
๐งก๐งก๐งก
Bagian tersulit dari mencintai seseorang adalah,
menunggu ia membalas cintamu~~
๐งก๐งก๐งก
...Nindya berjalan lurus menuju kamarnya. Ia masih terpikir tentang pertemuannya dengan Sam. Ia segera menggeleng. Ia memilih untuk tidak memikirkan hal itu....
...Tia datang menghampiri Nindya. Ia membisikkan sesuatu padanya....
..."Selir Ren Ai sudah kembali." Bisik nya pelan. Nindya membulatkan matanya. Ia tersenyum sekilas....
..."Aku sudah punya rencana." Ujar Nindya mantap....
...๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ...
__ADS_1
...Nindya membuka lemari besar yang terletak di sudut kamarnya. Ia meraba-raba permukaan lemari tersebut. Nindya tersenyum sekilas sembari memegang benda mungil yang sedari tadi ia cari....
...Nindya menggerakkan tangannya membersihkan debu yang menempel pada benda yang sedang digenggamnya. Nindya membulatkan mata....
"Kali ini, sepertinya harus benar-benar hati-hati."
...Seulas senyum simpul terurai di bibirnya....
...Nindya berjalan mengendap-endap. Ia bersembunyi di balik pohon. Ia menatap kediaman di depannya yang penuh dengan beberapa penjaga. Nindya memasang penutup wajah yang ia pakai untuk penyamaran....
..."Ren Ai, kematian menjemputmu." Sahut Nindya penuh tekad. Ia menghampiri kediaman Selir Ren Ai. Ia berjalan memutar ke belakang agar tidak tertangkap basah oleh prajurit penjaga. "Kamu siapa? Ada keperluan apa datang ke sini?" Hadang dua orang penjaga yang pastinya tidak mengenali Nindya yang memakai penutup wajah....
...Nindya mendekati Selir cantik tersebut dan menyibakkan rambutnya. "Sayangnya, malam ini akan menjadi malam terakhir." Ucapnya dengan senyum seringainya. Nindya mengeluarkan belati peninggalan kakeknya....
...~~~...
..."Tuan Putri, dari mana? Kami bingung mencari keberadaan Anda." Tia dan Aidah dengan panik menghampiri Nindya. Nindya melepaskan pakaian luar yang ia pakai untuk beraksi tadi. Ia menggeleng singkat. "Tadi ada keperluan." Jawabnya singkat. Aidah mengambil pakaian luar milik Nindya dan membereskannya. Ia membalikkan tubuh dan melirik ke arah Nindya. Aidah terkejut mendapati baju bagian lengan Nindya terdapat noda bercak darah....
__ADS_1
...Aidah menatap Tuan Putrinya dengan tatapan aneh. Sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar itu....
...๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ...
...Pagi ini, Nindya mengikuti perayaan ulang tahun salah satu bangsawan. Ia berdiri dengan ekspresi datar. Sama sekali tak menikmati perayaan yang menurutnya sangat membosankan....
..."Lapor!" Teriak salah seorang pengawal yang berlari terburu-buru. Beberapa tamu dan orang-orang yang menghadiri perayaan itu sontak memandang pengawal itu. Pengawal itu membungkuk di depan Raja....
..."Ada apa? Kamu datang ke sini hanya menghancurkan suasana gembira." Umpat Raja. "Lapor, Yang Mulia. Ada berita yang ingin sayaยฒ sampaikan." Ujar pengawal itu dengan menundukkan kepala. "Apa? Katakan cepat!" Pinta Raja tak sabar....
...Pengawal itu maju dan membisikan laporan nya pada Kasim pribadi Raja. Kasim itu kemudian melaporkan berita yang disampaikan oleh pengawal tersebut pada Raja. Raja menggebrak kursi kebesaran yang ia duduki. "Apa?" Suaranya menggema. Membuat para tamu menatap sembari berbisik-bisik mengutarakan pikiran mereka. Nindya menatap Ayahanda nya bingung. Ia berusaha terlihat biasa-biasa saja. Walaupun ia tahu, apa yang mungkin terjadi padanya selanjutnya....
HAI PARA READERS KU TERSAYANG... MUAH ๐๐
MAAF YA, UDAH LAMA PAKE BANGET NGGAK UP. SOALNYA AKU DARI PONDOK. KARENA SEKARANG AKU MELANJUTKAN PENDIDIKAN KU DI PONDOK, SAY...
SEKALI LAGI MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA YA ...
__ADS_1
THANK YOU...
๐๐๐