
Disaat chang Ming mengurus semua keperluan li ruirui kakek feng telah datang ke rumah
" yo pak tua tumben kau memanggil ku apakah kau rindu pada temanmu ini"
Kakek rui menatap saudarš¢ seperjuangan dengan jijik tingkah narsis temannya membuatnya geli
" cih sikap narsis mu tetap saja tidak berubah "
Kakek feng tersenyum " bukan narsis tapi kenyataan "
" bah diam lah aku punya sesuatu untuk dibicarakan "
Kakek feng melihat teman seperjuangan bicara serius langsung mengerti masalah yang ingin dibicarakan pasti serius
" ayah, paman feng sebaiknya kita bicara di tempat lain " ayah rui memberikan usul dia tidak bisa ceroboh saat ini
Kedua orang tua itu langsung mengangguk pergi ke ruang belajar
Rui yang masih tidak tau keseriusan masalah yang menyangkut dirinya sibuk menjelajahi setiap situs berbelanja di ruangannya
Awalnya dia hanya berniat memeriksa anak-anaknya tapi melihat mereka masih tidur rui memutuskan untuk berbelanja sudah lama dia tidak ke ruangan semenjak bertemu dengan keluarga serta memiliki pasangan.
Li ruirui membeli semua kebutuhan Sehari-hari, memikirkan lagi rui berniat membuka toko supermarket atau toko pakaian apalagi melihat fashion era ini membuatnya sakit kepala.
Melihat semua pesanan kain yang ia beli rui tampak eksaitedĀ tapi sayang hanya ada beberapa warna di era ini puas melihat kata barang sedang disiapkan rui keluar dari ruangan bertepatan sebelum kedua anak itu bangun
" ibu " suara susu membuat rui langsung melihat ke arah sumber suara
Menatap kedua anak yang imut itu rui tampak senang
" ada apa "
Miao memeluk rui dengan erat, menggeleng kepala membenamkan diri dalam pelukan rui
Rui merasa hatinya berdetak kencang melihat keimutan anak didepannya mencium kening dan pipi anak itu
" ayo bangun, ibu membuatkan kue untuk anak-anak ibu yang comel ini " nada lembut
Mendegar kata kue miao langsung semangat 45Ā diikuti mata cerah meng
Rui terkekeh melihat anak-anaknya seorang pencinta makanan, membantu kedua anak itu bersiap
Rui langsung turun baru saja mereka akan turun sudah terdengar suara lolongan seseorang menangis
" tuan aku salah tapi aku tidak melakukan apapun " tangisnya
" ayah percayalah ibu tidak mungkin melakukan itu " gadis muda membela ibunya
Rui mengerutkan kening saat melihat hexi dan ibunya menagis dan bersujud di depan ayahnya memohon
' apakah dia melewatkan sesuatu ' pikir Rui Bingung kenapa tiba-tiba begini
Kakek feng yang sadar ada orang lain langsung memindahkan tatapannya ke arah Rui begitu kakek Rui melihat arah tatapan teman seperjuangannya dia langsung tersenyum mengubah sikapnya
" Rui kenarilah sayang " panggilnya
Rui mengangguk berjalan ke arah kakeknya
" kakek ada apa ini? "Tanya bingung dengan nada berbisik
" ayah mu sedang menghukum orang jahat " kakek Rui berbicara dengan nada lembut yang belum pernah di lihat sejak kematian istrinya dan menantunya
Rui mengangguk mengerti
Kakek feng terkejut dengan interaksi teman seperjuangannya
' apakah matahari telah berubah jalur ' batinnya
Seakan melihat isi pikiran kakek feng, kakek Rui langsung menatapnya dengan dingin
"Apa yang kau pikirkan ah "Ā
Kakek feng dengan cepat menggelengkan kepala
" tidak ada sepertinya aku sedang pusing hingga melihat mu tersenyum "
Kakek Rui langsung mengabaikan kakek feng mau tidak mau Rui terkekeh
" gadis kecil siapa namamu " kakek feng bertanya
" kakek nama ku li ruirui " Rui tersenyum lembut
Kakek feng mau tidak mau tertarik dengan Rui yang bisa membuat teman seperjuangannya tersenyum
" jangan berfikir aneh-aneh tentang cucu ku " dengan nada mengancam
Kakek feng yang mendengar kata cucu langsung tertegun
" cucu? " herannya
__ADS_1
Kakek Rui menaikan alis melihat temanya seperti orang bodoh
" iya dia cucu kandung ku adik chang Ming " jelasnya
Kakek feng tidak percaya dengan apa yang dia dengar " apa kau yakin? "
" apa maksud mu " mau tidak mau mengernyit
Kakek feng dengan lugas berbicara " tentu saja liat gadis ini lemah lembut, anggun, dan murah senyum sedangkan kau seperti es batu dingin "
Mau tidak mau Rui terkekeh
Kakek Rui tidak Terima mencegram kerah baju kakek feng " bah pria tua seperti aku terlalu baik pada mu " ucapnya marah
" heheh chang tua aku becanda jangan marah " terkekeh
" kakek jangan marah " Rui melerai
Melepaskan cengkraman kakek Rui memalingkan wajah kezal .
Kakek feng menatap Rui dengan terimakasih
" pria tua jangan lah marah ok aku hanya bercanda "
"Hmm"
" begini saja aku akan memberikan mu anggur bagaimana? "
Kakek Rui sendikit tertarik
Melihat temannya keras kepala tidak mau memaafkannya kakek feng mengeluarkan kartu As
" kalau kau memaafkan ku akan ku berikan apa yang selama ini kau mau "
Kakek Rui langsung menatap kawan lamanya
" kau sudah mengatakannya jangan ingkar "
' oh kalian apa kalian tidak liat ada dua orang masih di debat di depan kalian '
Kedua kakek itu menyelesaikan perdebatan mereka fokus ke awal. Melirik ibu dan anak dengan jijik kakek feng menjadi tidak suka karena orang seperti itu menganggu teman seperjuangannya bahkan kakek Rui tidak kalah jijik dan geli kenapa bisa dia membesarkan serigala bermata putih.
" meng / Miao kalian pergi lah keatas " Rui tidak ingin anaknya mendengar hal-hal tidak baik
Kedua anak itu langsung mengangguk apalagi melihat kakek mereka dengan wajah marah dan dingin menatap kedua wanita didepannya, mereka langsung tau bahwa kedua wanita itu pasti membuat kesalahan .
Oh kalau li ruirui tau pikiran mereka pasti Rui bertepuk tangan anaknya terlalu peka.
Menatap Rui dengan penuh kebencian dan permusuhan bahkan kakek feng dapat melihat itu
" SEMUA INI SALAH MU ****** " teriaknya mengabaikan tatapan ayah dan kakeknya yang dingin
Rui mengernyit bingung , apa yang sudah aku lakukan ?
Apakah wanita ini sudah gila.
" berani sekali kau mengatai putri ku "Ā ayah Rui marah melihat gadis di depannya berani mengatai anaknya
Berbeda dengan hexi yang mendengarkan penekanan pada kata putri ku membuatnya seperti seseorang gila meraung
" AYAH AKU JUGA PUTRI MU " teriaknya
Ayah Rui hanya menatap dengan jijik
" aku bahkan tidak ingin memiliki anak dengan ibu mu yang ****** itu " nada meremahkan
Hexi seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar menatap kedua mata ayahnya yang hanya ada satu kata 'jijik '
Sedih, marah, kesal semua menjadi satu sekarang
Menagis itu lah yang dilakukan hexi
Hesti menatap putri satu-satunya menangis tidak Terima
" TUAN DIA JUGA PUTRI KU DARAH DAGING MU KAU TAU ITU " teriaknya
Menatap jijik ayah Rui bahkan tidak peduli dengan teriakan
" diam, kau adalah orang yang tidak tau malu jika bukan karena istri ku saat ini kau akan di desa bersama seorang yang sudah tua tapi tidak karena istri ku menyelamatkan mu yang di paksa menikah dengannya , bukannya berbuat baik tapi kau malah ikut dalam perencanaan membunuhnya "
Rui tertegun apa yang baru saja dia dengar
menguncang dirinya melirik ke arah ayahnya dia tidak bisa berkata apa-apa dengan apa yang didengar
' apakah aku harus menangis atau bahagia Rui bingung '
" tuan aku menyukaimu mu itu lah sebabnya aku melakukan itu " Hesti mengatakan itu sambil menangis
" cih aku bahkan tidak sudi kau menyentuh ujung sepatu ku " nada dingin ayah Rui menusuk hati Hesti
__ADS_1
Sedih itu lah yang dirasakan Hesti
Sudah bertahun-tahun berusaha tapi kini hanya tatapan menghina dan meremehkan dari orang yang disayang yang dia dapat.
Kemudia menatap putrinya yang berada di sebelahnya dengan linglung
" hexi " cicit ibu Hesti karena dia sama sekali tidak pernah memberi tau putrinya tentang masalah ini.
Hesti ingin menyentuh tangan hexi tapi langsung di tepis dengan kasar
" sial, jadi semua ini salah mu! Mengetahui kau dulu adalah seorang pelayan saja sudah membuat ku malu kini kau juga seorang pembunuh apa kau tidak tau aku tidak akan bisa menikah kalau begini " amukan marah hexi membuat hati Hesti sakit
' apakah ini putri yang dibesarkan dengan penuh cinta '
" hexi "
" BAH JANGAN SENTUH AKU KAU MEMBUATKU MALU DASAR WANITA RENDAHAN " teriaknya
Hati Hesti sakit kini semua orang pergi darinya.
Rui menatap dengan tidak suka orang yang seperti hexi dia harusnya bersukur di cintai oleh ibu yang akan melakukan apa saja demi putrinya
" diam mendengar teriakan kalian membuat aku jijik " nada dinginĀ chang Ming membuat Rui bertepuk tangan dalam hati
" cih wanita tidak tau diri harusnya aku membunuh kalian karena mencoba membunuh putri ku " nada mengejek ayah Rui membuat mereka gemetar
" kenapa ay-ah bisa tau ? " dengan bodohnya hexiĀ bertanya seperti itu
Menatap dengan dingin " tentu saja apa kau pikir aku tidak akan tau siapa yang mencoba untuk membunuh putri ku "
Ayah Rui merasa bersukur untuk saja kakek feng saat selesai berbincang di ruangan kerja dia langsung menelpon pasukannya untuk mencari tau tentang pembunuh itu saat pasukan menyelidiki li ruirui saat kecil dimana tidak sengaja ada juga seseorang yang mencari tau li ruirui dan saat mereka MENGITROGRASĀ mereka ternyata mereka hanya pembunuh yang dibayar oleh kedua wanita itu.
Bah berani sekali ingin membunuh putri ku di rumah ku
" kakek feng kau bisa memasukan mereka ke penjara " nada perintah ayah Rui
" .... "
' ayah dan anak sama saja main perintah-perintah aja '
Kakek feng memberikan kode ke dua tentara di belakangnya untuk membawa kedua wanita ituĀ .
Kedua tentara itu membawa kedua wanita itu dengan jijik bahkan tidak memberikan wajah karena wanita mereka langsung dilempar masuk ke jip langsung ke penjara.
Teriakan kedua wanita itu menghilang dengan suara jip yang telah pergi
Semua orang menghela nafas duduk di sofa memikirkan masih banyak musuh ayah Rui takut putrinya kenapa-napa
' apakah dia harus menikahkan anaknya dengan yu jie agar tetap tinggal di daerah militer? ' fikir ayah Rui
Jika li ruirui bisa melihat pikiran orang dia akan langsung mencium ayahnya karena ingin menikahkannya dengan orang yang dia sukaĀ .
Hening
Hening
Ruangan sunyi itu membuat li ruirui bingung ingin mengatakan apa melihat tampilan setiap orang kuyu
' ibu dari raga ini tolong lakukan sesuatu' batin Rui
Ibu pengurus datang membawakan mereka teh hijau melihat bibi datang dan akan kembali ke dapur li ruirui langsung kabur dengan bibi, dia tidak mau merasakan canggung seperti itu.
" nona "
" ada apa bibi "
" sebaiknya nona ke atas dan temani anak-anak Mungkin mereka ketakukan mendengar teriakan yang terjadi " kata bibi membuat Rui tersadar langsung bergegas lupa dengan bibi pengurus
Masuk ke kamar li ruirui memadang kedua anak itu " sayang apa kalian baik-baik saja " dengan nada cemas
" iya ibu kami baik-baik saja " meng langsung menenangkan ibunya yang cemas
Rui menghela nafas lega
" ibu apakah kedua wanita itu dibawa pergi " tanya Miao
Mengangguk
Kedua anak itu terlihat bahagia ' akhirnya bibi jahat itu pergi ' kedua anak itu bersorak dalam hati
Mau tidak mau li ruirui menepuk jidat melihat raut wajah senang kedua anak itu.
.
.
.
Catatan :Ā selamat menjalankan puasa bagi yang muslim dan selamat pagi bagi non muslim.
__ADS_1
Tetap semangat dan salam hangat dari author :)
Jangan lupa like dan vote serta follow author.