Love Come Suddenly

Love Come Suddenly
Ungkapan Cinta


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah kepergian Ethan, Emily dan Kayla sedari tadi terus bertukar cerita dan bersenda gurau hingga mereka sendiri lupa waktu. Namun, masih belum ada tanda-tanda mereka akan mengakhiri ceritanya.


Dari belakang terdengar suara langkah kaki yang menghampiri mereka, "astaga kalian belum selesai ngobrolnya?" tanya mom Citra saat melihat putri bungsu dan menantunya masih asik mengobrol.


"Mom apaan sih, ganggu Em lagi curhat aja sama kk." Balas Emily sambil mencebikan bibirnya


"Mom apaan, mom apaan? hei liat waktu syg! kamu ngajakin kk ngobrol udah lama banget, kamu tu harus istirahat belum sembuh total dan kakak juga kan gak boleh terlalu lama ngobrol takutnya kecapean, apalagi kalo harus ngelayanin biang gosip kaya kamu." Ucap mom Citra tanpa filter


Emily langsung mengedarkan pandangannya ke setiap arah untuk mencari jam dinding, matanya kini membulat sempurna sesaat sudah mengetahui jam menunjukan pukul 4 sore, sedangkan mereka sudah mengobrol sejak jam 1 siang.


"Astaga ini beneran gak ngaco gitu jam nya mom?" tanya Emily


"Matamu ngaco, udah gih sana bersih-bersih terus bawa istirahat walaupun mom yakin si kamu sebenarnya udah sembuh, soalnya mana ada orang sakit ngobrol sampe 3 jam." Ejek mom Citra


"Mom apaan si?" kesal Emily


"Mom, Kay pamit ke kamar dulu gk pp kan?" ucap Kayla disela-sela pembicaraan antara ibu dan anak.


Mom Citra mengangguk, "istirahat syg!! mom tahu kok, ngelayanin omongan Em itu gak bakalan ada habisnya." Mom Citra kembali mengejek anak bungsunya


"Mom"rengek Emily


"Bagus, terus pantau perkembangannya, dan jangan pernah berniat mengkhianati saya jika tak mau fatal akibatnya!!" Ancam Ethan kepada para bawahannya.


"Siap bos"


Ethan melangkahkan kakinya meninggalkan tempay tersebut, tujuannya saat ini adalah kediaman jrang tuanya. Ethan mengalakan mesin mobil miliknya, kemudian melajukannya membelah keramaian kota.


Sesampainya di kediaman orang tuanya, ia langsung mencari keberadaan istrinya, "bei aku pulang" teriak Ethan. Namun, karena tak kunjung mendapat balasan ia langsung menaikini tangga menuju kamarnya. Dan ternyata benar saja, saat ia memasuki kamar ia melihat istrinya sedang beristirahat bersandar ke kasur masih dengan memakai mukena.


Ethan menghampiri istrinya, "apa dia sangat kelelahan, kenapa sampai tidur masing menggunakan mukena?" tanya Ethan pada dirinya sendiri. Tanpa babibu dia langsung menggendong istrinya memindahkannya ke atas ranjang, tak lupa ia mengecup kening istrinya, "kamu cape banget kayanya bei, istirahat ya!!" ucap Ethan sambil merapihkan posisi tidur istrinya.


Sebulan berlalu, kini Irfan sudah cukup lihat dalam berkelahi begitupun dengan cara menembak yang diajarkan Riska padanya.


"Baguslah, kemampuan menembakmu cukup baik meskipun masih dibawah kemampuan bawahan saya yang lain. Setidaknya, kamu tidak terlalu mempermalukan saya sebagai atasan kamu." Ungkap Riska hendak pergi meninggalkan Irfan

__ADS_1


Namun, langkahnya terhenti takkala pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang yang tak lain adalah Irfan, "hei nona asisten yang cantik dan tidak sombong, bisakah nona cantik ini tidak asal bicara!!" Karena Irfan terlalu kencang menariknya, Riska langsung terjatuh ke dalam dekapan Irfan


Seperdetik kemudian mereka saling tatap, "astaga kalo diliat dari deket, si asisten nyebelin ini cantik juga." Batin Irfan


"Saya tahu kalo saya ini sangat cantik dan menawan tapi, bisakah turunkan pandanganmu!!" Ucap Riska sambil mendorong tubuh Irfan untuk menjauh.


Irfan tersadar, "hei gede sekali kamu ini denger ya!! secantik apapun kamu, itu tidak akan merubah kenyataan kalo kamu ini psyco paham? jadi, mana ada pria yang mau sama kamu, yang ada nantinya mereka malah kamu cincang." Ejek Irfan


"Lah siapa juga yang minta kamu ikut campur urusan saya, denger ya!! mau saya banyak yang suka atau enggak itu gak ada urusannya sama kamu. Mau jadi netizen kamu biar bisa ngomentarin hidup orang?" Balas Riska ketus


"Lemas banget tuh bibirnya nona, jadi pengen motong," ucap Irfan yang kemudian langsung mendapatkan tatapan membunuh dari lawan biaranya, "astaga tatapannya bisa bikin gue mati muda kalo gini." Batin Irfan sambil menelan salivanya berkali-kali


Riska langsung meninggalkan Irfan tanpa sepatah katapun. Namun di dalam hati ia menggerutu, "bisa mati muda gue kalo misalkan nona muda mengirimkan orang gila seperti dia ada lebih dari satu." Batin Riska


James dan Diva kini sedang berada di suatu Villa yang masih asri pegunungan. Ya, kemarin James mengajak Diva untuk berlibur menenangkan pikirannya. Diva yang notabe nya memang sangat bosan ketika di mension, akhirnya menyetujui ajakan libur dari suaminya.


Mereka kini sedang berkeliling di area kebun teh yang luasnya lebih dari 1000 hektar. Namun karena tak mau istrinya kelelahan, ia sengaja menyewa kuda untuk berkeliling kebun teh sekitaran Villa.


"Mas, aku gak tahu caranya naik kuda gimana." Ucap Diva


"Beneran gak bisa atau pura-pura gak bisa?" goda James sambil mendekat ke arah istrinya


James terkekh lalu mencubit hidung istrinya, "istri siapa sih gemesin banget? yaudah sini naik dulu ke atas!!" Titah James sambil menjadikan pahanya sebagai pijakan untuk naik ke atas kuda.


"Ngapain harus pake paha kamu? ini juga ada pijakannya." Tunjuk Diva


"Itu gak terjamin aman Diva, ayo buruan naik!!" Balas James pada sang istri


"Aku berat loh, emang gak papa?" tanya Diva memastikan


"Apa kamu meragukan kekuatan suamimu hem?" tanya James


"Bu__bukan gitu, ah yasudahlah." Diva langsung menjadikan paha James sebagai pijakan karena ia tahu sekeras apapun ia menolak, suaminya itu tidak akan menerima penolakan.


Setelah istrinya naik, ia langsung memegang tali untuk menuntun kudanya, "mas kamu gak naik?" tanya Diva


Karena yang Diva pikir, James akan menaiki kuda yang sama dengan dirinya seperti di dunia novel, "jangan mikir aneh-aneh!! aku akan tuntun kudanya kamu lebih baik duduk diam di atas sana tuan putri Diva." Ucap James kemudian langsung menuntun kuda putih tersebut.

__ADS_1



Penampakan bang James yang sedang menuntun kuda. Anggap saja, tuan putri Diva sedang duduk di atas kuda ya 🤭


"Gimana bagus gak pemandangannya?" tanya James pada Diva


Mata Diva berbinar ketika disuguhkan pemandangan yang sangat indah di depan matanya, "bagus banget mas, Duva suka." Girang Diva


James tersenyum lalu mengulurkan tangannya, "kita turun di sini, aku mau kasih sesuatu buat kamu." Ucap James sambil membantu Diva turun dari kuda tersebut


Alis Diva mengerut, "sesuatu, sesuatu apa?" tanya Dia


"Rahasia, ayo!!" James hendak menarik tangan Diva namun ia urungkan, "pakai dulu tutup matanya!! biar surprise." Balas James langsung memasangkan kain pada mata Diva


"Ngapain harus pake ini segala sih? ribet tahu," ungkap Diva, "atau jangan-jangan kamu mau buang aku ya? mas jangan ngada-ngada ya!! aku ini lagi ngandung anak kamu, masa kamu tega buang kita sih?" Ucap Diva asal


petak


James menyentil kening Diva, "pikirannya bu negatif mulu. Dengerin ya!! aku ini gak bakalan buang kalian ko tenang aja, sekarang kamu ikutan arahan aku!! aku bakalan nunjukin sesuatu buat kamu. Ayoo!!" Ajak James langsung menuntun langkah sang Istri


Sesampainya di tempat tujuan, James langsung membuka kain yang menutupi mata Diva pelan-pelan, "sebelum aku hitung sampai 3, jangan dulu buka mata ya!! nah sekarang 1, 2, 3, buka matanya perlahan!!" Titah James


Degg


Darah Diva seakan berdesir lebih cepat, "mas i__ini?" tanya Diva dengan mata berkaca-kaca


James tersenyum lalu mengangguk, "iya sayang ini semua tulus dari dalam hatiku." Balas James


"Ta__tapi mas ini?" ucapan Diva langsung terpotong, "Diva I Love You!!" Teriak James dengan begitu keras.


"Mas" Diva tak sanggup melanjutkan ucapannya


Bagaimana tak syok? disaat kalian sendiri diberi kejutan yang luar biasa fantastis. Ya, James sengaja membawa Diva ke Villa untuk mengungkapkan perasaannya pada sang istri. Entah sejak kapan ia mulai menaruh hati pada istrinya, yang jelas sekarang dirinya benar-benar jatuh cinta untuk ketiga kalinya.


"I Love you to mas" balas Diva langsung mendekap erat suaminya, "terimakasih mas, terimakasih sudah mencintai aku." Lanjutnya sambil meneteskan air mata


James meletakan jari telunjuknya di bibir Diva, "syutt syg jangan nangis!! maafin sikap aku yang dulu ya. Aku janji setelah hari ini, hanya ada cinta diantara kita!! kamu mau memulainya dari awal kan syg?" tanya James

__ADS_1


Diva mengangguk, "mau mas" balasnya dengan antusias


James tersenyum lalu membawa istrinya ke dalam pelukannya, "Aku sudah bahagia bersama istriku Bi, terimakasih sudah membuatku menyadari kesalahanku di masa lalu Bi, aku harap suatu saat nanti kamu akan bahagia bersama orang yang tulus mencintai kamu. Terimakasih sudah membuatku merasakan banyaknya kasih dan sayangku di masa lalu. Semoga setelah ini, kamu akan menemukan kebahagiaan mu kembali." Batin James diiringi air mata yang tak terasa menetes di pelupuk matanya.


__ADS_2