Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 46


__ADS_3

Selama dua hari diperjalanan li Ruirui makan-makan enak tidak seperti penumpang lain yang makan bakpao keras. Li Ruirui semakin bersukur dengan adanya ruang di bisa memberi makan orang-orang tersayangnya di dunia ini. Meng dan miao juga  selama dua hari selalu berperilaku baik dan membuat Ruirui melipat selimut serta meletakkan piring saat akan makan.


Li Ruirui tampak santai kehidupan kecil ini sungguh nikmat. Apalagi Ruirui dapat lihat bagaimana jika dia salah mengasuh anak akan seperti keluarga beranggotakan 4 orang di ranjang atas, ribut entah karena makanan atau hal-hal sepele lainnya.


S


K


I


P


Keesokan harinya  kereta telah tiba di stasiun. Li Ruirui dan doyeng tidak terlalu terburu-buru keluar takut meng dan miao berdesak-desakan.melihat agak sepi li Ruirui dibantu ke dua anaknya serta doyeng turun dari kereta.


" ibu gedong " anak perempuan yang satu gerbong dengan li Ruirui Merengek manja.pria atau tak lain ayahnya berwajah gelap menatap anak-anak dari keluarga lain dewasa dan peka tapi melihat kedua anaknya yang sangat manja.


" apa yang kau katakan ah! Cepat bawa tas mu sendiri, tidak lihat kah ayah dan ibu membawa banyak barang " suara pria itu tinggi membuat kedau anak itu bersembunyi di belakang ibunya.


" apa yang kau lakukan kau membuat takut mereka " wanita itu tidak suka  pria itu menatap istrinya dengan marah langsung melayangkan tamparan


Plakk


" kau menampar ku " wanita itu tidak percaya matanya berkaca-kaca. Pria itu sudah males melihat sifat istrinya


" diam atau aku akan membalikan mu ke keluarga kelahiran mu " pria itu tegas raut wajahnya terlihat siap memukul lagi, wanita itu ketakutan tidak berani membuat masalah lagi.


Pria itu menatap kedua anaknya dengan datar " bawa tas kalian sendiri " perintahnya langsung di anggukan kedua anak itu mereka sangat takut. Melihat itu raut wajah puas terpampang jelas di wajah pria itu.


Sedangkan li Ruirui dan kedua anaknya sudah dalam perjalanan menuju hotel awalnya doyeng memberi ide untuk ke rumah yu jie tapi langsung di tolak dengan sopan oleh li Ruirui walaupun mereka kekasih tapi mereka belum menikah.


Doyeng yang tidak bisa membujuk li Ruirui membantu Ruirui mendaftar. Selesai itu li Ruirui dan doyeng berjanji akan ketemu dalam 1 jam lagi untuk ke rumah sakit melihat yu jie.


Dengan dibantu pelayan li Ruirui masuk kedalam kamar hotel melihat interior li Ruirui tampak frustasi tidak ada barang-barang elektronik lainnya.


" ibu " panggil miao dengan manja " iya sayang " dengan lembut menjawab panggilan putra bungsunya.


" ibu kapan kita bertemu ayah? " memiringkan kepala ke kiri tampak sangat mengemaskan mau tidak mau li Ruirui mencubit pipi chubby miao.


" setelah kita membersihkan diri " masih mencubit pipi miao


" ibu " miao cemberut dia heran kenapa semua sangat ingin mencubit pipi nya Mengosok-gosok pipi yang dicubit. Li Ruirui terkekeh geli melihat itu.


Kemudia beralih ke meng " ayo mandi dulu " ucap li Ruirui membawa kedua anak itu ke kamar mandi. Li Ruirui baru saja menyiapkan handuk mendapati anaknya di pintu dengan ragu-ragu masuk.


" meng mau mandi sendiri apa ibu mandikan " tanya li Ruirui menatap anak tertuanya dengan lembut. Dapat Ruirui lihat meng merona malu " ibu aku sendiri " cicitnya seketika li Ruirui terkekeh mengangguk. meng langsung kabur masuk kekamar mandi tak butuh waktu lama meng keluar beralih ke putra bungsunya " miao mah mandi sendiri apa ibu mandiin " tanya Ruirui sama.


" sama ibu " dengan nada senang .Ruirui mengangguk membawa miao masuk kedalam memandikan dengan lembut takut miao ke gores.


Selesai mandi li Ruirui puas melihat penampilan kedua putranya yang melebihi anak-anak di kota besar.

__ADS_1


" ayo kita makan " ujar li Ruirui menggandeng keduanya tentu saja setelah dia selesai mandi juga.


Ketiga orang itu pergi ke restoran negara, li Ruirui melirik sekilas menu langsung memesan mie, tumis daging kedua anak itu sudah sangat lapar saat makan disajikan di atas meja. Tidak ada yang berbicara saat makan mereka fokus menyantap makanan mengisi perut yang kosong.


" ah " kedua anak itu menepuk-nepuk perutnya. Li Ruirui tersenyum melihat tampilan imut kedua anaknya.


' ah kenapa mereka benar-benar mengemaskan ' batin li Ruirui meronta-ronta.


Duduk sebentar untuk mencerna li Ruirui segera membayar dikasir langsung kembali ke hotel. Di hotel li Ruirui membiarkan kedua anak itu main sambil makanan cemilan di kamar mengakatan dia akan pergi sebentar meminta meng tidak membuka pintu jika tidak dia panggil. Setelah meng membuat janji li Ruirui mengecup pipi kedua anak itu langsung keluar dari hotel.


Li Ruirui berjalan di gang-gang sepi sesuai novel pasti ada pasar gelap disetiap kabupaten dan benar saja ada pasar gelap di sebuah gang tertutup pohon.


Menutup wajah dengan topi jerami li Ruirui mencari gang sepi mengeluarkan keranjang bambu yang terisi buah, sayuran, dan biji-bijian kasar. Tak butuh waktu lama untuk li Ruirui menjual habis dagangan menghitung uang pendapat li Ruirui tampak senang.


Melepaskan penyamarannya li Ruirui mengeluarkan ikan gurcia dari ruang. Kembali ke hotel, li Ruirui tidak kembali ke kamar tapi pergi kedapur hotel.


" maaf kenapa anda disini " seorang wanita pertanyaan dengan sopan kepada li Ruirui. Li Ruirui tersenyum " begini aku mau meminjam dapur untuk memasak " belum sempat dibalas li Ruirui menlanjutkan " aku akan bayar 10 yuan semua bahan milik ku sendiri " tambahnya wanita itu berfikir tidak ada salahnya selama tidak menggunakan bahan hotel dia setuju.


Lega li Ruirui mengunakan dapur hotel memasak sup ikan gurcia dan ikan goreng tentu saja koki di hotel menatap li Ruirui dengan penasaran karena di daerah ini jarang ada daging ( langka) .


Melihat keterampilan memasak li Ruirui master koki di hotel itu terpesona apalagi ikan goreng yang dimasak dengan baik bisa di liat dari warna keemasan ikan itu. Setelah memasukan ke rantang li Ruirui berbalik ingin membayar uang


" kamerad ini uangnya " dengan sopan li Ruirui menyerahkan uang itu, wanita itu langsung mengambil sambil tersenyum.


" kamerad kau memiliki keterampilan yang bagus dalam memasak " puji  koki master itu


" tuan bagaimana bisa keterampilan ku dibandingkan dengan mu " li Ruirui dengan sopan menjawab, mendengar itu koki master itu mengagumi kerendahan hati li Ruirui.


" tuan kalau tidak ada lagi maka aku akan pergi dulu " li Ruirui dengan sopan pamit kembali ke kamar hotel.


Tok tok tok


"Siapa? " suara meng dengan ragu menjawab.


" sayang ini ibu " pintu langsung di buka menampilkan wajah takut meng dan miao. Li Ruirui khawatir " ada apa? "


Miao tidak tahan menangis " ibu hiks tadi ada orang hiks mencoba masuk hiks hiks " keluhnya. Li Ruirui gemeteran ketakutan membayangkan bagaimana jika dia kembali dan tidak menemukan kedua anaknya. Li Ruirui memeluk kedua anak itu " maaf ibu lama, ibu akan membawa kalian lain kali " ujar li Ruirui cemass.


' pasti orang itu akan kembali ' batin li Ruirui menenangkan diri memikirkan sebuah ide.


Sadar dari pikirannya kedua anak itu telah berhenti menangis. Li Ruirui melihat mata merah habis menangis kedua anaknya membuat hatinya sakit.


' liat saja kalah ketemu akan ku bunuh tuh orang ' batin li Ruirui kesal.


" cup cup cup jangan menagis liat apa yang ibu bawa " li Ruirui dengan lembut memperlihatkan ikan gurcia goreng kedua anak itu langsung membulatkan mata kaget " ibu dari mana kau dapat " suara anak itu semangat.


" ibu menemukan seorang nenek-nenek yang menjual ikan saat keluar " jelas li Ruirui bohong tidak mungkin jujur kan.


Kedua anak itu mengangguk percaya dengan mudah, li Ruirui melihat itu merasa bersalah tapi untuk kesejahteraan keluarganya dia menyembunyikan ini.

__ADS_1


Li Ruirui mengeluarkan rantang khusus anak-anaknya, tentu saja mereka tidak bisa menahan diri langsung menyantap dengan lahap. Mereka mengacungkan jempol kepada ibunya karena membuat semua makanan dengan enak.


Li Ruirui juga puas dengan hasilnya. Selesai makan li Ruirui mempersiapkan keperluan yu jie selama di rumah sakit.


Tok tok tok


Suara ketukan menghentikan aktivitas li Ruirui membereskan barang. Membuka pintu ternyata itu doyeng yang datang menjemput li Ruirui pergi ke rumah sakit.


Li Ruirui mengingatkan kedua anak itu memakai sweater karena dingin dengan patuh mereka memakai. Doyeng terpana melihat sweater yang dipakai meng dan miao.


" kakak ipar di mana kau beli? " tanya doyeng sambil berjalan keluar hotel


" paman ibu yang buat " meng dengan bangga memberi tau doyeng li Ruirui terkekeh melihat tingkah lucu. Doyeng terkejut mendengar itu wajahnya murung, li Ruirui sadar dengan raut wajah doyeng berubah " apa kau ingin aku buatkan " tanya li Ruirui


" kakak ipar apakah boleh " doyeng bertanya


" tentu " dengan ramah menjawab.


" kakak ipar terimakasih " doyeng sangat bahagia " apakah ini untuk mu? " li Ruirui mau tidak mau menatap doyeng yang seperti anak kecil. Sadar doyeng merasa malu " kakak ipar bukan untuk ku tapi untuk keponakan ku " doyeng mengaruk kepala yang tidak gatal.


Li Ruirui mengangguk tanpa sadar mereka telah sampai di depan rumah sakit. Masuk kedalam doyeng memimpin mereka ke bangsal yu jie. Saat membuka pintu li Ruirui melihat yu jie berbaring di ranjang di sebelahnya terdapat seorang gadis.


" kamerad yu jie ini aku bawakan makanan "


" tidak butuh "dingin


" kamerad yu jie ayo makan lah " gadis itu dengan lembut ingin menyuapi yu jie tapi yang disuapi tidak berkutik sama sekali


Senyum li Ruirui luntur doyeng melihat itu langsung gelagapan cemas " sauadar yu jie " panggil doyeng menbuat yu jie menatap ke arah doyeng, senyum mekar di wajahnya saat melihat li Ruirui ada di depannya.


" Ruirui " suara bahagia yu jie dapat didengar li Ruirui tapi entah kenapa dia kesal. Membuat muka tidak mau menatap yu jie sadar diabaikan yu jie cemas


" meng / miao suapi ayah kalian " li Ruirui memberikan rantang tentu saja mereka mengangguk senang walaupun agak aneh menurut mereka.


" hmm kamerad myleen sebaiknya anda pergi " doyeng dengan datar mengusir gadis itu. Myleen mengepalkan tangan marah tapi tetap dengan lembut pamit undur diri.


Li Ruirui hanya diam bahkan tidak memandang yu jie. Yu jie takut li Ruirui salah paham mencoba menjelaskan tapi li Ruirui sama sekali tidak mau memandangnya.dengan patuh makan disuapi anaknya tapi dia ingin disuapi kekasihnya, sedih.


Doyeng di pojok tidak mau ikut campur urusan orang didepannya duduk seperti patung.


" doyeng jaga yu jie aku akan kembali nanti " ujar li Ruirui langsung ke luar mengabaikan tatapan sedih yu jie.


' siapa suruh tidak mengusir wanita itu '


Di tinggalkan li Ruirui suasana bangsal tampak suram tapi pecah saat suara polos miao bertanya " ayah kau membuat ibu marah "


" ayah tau " ingin sekali membuat anaknya itu karena polosnya.


' sabar ini anak mu '

__ADS_1


Meng diam-diam tertawa.


__ADS_2