Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 22: Takut


__ADS_3

🧡🧡🧡


Aku adalah aku,


diriku yang mencintaimu


lewat kesederhanaan yang dengan susah payah mengeja rangkaian bait demi bait kata


menjadi syair bermakna,


agar kau dengar riuhnya kalimat rindu


yang tiada henti


bersenandung dalam kalbuku~~


🧡🧡🧡


...Jika dihitung-hitung, ini sudah hampir seminggu Nindya menetap di rumah Jessiva. Sedari tadi ia terus menopang dagunya. Membayangkan tatapan Sam yang sukses membuatnya bergidik....


...Nindya meraba-raba kantongnya. "Di mana kalungku?" Nindya bangkit dari tempat tidurnya. Memeriksa bantal dan selimutnya. Namun, tetap saja ia tak bisa menemukan benda yang dicari....


...Nindya memang membawa kalung pemberian Ayahandanya itu ke manapun ia pergi. Seperti saat ini, Nindya membawa kalung itu saat ia memutuskan keluar dari Istana. Namun, ia tak mengenakan kalung itu. Melainkan selalu menyimpannya di saku baju. Karena, kalung itu hanya satu-satunya di dunia. Sang pengukir, khusus membuatkannya untuk Putri Kerajaan satu-satunya, yaitu, dirinya....


...Ia tak ingin identitasnya diketahui orang yang menemukan kalung miliknya....

__ADS_1


...Nindya panik saat tak bisa menemukan kalung kesayangannya itu. Ia memutuskan mencarinya di seluruh penjuru kamar....


...****************...


...Nindya terduduk di sudut tempat tidurnya seraya memegang kepalanya. Ia belum juga menemukan kalung yang ia cari....


...Nindya memutuskan bertanya pada Jessiva yang terlihat sedang duduk bersantai di sofa. "Jessiva!" Seru Nindya. Jessiva menolehkan kepalanya. "Ya?"...


..."Apa kamu melihat kalungku? aku sudah mencarinya di kamar. Tapi, ku rasa aku tak menemukannya," Jelas Nindya. Jessiva menggeleng. "Ku rasa aku tak melihatnya," Balas Jessiva....


...Nindya teringat akan kejadian tadi malam. Di mana ia disiksa oleh sekelompok orang jahat. Ia pikir, mungkin kalung itu terjatuh saat ia dipukuli sekelompok orang jahat itu....


...Nindya berlari keluar rumah. Ia bertekad mencari kalungnya yang hilang di lokasi saat ia dipukuli orang-orang jahat itu....


..."Nindya! mau ke mana? ini sudah malam," Teriak Jessiva yang memperingatinya. Nindya tak peduli. Ia tetap nekat mencari kalungnya....


Flashback on:


..."Nindya! kemari, nak! ayah punya hadiah untukmu," Pinta Raja pada putri satu-satunya itu....


...Nindya mendekat dan membungkuk. Raja memanggil pelayannya dan memberi titah agar pelayan itu mengeluarkan hadiah yang ia maksud....


...Setelah mengeluarkan benda mungil itu, Raja memberinya pada Nindya. "Terimakasih, Yanda," Ucap Nindya. Matanya berbinar saat menerima hadiah tersebut....


..."Itu adalah kalung pemberian dariku. Anggap saja itu hadiah ulang tahun dariku," Ucap Raja....

__ADS_1


..."Ingat! jaga kalung itu baik-baik dan jangan sampai hilang, kalung itu hanya ada satu di dunia," Raja memberikan peringatan....


...Nindya mengangguk seraya membungkukkan tubuhnya. "Baik, aku janji," Ucap Nindya. Ia membungkukkan tubuhnya sekali lagi....


Flashback off


...Nindya tak henti-hentinya mencari kalung tersebut. Ia menggerutu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aduh, dimana sih kalung itu?" Ujarnya sambil terus mencari kalung tersebut....


..."Siapa itu?" Nindya melihat ke arah tepian sungai. Di sana, ada seseorang yang sedang duduk dan larut dalam pikirannya sendiri....


"Apa dia tidak takut dihajar oleh penjahat?"


Batin Nindya dalam hati.


...Ia menyipitkan matanya. Sampai ia sadar bahwa sosok itu adalah Sam. Ya, pemuda yang baru saja menghabiskan waktu makan malam bersamanya. Nindya takut-takut ingin menghampiri Sam....


..."Sam!" Seru Nindya. Akhirnya, ia memilih menyampingkan firasat buruknya tentang Sam....


...Ia kemudian menghampiri Sam yang terlihat bangkit dari duduknya....


...Nindya berjalan melewati semak-belukar. Dan menghampiri Sam yang masih menunggu di tempatnya berdiri....



__ADS_1


*❤❤❤*


__ADS_2