Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 25: Pertanyaan sulit


__ADS_3

🧡🧡🧡


Cinta adalah gambaran masa depan kita~~


🧡🧡🧡


...Nindya sampai di rumah dengan nafas yang terengah-engah. Ia berhenti dan mengatur nafasnya sejenak. Nindya menatap pintu rumah dengan perasaan bersalah. Ia tahu, Jessiva pasti sedang sangat khawatir akan dirinya yang menghilang semalaman....


...Nindya menarik nafasnya perlahan. Ia melangkah masuk ke dalam rumah, dan melihat Jessiva yang terduduk di atas meja makan sembari memangku tangannya....


..."Nindya!" Seru Jessiva. "Kamu ke mana saja semalaman ini?" Jessiva menghampiri Nindya dan memperhatikan seluruh tubuhnya. "Kamu tidak apa-apa kan? Orang jahat itu tidak menyerang mu lagi kan?" Tanya Jessiva khawatir. Ia memutar tubuh Nindya untuk melihat keadaannya....


..."Maaf, telah membuatmu khawatir. Aku tidak apa-apa," Ucap Nindya. Jessiva berhenti dan menatap Nindya lekat....


..."Aku pikir kenapa kok kamu lari semalam saat aku sedang duduk di sofa?" Jessiva meminta penjelasan....


..."Aku mencari kalungku... Ah, sudahlah, lupakan! lebih baik kita duduk dan sarapan sekarang, ayo!" Ajak Nindya. Ia memaksa menarik tubuh Jessiva untuk duduk di kursi....


...Jessiva sempat ingin protes, namun, akhirnya ia ikut menyendok nasi ke piringnya saat melihat Nindya yang sudah mulai melahap makanannya....


..."Ok, setidaknya beritahu aku, di mana kamu tidur semalaman ini? Tidak mungkin kamu mencari kalung mu semalaman kan?" Tanya Jessiva usai sarapan. Nindya memutar bola matanya jengah. "Ceritanya panjang. Aku takut kamu akan pingsan mendengarnya," Sahut Nindya....


..."Maksud kamu?" Jessiva mengerutkan kening....


..."Kamu tau, aku bermalam di rumah siapa?" Nindya balik bertanya. Jessiva menggeleng....

__ADS_1


..."Sam," Ujar Nindya singkat. Ia masuk ke kamarnya meninggalkan Jessiva yang menganga dan mematung di tempatnya. Ia mengetuk pintu kamar Nindya....


..."Nindya, apa maksudmu?" Jessiva meminta penjelasan. Nindya terpaksa membuka pintu kamarnya. Ia menatap Jessiva....


..."Tenang saja. Aku tidur terpisah dengannya," Ujarnya kemudian. Ia hendak menutup pintu kembali. Namun, Jessiva menahannya....


..."Bukan itu maksudku. Kenapa kamu tidak ke rumah saja. Kenapa malah memilih bermalam di rumah Sam," Ujar Jessiva....


...Nindya menggeleng. "Aku tidak tau. Aku hanya ingat kalau aku dikejar orang-orang jahat itu lagi. Dan karena tak ada tempat bersembunyi, akhirnya aku masuk ke rumahnya saja," Jelas Nindya panjang lebar....


..."Hah?" Jessiva menutup mulutnya. Membuat Nindya mencubit lengannya pelan. "Ya, awalnya sih, aku tidak tau kalau itu rumah Sam," Lanjut Nindya. Ia memilih duduk di sofa. Tak jadi masuk ke kamarnya. Jessiva mengikutinya duduk....


..."Oh, begitu. Ya sudah, bagus," Ujar Jessiva akhirnya. Ia berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Sedangkan Nindya hanya memilih duduk dan bersantai di sofa....


"Bunda, Yanda! Nindya kangen," Batinnya.


...Jessiva menyodorkan segelas teh pada Nindya. "Terimakasih," Ucap Nindya. Jessiva hanya membalas dengan anggukan. "Nindya, kamu kenapa?" Tanya Jessiva tiba-tiba. Membuat Nindya sontak menoleh padanya. "Kenapa apa?" Nindya balik bertanya. "Mm, gak apa-apa sih. Cuman matamu kok sembab begitu? Kamu menangis?" Jessiva menatap Nindya prihatin. Sedangkan, Nindya memilih membuang muka....


..."Oh iya, ngomong-ngomong ini sudah satu minggu lebih ya, aku di sini," Ujar Nindya mengalihkan pembicaraan. "Iya ya" Balas Jessiva. Ia memasukan satu cemilan ke dalam mulutnya. "Aku senang kalau kamu bisa tinggal di sini lebih lama," Ujar Jessiva. "Memang, kamu tidak pernah keberatan denganku?" Tanya Nindya memastikan. Jessiva menggeleng. "Tidak. Karena menurutku, kamu adalah satu-satunya temanku di dunia ini,"...


..."Toh, rumah ini juga bukan milikku," Lanjut Jessiva....


..."Nindya, apa Sam melakukan mu dengan baik?"...


...Nindya menoleh saat Jessiva melontarkan pertanyaan tiba-tiba. "Mm, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" Nindya mengernyit....

__ADS_1


..."Mm, tidak apa-apa sih sebenarnya. Tapi... Apa terkadang kamu merasa dia bersikap manis?"...


...Nindya masih belum mengerti arah pembicaraan Jessiva. "Seperti, dia sering menatapmu diam-diam atau bersikap perhatian denganmu?" Lanjut Jessiva....


..."Oh, mungkin itu karena dia menganggap kita adalah teman nya, iya tidak sih?" Nindya menebak. "Aku pikir bukan hanya dengan ku. Tapi dengan mu juga," Kilah Jessiva....


...Pipi Nindya kembali memerah. Ia segera menundukkan wajahnya agar bisa menyembunyikan rona merah di pipinya. "Seperti kemarin misalnya. Saat kita makan malam bersama. Kenapa Sam selalu menatapmu?" Ujar Jessiva. Rona di pipi Nindya seketika menghilang. Ia membayangkan kejadian semalam....


..."Mm, aku tidak tahu apa harus menceritakan ini padamu atau tidak," Sahut Nindya seraya mengusap-usap tengkuknya. (Bukan merinding ya hehe)....


...Jessiva menatap Nindya. "Menceritakan apa?" Jessiva menopang kedua tangannya....


...****************...


...Usai menceritakan itu, Jessiva membuka mulutnya tak percaya. Nindya mencubit lengannya geram. "lalu?" Tanya Jessiva. "Mm, aku tidak tahu lagi. Terakhir yang aku ingat hanya saat aku dikejar dan sampai di rumah Sam. Lalu aku tidak tau kenapa aku bisa tertidur di rumahnya," Tutur Nindya....


..."Sudahlah. Aku ingin membersihkan diri dulu," Nindya bangkit dari sofa dan beranjak ke kamar mandi. Meninggalkan Jessiva yang masih membuka mulutnya. Ia tak menyangka Sam telah menaruh curiga pada Nindya....


"Mm, sepertinya aku harus menemui Sam, ya, aku harus meminta penjelasan padanya. Apa maksudnya mencurigai Nindya?"


Batin Jessiva.



__ADS_1


*❤❤❤*


__ADS_2