
🧡🧡🧡
Aku masih menunggu hingga suatu hari nanti,
kau datang padaku dan mengatakan,
AKU MENCINTAIMU~~
🧡🧡🧡
...Setelah Sam benar-benar lenyap dari pandangan Nindya, ia berdiri menuju danau. Nindya mulai mencelupkan tangan ke permukaan danau. Ia pikir, mungkin dengan begitu, ia akan merasa lebih baik. Nindya merilekskan pikirannya dari segala yang terjadi padanya akhir-akhir ini....
...Nindya mendongak ke sana-kemari hingga matanya menangkap dua ayunan di ujung sana. Ya, ayunan yang sewaktu itu Nindya tempati bersama Sam....
...Nindya berjalan ke arah ayunan itu. Ia duduk di atasnya dan mulai mengayunkan tubuhnya. Menikmati angin sejuk yang terus meniup rambutnya. Nindya mencoba memejamkan mata....
...*Nindya merasakan seseorang yang tiba-tiba meniup wajahnya. Nindya menoleh. Pemuda itu tersenyum. "Hai, boleh aku main juga?" Izinnya. Nindya memandang pemuda itu dengan heran. "Sam, kamu masih di sini? Tanya Nindya. Ia mendongakkan kepalanya kesana-kemari. Sam hanya tersenyum. Mengabaikan pertanyaan Nindya barusan*....
__ADS_1
...*Sam mengayunkan ayunan yang dinaiki Nindya dari belakang. Nindya merasa jantungnya berdegup kencang. Namun, Nindya membiarkan Sam mengayunkan tubuhnya. Perlahan Nindya memejamkan matanya. Menikmati udara dan kehadiran Sam yang menemani nya*....
...Nindya tersadar dan membuka matanya. Ia telah tertidur sejenak. Ia menepuk keningnya....
"Aduh, yang tadi itu mimpi atau khayalan, sih?" Batin Nindya.
...Ia antara sadar dan tidak. Namun, ia benar-benar merasakan kehadiran Sam yang bermain ayunan itu bersamanya....
...Nindya berjalan meninggalkan ayunan. Ia kembali duduk di tepi danau sambil memainkan tangannya di permukaan danau. Nindya membayangkan beberapa minggu lalu, saat dirinya, Sam, dan Jessiva mengunjungi tempat ini. Nindya menatap ke atas langit....
...Nindya mulai memainkan ayunan itu bersama angin sepoi-sepoi yang tak segan meniup rambutnya. Nindya mengangguk seraya menundukkan kepala. Angin semakin bertiup kencang. Membuat rambut Nindya terangkat tertiup angin dan mengenai wajah Sam. Sam merapihkan rambut Nindya dengan cara membelainya. Jantung Nindya semakin berdegup kencang. Ia semakin menundukkan kepalanya....
..."Maaf," Ucap Nindya. Sam menoleh padanya. "Maaf kenapa?" Tanya Sam. "Rambutku mengenai wajahmu ya?" Nindya balik bertanya dengan tetap menundukkan kepalanya. Sam tertawa. "Haha...tidak apa-apa kok," Ungkapnya. Nindya mengangkat wajahnya mendengar tawa Sam. "Di mana Jessiva?" Kepala Nindya menelusuri setiap sudut, mencari keberadaan Jessiva. "Ia sedang mencari kamar kecil di sekitar sini," Jawab Sam. Ia menatap wajah Nindya yang berjarak hanya beberapa senti dari wajahnya....
Flashback off
__ADS_1
...Nindya memeluk lututnya. Ia membenamkan wajah pada lututnya. Nindya kembali terisak pelan. Kali ini, ia tak tahu apa alasan ia menangis. Namun, di sisi lain, ia juga merasa sangat bersalah pada Jessiva. Karena telah meninggalkannya. Nindya mengukir tangisnya dengan membenamkan wajah pada lututnya....
...****************...
...Sam menghampiri Jessiva yang duduk di sofa dengan perasaan risau. Begitu melihat Sam, Jessiva langsung menghampirinya dengan wajah penuh harap. Namun, Jessiva mengerutkan keningnya begitu melihat Sam yang hanya berjalan sendiri....
..."Di mana Nindya? Kamu tidak menemukannya?" Tanya Jessiva. Ia menengok ke belakang Sam. Namun, tak melihat Nindya di belakangnya. Sam menggeleng. Membuat Jessiva semakin bingung. "Aku telah menemukan Nindya," Aku Sam. Jessiva kembali tersenyum lebar. "Lalu, di mana dia?" Tanya Jessiva tak sabar....
...Sam menceritakan pertemuannya dengan Nindya pada Jessiva. Jessiva terdiam di tempatnya. "Kamu yakin sudah memaksanya pulang?" Tanya Jessiva memastikan. Sam mengangguk. Jessiva semakin mengerutkan kening. "Lalu, kenapa dia tak mau?" Jessiva tak percaya. Sam menatap Jessiva lekat. Ia menggenggam jemari Jessiva, menenangkannya....
..."Tenanglah. Aku akan menemuinya lagi hari ini. Dan aku pasti akan membawanya pulang bersamaku nanti," Janji Sam. "Tapi, kenapa Nindya tiba-tiba pergi Sam? Apa dia marah padaku?" Jessiva bertanya sedih. Sam menggeleng. "Tidak Jess. Mungkin dia hanya sedang bersedih dan tak ingin diganggu," Duga Sam. "Tadi ia juga mengatakan bahwa ia hanya sedang merindukan orang tuanya," Tutur Sam. Membuat Jessiva teringat akan mimpi yang diceritakan Nindya padanya. Jessiva mengangkat kepalanya, menatap Sam serius....
..."Apa dia menceritakan padamu tentang mimpinya?" Jessiva memastikan. Sam terkejut, lalu mengangguk. Jessiva kini mengerti. Ia mencoba berpikiran positif, bahwa mungkin saja Nindya memang sedang tidak ingin diganggu....
...Sam tak berniat pulang. Ia menemani Jessiva di rumahnya sampai malam tiba. Sam ingat bahwa ia harus menjemput Nindya kembali. Sam mengambil topi yang biasa ia pakai. Ia menuju Danau Hijau lagi untuk menjemput Nindya. Tapi sebelum itu, Sam memindahkan Jessiva ke kamarnya....
...Ia menyelimuti tubuh Jessiva dan segera beranjak ke Danau Hijau....
__ADS_1
*❤❤❤*