
🧡🧡🧡
Jika aku tahu rindu seberat ini,
maka aku tak akan mencintaimu~~
Jika aku tahu cinta sedalam ini,
maka aku tak akan merindukanmu~~
🧡🧡🧡
...Nindya mengajak Jessiva keluar dari kamar. Jessiva menurut. Mereka duduk di sofa bersama. Nindya mengusap kucing mereka yang diberi nama Pubby, yang sedang tertidur di sofa. Sambil membelai lembut bulu Pubby, Nindya memikirkan sesuatu. Ia beralih menatap Jessiva....
..."Jessiva, siang ini aku ingin keluar berjalan-jalan, boleh, tidak?" Izin Nindya. "Mau ke mana? Mau ku temani?" Tawar Jessiva. Nindya menggeleng. "Tidak usah. Aku ingin pergi sendiri saja," Tolak Nindya. "Mm, baiklah. Tapi jangan lama-lama ya hehe," Jessiva memberi syarat. "Ok," Jawab Nindya singkat....
...Nindya mengambil giok yang digantung di bajunya. Ia mengusap giok itu pelan. "Nindya, giok mu itu bagus. Siapa yang mengukir nya?" Tanya Jessiva penasaran. Nindya menyunggingkan senyumnya. "Giok ini diukir oleh kakekku," Jawab Nindya. "Boleh aku pegang?" Izin Jessiva. "Tentu saja," Nindya menyerahkan giok itu pada Jessiva yang nampak antusias menyentuhnya. "Giok nya bagus ya," Jessiva memuji seraya mengembalikan giok itu lagi pada Nindya....
__ADS_1
...Jessiva mengajak Nindya untuk sarapan. Namun, Nindya menolaknya. "Nanti saja. Kamu duluan saja," Meski heran, Jessiva tetap mengiyakan. Ia memulai sarapan pagi nya sendiri....
...Sementara, Nindya menaruh Pubby di sofa dan ia beranjak ke kamarnya. Nindya mengambil tasnya dan mempersiapkan segala yang ia butuhkan untuk keluar nanti. Kemudian, Nindya segera menyantap sarapan paginya. "Setelah ini, aku ingin memandikan Pubby," Ujar Jessiva. "Aku juga mau memandikannya," Nindya antusias....
...Jessiva dan Nindya memandikan Pubby sambil sesekali melempar canda. Tidak terlalu susah memandikan Pubby. Tak seperti kucing lainnya yang akan terus memberontak bila dimandikan. Hal itu tentu membuat Nindya dan Jessiva senang....
...Usai memandikan Pubby, Nindya mengambil handuk kecil dan memakaikannya pada Pubby....
...Sesekali Nindya mencium dan mencubit Pubby gemas. Ia menaruh Pubby kembali di sofa dan lanjut bermain dengannya. "Hatsyi" Nindya menggosok-gosok hidungnya yang terasa gatal. Jessiva menoleh kaget padanya. "Nindya, ada apa denganmu?" Tanya Jessiva prihatin. Nindya menggeleng dan lanjut bermain dengan Pubby....
...Nindya memilih duduk di sudut ranjangnya. Ia menggeleng beberapa kali mencoba meredakan pusing di kepalanya. Ia mencoba menguatkan diri, namun......
...'Bruk' Nindya ambruk. Ia terbaring lemah. Tak kuat menahan sakit di kepalanya....
...****************...
__ADS_1
...Jessiva yang melihat Nindya terkapar lemah, segera memanggil Sam untuk memeriksanya. Tanpa menunggu lama, Sam datang membawa segala keperluan untuk memeriksa tubuh Nindya. Sementara, Jessiva hanya menunggu sembari meremas jari-jarinya....
..."Dia demam," Ujar Sam. Jessiva melihat Nindya yang masih terbaring lemah. "Benarkah?" Jessiva memastikan. Sam mengangguk. Jessiva melihat Nindya yang menggeliat di ranjangnya. "Ok, mari kita berbincang di luar. Aku takut mengganggu istirahat Nindya," Ajak Jessiva. Sam menyetujui usulnya....
...Sebelum keluar, Jessiva menarik selimut untuk menutupi tubuh Nindya. Setelah itu, Jessiva mengajak Sam keluar. "Mm, terimakasih karena sudah mau ke sini. Maaf merepotkan mu," Ucap Jessiva. Sam melemparkan senyum. "Tidak apa-apa. Aku kan teman kalian. Sudah seharusnya aku peduli pada kalian, kan?" Ucap Sam tulus. Jessiva berdiri berhadapan dengan Sam. Ia membalas senyum Sam dengan lebih manis....
..."Ayo, duduk! Ajaknya. Ia hendak duduk di sofa. Namun, karena tak memperhatikan langkahnya dengan hati-hati, Jessiva tak sengaja membenturkan kakinya di tembok yang membuatnya meringis kesakitan. Sam membantu melihat kaki Jessiva yang tampak membiru. Ia menuntun Jessiva untuk duduk di sofa. Namun, Jessiva menolaknya. "Tidak usah. Aku bisa sendiri," Tolaknya....
...Jessiva melanjutkan langkahnya menghampiri sofa. Namun, akibat rasa nyeri di kakinya, ia hampir terjatuh ke belakang. Namun, Sam dengan sigap menangkap tubuhnya. "Sudah ku bilang, biar ku bantu," Pinta Sam. Sam menuntun Jessiva duduk di sofa. Kali ini, Jessiva tak lagi menolaknya....
...Sam memeriksa kaki Jessiva yang membiru. Ia menyentuh kaki Jessiva perlahan. "Aw, sakit," Jessiva meringis kesakitan. "Tenang, aku akan mencoba memutar nya perlahan. Kamu tidak usah takut. Tidak sakit kok," Terang Sam, mencoba menenangkan Jessiva. ...
...Jessiva mengangguk pasrah. Ia membiarkan Sam memutar pergelangan kakinya. Berkat perkataan Sam, Jessiva sama sekali tak merasa sakit. Ia justru memandangi Sam yang tampak sibuk mengobati kakinya. Tanpa sadar, Jessiva tersenyum melihat perhatian yang diberikan Sam untuknya. Entah kenapa, ia merasa sangat senang diberi perhatian begitu oleh Sam....
__ADS_1
*❤❤❤*