Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 42: Pembalasan


__ADS_3

๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก


Jangan biarkan cinta membuatmu gila~~


๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก


..."Ayo ikut aku ke suatu tempat! Karena kamu adalah teman baruku, aku punya kejutan untukmu....


...Nindya menarik tangan Risya membawanya ke suatu tempat....


..."Tuan Putri, ampun Tuan Putri." Teriak Risya meminta tolong. Nindya tak peduli. Ia sibuk menyeruput teh di tangannya dengan tenang. Nindya tidak mengajak Risya ke tempat bermain. Melainkan mengajaknya ke sebuah ruangan dan menghukumnya....


...Nindya memerintahkan beberapa pelayan untuk memberi Risya pelajaran dengan cara mencambuknya. Sedangkan Nindya hanya duduk membelakangi mereka. Tidak melihat siksaan itu secara langsung....


..."Tuan Putri, aku mohon. Ampuni aku!" Risya menyentuh kaki Nindya untuk memohon. Nindya melihat ke arahnya. Ia tersenyum miring. Nindya menjauhkan kakinya dari Risya. "Lanjutkan siksaannya!" Pinta Nindya. Aidah yang melihat hal itu merasa aneh. Sebab, Nindya tak seperti ini sebelumnya....


...Nindya mengangkat tangannya. Mengintruksikan untuk mengentikan hukuman. Ia berdiri masih dengan posisi membelakangi. "Biar ku beritahu, mulai sekarang, siapapun yang membuat kesalahan akan menerima hukuman seperti itu." Ujar Nindya. "Oh iya, kurung dia di sini! Jangan keluarkan dia tanpa perintahku!" Nindya tersenyum miring. Ia berjalan meninggalkan mereka. Aidah mengikuti dari belakang....


..."Tuan Putri, kenapa Anda tidak mengampuninya saja?" Tanya Aidah. Nindya menghentikan langkahnya. Ia menoleh sedikit. "Jika ingin menjadi pelayan setiaku, maka diam lah! Kalau tidak, kamu akan menerima hukuman yang sama." Tegas Nindya sambil berlalu. Aidah mematung di tempatnya. Ia tak percaya dengan apa yang didengarnya....


...๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ...

__ADS_1


...Nindya duduk di ranjang sambil mengangkat kaki. Ia meminum secangkir teh. "Aidah!" Seru Nindya. Aidah maju selangkah mendekati Nindya. "Baik Putri." Jawabnya sembari membungkuk. "Siapkan beberapa pasukan khusus milikku untuk menangkap para bandit yang menyiksaku waktu itu!" Titahnya....


...Aidah menatapnya lama. Nindya mengangkat kepalanya. "Kenapa? Tidak mau?" Tanyanya. Aidah menggeleng cepat. "Baik, Aidah akan segera persiapkan." Aidah menurut. Nindya kembali meminum secangkir teh. Ia menyeringai seram. "Tunggu aku!" Ucapnya pelan dan penuh penekanan....


...๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ...


...Nindya menelusuri hutan di dekat rumah Jessiva. Hutan di mana para bandit itu biasa muncul. Sebelumnya, Nindya telah diizinkan oleh Raja untuk keluar....


...Nindya menunggu sendiri. Ia menyuruh para pelayan dan pasukan bersembunyi agar para bandit itu mau memunculkan diri. Nindya menunggu selama hampir 1 jam. Ia mendengar suara kasak-kusuk yang mendekatinya. Nindya tersenyum miring....


"Akhirnya datang" Batinnya.


...Nindya berbalik. Betul saja, para bandit itu kini sudah berada di hadapannya. Bersiap menangkapnya. "Nona, akhirnya kamu ke sini lagi. Cepat serahkan uang dan barang berharga mu!" Pinta salah satu bandit tersebut menampakkan seringai seramnya....


..."Baik, Tuan Putri. Mohon beri kami perintah." Sapa salah satu pasukan sembari membungkuk. Para bandit itu terkejut mendengar kata 'Putri'. Mereka segera membungkuk meminta ampun. "Tuan Putri, mohon maafkan kami." Mohon mereka ketakutan. Nindya berjalan mendekati mereka yang tengah membungkuk memohon. Ia tersenyum miring....


...Nindya membalikkan tubuhnya. "Bunuh mereka!" Pintanya. Ia memejamkan mata mendengar suara para bandit yang berteriak meminta tolong saat di eksekusi....


..."Kubur jasad mereka dan bersihkan darahnya!" Pinta Nindya. "Baik." Seru pasukan serempak. Nindya membalikkan tubuhnya. Memikirkan rumah Jessiva yang tak jauh dari sini. Ia berbalik dan meninggalkan tempat itu....


...๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ...

__ADS_1


...Sam dan Jessiva duduk bersama di sofa. Jessiva terlihat senang memainkan kalung yang baru ia beli di Pasar. Sedangkan Sam hanya tersenyum melihat tingkah Jessiva yang terlihat begitu senang....


..."Kamu senang sekali dengan kalung itu. Padahal hanya kalung biasa menurutku." Sam buka suara. Jessiva menatapnya. "Kata siapa? Pokoknya ini adalah hadiah terindah yang pernah aku miliki." Ujarnya dengan mata berbinar. "Terimakasih." Ucap Jessiva sembari memeluk Sam. Sam menyambut pelukannya dan membelai rambutnya lembut....


..."Baiklah. Aku ingin memasak dulu. Kamu ingin aku masak apa? Karena hari ini aku sedang senang, jadi aku akan memasak sesuai permintaan mu." Paparnya. Sam tersenyum. "Masak apa saja yang penting enak." Simpulnya. "Ok. Aku akan masak sekarang. Kamu tunggu di sini ya. Jangan kangen sama aku loh." Canda Jessiva. Sam terkekeh. "Memang, untuk apa aku kangen kamu? Toh, kamu hanya akan memasak di dapur kan, bukan di Kutub Utara." Jawabnya asal-asalan....


...Jessiva terkekeh pelan. Ia menuju dapur dan mulai memasak masakan lezat....




*โค๏ธโค๏ธโค๏ธ*



HAPPY READING SEMUA๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜



Jangan lupa tinggalkan jejak kalau kalian suka

__ADS_1



BYE~~


__ADS_2