Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 40


__ADS_3

Pergi ke sekolah li Ruirui langsung bergegas ke kantor kepala sekolah. Melihat kepala sekolah sedang duduk li Ruirui langsung menyapanya


" kepala sekolah baik "


Memandang li Ruirui kepala sekolah tersenyum bagaimana pun li Ruirui adalah guru yang sangat Termotvasi. Li Ruirui juga tidak berlama-lama langsung memberi tahu tujuannya meminta surat pemindahan kedua anak-anak itu. Kepala sekolah cukup tertekan tapi melihat kedua anak itu akan sekolah di kota dia senang. Tak butuh waktu lama kepala sekolah mengeluarkan suratnya, kepala sekolah dan li Ruirui berbicara sedikit lebih lama membahas tentang siapa calon yang mengantikannya.


Li Ruirui dengan hati-hati melihat file para pemuda. Menatap dengan Hati-hati li Ruirui tertuju dengan pemuda pelajar bernama xuen dia berasal dari Kyoto ayahnya adalah direktur dari pabrik kain . Memiliki kehidupan yang baik kenapa dia datang ke desa - batin li Ruirui.


Membaca li Ruirui langsung tersenyum menyerah 2 kandidat yang cocok bernama xuen dan sulli mereka sangat cocok apalagi menurut isi buku yang li Ruirui baca kedua orang ini adalah tokoh figuran yang muncul sedikit dua wanita ini yang akan menjadi orang terkenal sebagai penelitian dan dokter terkenal .


Kepala sekolah tersenyum dia yakin dengan pilihan li Ruirui pasti bagus.


Selesai berbincang li Ruirui langsung keluar dari kantor. Melirik anak-anaknya sedang bermain dengan anak-anak lain dia tersenyum.


" rui bagaimana apakah sudah selesai " Chang Ming bertanya


" iya sudah "


" bagus ayo " Chang Ming baru saja akan membukakan pintu masuk untuk li Ruirui


" ****** berhenti kau " teriak wanita tua yang tak lain adalah ibu dari yu jie. Dia bergegas ke arah li Ruirui seperti orang gila langsung di blokir Chang Ming


Memandang wanita di depannya dengan dingin .


" kau minggir aku ada perlu dengan wanita itu " ucapnya garang.


" ..... "


Wanita tua yu benar-benar kesal jika bukan karena warga desa bergosip mengatakan li Ruirui datang dia tidak akan tau melepaskan pekerjaan di ladang di langsung lari ke sekolah


Memandang pria yang tidak menjawabnya dengan kesal dia langsung mencibir


" ****** tetap ****** kau setelah mengoda putra ku sekarang mau bersama pria lain, cih tidak tau malu " wanita itu berbicara dengan keras membuat semuanya memandang ke arah li Ruirui dan Chang Ming


Li Ruirui memandang dengan tidak senang ingin membalas tapi Chang Ming langsung berkata " bibi sebaiknya jaga mulut bau mu itu atau aku akan melaporkan mu karena telah merusak reputasi adik perempuan ku " dengan nada mengancam


" adik perempuan? "


" bah kau pasti berbohong kan " wanita tua itu tidak percaya


" bibi aku tidak peduli kau percaya atau tidak karena kau merusak reputasi adik ku dan aku,kau tau konsekuensi bukan? " nada dingin menempus tulang-tulang wanita itu.


" aku _ "


" diam, siapa pun panggil polisi agar mereka datang "


" biar aku saja " seorang bibi langsung berlari memanggil polisi dia sudah lama tidak suka dengan wanita tua yu


Wanita tua yu ketakutan " tidak aku tidak sengaja ".


Memandang dengan acuh Chang Ming berkata " bibi jika kau  berhasil mengunakan topi hijau pada kami adik ku akan kehilangan reputasi dan aku akan kehilangan pekerjaan kau bahkan tidak bisa mengganti pekerjaan ku "


Mengeraskan hati wanita tua yu bertanya " emang apa pekerjaan mu hingga aku tidak akan bisa menggantinya " nada wanita itu mengejek karena dia pikir pekerjaan pria di depannya pasti hanya seorang pegawait sementara.


" kau tidak pantas tau "


Sebelum wanita tua yu menjawab, polisi datang


" kawan siapa yang meminta polisi datang? "


" aku "


" kawan ada apa ? " dengan acuh acuh


Chang Ming menyerahkan sesuatu membuat kedua orang itu langsung merubah sikap


" maaf Pak kami tidak tau anda adalah seorang penelitian pemerintah "


Chang Ming melambaikan tangan , mulai menceritakan apa yang terjadi kedua orang polisi dengan hormat menjawab akan menangani kasus ini dengan baik . Mereka langsung membawa wanita tua yu


Para hadirin yang menyaksikan terheran dengan sikap hormat polisi itu saat mengatakan penelitian


Apakah penelitian sangat hebat - pikir mereka.


Li Ruirui menghela nafas langsung bergegas kembali ke kota. Bersama dengan Chang dan anak-anak mereka berjalan-jalan di departemen store membeli beberapa wol , baju, sepatu puas mereka pergi ke agen pemasokan li Ruirui yang membeli Chang dan anak-anak tunggu di mobil.


Membeli 1 kati permen sisanya li Ruirui keluarkan dari ruangan tentu saja secara diam-diam.


Chang Ming yang melihat adik perempuannya membeli banyak langsung turun dari mobil membantu membawa barang-barang ke mobil


" kenapa kau membeli begitu banyak "Chang Ming bingung

__ADS_1


"  jangan mengomel seperti ibu-ibu " li Ruirui mencibir


Chang Ming mengerutkan kening  " aku tidak "


" kau seperti ibu mertua yang mengomel saat melihat menantunya menghabiskan uang " mencibir .


".... "


Li Ruirui senang melihat wajah kakaknya yang mengerut.


Masuk kedalam mobil li Ruirui melihat kedua anak itu yang menahan tawa . Bahkan Chang Ming yang masuk langsung membuat kedua anak itu tertawa tak kuat menahan.


" liat " mengeluh


Li Ruirui terkekeh


"..... "


Apakah dia adik ku?


Chang Ming mengeluh sepanjang ****** hingga sampai di rumah.


" ayah, kakek " li Ruirui masuk dengan menggandeng kedua anak itu membiarkan Chang Ming membawa barang-barang.


" apakah ada yang mengganggu mu " ayah rui bertanya dia takut putrinya di ganggu


Belum saja li Ruirui menjawab kedua anak itu langsung berkata " kakek tadi  ibu di ganggu oleh nenek jahat dan bibi gila "


Ayah rui langsung menatap dengan marah


" siapa yang menganggu? Biar kakek membunuh mereka " ayah rui baru saja ingin bangkit Chang Ming sudah masuk


" sudah masuk penjara " Chang Ming enteng langsung membawa barang-barang ke dapur


" penjara? "


Li Ruirui menganggukan menceritakan apa yang terjadi dari gadis itu hingga wanita tua yu. Ayah rui memandang putranya dengan tatapan mengeluh


Kenapa putranya terlalu tampan - pikirnya


Li Ruirui yang kalau tau pikiran ayahnya akan muntah darah kenapa keluarga terlalu narsis.


Memikirkan ibu yu jie ayah rui menghela nafas kasar sepertinya dia harus menekankan masalah ini jika putrinya ingin menikah.


" iya sayang "


" ibu apakah kita akan pindah sekolah " nada miao tidak senang atau tidak sedih


" iya miao dan meng akan sekolah di sekolah baru tempat yang miao dan meng datangi akan banyak sekali teman " li Ruirui menjelaskan setiap pokok yang menyenangkan saja


" ibu benarkah ada ekskul " tanya meng penasaran


" benar sekali,jika meng menyukai suatu ekskul ibu akan mendaftarkannya " li Ruirui tersenyum lembut


Meng melihat ibu seperti di sinar cahaya mau tidak mau langsung bersemangat ingin melihat sekolah barunya


" kalian akan masuk lusa jadi besok kita akan pergi membeli barang-barang keperluan sekolah " li Ruirui tak kalah semangat malah antusias membeli barang-barang bagus untuk anaknya.


Melihat itu kedua anak itu mau tidak mau tertawa melihat tingkah ibunya yang lebih semangat dari mereka.


" ibu seperti bukan kami yang sekolah tapi ibu " meng tertawa


Li Ruirui malu kabur dari sana , li Ruirui yang kabur bergegas ke dapur.


" bibi apa yang akan kau buat " li Ruirui melirik ikan di meja dengan ngiler


Melihat tingkah lucu itu bibi mau tidak mau mencubit bibi cabi itu. " bibi boleh kah aku membuat ikan asin "


" biar bibi yang buat "


" tidak aku ingin membuat sendiri " li Ruirui menatap dengan penuh harapan


Belum bibi menjawab, li Ruirui berkata " ku mohon " menyatukan tangan dengan genit memohon


Bibi tidak tahan dengan tingkah genit itu langsung menyetujui permintaan li Ruirui. Li Ruirui tersenyum seperti memenangkan sesuatu dengan antusias dia membuat asinan ikan dan ayam cemara tidak lupa membuat banyak untuk di kirim ke militer.


" bibi cicip " li Ruirui menyerahkan asinan yang dia buat


Bibi tersenyum mencicipin masakan li Ruirui  " bagaimana apakah enak? " tatapan penasaran


" enak sangat enak " bibi menjawab jujur bahkan dia merasakan akan merebut toples dari tangan li Ruirui sekarang jika tidak menahan diri.

__ADS_1


Dipuji oleh bibi membuat li Ruirui tersenyum menunjukkan lesung pipi yang membuatnya tampak menawan.


Li Ruirui membantu bibi membuat makan siang atau bibi yang membantu li Ruirui membuat makanan yang sangat kaya.


Melihat hidangan iga babi, ikan goreng saus pedas, tiram, sayur tumis goreng , capcay semua orang langsung  ngiler


" ayah / kakek / kakak duduk lah " li Ruirui tidak tahan melihat mereka berdiri diam seperti itu.


Sadar mereka langsung duduk di kursi dengan rasa malu melihat anak anak kecil itu mereka sudah duduk duluan bahkan lebih tenang dari yang lebih tua.


" ibu apakah ibu masak " meng dan miao menatap li Ruirui


" dari mana kalian tau "li Ruirui bingung dia sama sekali tidak mengatakan dia yang masak


Miao dan meng tersenyum, meng berkata " tentu saja masakan ibu akan berbau harum "


"Tidak, sangat harum " miao membenarkan meng


Li Ruirui terkekeh melihat tampilan foodies.


" ayo makan lah dan cicipin  " li Ruirui menatap mereka dengan antusias


Mereka semua langsung penasaran dengan masakan putri / cucu / adik  dengan pelan-pelan mereka mengerjakan sumbit memasukan ke dalam mulut mereka langsung membelalakan mata dengan tidak percaya  , mereka tau putri / cucu / adik perempuan pinter memasak tapi ini sangat enak benar-benar enak.


" rui aku akan memberikan apapaun pada mu tolong masak tiap hari " Chang Ming berbicara dengan mulut penuh


Li Ruirui menatap dengan jijik


" makan dulu sebelum berbicara "


Chang Ming seakan tidak mendengar terus menyantap dengan gembira. Ayah rui menatap putrinya dengan rasa bersalah jika putrinya cepat di temukan akan kah putrinya menderita .


Memakan hidangan putrinya dia tidak bisa menahan air mata.


Li Ruirui ".... "


Kakek rui yang tidak pernah memiliki nafsu makan langsung memiliki nafsu yang besar.


Li Ruirui sangat puas melihat mereka makan.


" ibu enak "


" sangat enak "


Kedua anak itu terus memuji li Ruirui


Walaupun sudah sering di puji tapi li Ruirui akan tetapa malu saat di puji apalagi yang puji adalah anaknya.


" makan yang banyak " li Ruirui menambah beberapa hidangan ke mangkuk ayah / kakek / dan anak-anaknya kalah kakaknya tidak perlu dia sudah langsung menumpuk makanan di makuknya  sendiri.


Li Ruirui menyantap makanan dengan suasan gembira.


Selesai makanan semua Bersandar di meja makan dengan puas apalagi kakak Chang Ming yang makan banyak menyentuh perutnya dengan sangat puas.


Li Ruirui tersenyum membantu bibi merapikam meja.


Puas li Ruirui meminta izin kepada ayahnya untuk keluar.


Pergi keluar li Ruirui pergi perjualan di pasar gelap seperti biasa walaupun kaya tapi itu masih kurang jika ingin hidup enak.


Memikirkan bagaimana cara menunjukkan uang  di depan publik


li Ruirui bingung tapi kali ini li Ruirui hanya berjualan di tiga titik, selesai dia langsung pergi berjalan-jalan tak lupa mampir ke kantor pos mengirim Asinan yang di buat


" kamerad kebetulan ini ada kiriman untuk anda " wanita itu menyerahkan surat ke li Ruirui


Membaca nama pengiriman li Ruirui menujukkan senyum yang indah para pria yang melihat itu mau tidak mau ingin membawa li Ruirui pulang.


" Terimakasih " li Ruirui tulus keluar dari kantor pos


Membuka surat itu terdapat dua lembar yang tertulis membaca surat li Ruirui tekejut dan tersenyum hangat. Memegang tabungan dan uang yu jie li Ruirui merasa hatinya menghangatkan , pada zaman ini jika seorang pria memberikan seluruh tabungan berarti dia ingin gadis itu mengurus keluarganya.


Menatap surat dengan lama li Ruirui melipat surat dengan hati-hati memasukan kedalam kantong.


Entah kenapa suasana hati li Ruirui semakin senang bahkan orang sekitar ikut tertular dengan kebahagiaan li Ruirui.


" cantik "


" peri "


" ah apakah dia  punya kekasih "

__ADS_1


Puji-puji sekitar tapi tidak didengar oleh orang yang di puji karena hati dan pikiran sedang berada di tempat lain.


__ADS_2