Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 24: Maaf...


__ADS_3

🧡🧡🧡


Tahukah kau,


senja tadi


di lengking jingga kaki langit


telah ku rangkai aksara bertabur rindu hanya untukmu


dan ku titipkan salam terindah,


saat kelebat bayangmu melintas~~


🧡🧡🧡


...Sepeninggal Sam, Nindya terpaku tak bergeming dari tempatnya. Menyesal. Hanya itu kata yang dapat digambarkan dari apa yang ia rasakan saat ini....


...Sudah hampir sepuluh menit Nindya berdiam diri di tempat itu. Tak berniat bergerak sedikitpun. Hingga, ia mendengar sayup-sayup beberapa orang yang sedang berbisik-bisik di dekatnya berdiri....


...Semakin lama, suara itu semakin jelas dan dekat. Hingga, ke-empat orang yang tak ingin ditemuinya, berhasil menangkapnya lagi. Salah satu dari mereka menahan pundaknya....


..."Hahaha, Nona. Lagi-lagi Anda yang kami temui. Apa Nona tidak kapok-kapok?" Ledek Salah satu anggota geng menyebalkan itu....


...Nindya tetap tak bergeming. Namun, saat pria itu hendak membawanya, Nindya baru sadar. Seakan ada angin yang menyenggol dirinya....


...Nindya segera menghajar mereka sebisanya dan lari dari tempat itu. Ia tak tahu ke mana arah ia berlari. Yang pasti ia ingin cepat pergi dari ke-empat pria itu....


...Nindya menengok ke belakang, ke-empat pria itu masih mengejarnya....


"Kompak sekali mereka. Tak pernah berkurang sedikitpun," Batin Nindya.


...Ia terus memaksa kakinya menjauh dari ke-empat pria jahat itu....


...Nindya melihat beberapa meter dari tempatnya, ada sebuah rumah yang berdiri kokoh. Ia berniat masuk ke rumah itu. Tak peduli siapa pemilik rumahnya....


...Nindya berhenti tepat di depan rumah itu. Ke-empat pria itu tak lagi mengejarnya. Nindya tak berniat berlama-lama di situ. Ia takut kalau-kalau ke-empat pria itu bersembunyi dan muncul untuk menangkapnya lagi....


...Nindya mengetuk pintu rumah itu cukup keras. Membuat sang pemilik merasa terganggu dan beranjak membukakan pintu untuknya....


...Saat melihat pintu terbuka, Nindya segera berlari ke dalam rumah tersebut....


..."Nindya!" Seru sang pemilik rumah yang ternyata adalah Sam....

__ADS_1


...Sam heran melihat Nindya yang terlihat tersengal-sengal mengatur nafasnya....


...Nindya tak sanggup berkata-kata lagi. Hingga, ia terjatuh dan tertidur di tangkapan Sam. Sam menaruh Nindya di dada bidang miliknya....


..."Apa kamu tak sanggup berjalan lagi?" Tanya Sam pada Nindya. Nindya sempat membuka matanya dan menggeleng sebentar. Kemudian ia kembali tertidur dalam dekapan Sam....


...Sam membiarkan Nindya tertidur di dalam dekapannya. Ia membenamkan wajahnya pada kepala Nindya yang sudah larut dalam tidurnya....


..."Maaf," Ucapnya pelan. "Aku janji tak akan meninggalkanmu lagi" Lanjutnya. Nindya hanya bergumam-gumam tak jelas....


...Sam menggendong tubuh kecil Nindya menuju kamarnya. Ia meletakkan Nindya di atas tempat tidurnya....


...Sam membelai rambut Nindya dengan lembut. Ia tersenyum melihat wajah lucu Nindya yang sudah terlelap....


...Sam menarik selimut dan menutupi tubuh Nindya menggunakan selimut itu. Ia kembali tersenyum....


"Sepertinya malam ini aku akan tidur di sofa," Batin Sam sembari tersenyum.


...Ia beranjak menuju ruang tamu. Tak lupa menutup pintu kamarnya yang kini ditempati oleh Nindya....


...Sam berbaring di sofa dan mulai mengistirahatkan matanya....


Flashback on


...Ya, ia akui, bahwa dirinya sedikit kelewatan tadi. Bukan apa, hanya saja, Sam merasa kesal karena Nindya seakan tidak mempercayainya dengan menyembunyikan identitasnya....


...Dan, Sam sedikit takut bahwa Nindya adalah orang jahat. Karena kalung miliknya merupakan kalung yang sangat mahal bahkan dengan sekali lihat....


...Ia takut kalau Nindya adalah pencuri handal atau pembunuh bayaran yang mencuri kalung tersebut dari keluarga kaya....


...Ia mengakui bahwa pikirannya memang sangat berlebihan....


...Jadi, sebenarnya siapa yang tidak mempercayai siapa?...


Flashback off


...Nindya terbangun dari tidurnya akibat sinar matahari yang menyilaukan mata. Ia bangkit dari tidur dengan perasaan bingung....


..."Loh, di mana aku?" Nindya membuka pintu kamarnya dan mendapati Sam yang tengah tertidur di sofa....


...Nindya memukul kepalanya berulang kali. Mencoba mengingat kejadian tadi malam. Mengapa ia bisa berada di rumah Sam....


...Karena, merasa tak ada gunanya, Nindya memilih duduk di samping Sam yang masih terbaring. Ia mengusap-usap kepala Sam sambil memainkan rambutnya....

__ADS_1


...Nindya tersenyum lebar melihat wajah tampan Sam saat sedang tertidur....


...Nindya mengehentikan kegiatannya. Ia ingat kejadian di mana Sam mengancamnya semalam. Membuat Nindya bangkit dari duduknya dan menjauh dari Sam....


...Nindya hendak keluar dari rumah Sam. "Nindya!" Seru Sam yang telah terbangun dari tidurnya....


...Nindya membalikkan tubuh perlahan. Ia melihat Sam yang sedang menguap....


..."Maaf," Ucap Sam....


..."Maaf apa?" Sahut Nindya. Sam menatap mata Nindya lekat. Nindya balas menatapnya. Tak berniat menunduk sedikitpun. Sebab, ia ingin mendengar ucapan maaf dari mulut Sam sendiri....


..."Maaf karena telah memperlakukan mu dengan kasar sebelumnya," Lanjut Sam. Nindya memiringkan kepalanya....


...'Sret' Nindya terkejut saat Sam menarik tubuhnya ke pangkuannya. Sam membiarkan Nindya duduk di pangkuannya. Ia menahan tangan Nindya yang berniat menjauh dari tubuhnya....


..."Maaf sekali lagi," Ucapnya lembut di telinga Nindya. Nindya hanya menganggukkan kepalanya....


...Tanpa disadari Nindya, Sam tersenyum melihat pipi Nindya yang merona. Sam membelai rambut Nindya dengan lembut. Nindya memberontak dan berhasil menjauh dari tubuh Sam....


...Nindya mengatur nafasnya sejenak. "Oh iya, bagaimana aku bisa tertidur di sini?" Tanya Nindya akhirnya....


...Sam mengerutkan keningnya. "Kamu tak ingat?" Tanya Sam balik....


...Nindya menggeleng....


..."Ah, tak penting. Oh iya, aku akan pulang sekarang. Takut Jessiva mencari ku," Pamit Nindya....


..."Biar ku antar," Sam hendak berdiri....


..."Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri. Lagi pula pagi-pagi seperti ini jarang ada penjahat," Tolak Nindya seakan bisa menebak alasan Sam mengkhawatirkannya....


..."Baiklah, hati-hati," Ucap Sam sembari melemparkan senyum khasnya....


..."Ok. Aku pergi dulu. Terimakasih atas tumpangannya," Balas Nindya sembari melemparkan senyum manisnya....


...Nindya beranjak keluar dengan berlari kembali ke rumah Jessiva....


...Di belakangnya, Sam tersenyum memandang kepergiannya....



__ADS_1


*❤❤❤*


__ADS_2