Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 46: Menyelamatkan Sam


__ADS_3

🧡🧡🧡


Hatiku merasakan sakit yang amat~~


Mengingat dirimu yang dapat kulihat


Namun, tak dapat ku sentuh~~


🧡🧡🧡


...Nindya mengajak Aidah untuk menemaninya keluar Istana hari ini. Karena ia sudah sering keluar Istana, Raja menjadwalkan hari untuk dirinya keluar dari Istana. Nindya membawa sebuah pedang milik Alm. Kakeknya untuk berjaga-jaga....


...Ya, hari ini Nindya berniat mengunjungi Danau. Ia sangat merindukan suasana di sana. Ya, suasana itu juga yang memaksa dirinya mengingat kisah persahabatan yang telah lama pergi....


...Nindya duduk bersimpuh kaki di tepi Danau. Ia menyentuh permukaan air. Memainkan tangannya di sana. Senyuman yang telah lama hilang kini muncul kembali. Ukiran-ukiran senyuman perlahan-lahan muncul di kerutan wajahnya. Hampir satu jam Nindya menghabiskan waktu di sana....


...Setelah dirasa puas, Nindya mengajak Aidah kembali ke Istana. Karena, waktu untuk dirinya berjalan keluar memang tidak terlalu lama. Nindya tersenyum tipis sebelum meninggalkan tempat itu....


...Nindya berjalan melewati pepohonan di belakang gunung. Ia mendengar suara seseorang berteriak. Nindya menarik tangan Aidah bersembunyi. "Sembunyi!" Pintanya. Ia membawa Aidah ke balik daun yang menutupi tubuh mereka. Nindya terkejut melihat Sam. Ia juga melihat seorang pria yang sedang mengincar Sam....

__ADS_1


"Dari mana lagi bandit ini?" Batin Nindya.


...Sam tengah berjuang mati-matian menghindar dari pria tersebut. Nindya mencengkram tangan Aidah. Ia bingung apakah harus menyelamatkan Sam atau tidak. Nindya menunggu sampai Sam menghabisi pria tersebut. Namun, Sam yang terlihat sudah lemah sepertinya hanya bisa menghindar tanpa bisa melakukan penyerangan balik....


...Nindya membelalakkan mata melihat pria itu kini menyerang Sam dengan pisaunya tepat mengarah ke dada alias jantung Sam. Tanpa pikir panjang, Nindya segera mengambil pedang miliknya yang ia bawa untuk berjaga-jaga. Ia melompat menerjang pria itu. Nindya bertarung dengan pria itu dan mengalahkannya dengan mudah. Ia menghunus pria itu menggunakan pedangnya....


...Sam menutup wajah dengan kedua tangannya. Hanya bisa menerima takdir. Ia kemudian terkejut melihat seorang gadis yang menyelamatkannya....


...Nindya berbalik menghadap Sam dengan pedang yang masih ia pegang di tangannya. "Kamu tidak..." Ucapan Nindya terpotong. Ia terkejut lantaran Sam yang tiba-tiba memeluknya....


..."Nindya ke mana saja kamu? Aku merindukanmu." Bisik Sam pelan. Pedang yang digenggam Nindya terjatuh ke tanah. Ia ingin membalas pelukan Sam. Nindya mendekatkan tangannya perlahan. Berniat mendekap tubuh Sam. Namun, Nindya segera tersadar. Bukannya membalas pelukan Sam, Nindya justru melepas pelukannya....


"*Tuan P*utri?" Batin Sam mengulang kata itu.


...Nindya mengangguk. Ia menatap Sam sejenak. "Baiklah. Ayo kita pulang." Ajak Nindya. Ia menarik tangan Aidah. Nindya menghentikan langkahnya sejenak. "Hati-hati." Ucapnya tanpa menoleh....


...****************...


...Sam duduk di sofa rumah Jessiva. Ia masih memikirkan pertemuannya dengan Nindya tadi....

__ADS_1


"Putri? Apa mungkin, dia Putri yang dikabarkan hilang itu?" Batin Sam tak fokus.


...Jessiva menyodorkannya air putih. Sam tersenyum sejenak dan meneguknya cepat. Jessiva mendekat ke arah Sam. "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanyanya. Sam menengok. Ia bingung, apakah harus memberitahu pada Jessiva atau tidak....


...Sam menghela nafas sejenak. "Tadi aku bertemu Nindya." Tuturnya. Jessiva mengerutkan keningnya. "Tapi, dengan tampilan berbeda." Lanjutnya. Jessiva semakin bingung. "Maksudmu?"...


..."Ya, jadi tadi aku hampir dibunuh oleh seseorang. Tapi, tiba-tiba Nindya datang menghampiriku dengan tampilan yang berbeda dari biasanya. Nindya juga dapat mengalahkan pria itu dengan mudah." Jelas Sam panjang lebar. "Lalu?" Tanya Jessiva....


..."Lalu seorang gadis datang menghampirinya dan mengajaknya pergi." Sam melanjutkan penuturannya. "Yang membuatku bingung adalah gadis itu memanggil Nindya dengan panggilan 'Tuan Putri'. "Jelas Sam lagi....


..."Kamu tidak megajak nya ke sini?" Tanya Jessiva. Sam menggeleng. "Tadinya aku ingin mengajaknya untuk bertemu denganmu. Tapi, sepertinya dia buru-buru, Jess." Papar Sam. Jessiva mengangguk. Ia membenamkan kepalanya pada dada Sam. Sam membuka tangannya dan mendekap Jessiva hangat. "Aku rasa dia bukan orang biasa." Duga Sam. Jessiva mengangkat kepalanya. "Maksudmu?" Jessiva kembali mengerutkan keningnya....


..."Aku pikir, dia adalah Putri Raja yang pernah hilang itu. Kamu ingat, saat pengumuman Putri Raja yang telah ditemukan bertepatan dengan hari kepergian Nindya." Tutur Sam....




*❤️❤️❤️*

__ADS_1


__ADS_2