Love Come Suddenly

Love Come Suddenly
Hukuman 1


__ADS_3

...Happy Reading...


Fajar menyapa, menghembuskan angin yang begitu menyegarkan


Diva baru saja keluar dari kamar mandi, ia bergegas menghampiri James untuk membangunkannya, "mas bangun yu udah mau masuk waktu subuh nih. " Ucap Diva sambil menggoyangkan lengan suaminya


Karena merasa ada yang mengganggu, James pun langsung membuka perlahan matanya. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah cantik sang istri, "cantik" tanpa sadar kata itu terucap dari bibirnya.


Diva tersenyum, entah mengapa akhir-akhir ini ia merasa sikap James sudah tak terlalu dingin lagi. Duva membuka suara, "mas bangun langsung bersih-bersih, cepet! takut nanti malah kelewat waktu suburnya."


James bangun langsung mencium pipi Diva sekilas, "aku mandi dulu bentar ya, kita shalat berjamaah, aku bersih-bersih nya gak bakal lama kok." Balas James langsung berjalan ke arah kamar mandi


Di dalam kamar mandi, James merenungkan sesuatu, "kenapa sebulan terakhir ini gue gk pernah mau jauh sama Diva ya, apa ini karena bawaan baby?" Batin James


15 menit kemudian, James keluar dengan menggunakan handuk yang hanya melilit di pinggangnya. Ia mengambil setelan yang sudah Diva siapkan di atas kasur, setelah itu ia langsung menghampiri Dia di ruang shalat.


"Div" Panggil James untuk pertama kalinya setelah pernikahan.


Diva menoleh ke arah suaminya, "ia mas" balasnya sambil menahan rasa senangnya karena James memanggil namanya untuk pertama kali seumur hidup.


James tak melanjutkan ucapannya, mereka langsung melaksanakan salat subuh berjamaah. Setelah selesai salat, Diva langsung mencium punggung tangan sang suami yang kemudian dibalas dengan ciuman di keningnya.


Mereka langsung berdoa masing-masing,

__ADS_1


"Ya Allah jadikanlah pernikahan kami pernikahan yang bahagia, permudahlah suami hamba untuk menerima hamba sebagai istrinya seluruhnya bukan semata-mata hanya ibu dari anaknya. Ya Allah sejujurnya hamba sangat senang melihat suami hamba sangat perhatian belakangan ini dan semoga perhatiannya akan terus bertahan hingga nanti.


Ya Allah katakanlah jika hamba egois karena menginginkan suami hamba mencintai hamba, hamba ingin dia melupakan masa lalunya dan menerima kami berdua sebagai masa depannya. Ya Allah hamba mulai mencintai suami hamba dan janganlah engkau membuat rasa cinta ini menjadi rasa sakit Ya Allah." Doa Diva dalam hati


"Ya Allah hamba tak tahu apa yang hamba rasakan belakangan ini apa. Saat hamba dekat dengan Diva, rasa nyaman itu datang dengan seiringnya waktu. Namun saat hamba jauh dari Diva, hamba merasa kehilangan kenyamanan hamba. Jika memang Diva adalah yang terbaik untuk hamba, hamba akan mulai belajar mencintainya." Doa James dalam hati


Di sisi lain, Kayla sedang berada di sebuah mension yang terletak di tengah hutan. Ia melangkahkan kaki jenjangnya menuju suatu ruangan, "Ris apa mereka sudah kamu siapkan?" tanya Kayla pada Riska


"Semua sudah saya siapkan nona muda." Jawab Riska


Kayla mengangguk, kemudian mengisyaratkan untuk membawa membawa mereka kehadapan Kayla. Dengan segera Riska pun menuruti perintah sang bos nya.


"Mereka belum sadar?" Tanya Riska dengan datar


"hmm"


Byurr


"Hei siapa kalian? lepaskan kami !! mau apa kalian, kita sama sekali tidak ada urusan dengan kalian. Lepaskan kami!!" Berontak sang wanita


"Diamlah, jangan banyak bicara!! bawa mereka ke hadapan nona muda." Titah Riska pada bawahannya


"Ah ternyata nona cantik ini ingin bermain-main dengan saya rupanya." Ucal sang pria pada Riska

__ADS_1


Riska masih dengan wajah datarnya, "apa nyala anda sangat besar hingga berniat mengajak saya bermain-main?" Tanya Riska


"Hanya perempuan cantik seperti anda kenapa saya harus takut?" tantang si laki-laki


Riska tersenyum semringah, "amazing, anda lawan yang selalu saya nantikan. Lain kali jika anda masih hidup, mari bertarung!!" Tantang Riska


"Sialan," bentak pria tersebut, "apa kalian tidak tahu siapa saya hah?" lanjutnya dengan nada yang lebih tinggi.


"Irfan Baskoro anak pengusaha terkenal di kota B Igun Baskoro, apa benar? seorang pengusaha licik yang membenci saingan bisnisnya yang tak lain Tuan Joshep Alexander yang bahkan, sudah terkenal di berbagai negara. Ingin menyainginya?ck ck ck sungguh menggali kuburnya sendiri." Ungkap Riska sambil menghampiri Irfan


"Dendam karena Nyonya Clemira lebih memilih Tuan Joshep dibandingkan papa anda. Sepertinya saya akan sedikit membongkar rahasia, " ungkap Riska tersenyum mengerikan, "kalo ternyata papa anda hanya menjadikan mama anda sebagai alat untuk mempunyai anak. Ya dan itu berhasil, yang anda ketahui mungkin mama anda meninggal karena melahirkan anda, betul bukan? tapi nyatanya papa anda sendiri yang membunuh mama anda setelah melahirkan ." Ungkap Riska


Irfan diam seribu bahasa, "apa yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran?" pikir Irfan


Karena sejujurnya, ia pun juga merasakan kalo papanya sama sekali tidak mendatanginya. Sedari kecil, ia tak pernah di perbolehkan memanggilnya papa. Bahkan, saat beranjak remaja pun ia hanya diperbolehkan memanggil papa jika dia berhasil melumpuhkan lawannya. Apa semua ini jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya?


"Jangan mengarah cerita!! jelas-jelas mama saya meninggal karena melahirkan saya. Jangan pernah menghina papa saya!!" Ucap Irfan dengan nada tinggi


Riska menggeleng sedari berdecak, "sungguh malang nasib anda tuan muda Irfan , anda bahkan masih saja membela papa yang tidak mengakui anda sebagai anaknya."


"Diam, tutup mulut anda!!" Ucap Irfan berlari ke arah Riska saat sudah berhasil menghempaskan para bawahan Riska.


Riska tersenyum penuh arti, "majulah, lawan saya!! tapi jangan menyesal jika sebentar lagi anda mengetahui semua kebenarannya," Balas Riska berlalu meninggalkan Irfan, "langsung bawa mereka berdua ke hadapan nona muda!!"

__ADS_1


__ADS_2