
...Happy Reading 📖...
Hari sudah menjelang pagi, namun seorang bayi tampan yang gembul itu terus saja menangis sudah hampir 2 jam. Siapa lagi kalo bukan baby Kaifa? ya, dia sedari tadi terus menangis. Para pengasuh Kaifa tidak ada yang bisa meredakan tahbisannya, begitupun dengan Kayla.
Sebagai momy tentu saja ia mempunyai ketakutan sendiri saat anaknya tidak mau berhenti menangis. Kayla terus berusaha menenangkan putranya, ia meminta suster Silva untuk menghubungi Ethan supaya cepat-cepat pulang.
Sekitaran jam 3 malam, Ethan mendapatkan panggilan mendadak dari ayahnya, tuan William meminta Ethan untuk mengantarkan mereka ke bandara.
Dengan wajah paniknya Kayla bertanya, "gimana sus nyambung gak?" tanya Kayla, suster Silva mengangguk dan memberitahu bahwa Ethan sedang menuju perjalanan pulang.
Kayla sedikit lega, meskipun terselip rasa khawatir saat melihat putranya terus menangis. Sekitar 20 menitan, Ethan datang dengan wajah cemasnya. Ia berlari menyusuri anak tangga untuk menemui putranya.
Ethan masuk dengan wajah panik, "Cup cup sayangnya dady kenapa nangis hm?" Kata Ethan saat sudah mengambil alih gendongan Kaifa dari Kayla.
"Oek oek oek" Tangis Kaifa malah semakin kencang, Kayla yang melihat itupun langsung kembali mengambil alih gendongan putranya.
__ADS_1
"Bei siapin mobil, kita bawa ke dokter aja!! aku takut Kaifa kenapa-napa." Kata Kayla sambil menangis
Ethan mengangguk, ia langsung memerintahkan supir menyiapkan mobil. Setelah mobil disiapkan, Ethan dan Kayla langsung membawa putranya ke rumah sakit.
Di dalan mobil tangis Kaifa masih juga belum mereda, Kayla benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat putranya berhenti menangis. Karena semua cara sudah ia lakukan, ia sangat khawatir terhadap kondisi putranya. Sebab, suhu badan Kaifa tetap normal, ia takut kalo putranya mengalami hal-hal yang serius.
"Bei, Kaifa gk bakalan kenapa-napa kan?" kata Kayla, tanpa terasa air matanya menetes
Ethan mengusap-usap punggung sang istri, "kamu tenang aja, coba sini aku yang gendong lagi!!" kata Ethan lembut, Kayla pun menyadari meskipun terdengar lembut, tapi terselip rasa khawatir di dalamnya.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter lia meminta mereka untuk duduk, "mari tuan nona silahkan duduk!!" kata dokter lia, Kayla duduk sendiri karena putranya tak mau berhenti di timang-timang.
"Anak kami kenapa dok? Kaifa gk pp kan? gak ada yang seriuskan? jawab dong jangan diem aja!!" kata Kayla dengan nada sedikit meninggi.
__ADS_1
Dokter Lia pun mulai menjelaskan, "begitu tuan nona, putra kalian tidak kenapa-napa. Yang saat ini putra kalian alami hanyalah hal yang biasa bagi anak seumurannya, yang sedang dalam masa pertumbuhan. Dari hasil yang saya periksa pun tidak menunjukkan adanya gejala serius." Kata dokter Lia
Kayla bernafas lega, "benarkah dok? dokter bener-bener udah periksa keseluruhan kan? pokonya saya gk mau putra saya kenapa-napa!!" Kata Kayla
"Yang istri saya katakan benar, jika sampai anak saya kenapa-napa karena anda salah memeriksa, saya gk akan segan-segan meratakan rumah sakit ini!!" Timpal Ethan.
Dokter Lia tersenyum, "apa setelah menjadi orang tua kalian jadi meragukan kemampuanku pasangan bucin?" ejek dokter Lia, jika ditanya kenapa dokter Lia seberang itu, jawabannya karena mereka adalah teman masalalu.
"Saya serius Lia, jangan main-main!!" sentak Kayla
"Dikira gue mau apah main-main sama kalian? yang ada nanti, hidup gue bisa gk lama lagi. Kalian tenang saja!! gue udah jamin kok kalo Kaifa beneran gk kenapa-napa." Balas dokter Lia
"Awas aja kalo berani bohong!! lo tahu konsekuensi nya kan?" Kata Ethan
Dokter Lia berdecak, "kalian emang sama-sama kejam. Lagian gue cuman punya nyawa satu, dan gue masih sayang sama nyawa gue. Udah kalian keluar deh!! ganggu aja. Ini resep vitaminnya, udah tahukan pintu keluar dimana?" Kata dokter Lia
__ADS_1
"Sialan!!" umpat keduanya