Li Ruirui

Li Ruirui
chapter 6


__ADS_3

๐˜“๐˜ช ๐˜™๐˜ถ๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ


ย  ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฆ-๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ป๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ..


๐˜—๐˜ถ๐˜ข๐˜ด ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช , ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ,๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜น๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ดย  ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ..


Li ruirui pergi ke kamar anak-anak membawa baju yang dibuat dan meletakkan dilemari, li ruirui bergegas membangunkan anak-anak itu


" meng Hu , Miao jiang "panggil li ruirui membangunkan mereka dengan penuh kasih sayang


" hmm " lenguh mereka membuka mata dan melihat li ruirui di depan mereka


" ayo bangun " li ruirui membantu mereka bangun


" ibu " panggil meng Hu


Deg deg


' aku mati bahagia sepertinya ' batin li ruirui bersorak-sorai


Li ruirui tersenyum mencium pipi meng Hu


" ayo bangun kalian akan sekolah " li ruirui lembut


Miao jiang yang melihat itu langsung ikut memanggil ibu, li ruirui terkekeh mencium mereka berdua untuk segera bangkit dan bersiap


Dengan semangat mereka bangkit mempersiapkan diri, bahkan saat melihat lemari yang penuh dengan baju baru mereka tampak antusias


" mereka terlihat dewasa tapi sebenarnya masih anak-anak " gumam li ruirui


Li ruirui menunggu mereka di meja makan saat mereka keluar li ruirui merasa ingin mengeluarkan kamera dan memotret mereka.


' li ruirui tenang ' pikir li ruirui berusaha menenangkan diri..


" ibu apakah tidak apa memakai baju ini " Miao jiang tampak ragu


" tidak itu sudah bagus " li ruirui mengacukan jempol


" kalian terlihat tampan " puji li ruirui


Membuat mereka merona


Li ruirui terkekeh geli


" ayo kita makan dulu " li ruirui langsung menyuruh mereka makan


Mereka dengan senyum memakan makanan mereka hingga habis ..


Sehabis itu mereka bertiga berangkat dibawah tatapan warga desa yang akan pergi ke tanah mulai menyapa li ruirui sopan


" kamerand li ruirui selamat pagi "bibi ilxi


" pagi " ramah li ruirui terseyum


" kau liat bagaimana kamerand li ruirui merawat mereka " bisik bibi yang satu


" bukan kah itu bagus, mereka tidak perlu disiksa sampai oleh keluarga kandung " ucap nenek zho


" ya itu benar, apalagi anak ku bilang kamerand li ruirui sangat membantu anak-anak dalam pelajaran dan menceritakan banyak kisah bagus mereka sangat senang " puji bibi cho


" benar anak ku sangat suka cerita itu dan belajar sangat rajin " yang lain berbicara


Gosip tentang li ruirui membuat para wanita didesa memiliki kesana baik apalagi yang anaknya diajar oleh li ruirui..


Yang digosipin malah happy happy aja bahkan saat mengatar mereka ke kelas li ruirui meminta untuk mengikuti pelajaran dengan baik memberi permen ke mereka mencium langsung bergegas ke kelas yang diajar..


Saat masuk anak-anak sudah menunggunya


" pagi anak-anak " ramah li ruirui


" pagi bu guru " anak-anak tersenyum


" sebelum ibu menceritakan kisah ibu akan menjelaskan sebentar ya "

__ADS_1


Semua murid mengangguk mengeluarkan kertas menulis apa yang diajar li ruiruiย  menurut mereka cara mengikuti sangat seru karena banyak gambar serta banyak permainan.


Kelas li ruirui sangat aktif entah itu dari belajar atau kisah yang dia berikan mereka mengikuti dengan antusias


Li ruirui membawakan beberapa cerita seperti : Cinderella, snow white dan putri tertidurย 


" bu guru cinderlla sangat kasihan setelah ayahnya meninggal " seorang anak perempuan sedih


" iya tapi karena dia baik, dia bertemu dengan pangeran dan tinggal di istana besar " li ruirui menjelaskan


" iya itu bagus ingin menjadi cinderlla "


" aku juga "


" aku ingin menjadi putri salju " timbal yang lain


" semua adalah putri kecil bu guru kalian sangat baik dan pinter pasti akan mendapatkan pangeran dimasa depan " li ruirui tersenyum


Bell ( berbunyi menandakan pergantian pelajaran)


" kita kan mulai pelajaran kedua anak-anak "


Semua mengangguk


Li ruirui menlanjutkan denganย  pelajaran Mandarin membaca bait yang bisa mereka gunakan sehari-hari..


" guru ruirui sangat baik ,memberikan kisah yang bagus dan memberikan banyak permainan bagus " bisik yang lain langsung dianggukin


" iya mereka iri karena aku tau banyak permainan " dia tertawa


Li ruirui yang mendengar itu terkiki pelan


Memberikan mereka tugas untuk dirumah langsung pamit undur diri karena li ruirui hanya mengajar 2 jam dilanjutkan dengan guru lain


Keluar dari kelas li ruirui pergi ke ruang guru melihat para guru dengan sopan li ruirui menyapa mereka dan duduk di kursinya


Merilekskan badan li ruirui bangkit lagi dan minta izin ke kepala sekolah untuk pergi karena ada urusan penting.


Li ruirui langsung bergegas pergi kota menuju pasar gelap mengambil barang seperti mie, dan buah li ruirui langsung menjual sambil menyamar..


Dengan langkah ringan li ruirui pergi ke sekolah menjemput anak-anaknya karena ini sudah waktunya untuk pulang.


" ibu " panggil Miao jiang melambaikan tangan


Li ruirui tersenyum


" apa kalian sudah lama menunggu " tanya li ruirui


Mereka menggeleng " kami baru saja pulang " mereka serempak


Li ruirui terkekeh langsung pulang bersama mereka


" bagaimana hari di sekolah " tanya li ruirui penasaran


" sangat seru kami mendapatkan banyak teman " Miao jiang girang meng Hu juga tersenyum li ruirui melihat mereka tertawa dan tersenyum saat menjelaskan langsung bahagia tidak salah kalau dia menyekolahkan mereka.


" ibu " meng Hu menarik tangan li ruirui


Sontak li ruirui melihat meng Hu


" ibu terimakasih " meng Hu memerah


Li ruirui merasa geli dengan mereka langsung mengelus kepala mereka , li ruirui bertekad akan memberikan semua yang mereka mau.


Berjalan sambil bergandengan sesekali bercanda mengoda meng Hu membuat anaknya memerah


" ibu " rengek meng Hu memerah


" aduh apa anak ibu malu padahal ibu ingin melihat menantu ibu " goda li ruirui


" ibu aku masih kecil " meng Hu melotot mata ke Miao jiang yang tertawa semua ini karena mu


Miao jiang yang melihat itu semakin meledek kakaknya karena tadi di sekolah ada yang menyatakan suka ke kakaknya

__ADS_1


Li ruirui terkekeh melihat mereka berdua saling meledek hingga tidak sadar mereka sudah sampai dirumah


" ayo masuk " li ruirui terkekeh langsung masuk


" ya kau " meng Hu berjalan ke arah Miao jiang, Miao jiang yang merasakan alarm darurat langsung lari kedalam


Siapa sangka kecerian mereka diliat oleh ibu kandung mereka


" cih dasar anak tidak tau diri "cibir ibu kandung mereka


Tapi melihat baju baru itu dia langsung tergoda " mereka tidak pantas memakai baju itu keponakan ku lebih cocok " gumamnya licik


Langsung pergi kerumah mertuanya


Disisi lain li ruirui memasak untuk mereka makan dan mengeluarkan kue-kue yang dibuat untuk dimakan mereka


" ibu ini sangat enak " puji Miao jiangย  dengan mulut penuh dan meng Hu mengangguk


" hahah makan yang biar kalian gemuk " li ruirui mencubit bibi mereka


" ibu jangan mencubit pipi ku atau akan melar " Miao jiang memegang pipinya


Li ruirui semakin ketawa dan mengoda putra kecilnya


Setelah memasak li ruirui lanjut menanam bibit buah yang beli kemarin .


" ibu bibit apa ini " tanya meng Hu penasaran


" ini Bibit buah saat dia tumbuh kalian bisa memetiknya " li ruirui Girang


Mereka tampak antusias dan ikut membantu li ruirui menanam sesekali li ruirui mencolek mereka dengan pasir. Rumah itu penuh dengan tawa dan kehangatanย 


Kembali kekamar mereka membersihkan diri masing-masing keluar dari kamar mereka sudah bersih.


" ibu " panggil Miao jiang tampak senang dengan girang dia dan meng Hu mendekati li ruirui


" ibu liat ini " mereka memperlihatkan hasil karya mereka saat disekolah .


" bagus sekali " puji li ruirui tulus karena memang bagus keranjang yang mereka buat dengan hiasan bunga dengan senang hati li ruirui menaruh kedua keranjang bunga itu di kamarnya


Tiba-tiba suara teriakan wanita datang dari rumah


" kamerand li ruirui keluar " teriaknya


Li ruirui dengan tenang keluar melihat wanita tu yu dan ibu kandung kedua anak itu.


" ada apa ini " li ruirui melirik mereka dengan Miao jiang dan meng Hu sembunyi dibelakang li ruirui


Melirik kedua bocah itu wanita tua itu mendengus " ya kamerand li ruirui karena kau merawat anak itu sekarang kau juga harus membelikan baju untuk anak-anak keluarga yu serta memberikan 20 yuan setiap bulan " ucapnya bangga


Li ruirui menatap jijik kemereka


" kenapa aku harus " li ruirui menaikan alis


" karena kau mengambil anak-anak ku " ibu kandung anak-anak itu menatap tidak suka ke li ruirui


" aku bukan menantu keluarga yu sehingga harus membeli kan mereka pakaian dan makanan " li ruirui tegas


" ya wanita yu kamerand li ruirui bukan lah menantu mu kenapa dia harus memberikan mu semua itu " cibir bibi tetangga li ruirui


" cih keluarga yu penuh dengan perut hitam " cibir yang lain membela li ruirui


" kau harus kalau tidak kembalikan cucu ku " wanita tua yu marah


" cih kalau begitu jangan datang pada ku tapi pergilah ke kepala desa " sinis li ruirui


" wanita keluarga yu sungguh berhati buruk "


" kalian harus jauhin anak-anak keluarga yu "


" tidak tau malu "


Wanita tua yu yang melihat banyak orang yang mencibir nya dia merasa sangat marah, sedangkan ibu kandung anak-anak itu memerah marah

__ADS_1


' kalau bukan karena anak-anak kurang ajar itu aku tidak akan malu ' batin ibu kandung anak-anak itu mengutuk



__ADS_2