Love Come Suddenly

Love Come Suddenly
Kebenaran yang menyakitkan


__ADS_3

...Happy Reading 📖...


Kamu jahat James, kamu jahat. " Hanya kata tersebut yang keluar dari mulut Bianca


James menyengit heran, "jahat, jahat kenapa?"


Bianca terdiam, "lebih baik kita gausah lanjutin pertunangan kita ke jenjang yang lebih serius james." Pinta Bianca sambil berusaha melepaskan rangkulan James.


James membulatkan matanya, "apa maksud kamu bi? kamu pasti cuman bercanda kan? udah deh gk lucu tahu!! bikin males aja." Ujar James sambil berusaha meyakinkan dirinya sendiri


"James please jangan bikin calon anak kamu yang tak bersalah menjadi korban kebejatan kalian!! aku mau kita akhiri hubungan kita, dan kamu harus segera nikahin dia!!" Balas Bianca dengan nada bergetar


"Anak, hamil, nikahin, dia, apa sih maksud kamu sebenernya Bi? coba jelasin ke aku apa maksud kamu!!" pinta James sambil meraih punggung tangan Bianca.


Namun Bianca langsung menepisnya, ia meronggoh tanya mengambil sebuah amplop coklat. Bianca melemparkan amplop tsb, "sekarang apa kamu bisa jelasin semua yang ada di dalam foto itu?" tanya Bianca dengan bergetar berusaha menetralkan perasaannya.


Deg

__ADS_1


Saat membuka amplop tersebut, James tak bisa berkata apa-apa. Karena yang foto itu jelaskan memang benar adanya, foto yang menunjukan dirinya sedang dalam keadaan mabuk hingga tanpa sengaja melalui malam panas bersama orang yang sama sekali tidak ia kenal.


Flashback on


"Maaf, maafkan saya !! saya minta kamu jangan membocorkan rahasia ini kelas siapapun!!" James mengeluarkan secarik kertas, "tulislah berapapun yang kamu mau!! tapi, jangan pernah mengungkit hari masalah ini kedepannya. Dan saya harap kita tidak akan pernah bertemu lagi, jangan pernah mencoba mencari tahu siapa saya!! "


Setelah mengatakan hal menyakitkan itu, James langsung keluar dari kamar meninggalkan sang wanita yang tengah menangisi nasibnya.


"Kenapa, kenapa lelaki berengsek itu harus mengambil kehormatan aku hiks kenapa?"


Flashback of


James bersimpuh di kaki Bianca, namun sang empu sama sekali enggan melihatnya. Rasanya benar-benar sakit, apalagi saat mengetahui semua tersebut adalah kebenaran.


Bianca menangis tanpa suara, ia berharap ini hanyalah mimpi. Namun, ia tak seberuntung itu hingga keinginannya jadi kenyataan.


"Syg please maafin aku!! aku bakal lakuin apapun buat kamu asal kamu mau maafin aku." Pinta James sambil terus bersumpah di kaki Bianca.

__ADS_1


Bianca tersenyum kecut. Ia membantu James berdiri, "bangunlah james!!" Bianca menghela nafasnya, "nikahi dia James!! anak yang di dalam rahimnya tidak pernah bersalah. " Pinta Bianca sambil menitikan air matanya


James menggeleng, "enggak Bi aku gk mau!! aku bakal tanggung jawab soal anak yang dikandungnya. Tapi, untuk menikahinya aku gk mau Bi, aku cuman mau kamu!! aku gk cinta sama dia Bi."


"Tapi aku gk bisa James, mulai sekarang jangan pernah temui aku lagi!! Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab James!! aku syg kamu, aku cinta kamu tapi, cuman cukup sampai hari ini!! " Balas Bianca dengan rasa sakit yang menjalar di seluruh hatinya.


"Enggak Bi enggak, aku gk mau!! Pokonya aku cuman mau kamu Bi!! " Balas James sambil menggenggam erat tangan Bianca.


Bianca melepaskan pergelangan tangan James, "terimakasih telah hadir mengisi kekosongan hati saya tuan, saya janji tidak akan mengusik kehidupan anda lagi. " Setelah mengatakan hal tersebut, Bianca melangkahkan kakinha meninggalkan James di tempat.


"Bianca please jangan tinggalin aku Bi!!" Teriak James sepanjang lorong perusahaan.


Namun, Bianca sama sekali tidak menggubrisnya. Dia terus berlari sambil menangis. Rasa sesak di hatinya benar-benar sudah tidak bisa dikontrol lagi.


Bianca melajukan minimnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa arah, tanpa tujuan, yang jelas ia mengikuti kata hatinya kemana ia harus pergi.


1 jam setelahnya, Bianca sampai di suatu tempat. Pantai, ya tempat yang ia datangi adalah pantai. Sedari kecil, setiap masalah menghampirinya ia selalu mendatangi pantai.

__ADS_1


"Akhhhhh kenapa tuhan kenapa, kenapa engkau memberikan takdir menyakitkan ini padaku kenapa tuhan?" teriak Bianca di tengah kencangnya angin malam di pantai.


...********************************...


__ADS_2