Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 26 : Pertemuan dengan Sam


__ADS_3

🧡🧡🧡


Tersenyumlah~~


karena dalam rindu,


ku rajut do'a untukmu~~


dan untuk hadirmu, ku titipkan kasih dalam sayangku~~~


🧡🧡🧡


...Jessiva menelusuri setiap hutan yang dilewatinya. Ia berniat menuju rumah Sam. Sebelum pergi, Jessiva telah bertanya pada Nindya arah rumah Sam agar mudah menuju rumahnya. Dan ia rasa, tak sulit melakukannya sendiri....


...Jessiva berjalan lurus ke depan sambil memperhatikan sekitar. Berjaga-jaga agar tak ada penjahat yang menyekapnya. Ia kemudian berlari kecil saat melihat sebuah rumah yang ia yakini rumah Sam, dan hanya tinggal beberapa senti....


...Jessiva mengetuk pintu rumah itu perlahan. Ia mengetuk nya beberapa kali, namun tak ada jawaban. "Ke mana Sam? Apa dia sedang pergi?" Gumam Jessiva. Ia membalikkan tubuhnya berniat pulang ke rumah....


...Tak jauh dari situ, Jessiva melihat sebuah sungai jernih yang mengalir deras. Jessiva menghentikan langkahnya. Ia memandang siluet tubuh dari kejauhan....


..."Sam!" Seru Jessiva. Ia menghampiri Sam yang tengah duduk di tepi sungai. Sam yang mendengar namanya dipanggil, sontak mendongak. Ia sedikit terkejut melihat Jessiva....

__ADS_1


..."Ada apa?" Tanya Sam saat Jessiva sudah benar-benar berdiri di hadapannya. Sam menatap Jessiva yang hanya berdiri beberapa senti darinya. "Ada yang ingin ku bicarakan denganmu," Ujar Jessiva. Sam menarik tangan Jessiva untuk duduk di atas rerumputan. Jessiva sedikit kikuk saat Sam menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk duduk....


...Sam kembali mengalihkan perhatiannya pada sungai yang mengalir deras. Jessiva memandang wajah Sam yang disinari pancaran matahari. Anehnya, Jessiva merasa jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya....


"Duh, kenapa dia tampan sekali sih?" Gerutu Jessiva dalam hati.


...Jessiva segera menggelengkan kepalanya dengan kuat untuk menyadarkan dirinya....


"Aduh, ini bukan saatnya mengagumi ketampanannya, Jessiva!" Batin Jessiva lagi.


...Ia kembali menatap Sam yang telah menatapnya sedari tadi. "Jess, ada apa denganmu? Apa kamu sakit?" Tanya Sam terlihat khawatir. Jessiva menggeleng. "Tidak apa-apa," Akunya. "Ok," Jawaban singkat dari Sam....


..."Kamu bilang, tadi ingin membicarakan sesuatu?" Sahut Sam. Ia kembali memandang ke arah sungai. Jessiva mengangguk. "Ya, aku hanya ingin bertanya padamu tadi, tapi tidak jadi, aku pergi dulu ya," Jessiva beranjak berdiri. Ia pikir, Sam sedang dalam mood yang tidak baik. Jadi, tidak tepat untuk mengajaknya berbicara saat ini....


...Sam tersadar dan melepaskan Jessiva dari rengkuhannya. "Maaf," Ucapnya pelan. Jessiva menunduk. Ia memilih menatap rerumputan....


..."Ada yang ingin ku tanyakan mengenai Nindya," Jessiva memulai pembicaraan. Sam memandang Jessiva....


...~~~...


...Sam mengangguk mengerti setelah mendengar penuturan Jessiva. Ia menatap lekat Jessiva. "Maaf," Ucap Sam. "Aku memang sempat mencurigainya. Karena ku pikir, ia adalah mata-mata, atau pembunuh bayaran, atau penjahat semacamnya yang ingin menyakitimu." Ungkap Sam....

__ADS_1


...Jessiva menghela nafas panjang. "Sam, dengarkan aku! Nindya bukan orang seperti yang kamu pikirkan. Dia adalah orang yang baik. Selama aku tinggal pun dia tidak pernah melakukan sesuatu yang membuatku tidak nyaman," Tutur Jessiva. Ia menarik nafasnya sejenak....


..."Nindya adalah sahabat terbaik ku. Jadi, jangan pernah mencurigainya. Apa lagi menuduhnya yang tidak-tidak!" Jessiva memberi peringatan....


..."Mungkin, kalung yang kamu lihat memang kalung nya. Mungkin saja kan, Nindya berasal dari keluarga kaya tapi dia sengaja tidak ingin memberi tahu asalnya," Jessiva menduga-duga....


..."Ya, aku awalnya mengkhawatirkan tentangmu karena banyak sekali mata-mata di mana-mana, kamu tau?" Bela Sam. Jessiva menatap mata Sam lekat. "Aku tau. Meski begitu, terimakasih telah mengkhawatirkanku," Ucap Jessiva tulus. Sam mengangguk. "Aku telah salah paham pada Nindya. Dan aku telah meminta maaf padanya saat dia menginap di rumahku," Jelas Sam....


...Jessiva mengangkat kepalanya. Ia mengingat hal yang sedari tadi ingin ia tanyakan juga. "Nindya benar-benar menginap di rumahmu?" Tanya Jessiva memastikan. Sam mengalihkan pandangannya ke arah sungai dan mengangguk....


...Ia menatap Jessiva kembali. "Tenang saja. Aku tidak berbuat macam-macam padanya," Aku Sam. Jessiva terkekeh. Ia terkejut mendengar ucapan Sam. "Ya ampun, aku sama sekali tidak memikirkan hal itu Sam," Ujar Jessiva. Sam menatap Jessiva yang sedang terkekeh. Ia pun ikut terkekeh....


..."Mm, sudah ya. Aku pulang dulu. Takutnya, Nindya mencari ku ke mana-mana. Aku tidak bilang akan menemui mu tadi," Aku Jessiva. "Kenapa kamu tidak bilang?" Tanya Sam. "Aku tidak sempat memberi tahunya," Terang Jessiva. Ia bergegas berdiri....


..."Aku pulang dulu ya. Kamu tidak ingin pulang?" Izin Jessiva. Sam menggeleng. "Aku ingin di sini dulu," Balas Sam kembali memandang sungai di depannya. Jessiva melemparkan senyum dan melambaikan tangan pada Sam. Ia bergegas pulang ke rumah dan meninggalkan Sam yang masih ingin menikmati mengingat kenangan terindahnya....


...Sam memandang kepergian Jessiva sembari tersenyum. Sampai Jessiva benar-benar lenyap dari pandangannya baru ia kembali memandang ke arah sungai lagi....



__ADS_1


*❤❤❤*


__ADS_2