Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 41: Gadis sandera


__ADS_3

🧡🧡🧡


Jangan biarkan cinta datang lebih jauh~~


karena sebelum mengenalmu,


aku tak mengerti apa itu cinta?


Namun, jika sekarang aku semakin mencintaimu,


maka aku juga akan mengerti apa itu patah hati~~


🧡🧡🧡


...Nindya membuka mata perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah Raja beserta tabib yang tengah memeriksa kondisinya. Nindya menatap Raja lemas. "Yanda, ada apa denganku?" Nindya melontarkan pertanyaan. Raja menggeleng sembari tersenyum. "Sudah, kamu jangan pikirkan itu." Pintanya....


...Tabib telah selesai memeriksa kondisi Nindya. Ia membungkuk menghadap Raja untuk melapor. "Yang Mulia, bagian leher Tuan Putri terluka dan cukup mengeluarkan banyak darah. Tapi, beruntung lukanya tidak terlalu dalam dan darahnya cepat diberhentikan kerena penanganan yang tepat." Lapor tabib tersebut....


...Raja menghampiri Nindya. Ia duduk di tepi ranjang putrinya. "Nindya, apa yang kamu lakukan sampai bisa melukai diri sendiri?" Raja menginterogasi. "Maafkan Nindya, Yanda." Sesal Nindya. "Yanda, Nindya mau istirahat. Boleh tidak?" Nindya meminta izin. Raja menghela nafas. "Baiklah."...

__ADS_1


...Ia langsung memejamkan mata tanpa memikirkan apa-apa. Raja memerintahkan Aidah dan Tia untuk menjaga dan memperhatikan kesehatan Nindya....


..."Jaga dia! Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi." Pinta Raja. Aidah dan Tia membungkuk formal. Mereka langsung menghampiri Nindya dan menyelimutinya....


...****************...


...Sam dan Jessiva belanja bersama di Pasar....


...Mereka telah memutuskan untuk menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih. "Sam, tunggu! Aku ingin membeli yang itu." Jessiva menunjuk semua lauk-pauk dan barang-barang yang ingin ia beli. Sedangkan Sam hanya mengikuti....


...Jessiva melihat sebuah toko perhiasan dan pernak-pernik. Ia mengambil sebuah kalung. "Wah, bagus sekali kalungnya." Jessiva takjub. Sebuah senyuman terukir di wajahnya. Ia benar-benar takjub akan kalung tersebut. Sam maju dan membayarkan kalung itu untuk Jessiva. Jessiva menatapnya senang. "Terimakasih, sayang." Ujarnya senang. Sam merangkul pundak Jessiva. "Asal kamu senang." Bisiknya lembut membuat Jessiva tersipu....


..."Sudah selesai, kan? Ayo pulang!" Ajak Sam. Jessiva mengangguk dengan wajah yang masih sumringah....


"Melihat kalung itu, aku jadi kepikiran tentang Nindya."


...💌💌💌...


...Nindya berjalan menuju taman Istana seperti biasa. Ia menyipitkan matanya, melihat Aidah dari kejauhan dengan membawa seorang gadis datang menghampirinya. "Tuan Putri!" Aidah membungkuk hormat. Nindya menatap tak mengerti. "Siapa dia?" Tanyanyq mengerutkan kening....

__ADS_1


..."Tuan Putri, dia adalah salah satu orang yang menyiksamu saat aku menemukanmu di Danau itu." Lapor Aidah. Nindya mendekatkan wajahnya. Bermaksud melihat gadis itu lebih jelas. "Oh, itu kamu. Gadis yang waktu itu mengancam ku." Nindya ingat. Ia adalah gadis sandera dari para bandit itu....


..."Iya, itu aku." Jawabnya menantang. Aidah menendang lutut gadis itu. Memaksanya berlutut. "Berani sekali kamu dengan Tuan Putri?" Bentak Aidah. "Aidah, biarkan dia!" Pinta Nindya. Gadis itu terkejut mendengar kata 'Putri'. Ia cepat-cepat membungkuk. "Maaf Tuan Putri, aku tidak tau. Aku bersalah." Sesalnya....


...Nindya tersenyum manis. "Tidak apa-apa." Ucapnya. "Siapa namamu?" Tanya Nindya ingin tahu. Gadis itu mengangkat kepalanya sejenak. "Namaku Risya, Tuan Putri." Ucapnya pelan. Nindya menggenggam tangannya dan menyuruhnya berdiri. Risya tidak bergeming dari tempatnya....


..."Kenapa kamu tidak bangun?" Tanya Nindya. "Aku benar-benar telah bersalah. Aku pikir, aku tidak pantas bahkan hanya sekedar berdiri sejajar denganmu." Ucap Risya. Nindya tersenyum sejenak. "Bangunlah! Aku telah mengampuni mu." Ujar Nindya. Risya bangun dan menghadap Nindya. "Terimakasih, Tuan Putri." Ucapnya. Ia tersenyum miring....


"Mm, jadi dia adalah Tuan Putri. Tidak disangka, dia ternyata sangat naif." Batin Risya.


..."Aku juga bosan dan tidak punya teman di sini. Kamu mau kan, menjadi temanku?" Pinta Nindya. Risya terkejut. "Bagaimana? Mau kan?" Nindya memohon. Risya mengangguk pelan....


..."Ok, kalau begitu, mulai sekarang kamu adalah teman ku. Panggil aku Nindya saja jika tidak ada orang." Pinta Nindya. Risya mengangguk dan tersenyum....


..."Ayo ikut aku ke suatu tempat! Karena kamu adalah teman baruku, aku punya kejutan untukmu....


...Nindya menarik tangan Risya dan membawanya ke suatu tempat....


__ADS_1



*❤️❤️❤️*


__ADS_2