Love Come Suddenly

Love Come Suddenly
Alasan sebenarnya


__ADS_3

...Happy Reading...


Irfan mendekati sel tahanan ayahnya dengan perasaan campur aduk. Kesal, kecewa, benci, sedih itulah yang ia rasakan saat ini. Mengapa tidak? setelah melihat bukti yang Riska berikan tentang kematian ibunya, ia benar-benar berharap semua itu hanyalah kesalahan pahaman. Namun nasib tidak terlalu berpihak padanya, ternyata bukti yang Riska berikan semuanya real.


"Ya, kamu bukanlah anak saya itu sebabnya saya tidak pernah menyayangimu. Kamu memang anak ibumu tapi bukan darah daging saya, awalnya saya memang sudah mulai mencintai ibumu tapi, setelah saya tahu anak yang dikandungnya bukanlah anak saya, saya kembali membenci ibumu." Teriak Igun


"Lalu kenapa ayah membunuh ibu, apa hanya karena benci ayah sampai tega membunuh ibu? katakan yah katakan!!"


"Apa saya terlihat seperti laki-laki bajingan yang membunuh istrinya atas dasar benci? dengarkan saya baik-baik!! ibumu orang yang melahirkan kamu adalah orang paling biadab, apa ada seorang ibu yang ingin membunuh anaknya sendiri dengan alasan kehadirannya adalah kesialan?"


"A__apa maksud ayah?"


"Ya, ibumu berniat menghabisi nyawa kamu karena alasan hadirnya kamu adalah sial baginya. Saya melihat sendiri wanita itu hendak mencekik leher kamu, namun niatnya gagal karena kedatangan saya, saya yang sudah terbawa emosi pun mencoba menggagalkan niatnya hingga tak sengaja membuatnya terbunuh dengan yangan saya sendiri. Jika kamu yang bertanya menyesal atau tidak, jawaban saya tidak. Kenapa? karena kalau wanita itu masih hidup, tidak menutup kemungkinan dia akan melakukan hal yang sama."


Irfan mencoba mencerna setiap ucapan ayahnya, anak orang lain, hendak dibunuh, apa sebenci itu ibunya pada dirinya? apa tak ada sedikitpun ibunya mempunyai rasa kemanusiaan? apa sesial itu dirinya bagi sang ibu? pertanyaan itu terus berputar di kepala Irfan.


Dengan sisa kekuatan tegarnya Irfan kembali bertanya, "lalu kenapa ayah tidak memberikan aku ke panti asuhan saja, bukannya ayah juga membenci kehadiranku? untuk apa ayah repot-repot mengurus aku?" Tanya Irfan sendu


"Karena kamu tetaplah anak saya terlepas dari tidak adanya hubungan darah. Saya tidak pernah membencimu, namun setiap berdekatan denganmu, bayang-bayang penghianatan itu selalu datang. Saya menjauhi kamu selama ini hanyalah untuk melindungi dirimu sendiri, menjaga saya melakukan tindakan yang tidak diharapkan karena kebencian saya pada wanita itu. Terlepas dari itu, saya sangatlah menyayangimu meskipun, cara menyayangi saya pada kamu berbeda dengan yang lain."


Irfan meneteskan air matanya, "apa ayah benar-benar menyangiku?" tanya Irfan yang kemudian mendapatkan anggukan dari sang ayah.


Tuan Igun merentangkan tangannya, "kemarilah!!"


Irfan berlari masuk kedalam pelukan ayahnya, "kenapa ayah tidak bilang dari awal? kenapa ayah membiarkan aku mengetahui kebenarannya dari orang lain? kenapa ayah membuat aku salah paham?" beruntun pertanyaan terus Irfan tanyakan.


"Semua sudah terjadi, maafkan ayah yang selama ini tidak pernah menunjukan rasa syg padamu."


"Ayah berjanjilah, jangan melakukan hal itu lagi!!" pinta Irfan dengan meneteskan air mata


Tuan Igun menghapus air mata putranya, "ayah berjanji, udah jangan nangis anak laki-laki gk boleh cengeng!!"


Irfan mengangguk, "yah ada yang ingin aku tanyakan."


"Tanyakanlah!!"


"Kenapa ayah ingin merebut nyonya Clemira dari Tuan Joshep?"

__ADS_1


Tuan Igun menghela nafasnya, "tentang rumor it__" ucapannya terhenti tak kala ada seseorang yang memotong ucapannya.


"Kesalahpahaman," potong Tuan Joshep dari arah pintu, "kesalahpahaman yang tak pernah ingin diluruskan oleh kk ipar." Lanjutnya


"Kakak ipar, maksudnya ?"


Tuan Joshep menyenggol lengan Tuan Igun, "apa kk iparku ini tidak berniat menjelaskan?"


Tuan Igun menghela nafas panjang, "seperti yang Joshep katakan, ini hanyalah kesalahpahaman. Sebenarnya, Clemira adalah adik kandung ayah namun dulu ia sempat hilang. Kami terus mencarinya kemanapun tapi hasilnya tetap sama, kita tidak pernah menemukannya. Hingga ketika beranjak dewasa, kita dipertemukan tentunya dengan status orang asing yang tak saling mengenal.


Clemira tumbuh menjadi wanita yang sangat anggun dan cantik, hingga membuat ayah menaruh perasaan padanya. Namun tak lama dari itu, ayah mengetahui adik kandung ayah sudah ditemukan, disitu ayah sangat bahagia saat mengetahui adik ayah masih hidup. Tapi di sisi lain, dunia ayah seakan hancur saat mengetahui kebenaran bahwa Clemira adalah adik kandung ayah. Maka dari itu, orang tua kami menjodohkan ayah dengan ibu kamu." Ungkap Tuan Igun


Irfan tertegun mendengar kenyataan yang begitu rumit di hadapannya, "adik kandung? astaga kenapa kenyataan ini begitu rumit," Irfan menghela nafasnya, "lalu tentang rumor itu?" lanjut Irfan.


"Clemira tidak pernah mau dirinya menjadi sorotan publik, itu sebabnya hanya beberapa orang yang mengetahui bahwa Clemira adalah adik kandung ayah. Semua rumor itu tersebar karena, ibu kamu sendiri yang memberi tahu publik bahwa ayah mencintai Clemira. Dan ya satu lagi, alasan ayah membebaskan Lucita itu sendiri hanya untuk mengecoh lawan yang sedang mengincar nyawa keluarga Alexander."


Irfan diam seribu bahasa, apa ibunya ini benar-benar orang yang sangat jahat? mengapa ia benar-benar tega melakukan itu semua? pikirnya


Keheningan menghampiri mereka beberapa saat


"Kakak" teriak seseorang dari pintu masuk


Grebb


Tuan Joshep langsung menghalangi Tuan Igun, hingga membuat nyonya Clemira sendiri gagal memeluk kakaknya yang kemudian digantikan oleh suaminya.


"Ih ayah ngalangin jalan tahu, minggir!!"


"No peluk-peluk!! bisa-bisa kakak ipar akan kembali menaruh perasaan lagi sama bunda." Balas Tuan Joshep yang langsung mendapatkan pukulan dari Tuan Igun.


"Sembarangan, dulu dan sekarang beda. Kalo dulu saya melihat Clemira sebagai wanita bukan sebagai adik. Jadi tentu jelas saya tidak akan menyukai adik saya sendiri?" Bantah tuan Igun


"Dulu kk ipar gitu." Ejek Tuan Joshep


"Ya namanya juga hilap."


Di Jerman

__ADS_1


Bianca kini sedang berjalan-jalan mengelilingi mall di sana. Sudah banyak belanjaan yang mereka beli untuk kebutuhan sehari-hari setelahnya, mereka langsung menuju kasir untuk membayar belanjaannya.


Namun tiba-tiba dari arah depan ada seseorang yang sedang menelepon menabraknya hingga membuat Bianca dan barang belanjaannya terjatuh.


Brukk


"Hei kalo jalan tuh matanya gunaan dong, jangan maen tabrak-tabrak aja!!" gerutu Bianca


"Saya buru-buru, maaf."


Karena merasa familiar dengan suaranya, Bianca langsung mengangkat pandangannya, "kamu" ujar mereka bersamaan.


"Astaga ternyata dunia benar-benar sempit, ngapain kamu di sini? katanya mau ke surga." Ejek sang laki-laki yang tak lain adalah Syam


"Kamu yang ngapain, jangan-jangan kamu yang ngikutin saya ke sini ya?" selidik Bianca


"Gak ada kerjaan banget saya ngikutin kamu ke sini. Lagian saya di sini juga karena tugas rumah sakit, pengen bnget saya ikutan." Balas Syam sambil menjitak kepala Bianca


"Aduh sakit dokter gadungan, pokonya sebagai tanda perminta maafan kamu, kamu harus bayarin semua belanjaan yang rusak!!"


"Dih gk jadi saya minta maafnya juga, Bayarin sendiri!!"


"Syam jangan nyari gara-gara deh, kalo enggak gue bakal teriakin elo dokter gadungan nih!! mau?" ancam Bianca


"Teriakan aja saya gk takut!! tapi sebelum itu," Syam langsung menggendong Bianca meninggalkan tempat tersebut.


"Hei kamu mau nyulik saya kemana? jangan aneh-aneh ya, saya teriak sekarang nih!!"


"Tolong pk bu orang ini mau nyulik saya." Teriak Bianca


Orang-orang yang mendengar suara Bianca pun mulai menghalangi jalan Syam, "lepasin dia, atau enggak kami lapor polisi!!" ancam mereka


"Jangan halangin saya pak, istri saya sedang marah sama saya jadi dia ngomong gitu. Maafin istri saya ya pk!! kami permisi." Balas Syam dengan serius


Bianca langsung menatap tajam Syam


"Lain kali kalo marahan selesaikan baik-baik mbak!!"

__ADS_1


"Hei dokter gadungan, ngapain pake ngaku-ngaku segala suami saya segala si? turunin buruan!!" berontak Bianca.


"Iya-iya bawel bnget jadi orang."


__ADS_2