Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 21: Curiga


__ADS_3

🧡🧡🧡


Jika tuhan menakdirkan kita bersama,


maka tak perlu lama menunggu,


karena aku akan menjemputmu~~


🧡🧡🧡


...Selama makan malam berlangsung, Sam terus menatap Nindya dengan sorotan mata yang sulit dimengerti. Seperti yang ia lakukan sekarang. Ia menatap Nindya sembari memikirkan kejadian pagi tadi....


Flash back on:


..."Bunda..." Nindya mengigau, memanggil Bundanya sembari menangis dan menghentak-hentakan tangannya. Sam menggenggam tangan Nindya dan mengusapnya lembut. "Tidak apa-apa," Ucap Sam. Ia berusaha menenangkan Nindya yang masih menangis dalam tidurnya. Ia membelai rambut Nindya dengan lembut. Dan menghapus air matanya yang masih menempel di ujung matanya....


...Sam melihat sesuatu di samping Nindya. Ia memungut barang mungil itu. "Kalung apa ini?" Sam mengernyitkan dahinya. "Kelihatannya sangat mahal, pasti hanya orang tertentu saja yang memiliki kalung ini" Sambungnya. Ia melihat Nindya yang sudah tak lagi mengigau....


...Sam ingat, bahwa Nindya adalah orang yang ditemui Jessiva. Dan karena merasa iba, Jessiva akhirnya memutuskan membawanya tinggal bersamanya....


...Namun, sampai saat ini, Nindya tak pernah sekalipun menceritakan tentang keluarganya pada mereka. Tentang dari mana ia berasal, di mana rumahnya, atau apa pun terkait dirinya. Ia yakin Jessiva juga belum tahu akan identitas temannya itu. Sam menatap Nindya sekali lagi. "Siapa pun kamu, aku harus tau tentangmu. Baiklah. Aku akan bertanya pada Jessiva mengenai hal ini," Sam berujar sendiri....

__ADS_1


...Jessiva kembali dari dapur dan melihat Sam yang sedang duduk di sudut tempat tidur Nindya....


Flash back off


...Semua kejadian itu tanpa sadar menumbuhkan rasa curiga di benak Sam. Nindya kembali melirik Sam yang masih menatapnya sedari tadi. Ia memiringkan kepalanya, heran dengan Sam yang terus-menerus menatapnya. Nindya mengalihkan tatapan ke samping....


"Ada apa ini? kenapa Sam terus menatapku seperti ini? dan aku rasa itu bukan tatapan terpesona" Batin Nindya.


"Hah? apa jangan-jangan ia telah mengetahui identitas ku yang sebenarnya? lalu setelah ini, dia akan memaksa aku mengaku, setelah aku mengaku, Sam akan mengusirku dari sini? oh tidak... membayangkannya saja membuatku takut. Batin Nindya lagi. Ia memejamkan matanya takut.


..."Nindya!" Jessiva menyenggol lengan Nindya yang sedari tadi larut dalam lamunannya....


..."Mm, aku sudah selesai. Aku ke kamar dulu ya. Aku lelah ingin istirahat," Pamit Nindya dan tanpa menunggu jawaban ia berlari menuju kamarnya....


...Jessiva bingung melihatnya. Ia beralih menatap Sam yang tak melepaskan pandangannya dari Nindya....


..."Kalau tau begini, aku tak akan mengajak Sam makan bersama. Toh, gelagat mereka sangat aneh. Dan keadaannya kenapa mesti secanggung ini, sih?" Sesal Jessiva. Ia memejamkan matanya....



...Di kamarnya, Nindya terus memikirkan tatapan Sam untuknya. Karena bagaimanapun, Nindya sedari kecil telah diajarkan tentang bahasa tubuh oleh Bundanya. Dan pastinya, ia dapat membedakan tatapan seseorang padanya. Ia kini sedang duduk di atas tempat tidurnya. Tenggelam dalam pikirannya sendiri....

__ADS_1



"*Apa mungkin benar, Sam telah mengetahui atau mungkin baru sekedar curiga soal identitas ku*?" Batin Nindya dalam hati.



Ia menopang kedua tangannya di dagu. Mencoba meneliti kata-katanya sendiri.



"*Jika benar begitu, apakah sampai saat itu kau masih bersedia menerima ku sebagai temanmu*?"



❤❤❤


Hai semuanya, maaf kalo bab-nya kurang panjang. Soalnya lagi sibuk juga tentang sekolah akhir-akhir ini.


Semoga kalian suka❤❤❤


Happy reading semuanya 😘😘💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2