Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 50: Menyusun rencana


__ADS_3

🧡🧡🧡


Air mata akan berbicara


Saat mulut tak mampu lagi menjelaskan rasa sakit ini~~


🧡🧡🧡


...Nindya terbangun dari tidur. Ia mengucek mata dan menguap sejenak. Ia menatap kedua pelayan yang masih terlelap. Wajar saja, ini masih dini hari....


...Nindya duduk bersimpuh kaki. Ia memikirkan cara untuk keluar dari Penjara ini. Nindya memutar otak mencari cara untuk membuktikan bahwa dirinya tidak salah. Meskipun kenyataannya dia memang pelakunya. Tapi dia melakukan ini bukan tanpa sebab....


...Nindya teringat perkataan Yanda nya sebelum ia ditempatkan di tempat mengerikan ini. "Aku tahu, buktinya belum kuat. Mereka baru saja menemukan ramuan yang ku buat. Tapi, mereka belum menemukan jejak pembunuhan. Mereka juga belum mengautopsi. Aku pikir, ini kesempatanku untuk memikirkan cara." Nindya bergumam sendiri. Matanya berbinar senang lantaran menemukan cara untuk keluar dari tempat itu....

__ADS_1


...🏵️🏵️🏵️...


...Esok paginya, Nindya melihat salah seorang Kasim datang menghampirinya. Nindya menatap Kasim itu dengan tatapan yang sulit dimengerti. "Kamu..." Nindya menggantung ucapannya. "Tuan Putri, saya Kasim dari kediaman Selir Ren Ai." Ujarnya membungkuk. Nindya tersenyum senang. Sebentar lagi ia akan terbebas dari ruangan ini....


...Nindya duduk dengan wajah lesu. "Aku tidak tahu, kenapa orang-orang menuduhku membunuh Nyonya mu. Dan aku tidak tahu cara membuat mereka mempercayaiku." Nindya memulai aksinya....


..."Padahal bukti ramuan itu tidak bisa membuktikan bahwa aku bersalah." Lanjut Nindya. Kasim itu menatapnya heran dan sedikit iba. "Tuan Putri, awalnya aku sedikit membencimu karena aku pikir kamu memanglah pelakunya. Tapi, apa boleh buat? Bukti itu memang belum cukup." Tutur Kasim sembari menunduk. "Tapi aku dengar, ada saksi pengawal yang mengatakan bahwa Tuan Putri tampak keluar tepat pada saat jam Selir Ren Ai tewas dibunuh." Lanjut Kasim itu....


..."Mm, maaf Tuan Putri aku tidak bermaksud menyalahkan mu." Ucapnya sembari berlutut. Nindya tersenyum lembut. "Tidak apa-apa. Jangan memanggilku Putri. Aku bukan Putri lagi saat dikurung di sini."...


...Kasim itu mengangguk. Ia juga penasaran tentang pelaku pembunuhan Nyonya nya. "Baiklah." Nindya menggerakkan tangannya mengisyaratkan Kasim itu untuk mendekat. Nindya membisikkan cerita palsunya....


...Kini, Nindya berdiri di Aula Istana. Ia telah mempersiapkan caranya. Ia diberikan kesempatan untuk menyampaikan pembelaan serta membuktikan bahwa ia tidak bersalah." Nindya menatap Tia dan Aidah dan tersenyum kecil padanya. Ia lalu mengedipkan matanya tanda terimakasih....

__ADS_1


...Perbincangan demi perbincangan telah berlalu selama beberapa jam. Nindya menjawab sesuai dengan rencananya....


..."Ada seorang pengawal yang melihatmu berlari-lari seorang diri malam itu. Dan waktunya tepat saat Selir Agung tewas dibunuh. Bisakah Tuan Putri tolong menjelaskan?" Dakwah Hakim Kerajaan. Nindya menghela napas....


..."Sebenarnya, malam itu aku keluar karena mendengar ada seseorang yang masuk ke dalam kamarku. Lalu, aku memutuskan keluar untuk mengecek tanpa membangkucadangkan pelayan ku karena buru-buru. Aku tidak ingin kehilangan jejak orang yang masuk ke kamarku. Aku melihat seorang pria yang sepertinya dari dalam Kerajaan sedang menuju kediaman Selir Ren Ai. Aku berlari dan mengikutinya. Tapi, karena kalah cepat, aku kehilangan jejak." Nindya mengarang cerita....


...Hakim itu tampak mengerutkan kening sejenak. "Bisakah Tuan Putri menyebutkan ciri-ciri pria itu?" Tanya Hakim. Nindya tampak menggigit bibir berpikir. "Aku tidak melihat jelas. Tapi kalau tidak salah pria itu mengenakan pakaian seorang Kasim." Aku Nindya....


..."Menurut hasil autopsi, Selir dibunuh dengan bekas tusukan di dadanya. Tapi, bekas itu seperti dibuat memudar oleh orang yang membunuhnya." Jelas Hakim. "Aku pikir, kita harus periksa seluruh kamar Kasim. Apakah ada pisau yang pas dengan tusukan di dada Selir." Pinta Hakim pada pengawalnya....


..."Baik. Tahanan dipersilahkan untuk kembali ke ruang tahanan. Kita akan melanjutkan kasus ini sore nanti." Putus Hakim. Nindya kembali dengan wajah sedikit cerah. Ia berharap, rencananya akan berjalan sempurna....


❤️❤️❤️

__ADS_1



__ADS_2