
...Happy Reading...
Pagi ini sesuai rencana, Kayla dan Ethan akan pergi ke Mexico untuk berbulan madu. Meskipun dirasa masih belum sepenuhnya aman, mereka tetap akan pergi karena, sepintar apapun musuh mengawasi mereka, tidak akan membuat Ethan membatalkan niatnya demi keinginan sang istri.
Ia menempatkan seorang pengawal bayangan untuk menjaga mereka dari jauh. Bukan karena tidak bisa melakukan apa-apa, tapi memang itu perintah mertuanya dan tentunya tanpa sepengetahuan Kayla.
"Bei aku seneng banget deh, makasih suami gantengnya aku. " Ungkap Kayla sambil menjadikan dada bidang Ethan sebagai sandarannya
Ethan tersenyum kemudian mengusap-ngusap rambut istrinya, "apapun untuk istrinya aku." Balasnya sambil mencium pipi Kayla dengan gemas
"Dih nyari-nyari kesempatan, tapi aku suka." Ucap Kayla kemudian menyambar bibir sang suami
Beberapa jam kemudian, Jet pribadi yang mereka tumpangi sudah tiba di Bhengkek, Mecixo.
"Bei hei bangun, kamu gk mau liat pemandangan kota Bhengkek?" ucap Ethan sambil mengelus lembut pipi istrinya.
Hmm, tidur Kayla terusik namun tak sampai membuat sang empu membuka matanya. Karena merasa tak tega membangunkan sang istri, Ethan langsung menggendong Kayla dari mobil menuju penginapan.
Ethan meletakan tubuh istrinya dengan pelan di atas ranjang king-size tersebut. Kemudian ia pun menjatuhkan dirinya di samping sang istri lalu memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Sedangkan di Indonesia, pasangan James dan Diva lagi-lagi saling mendiami. Namun walaupun begitu, Dia sama sekali tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri untuk melayani setiap kebutuhan James.
Baginya walaupun James tetap bersikap dingin, itu tak bisa membuatnya untuk melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Sebenarnya, James bukan tak ingin bersikap hangat pada Dia. Tapi semua ini terjadi karena keadaan yang memaksanya bersikap dingin pada sang istri.
Meski di mulut James sudah keluar kata mengikhlaskan, tidak menutup kemungkinan di hatinya masih menyimpan perasaan yang begitu dalam pada Bianca.
"James" Panggil Ayah Joshep saat melihat James melewati meja makan tanpa menegur mereka.
"Kenapa yah?" tanya sang empu menghentikan langkahnya sambil menoleh kepada ayah Joshep.
"Duduk dan makanlah!!"
"Tapi yah, " ucapannya terhenti saat melihat raut kesedihan di wajah sang bunda, "baiklah." Lanjut sang empu sambil mendudukan dirinya di sebelah Diva
James mengangguk kemudian mengambil tasnya yang berada di tangan Diva, "kamu mau saya belikan sesuatu?" tanya James
Diva tersenyum kemudian mengangguk, "aku mau belimbing mas." Ungkap Diva dengan suara pelan
Diva cukup senang karena suaminya sedikit perhatian padanya. Meskipun bertanya dengan terkesan dingin, tak Duva hilangkan bahwa James lebih perhatian padanya sekarang.
James menyerngit heran, "belimbing, makanan apa itu?" tanya James dengan wajah bingung.
__ADS_1
Diva mencebikan bibirnya, "mas buah belimbing aja gk tahu sih? aneh banget." Kesal Diva
"Kamu yang aneh, lagian buah belimbing tuh kaya gimana? saya baru denger sekarang. Jangan-jangan kamu ngarang ya?" tebak James sambil memincingkan matanya
"Terserah kamu aja deh, pokoknya aku mau belimbing mas!!" rengek Diva
James tertawa dalam hati, "gemesh juga kalo lagi cemberut." Batin James
Karena gemash James pun refleks mencubit pipi Diva, "iya, iya bawel bnget sih. Tapi, saya harus nyari dimana makhluk belimbing itu?" tanya James pada Diva
"Di pasar ada mas tapi," ucapan Diva terhenti sejenak, "aku maunya yang langsung dari pohonnya." Lanjut Diva
"Why, are you crazy? bentuknya makhluk belimbing aja saya gk tahu dan sekarang, kamu mau saya bawain makhluk belimbing itu langsung dari pohonnya? yang bener aja?" ujar James dengan wajah frustasi
"Mas, please ya! ini maunya babu tahu. Emang kamu mau anak kamu ileran?" rengek Diva
"Tapi, " ucapannya terpotong suara bunda Clemira, "udahlah James turutin aja kemauan calon cucunya bunda!! lagian kamu ini aneh, masa buah belimbing aja gk tahu?" omel Bunda Clemira
"Bund tapi," lagi-lagi bunda Clemira memotong ucapan James, "gk ada tapi-tapian, sebelum dapet buah brlimbingnya kamu gk boleh ke kantor!! ini perintah James." Ancam bunda Clemira
James menghela nafasnya kasar, "ya ya ya ya terserah kalian berdua!! James berangkat dulu." Ujarnya hendak menyalami bunda Clemira
__ADS_1
Namun ditepis oleh beliau, "mau kemana? bunda gk izinin kamu keluar loh James. Simpen tasnya, sekarang langsung cari belimbing pesenan anak kamu sampai dapet!!" titah bunda Clemira
Mau tak mau James langsung menyimpan tasnya kembali, "nyesel banget gue nawarin dia. Tapi, ini juga kemauan baby. Ck, yaudalah demi anak gue harus berkorban. " Batin James