
🧡🧡🧡
Di binar matanya,
ada rindu membayang,
menepikan galau yang tersisa
tak peduli kau ada di mana~~
aku hanya tahu bahwa,
ada rindu yang ku jaga untukmu~~
🧡🧡🧡
..."Sam!" Seru Nindya. Akhirnya, ia memilih menyampingkan firasat buruknya tentang Sam....
...Ia kemudian menghampiri Sam yang terlihat bangkit dari duduknya....
__ADS_1
...Nindya berjalan melewati semak-belukar. Dan menghampiri Sam yang masih menunggu di tempatnya berdiri....
..."Nindya! kenapa kamu bisa di sini?" Sahut Sam saat Nindya sudah benar-benar berdiri di hadapannya. "Mm, aku sedang mencari kalung ku yang hilang," Aku Nindya. "Tadi, saat di kamar aku mencarinya. Tapi karena tidak ada, ku pikir mungkin jatuh saat aku bertemu beberapa orang jahat kemarin. Dan saat aku sedang mencarinya, aku ketemu kamu di sini," Jelas Nindya panjang lebar....
..."Maksud kamu ini?" Sam mengacungkan sebuah kalung di depan mata Nindya. "Loh, iya itu kalungku. Bagaimana bisa ada denganmu?" Nindya berniat mengambil kalung itu dari genggaman Sam. Namun, Sam menjauhkan kalung itu dari gapaian Nindya. Membuat Nindya mengerutkan keningnya....
..."Jadi benar ini kalung mu?" Tanya Sam memastikan. "Ya, memang ada apa?" Nindya balik bertanya. "Tidak apa-apa, aku hanya memastikan," Ujar Sam. Ia menyerahkan kalung itu pada Nindya. Nindya menerimanya dengan sumringah. Senang kalungnya telah kembali....
..."Sebelum itu, aku ingin bertanya satu hal padamu," Sahut Sam. Sambil menatap lurus pada Nindya. Nindya balas menatapnya dengan mengerutkan keningnya. "I... Iya, silahkan tanya saja. Tapi jangan lama-lama. Karena aku ingin segera pulang," Balas Nindya....
..."Pulang yang kamu maksud itu pulang ke rumah yang mana?" Balas Sam dengan gaya angkuh. Nindya semakin memperdalam tatapannya. "Nindya, aku hanya ingin bertanya. Jawab dengan jujur ya?" Izin Sam. Nindya menganggukkan kepalanya....
..."Aku..." Nindya tak melanjutkan ucapannya. "Untuk apa sih, kamu bertanya?" Nindya balik bertanya. "Tidak. Kita kan sudah berteman baik. Tidak ada salahnya kan, kalau aku mengetahui dari mana kamu berasal?" Balas Sam terdengar menekan....
...Nindya bungkam. Ia tak tahu harus menjawab apa. Ingin berbohong pada Sam pun rasanya ia tak tega. Namun, memberitahu kebenarannya juga ia belum siap. Karena, seorang bangsawan yang keluar dari Istana, tidak boleh memberitahu identitasnya pada siapapun....
...Nindya menatap Sam yang sedang menunggu jawabannya....
..."Kamu tidak perlu tahu dari mana aku berasal. Yang pasti aku orang baik. Dan tak ada niat sedikitpun ingin mencelakai kalian," Ucap Nindya. "Aku tau kamu tidak akan melukai kami berdua. Tapi aku hanya penasaran dari mana kamu berasal," Jelas Sam....
__ADS_1
...Nindya menggeleng. "Tidak bisa," Ucapnya. "Hahaha," Sam tertawa lagi. "Kamu benar tidak ingin memberitahu dari mana kamu berasal? Nindya, aku hanya ingin tahu. Bukan sedang mengancam mu," Terang Sam....
...Nindya terdiam. Ia tak tahu harus bereaksi apa. Sam menyerah menunggu jawaban dari Nindya. "Baiklah. Kalau begitu jangan salahkan aku menganggap mu siapa," Ujar Sam akhirnya. "Kamu tidak perlu memberi tahu dari mana kamu berasal, karena aku akan menyelidikinya mulai sekarang," ...
..."Oh iya, satu lagi. Aku tidak akan memaafkan mu jika kamu berbuat jahat pada Jess," Ancam Sam mulai melangkah pergi....
..."Sam! aku janji hingga waktunya tiba, aku pasti akan memberi tahu dari mana aku berasal. Tapi percayalah! tak ada satupun niatku untuk menyakiti kalian," Nindya memohon. Ia refleks menyentuh tangan Sam. "Terserah apa katamu," Sam menepis tangannya dari Nindya. Kemudian berlalu pergi meninggalkannya sendirian di tempat itu....
...Nindya terpaku. Tak menyangka dengan ucapan dan prasangka Sam tentangnya....
...Padahal hanya tentang dari mana dirinya berasal, Sam sampai segitu curiga padanya....
...Sementara itu, hari sudah semakin larut. Sam tak sadar, bahwa jika ia meninggalkan Nindya sendirian, maka Nindya akan kembali dikejar atau mungkin disiksa oleh sekelompok orang jahat itu lagi....
*❤❤❤*
__ADS_1