Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 48: Ungkapan perasaan


__ADS_3

🧡🧡🧡


Segalanya merubahku


Sifat ku, hati ku, dan semua tentang diriku


Tapi, ada satu hal yang tidak berubah~~


Bahkan mungkin tak akan pernah berubah~~


CINTA~~


🧡🧡🧡


...Hari ini, Nindya menambah tingkat kewaspadaannya. Ia tidak ingin ada yang tahu tentang pembunuhan yang dilakukan olehnya itu. Bahkan Aidah dan Tia sama sekali tidak tahu rencana Tuan Putri mereka. Nindya keluar dari Kerajaan dan berjalan menuju Rumah Sam. Sekarang, Nindya lebih mudah untuk keluar dari Kerajaan. Sebab, Raja selalu memberinya izin....


...Ia melewati sungai yang selalu Sam kunjungi hampir setiap hari. Ia melihat sungai itu sendu. Gambaran sungai itu mengingatkannya akan suatu bayangan yang membuatnya enggan untuk mengingat....



..."*Nindya, aku hanya ingin bertanya. Jawab dengan jujur, ya?" Izin Sam. Nindya menganggukkan kepala*....



..."*Sebenarnya, dari mana kamu berasal?" Tanya Sam, lebih terdengar menginterogasi. "Maksudmu?" Nindya mulai tak suka dengan pertanyaan Sam. "Hahaha." Sam tertawa terbahak-bahak. Nindya bergidik ngeri mendengar tawa Sam. "Tidak, aku hanya ingin bertanya." Lanjut Sam*....


__ADS_1


..."*Aku..." Nindya tak melanjutkan ucapannya. "Untuk apa sih, kamu bertanya?" Nindya balik bertanya*....



...*Ia* *bungkam. Ia tak tahu harus menjawab apa. Ingin berbohong pada Sam pun rasanya ia tak tega. Namun, memberitahu kebenarannya juga ia belum siap. Nindya menatap Sam yang sedang menunggu jawabannya*....



..."*Kamu tidak perlu tahu dari mana aku berasal. Yang pasti aku orang baik. Dan tak ada niat sedikitpun ingin mencelakai kalian," Ucap Nindya*....



..."*Terserah apa katamu." Sam melepaskan tangannya dari Nindya. Kemudian berlalu pergi meninggalkannya sendirian di tempat itu*....



..."Bahkan, saat itu Sam tidak percaya padaku." Batinnya sedih....


..."Nindya!" Seru seseorang. Nindya mendongak. Ia sedikit terkejut mendapati Sam yang telah berdiri berhadapan dengannya. "S... Sam." Nindya gugup. "Kamu kenapa di sini?" Tanya Sam....


..."Tidak ada sapaan..." Batin Nindya....


..."Nindya!" Sam menyadarkan lamunan Nindya. Nindya kembali mendongak. Ia berusaha tersenyum manis seperti yang dulu ia lakukan. "Aku... Aku mau bicara sama kamu."...


..."Ok, ayo ikut aku!" Sam menarik tangan Nindya dan membawanya tepat di depan sungai. "Kamu mau bicara apa?" Tanya Sam. Nindya terkejut. Ia segera melepas tangannya dari Sam....


...Nindya mengusap lengannya sejenak. Ia memalingkan wajah ke arah lain. Ia melirik Sam dari ekor matanya. Tampaknya pemuda itu masih menunggu jawabannya....

__ADS_1


..."Biarkan saja dia menunggu. Dengan begini, aku bisa lebih lama bersamanya." Nindya bermonolog....


..."Nindya!" Seru Sam. Nindya menunduk sejenak. "Mm, baiklah." Pasrah Nindya....


..."Aku hanya ingin tanya tentang hubungan kamu dan Jessiva." Nindya menelan ludah sebelum melanjutkan. "Hubungan kalian baik-baik saja, kan?" Tanya Nindya. "Hubungan kami baik-baik saja. Dan Pubby juga baik-baik saja." Jawab Sam cepat....


...Nindya mengangguk. "Boleh aku bertanya lagi?"...


..."Apa?"...


..."Kenapa kamu sangat baik denganku?" Tanya Nindya. Sam mengerutkan keningnya. "Maksudmu?" Tanya Sam balik. Nindya menghela napas. "Apa tidak ada sedikitpun aku di hatimu? Kalau tidak ada, kenapa dulu kamu bertingkah seolah peduli padaku. Kamu bertingkah seolah kamu suka padaku. Kamu terlalu lembut untuk orang yang tidak memiliki perasaan apa-apa." Nindya memberikan penekanan di setiap kalimatnya....


..."Apa kamu sama sekali tidak ada perasaan untukku?" Lanjut Nindya. "Nindya.."...


..."Jawab aku Sam!" Nindya mulai terpancing emosi. Ia menahan matanya yang memanas karena ingin menangis. Sam bungkam mendengar pertanyaan Nindya yang bertubi-tubi....


..."Nindya, aku.." Ucapnya terpotong. Sam menunduk sejenak. "Aku minta maaf. Tapi aku mencintai Jess." Ungkapnya. "Soal perasaanku padamu, aku tidak tahu. Tapi, saat pertama kali aku melihatmu aku sangat kagum padamu, Nindya." Paparnya....


...Nindya memalingkan wajah. "Kalau kamu tidak suka, kenapa memberikanku perhatian lebih?" Tagih Nindya. Sam menghela napas panjang. Bingung menjelaskan bagaimana....


..."Waktu itu, aku dekat denganmu karena kamu cantik. Kamu dan Jess adalah gadis yang sama-sama cantik. Dan kamu memiliki wajah yang mungil, Nindya. Siapapun tidak akan menolak mu. Tapi setelah itu, aku sadar bahwa yang aku cintai adalah Jess." Terang Sam....


...Nindya menelan ludah. Menelan kekecewaan. Air matanya sudah akan jatuh. Nindya dengan cepat mengalihkan pandangannya. Ia tidak ingin Sam melihatnya menangis....


..."Terimakasih karena sudah mau jujur padaku. Aku pergi dulu, ya." Nindya membalikkan tubuhnya dengan cepat. Takut air matanya akan jatuh bila terlalu lama dekat dengan Sam. Dia bahkan tidak sanggup menatap wajah Sam yang masih menatapnya dengan tatapan lembut khas miliknya....


..."Nindya!" Seru Sam. Nindya menghentikan langkahnya tanpa berbalik. Ia mulai meneteskan air mata yang tak bisa dilihat Sam. "Apa kita masih bisa bertemu?" Tanya Sam. Nindya terdiam sejenak. Ia kemudian mengangguk tanpa berbalik. Ia berjalan pulang menuju Kerajaan dengan hati yang sekali lagi terluka. Nindya menghapus air matanya....

__ADS_1


"Aku harap..."


__ADS_2