Love And Revenge

Love And Revenge
Episode 40: Kenyataan menyakitkan


__ADS_3

🧡🧡🧡


Terkadang,


bahkan kebenaran pun bisa sangat menyakitkan~~~


🧡🧡🧡


...Siang ini, Nindya tetap menyuruh Aidah untuk mengutus beberapa orang untuk terus memantau kehidupan Sam dan Jessiva. Setidaknya, ia hanya ingin memastikan bahwa mereka baik-baik saja....


...Siang ini, Nindya sudah lebih membaik. Ia sudah tidak terlalu larut dalam kesedihannya lagi. Terlihat dari pancaran wajahnya yang mulai terlihat cerah seperti sebelum-sebelumnya. Nindya berjalan mengitari taman Kerajaan dengan ditemani Tia. Ia memetik beberapa bunga di sana dan menghirupnya....


..."Putri." Nindya menoleh. Ia melihat Aidah yang telah datang membawakannya kabar. Pastinya kabar Sam dan Jessiva. Nindya melirik Aidah sekilas. Ia kembali memetik bunga dan menghirupnya. "Ada berita apa siang ini? Ingat berita sekecil apa pun itu, kamu harus mengabarkan padaku." Ujar Nindya tanpa menoleh....


...Aidah membungkuk sejenak. "Siang ini, aku melihat mereka berjalan bersama." Tutur Aidah. Nindya menatap Aidah serius. "Ceritakan kronologi nya!" Pintanya. Aidah mengangguk....


Flashback on:


...Siang ini, Aidah sendiri yang memantau Sam dan Jessiva. Tentunya tanpa diketahui mereka. Ia membiarkan para pelayan pulang lebih dulu. Namun, Aidah masih ingin memantau mereka....



...Sam berjalan bersama Jessiva. Siang ini, ia sengaja mengajak Jessiva jalan bersama. Sam mengajak Jessiva duduk di bangku di sekitar itu. Mereka duduk dan berbincang sangat lama. Hingga, Sam menggenggam tangan Jessiva lembut. Jessiva menatap Sam heran....



..."Jess, aku tau ini gila. Tapi, maukah kamu menjalin hidup bersamaku?" Sam berkata dengan serius. Jessiva masih bingung. Sam mengecup tangan Jessiva lembut dan mengusapnya. "Maksudku, maukah kamu menjadi kekasihku?" Lanjut Sam. Jessiva terlihat terkejut. Ia menjauhkan tangannya dari genggaman Sam....



..."Sam, maksudmu apa? Kamu tau kan, Nindya mungkin mencintaimu." Ujar Jessiva tanpa menatap Sam. Sam memutar tubuh Jessiva menghadapnya. "Jess, aku mohon. Pikirkan perasaanmu sendiri." Ucap Sam serius. "Jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain. Aku takut kamu akan dimanfaatkan banyak orang karena kebaikanmu. Maka dari itu, biarkan aku menemanimu dan menuntun mu ke jalan yang boleh kamu lewati dan tidak." Nasihat Sam....

__ADS_1



...Jessiva yang awalnya ragu, akhirnya mulai membuka hatinya. Ia tersenyum senang. Air mata bahagia menetes dari ujung matanya. Ia memeluk Sam erat. Sam membalas pelukannya....



...Aidah tak terlalu mendengar jelas suara mereka. Namun, ia bisa mendengar dengan sangat jelas pada saat Sam mengakui perasaannya pada Jessiva. Aidah menjauh perlahan dari tempatnya. Ia harus kembali ke Kerajaan dan memberitakan kabar ini pada Nindya....


Flashback off


...Nindya menjatuhkan beberapa bunga yang ia genggam. "Apa? Mereka telah menjadi sepasang kekasih?" Ulangnya. Aidah mengangguk perlahan. Nindya hendak terjatuh dari posisinya. Untungnya, Tia dengan sigap membantu menahan tubuhnya dari belakang....


"Mereka bahkan tidak memikirkan perasaanku? Sedangkan aku sangat memikirkan perasaan mereka? Ya tuhan, apa lagi ini? Aku sudah ingin membaik namun, kenapa satu berita datang dan mencabik-cabik dadaku lagi. Ada apa ini? Apa takdir sedang mempermainkan hidupku?" Batin Nindya.


...Ia berjalan lurus ke depan. Aidah merasa iba melihat Nindya seperti itu. Walaupun ia tidak tahu siapa Sam. Namun, ia bisa menebak bahwa Sam adalah orang yang sangat berarti bagi nona nya....


...Nindya terduduk di ranjangnya. "Keluar!" Pintanya pada Aidah dan Tia. Tanpa diperintah dua kali, Aidah dan Tia menurut dan keluar membiarkan Nindya yang sedang tidak bisa mengontrol emosi nya saat itu....


"Sam! Apakah semua senyuman mu itu bohong? Apakah perhatian yang kau berikan selama ini palsu? Jika benar, mengapa menyiksaku seperti ini? Aku membenci mu, Sam. Aku membencimu." Batin Nindya sembari memukul-mukul bantal dan ranjangnya.


...Emosi, cemburu, amarah rasanya saat ini bercampur di dadanya. Ia sedang kesulitan berpikir....


"Sam! Ku harap ini hanyalah kesalahan. Ku harap ini tidak benar. Aku mohon, jangan buat aku membencimu." Nindya terus membatin.


...Ia tidak lagi bisa menangis. Hatinya telah tercabik-cabik. Perasaannya kini telah terluka parah seperti disabet oleh sebilah pisau. Itu lah yang dirasakan Nindya saat ini....


...****************...


...Aidah dan Tia meremas jarinya khawatir. Mereka menunggu di luar. Tak berani masuk karena Nindya memerintahkan mereka untuk jangan masuk....


...Aidah dan Tia saling memandang satu sama lain. Seakan mata mereka saling mengisyaratkan...

__ADS_1


...Masuk atau tidak?...


...****************...


...Nindya berdiri perlahan. Ia tak kuat menahan ini semua. Nindya memecahkan segelas kaca minuman. Dan mengambil kepingan pecahan kaca itu dan mendekatkan pada lehernya. Ia berniat mengakhiri hidupnya. Mengakhiri semuanya. Nindya memejamkan matanya. Sedetik lagi, ia benar-benar akan menggores lehernya sendiri....


...'Brak' Aidah dan Tia mendobrak pintu mendengar suara pecahan dari dalam. Dan hal pertama yang mereka lihat adalah tragedi yang terjadi di depan mereka. Aidah berlari menahan pecahan kaca yang telah ditempelkan Nindya. "Putri, apa yang Putri lakukan? Putri tidak boleh seperti ini. Yang Mulia Ratu pasti tidak mau melihat Putri seperti ini." Aidah dan Tia mencegah Nindya....


..."Aidah!" Seru Nindya lemah. Darah telah mengalir dari sudut lehernya. Ia tak kuat menahan kondisinya pada saat itu. Nindya ambruk. Tia dengan sigap menahan tubuh Nindya....




*❤️❤️❤️*



Kalian pilih yang mana?



\-Sam and Nindya



\-Sam and Jessiva



Ok, HAPPY READING SEMUA 😘😘

__ADS_1


__ADS_2