
...Happy Reading...
Kayla menghela nafasnya, "akhir-akhir ini saya melihat anda selalu datang ke ruang rawat Emilly saat kami sudah tidur. Sepertinya kamu bukan orang lain dalam hidup adik saya, apa benar? saya sering mendengar kamu memanggil adik saya dengan sebutan sayang. Bisa jelaskan sesuatu?" Tanya Kayla.
Deg deg deg
Jantung dr. Raka berpacu lebih cepat, "aku harus menjawab apa? mungkin seperti yang nona bayangkan, kami adalah......
"Sepasang kekasih." Kata Dr. Raka
Kayla menghela nafasnya, "sudah saya duga tapi, kenapa kalian merahasiakan hubungan kalian dari kami?" tanya Kayla pada dr. Raka
"Karena Emilly belum siap jika saya mendatangi keluarganya." Balas dr. Raka
"Belum siap, why? ah tidak usah dijawab itu privasi!! yang jelas sekarang saya sudah tahu anda adalah kekasih Emilly. sekarang begini, buktikan pada Emilly kalo anda adalah orang yang tepat untuk ia kenalkan pada kami!! awas saja, kalo misalkan saya dengar anda menyakiti adik saya, saya gk akan tinggal diam." Kata Kayla memberi penekanan
"Saya akan berusaha nona, bolehkan saya menemani Emilly malam ini? saya ingin menjaganya, kalo pun harus meminta izin orang tua Emilly, akan saya lakukan. Bantu saya bertemu dengan mereka nona, saya mohon!!" Pinta dr. Raka
Kayla tampak berpikir sejenak, "baiklah ayo!!" kata Kayla langsung beranjak diikuti dr. Raka
🍀🍀🍀
Matahari berganti bulan, menandakan bahwa siang sudah berganti malam. Namun sedari siang, sang pria tampan masih setia di samping kekasihnya yang terkapar lemah di atas brankar. Ia adalah dokter Raka. Ya, setelah mendapatkan izin dari keluarga Emilly, dr. Raka terus saja setia berada di samping sang kekasih.
"Ternyata takdir tak bisa ditebak ya, di saat dulu kamu masih belum siap mempertemukan aku dengan keluarga kamu, di situ juga takdir membawa aku bertemu dengan mereka. Aku udah ketemu keluarga kamu syg, mereka bahkan baik dan ramah. Apa kamu akan marah setelah mengetahui ini? kalo kamu mau marah, bangunlah syg!! aku bakal terima semua kemarahan kamu.
4 bulan syg, ini sudah 4 bulan. Sampai kapan kamu tetap seperti ini? bukannya kamu punya impian jalan-jalan di atas air bersama suami dan anak kamu kelak? ayo sadarlah!! aku akan segera mengabulkan permintaan kamu.
__ADS_1
Kita menikah lalu mempunyai anak setelah itu kita berwisata di atas kapal pesiar. Lalu punya anak lagi, berwisata lagi, punya anak lagi, lalu berwisata lagi dan punya anak lagi, lalu berwisata lagi. Haha aku akan membuat kamu terus beranak, astaga pemikiran yang sangat aneh. Kamu mau punya anak berapa syg, 6,7,8,9, atau 10? Hah, rasanya aku tak sabar menantikan semua itu.
Kamu ingat sayang, saat kamu pertama kali kuliah kedokteran? saat pertama kali aku melihat kamu, aku berpikir kamu adalah orang yang paling menyebalkan. Mengapa? karena kesan awal pertemuan kita sangat buruk. Saat itu kamu terus saja mengoceh tanpa jeda, hingga membuat konsentrasiku pecah. Apalagi, saat kamu sengaja melempariku hels yang kamu pakai. Rasanya, aku ingin sekali aku menjambak rambut kamu. Tapi untungnya aku orang baik dan tidak sombong, jadi aku urungkan niatku.
Namun, sekarang kamu adalah orang paling berarti dalam hidup aku, wanita yang paling aku cintai, wanita yang paling berharga. Kamu tahu, saat mendapat kabar kamu kecelakaan, aku merasa menjadi orang yang paling bodoh karena tak bisa melindungi wanita yang aku cintai. Bangunlah peri kecilku, bangunlah!!" Kata Dr. Raka sambil menangis.
Saat Dr. Raka sudah terhanyut dalam tangisannya, tangan mungil Emilly mengusap-ngusap rambut kekasihnya, "kamu cengeng kak" kata Emilly lemah. Ya, sedari tadi Emilly sudah sadar. Ia merespon setiap perkataan yang kekasihnya ucapkan.
Dr. Raka yang mendengar itupun refleks mengangkat pandangannya, "hiks syg kamu udah sadar?" kata dr. Raka sambil menghapus air matanya.
"Kakak cengeng banget." Balas Emilly sambil tersenyum
Sang empu langsung membawa Emilly ke dalam dekapannya, "makasih syg, makasih karena kamu udah sadar. Sebentar, aku panggil dokter dulu!!" kata dr. Raka saat pelukannya sudah terurai.
Emilly mengangguk lemah, karena bagaimana pun ia masih belum sepenuhnya pulih. Dr. Raka berlari dari ruangan Emilly menuju ruangan dokter yang menangani kekasihnya. orang tua Emilly yang baru datang pun seketika panik, saat melihat dr. Raka berlari meneriaki nama dokter. Tampa pikir panjang, mereka langsung berlarian ke ruangan Emilly.
"Emilly" kata mereka terkejut.
Sang empu yang kaget oleh teriakan mereka pun refleks menyenggol gelasnya hingga terjatuh dan pecah. "yaampun ngagetin aja" Kata Emilly begitu terkejut dengan teriakan mereka.
"Syg kamu beneran udah sadar? yaampun ini gk mimpi kan? dad Emilly sadar dad, dia sadar. Terimakasih ya Allah terimakasih." Heboh mom Citra sembari memeluk sang putri.
"Aduh mom jangan kenceng-kenceng meluknya!! ini badan Em masih sakit semua aduh." Kata Emilly sambil meringis
Mom Citra langsung melepaskan pelukannya, "aduh maafin mom syg!! sini liaat mana yang sakit?" khawatir mom Citra.
"Mom jangan terlalu semngat balik-balik tubuh Emilly nya, dia masih sakit yaampun." Kata dad William
__ADS_1
Saat mom Citra hendak menjawab, dr. Raka dan dr. yang menangani Emilly masuk ke dalam, "selamat malam tuan dan nyonya, dokter Emilly saya akan memeriksa keadaan anda terlebih dahulu." Kata dokter tersebut
Emilly mengangguk, sang dokter mulai memeriksa keadaan Emilly. Setelah selesai, "keadaan dr. Emilly sudah mulai membaik, tapi anda masih belum diizinkan pulang. Anda masih harus melakukan pemulihan beberapa hari ke depan. Sejauh ini, respon tubuh anda juga sangat baik, memar dan bekas luka anda juga sudah mulai mengering dan sebagian sudah membaik. Kalo begitu saya permisi dulu, selamat malam. " Kata sang dokter
"Terimakasih dokter"
Setelah kepergian dokter tsb, dad William meminta dr. Raka untuk tetap disana. "dokter terimakasih, karena kamu anak saya bisa membuka matanya. Entah apa yang kamu katakan padanya, intinya saya sangat berterimakasih pada kamu." Kata dad William
"Tidak perlu berterimakasih tuan!! saya tidak melakukan apapun untuk Emilly." Balas dr. Raka dengan ramah.
dad William tersenyum sambil menepuk bahu dr. Raka, "panggil saya dan istri saya dad dan momy seperti Emilly!! calon menantu masa manggilnya tuan?" Titah dad William.
Uhuk uhuk, Emilly terbatuk saat mendengar ucapan sang dady. "Dad tahu dari mana yaampun?" batin Emilly terus melirik ke arah kekasihnya untuk meminta jawaban.
Seakan mengerti akan lirikan Emilly, terlintas ide jahil di pikiran dr. Raka. "Tapi tuan, kekasih saya saja belum memperkenalkan saya kepada orang tuanya. Jadi, belum resmi dong ya? dia juga bilang, orang tuanya galak." Kata Dr. Raka menggoda Emilly
"Kakak" rengek Emilly
"Kalo gitu mah tinggalin aja nak, masa udah punya calon gak mau ngenalin ke orang tuanya sih? pake bilang orang tuanya galak segala lagi." sambung mom Citra menggoda putrinya.
"Mom kok gitu sih? oke-oke Emilly jujur, Emilly sama kak Raka emang pacaran. Cuman, Emilly takut kalian gk setuju makanya Emilly terus nyari waktu yang tepat buat bilang. Tapi pada akhirnya, kalian sendiri sudah menerimanya. Tahu gitumah meningan dari dulu ngenalinnya." Kata Emilly menjelaskan
"Salah siapa punya pikiran yang negatif mulu sama orang tua sendiri?" balas dad William.
"Ck iya-iya Em yang salah, puas kan?" Kata Emilly yang langsung menimbulkan galak tawa mereka.
Akhirnya setelah asik berbincang, mereka semua melanjutkan istirahatnya.
__ADS_1