
...Happy Reading ...
Hari ini Kayla meminta Riska untuk menemuinya di mension Ethan. Dengan sigap Riska langsung mengiyakannya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di pertengahan jalan, ia berhenti dan memarkirkan mobilnya di dekat mini market untuk membeli sesuatu. Setelah dirasa cukup, ia langsung membayarnya lalu kembali memasuki mobil, kemudian melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya di gerbang utama, mobilnya tanpa sengaja berpapasan dengan mobil milik Irfan yang juga terlihat ingin memasuki mension. Setelah sang penjaga membuka gerbangnya, mobil Riska terlebih dahulu masuk disusul dengan mobil Irfan.
Riska yang notabenya orang yang tak peduli sekitar, tanpa mengucapkan sepatah kata pun langsung meninggalkan Irfan.
Irfan yang melihat itupun langsung berlari mengejar Riska, "hei asisten dingin, banyak banget belanjaan kamu?" tanya Irfan saat melihat barang bawaan Riska.
Riska tak menanggapinya, ia lebih memilih terus berjalan mendahului Irfan. Irfam menghela nafas panjang, "dasar asisten sialan, bisa-bisanya dia gak jawab pertanyaan gue?" Gerutu Irfan.
Sesampainya di ruang tamu, Riska langsung duduk menunggu nona mudanya. Matanya menatap setiap sudut ruangan tersebut, dia memang baru pertama kali menginjakkan kakinya di mension Kayla dan Ethan.
Irfam duduk di samping Riska, "hei asisten cantik membahana, apa kamu sudah mulai kehilangan pendengaran? saya manggil-manggil kamu loh dari tadi." Kata Irfan
Riska menoleh sekilas, "gk penting." balas Riska
"Jangan dingin-dingin dong beb!! nanti aku pindah ke lain hati loh, emangnya mau?" goda Irfan sambil menaik turunkan alisnya.
Riska tak menanggapinya, ia lebih memilih fokus ke gawainya. Irfam yang melihat Riska tak merespon sedikitpun, kembali melontarkan gombalan-gombalan maunya.
"Beb sikap kamu teh dingin, tapi enaken." Goda Irfan
Suster Silva yang sedari tadi menguping, entah kenapa hatinya terasa sakit saat mendengar gombalan-gombalan maut dari Irfan untuk orang lain.
Namun, Riska masih tak bergeming. Hingga akhirnya kefokusan teralihkan oleh suara nona mudanya, "Ris udah lama?" tanya Kayla
Riska menyimpan gawainya kemudian berdiri seraya membungkuk tanda hormat, "selamat sore nona muda. Saya baru saja sampai nona, oiya ini pesanan yang anda minta." Kata Riska dengan ramah dengan menyerahkan beberapa barang bawaannya.
Kayla mengeceknya, "semuanya lengkap Ris, terimakasih. Mau teh hangat? saya gk nerima penolakan!!"Kata Kayla, "Tina tolong buatkan teh hangat 1!!" lanjutnya.
Riska mengangguk pasrah, "baiklah nona" kata Riska.
__ADS_1
"Hei Kayla, kok cuman satu sih? gue kan juga pengen!!" Kata Irfan tak terima.
Kayla memutar bola matanya malas, "biasanya juga ngambil sendiri, belagu lo." Balas Kayla
"Riska" panggil Kayla
"Iya nona"
"Kamu tidak ada niatan menerima dokter Syam?" tanya Kayla, Irfan yang mendengar pertanyaan Kayla pun tersedak.
"Ganggu suasana aja lo, ngapain sih duduk di sini? ada perlu sama siapa, Ethan? dia gk ada. Sana pergi!!" Kata Kayla mengusir Irfan.
"Gausah galak-galak deh Kay!! lagian gue ke sini juga karena disuruh suami elo buat ngambil berkas yang diperlukan buat meeteng besok." Balas Irfan
"Yaudah sana ambil! ngapain masih di sini?" Kata Kayla
Irfan berdecak kemudian berdiri meninggalkan mereka, "apa maksud Kayla tadi?" batin Irfan yang kini sudah menjauh.
"Riska saya tanya kamu, jawab dong!!" titah Kayla
Riska tampak berpikir sejenak, "saya tidak tertarik nona." Balas Riska, Kayla yang mendengar itupun mendengus sebal.
"Nona jangam aneh-aneh deh!! saya masih waras, mana mungkin saya suka ke sesama jenis." Bantah Riska
Kayla terkekeh, "atau jangan-jangan, selera kamu terlalu tinggi?" Selidik Kayla.
"Nona" rengek Riska
"Baiklah-baiklah, Riska apa markas aman?" tanya Kayla langsung mengalihkan pembicaraan, saat melihat wajah kesal sistemnya.
"Semuanya aman nona, tuan muda selalu mengontrolnya setiap bulan. Nona tidak perlu khawatir!! semuanya terkendali." Balas Riska
Kayla menggangguk, "Silva bawa Kaifa ke sini!!" titah Kayla pads suster Silva.
"Baik nona" Balas Silva
__ADS_1
Setelah Kaifa berada dalam gendongan Kayla, "syg kenalin ini aunty Riska yang paling dingin. Kamu jangan terlalu deket sama aunty Riska ya!! nanti anak gantengnya momy malah beku." Kata Kayla bergurau
Riska mencebikan bibirnya, "nona saya ini bukan kulkas jadi, mana ada bisa bikin si ganteng unyu ini beku. Nyawa saya gk banyak nona, jangan aneh-aneh deh!!" Balas Riska
"only onty" kata Kaifa cadel
"Oh astaga tuan muda, jangan bikin saya punya niatan ngadopsi kamu dong!! imut banget si." Balas Riska
Plakkk, Kayla memukul lengan Riska, "ngadi-ngadi kamu. Udah ah sana pergi!! lama-lama kamu makin ngeselin aja kaya Irfan." Kata Kayla
Riska berdecih, "sejak kapan nona muda saya baperan gini?" ejek Riska
"Riska" Teriak Kayla
Riska terkekeh, "yaampun nona bercanda, yaudah ah saya pamit dulu lama-lama otak saya bisa ngebul karena pertanyaan-pertanyaan nona." Balas Riska langsung berlari meninggalkan Kayla
"Hei gaji kamu saya potong bulan ini." Kata Kayla yang langsung membuat langkah Riska berhenti
Riska berbalik, "nona" rengeknya bagaikan anak kecil yang belum dikasih jajan.
"Bercanda asisten ngeselin, udah sana pergi!!" Kata Kayla
"Ah yaampun syg momy kamu baik banget," kata Riska langsung mencuri ciuman di pipi Kaifa, "se you kesayangan aunty. Kalo aunty udah gajian, aunty tlaktir deh tapi, harus mau ikut aunty ya." Lanjut Riska
"Bener-bener minta di potong gaji inimah."
"Aduh nona jangan serius mulu dong, yaudah ah saya pamit. Kalo kangen telepon aja nona!! Asalamualaikum." Kata Riska melangkah pergi sambil melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam, dadah aunty tukang geser." Balas Kayla sambil melambai-lambaikan tangan Kaifa.
Setelah kepergian Riska, Kayla melihat ada yang tidak beres dengan wajah Silva. Kayla bertanya, "ada yang mengganggu pikiran kamu sus?" Suster Silva menggelengg.
"Saya gk kenapa-napa nona." Kata Silva mencoba tersenyum
"Saya sedang tidak baik-baik saja nona, entah kenapa hati saya sakit saat melihat tuan Irfan lebih banyak bicara pada nona Riska." Batin Silva
__ADS_1
Kayla menggangguk, "sus suruh Tina nyiapin makanan buat Kaifa ya!! saya mau kasih makan si ganteng nih, kasian belum momy nya kasih makan." Balas Kayla langsung mengalihkan pembicaraan
"Baik nona"