Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 53: Kematian Tia


__ADS_3

🧡🧡🧡


Cinta terasa menyakitkan saat ia mengubah kita~~


🧡🧡🧡


...Nindya menuju kediaman Selir Greeta. Sekali lagi, ia menguping pembicaraan Selir Greeta. Nindya tak berniat membalas dendam hari ini. Namun, mendengar percakapan Selir Greeta membuatnya geram....


..."Aku sedikit risih karena anak itu tidak memiliki sifat seperti ibu nya. Ibunya lembut sedangkan dia memiliki sifat berbuat semaunya." Tutur Selir Greeta. "Aku heran, apa Requelle tidak pernah mendidiknya dengan baik?" Ledek Selir Greeta....


...Nindya mengepalkan tangannya. Ia tidak peduli. Ia menerobos masuk ke dalam kediaman Selir Greeta. Selir kejam itu tampak terkejut melihat keberadaanya. "Tuan Putri, kenapa kamu ke sini tiba-tiba? Apa ada yang bisa Bibi bantu?" Selir Greeta bertanya dengan lembut seperti biasa....

__ADS_1


...Nindya membuang muka muak. "Aku sudah tau semuanya." Aku nya dengan tangan mengepal. "Tau apa?" Selir Greeta masih mencoba bersandiwara. Nindya memasang wajah datar. "Ah ya, kamu benar. Sayangnya, tidak ada yang bisa kamu lakukan ya." Selir Greeta akhirnya mengaku dengan nada mengancam....


..."Sayang, kamu tidak mudah dihasut seperti Ibunda mu. Jadi, aku harus bersusah payah menyingkirkan mu." Ledeknya lagi. Nindya mengarahkan pedangnya pada Selir Greeta. "Sekali lagi kamu bicara tentang Bunda, aku bersumpah akan menebas lehermu." Ancam Nindya. Dia sudah tidak peduli dengan sopan santun dan tata krama apapun itu....


..."Oh, aku takut sekali." Selir Greeta memasang wajah pura-pura takut. "Apa yang bisa kamu lakukan? Kamu tidak bisa membunuhku karena aku adalah Selir Raja. Dan kalau kamu lupa, aku juga mempunyai seorang Putri. Yang Mulia tidak akan melepaskan mu jika kamu berani menyakitiku." Sombongnya. "Oh iya, satu lagi. Aku pastikan, Putriku akan mewarisi tahta. Aku tidak sabar menunggu Ayahanda mu mati. Agar Putriku bisa menaiki tahta." Nindya mengepalkan tangannya kuat-kuat....


..."Kamu mau tau, bagaimana ekspresi Bunda mu saat tangan pelayan ku membunuhnya?" Selir Greeta tidak menyelesaikan kata-katanya. Nindya bergerak dengan cepat dan menusuk dadanya. Ia sudah tidak bisa menahan emosi meluap-luap yang sedari tadi ditahannya....


...Nindya terus berlari. Hingga, Aidah dan Tia datang membawanya lari bersama. "Tuan Putri, ikut kami!" Pinta Aidah dan Tia. Nindya mengikuti arahan mereka. Ia melihat di belakang, banyak sekali pengawal yang tampak sedang mengejarnya. Aidah berhenti berlari. Sedangkan Tia tetap membawa Nindya berlari. "Pergilah! Aku akan mengalihkan perhatian mereka." Pinta Aidah. Ia berbalik dan menghalangi para pengawal itu. Setalah itu, Nindya tak lagi melihat apa yang terjadi antara Aidah dan para pengawal tersebut....


...Nindya dan Tia akan berlari keluar dari Kerajaan. Mereka bertemu dengan pengawal yang menghadang langkah mereka. "Tuan Putri, mundur!" Tia mendorong Nindya. Ia bertarung dan menghalangi pengawal itu untuk menangkap Nindya. Pada akhirnya pengawal itu tumbang. Bersamaan dengan tusukan di dada Tia. Cuss Tia tumbang. Ia terjatuh di atas tanah....

__ADS_1


...Nindya memangku kepala Tia. "Tia, kamu tidak apa-apa?" Tanyanya khawatir. "Maaf telah membuatmu terluka karenaku." Ucap Nindya. Ia mulai meneteskan air mata. "Tuan Putri, terimakasih karena telah menjadi Nona yang baik untukku. Mungkin, ini adalah hal terakhir yang bisa aku lakukan untukmu. Aku selalu berharap agar aku, Tuan Putri, dan Aidah akan selalu bersama. Tuan Putri, jaga dirimu baik-baik. Aku pernah berharap, kalau aku bisa menjadi adikmu." Tia menghembuskan nafas terakhirnya....


...Nindya terisak mengingat kenangannya bersama Tia....


...Tiba-tiba, Aidah datang menghampirinya. Ia terkejut melihat temannya Tia tergeletak tak berdaya di pangkuan Nindya. Aidah buru-buru melepaskan pakaian luarnya untuk menutupi jasad Tia. Aidah meneteskan air mata sejenak. Ia lalu, mendengar tak jauh dari situ, suara-suara para pengawal kembali terdengar. Aidah menarik Nindya dan membawanya pergi....


...Nindya tampak lemas menghadapi masalah ini. Ia tak lagi memiliki semangat hidup. Ia berlari dengan gontai bersama Aidah....


❤️❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2