam itu
Li ruirui menerimanya membuka kotaknya dia cukup tersentuh hatinya menghangat dia tau harga jam tangan ini dan masih kualitas impor seharga 500 yuan.
" ini sangat mahal aku tidak bisa menerimanya "
Yu jie tidak mendengar langsung melepaskan jam tangan li ruirui mengantinya dengan yang baru.
Melihat itu yu jie tersenyum
" ini cocok, sangat cantik " pujian yu jie bukan menatap jam itu tapi Wajah li ruirui
Memerah malu
" aku akan segera pulang dan menikahi mu "
Li ruirui akhirnya mengangguk dan tersenyum.
Dengan enggan kedua orang itu perpisahan walaupun mereka sekarang kekasih belum bertunangan.
Era ini hubungan pria dan wanita sangat ketat.
Di era modern semua orang dapat bercium bebas, bergandengan, dan berpelukan tapi jika itu terlihat di era ini itu di anggap tidak tau malu.
Melihat yu jie pergi li ruirui masuk kedalam.
Memeriksa kedua anak itu sudah tidur li ruirui kembali ke kamarnya
Melanjutkan rajutan li ruirui membuat sweater couple untuk dia dan yu jie serta anak-anaknya.
Li ruirui mengerjakan hingga larut malam merasakan ngantuk yang sudah tidak bisa di tahan li ruirui memutuskan melanjutkan besok.
Dia juga harus menyelesaikan baju militer untuk tampil anak anak desa .
Tanpa sadar li ruirui tertidur untung saja di sudah menggunakan krim wajah .
Siapa sih yang tidak ingin cantik.
Pagi hari li ruirui bangun menyiram tanamannya
Tok tok tok
Membuka pintu li ruirui melihat bibi wang
" bibi wang " sapa li ruirui sopan
" kamerad jangan sopan, aku membawakan mu ubi jalar "
Li ruirui tertegun menolak " bibi wang jangan memberikan aku makanan suli lebih membutuhkannya dia kekurangan gizi "
Bibi wang ingin menolak dan tetap menyerahkan ubi jalar itu tapi mengingat menantu keduanya akan kekurangan asi untuk cucunya dia cukup engan
Li ruirui melihat bibi wang sangat menyanyangi menantu dia cukup bahagia jarang era ini Seorang ibu mertua menyanyangi menantunya.
" kamerad aku tidak akan sopan jika kau membutuhkan bantuan bibi akan membantu "
" bibi wang baik " tersenyum lembut
Bibi wang semakin menyukai karakter li ruirui yang berbeda dari beberapa pemuda pelajar lainnya.
Melihat bibi wang pergi li ruirui kembali mengerjakan aktifitas yang tertunda.
Dan untuk kedua anak itu mereka duduk di bawah pohon melanjutkan tugas rumahan karena sebentar lagi akan masuk sekolah.
" ibu lihat lah apakah bagus "
Miao menunjukkan keranjang tenun nya
Li ruirui tersenyum " bagus " karena memang itu bagus
Miao tersenyum menunjukkan gigi
Meng juga tidak mau kalah memperlihatkan vas yang di buat jika di warnain itu akan sangat indah tapi zaman sekarang cat sangat langka.
" saat kita kekota untuk bertemu dengan kakek ibu akan mencarikan cat agar vas meng tambah cantik "
Meng bersemangat
Keluarga yu tidak terlalu bagus setelah di jauhi penduduk desa hidup mereka menjadi susah. Kebencian terhadap gadis ruirui semakin hari semakin besar.
Bahkan ada yang bilang li ruirui dan yu jie telah berhubungan membuat wanita tua itu marah.
Dia menentang hubungan itu tapi tidak berani menghubungi secara langsung. Dia takut yu jie akan membuatnya dipenjara.
Mengeretakam gigi awalnya dia berfikir kamerad ziyu bisa membuat gadis ruirui dalam masalah tapi dia malah mendapatkan masalah.
Sial
__ADS_1
Sungguh sial.