
...Happy Reading...
Suster Silva, Kayla dan baby Kai kini sedang bersiap untuk mengunjungi kediaman Alexander. Sebelumnya Kayla memang sudah mengajak suaminya untuk mengunjungi ayah dan bunda Kayla. Namun karena hari ini ada meeteng yang tak bisa ditunda, Ethan meminta suster Silva untuk menemani Kayla dan baby Kai.
Bukan tanpa alasan Ethan menyuruh suster Silva menemani anak dan istrinya. Itu karena suster Silva sedikit menguasai ilmu bela diri, jaga-jaga ada hal yang tidak diinginkan terjadi di tengah perjalanan.
"Sus udah siap semua kan yang mau dibawa?" tanya Kayla pada suster Silva
"Aman nona"
Kayla mengangguk kemudian mengambil baby Kai di kereta bayi lalu menggendongnya, "anak momy udah ganteng aja nih, udah siap belum nih ketemu opa sama oma?" tanya Kayla sambil menciumi wajah putranya.
Baby Kai tertawa, "ap ap" maklumlah baru belajar bicara guys 😁
Karena gemas Kayla langsunh mencubit hidung putranya, "cie yang makin pinter bicara cie." ucap kayla sambil menggendong putranya ke dalam mobil, sedangkan suster Silva membawa barang bawaan.
Setibanya di kediaman Alexander, mereka langsung disuguhkan pemandangan yang sangat mengejutkan, yang tak lain adalah adegan sang papa sedang menjahili putranya. Siapa lagi kalo bukan James, semenjak menjadi papa, James jadi lebih sering meluangkan waktunya di rumah. Terlebih lagi, dia sangat senang membuat anaknya menangis lantaran ia selalu memeluk Diva dihadapan putranya.
Zayn Alexander putra pertama dari pasangan James dan Diva. Usianya Zayn tak jauh dari Kai, hanya berbeda 2 bulan.
"Mama mama" panggil Zayn terus menangis
"Mas lepas ih, liat tuh gara-gara kamu Zayn jadi nangiskan!!" Ketus Diva
"Ih syg buatin aja, ada bibi ini yang ngurusin." Lagi-lagi James malah menjahili putranya dengan terus mengencangkan pelukannya.
"Mas" tegur Diva karena tangis Zayn semakin pecah
James terkekh lalu menggendong putranya, "ututu anak papa jangan nangis dong!! papa kan cuman bercanda. Jangan nangis lagi dong jagoannya papa!" bujuk James
Kayla dan suster Silva menahan tawa saat menyaksikan drama di hadapan mereka, "Prrrtt bang James sama anaknya gak mau ngalah banget ya sus? kira-kira kalo suster Silva sama Irfan punya anak, Irfan bakalan kaya bang James gk ya?" bisik Kayla sambil menggoda suster Silva.
Suster Silva menoleh kearah Kayla, "nona kalo bicara suka mengadi-ngadi." Bisik suster Silva menahan rona merah di pipinya
"Ck gausah malu-malu sus! saya tahu kok suster Silva suka sama Irfan, jujur aja sus!! gak bakal saya makan juga kalo jujur." Goda Kayla
"Nona" rengek Silva
"Ck iya sus iya, saya gk bakal bocorin kok aman" balas Kayla seakan tahu arti rengekan suster Silva
Saat sedang sibuk menggoda Silva, "loh syg kamu udah dateng?" tanya seseorang dari arah tangga.
"Ck bunda, dari tadi kan kami di sini. Bukannya bunda udah tahu ya?" Timpal James
"Jangan geer deh bang!! orang bunda nanya sama Kayla kok." Balas Bunda Clemira
"Kayla?"James langsung menoleh ke belakang dan benar saja, di sana ada Kayla.
"Sejak kapan?" tanya James
"Sejak kapan apaan?" Tanya balik Kayla
"Sejak kapan kamu datang adiku tercinta?" Balas James dengan nada dibuat-buat
Kayla ber oh ria, "sejak abangku yang ganteng ini menistakan anaknya," Kayla berjalan ke arah bunda Clemira, "Baru aja kok bunda." Lanjut Kayla menjawab pertanyaan bunda Clemira
__ADS_1
Bunda Clemira mengambil alih gendongan Kai, "yaampun cucu oma ganteng banget. Gk disangka ya, umur cucu-cucu oma cuman beda beberapa bulan." Ucap bunda Clemira mencium gemas wajah Kai
"Oma-oma" ucap Kai sambil tertawa riang di gendongan bunda Clemira
"Yaampun senangnya dipanggil oma sama tuan muda kecil ini." Gemas bunda Clemira
"Kay bunda bawa Kai ke belakang ya, sus ayo!!" tanpa menunggu jawaban Kayla, bunda Clemira langsung membawa Kai ke taman belang. Kai yang notabe nya memang sudah mengenal wajah oma nya, ia terus tertawa girang di gendongan bunda Clemira.
"Kay" panggil James
"Hmm"
"Ck kayanya semenjak jadi nyonya Marsandes, elo jadi kebawa dingin kaya si kutub es, tapi gak ppalah gue maklumi. Oiya adikku tersayang, gue mau kerja nih jadi gue titip anak sama kakak ipar elo ya." Ucap James
"Ya kerja tinggal kerja ribet bnget, elo nitipin kakak ipar sama Saya doanh kaya yang mau pergi perang tahu gk? ribet lo bang." Ejek Kayla
Dia terkekeh, "abang kamu emang gitu Kay, ribet." Sindir Diva pada suaminya
"Bukan ribet, tapi ah ngomong sama kamu bisa jadi gosip ujungnya Kay. Aku berangkat syg, Zayn papa berangkat ya." James mengecup kening anak dan istrinya
"Yaampun, suami mana suami?" goda Kayla
"Syirik mulu jadi orang, yaudah aku berangkat ya Asalamualaikum."
"Waalaikumsalam"
"Hati-hati mas"
"iya syg"
"Terserah Kay terserah"
James melajukan mobilnya menuju perusahaan namun, di pertengahan jalan ia melihat ada seorang perempuan yang sedang mondar-mandir gelisah.
Karena penasaran James pun menepikan mobilnya, ia langsung turun menghampiri perempuan tersebut, "permisi mbak, mobilnya kenapa ya?" tanya James saat sang perempuan tengah mengotak-ngatik mesin mobilnya.
Perempuan tersebut langsung menoleh, "ini mobil saya mo__" ucapnya terhenti saat sudah berbalik sempurna ke arah James.
Degg
"Bianca"
"James"
James mematung di tempat, "Bolehkah aku memeluknya? jujur, walaupun cinta untuknya sudah hilang, rasa rindu ini tetaplah utuh." Batin James
"Apa niatku untuk melupakannya belum tulus, sehingga aku harus kembali bertemu dengannya lagi?" tanya Bianca dalam hati.
Hening
James menghela nafasnya, "mobil kamu kenapa Bi?" tanya James sedikit canggung.
"Hanya sedikit masalah" balas Bianca tanpa menatap James.
__ADS_1
"Bisa aku bantu, sepertinya kamu sedang terburu-buru?" Ucap James
"Tidak perlu, anda bisa melanjutkan perjalanan anda tuan!! sebentar lagi montir juga dateng." Ucapan Bianca terdengar begitu dingin di telinga James
"Aku seperti tidak mengenalnya." Batin James
"Baiklah, tapi biarkan saya menemani kamu sampai montir tiba!!" Ucap James
"Sial, dia gk tahu apa gue lagi mati-matian buat move on? eh malah mau nemenin segala. Ini sih bisa gawat ceritanya." batin Bianca
"Terserah"
Tak lama kemudian sang montir datang menghampiri mereka, "Permisi dengan nona Bianca?" tanya sang montir.
Bianca menggangguk, "iya pak, bisa langsung dibenerin kan pak? saya ada meeting soalnya." Ucap Bianca
"Saya lihat sebentar kerusakannya nona," sang montir langsung mengecek mesin mobil kiran, "wah maaf nona sepertinya ini akan lama, kisaran waktu 1-2 jam." Lanjut sang montir
"Tapi pak saya gimana dong? dari tadi pesen taxi di censel mulu." Keluh Bianca
"kalo gitu pake motor saya dulu aja nona, nona bisa naik motor kan?" tanya sang montir
"Jangan ngada-ngada deh pak, mana bisa saya naik motor punya bapak? orang saya cuman bisa motor metic aja. Sedangkan motor bapak motor kaya gitu, ya mana bisa saya pak?" Keluh Bianca
"Yaudah nona minta anterin mas nya aja!!" saran sang montir
James menggangguk, "iya Bi kalo mau, saya bisa nganterin kamu." Balas James
Bianca berpikir sejenak, "persetan dengan gagal move on, gue harus nebeng supaya gk telat." Batin Bianca
"Yaudah darurat, pk kalo sudah langsung hubungi saya !!"
"Baik nona"
James dan Bianca kini berada dalam satu mobil yang sama, Bianca memalingkan wajahnya ke arah jendela sedangkan James, sesekali ia melirik Bianca yang terus menghela nafasnya.
"Hmm Bi, gimana kabar kamu?" Tanya James memulai pembicaraan
Bianca menjawab tanpa menoleh, "fine" balasnya secara singkat
James menggangguk, "mau aku antar kemana?" tanya James
"Gedung Star grop."
30 menit berlalu, kini keduanya sudah sampai di gedung Star grop. Bianca dengan segera membuka sabuk pengamannya namun saat hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba tangannya dipegang oleh James, "Maaf" kata yang terlontar dari bibir James.
Bianca menyengitkan dahinya "Untuk?"
"Semuanya"
"Lupakan saja!!"
"Bisakah aku memelukmu Bi?" tanya James
Bianca menghela nafasnya, "saya tidak mau ada kesalahpahaman nantinya, terimakasih tumpangannya." Balas Bianca langsung keluar dari mobil James
__ADS_1
James melihat Bianca yang mulai menjauh dari mobilnya, "gadis yang dulu aku cintai kini sudah berubah menjadi orang yang sangat dingin karena kesalahanku." Lirih James kemudian melajukan mobilnya