
...Happy Reading...
2 tahun berlalu, Kaifa Emanuel Marsandes anak pertama pasangan Kayla dan Ethan yang kini menginjak usia 1tahun 2 bulan. Diusianya yang masih terbilang masih bayi, Kaifa sangat aktif dan bahkan sudah bisa berjalan.
"Yaampun sayang nya momy pinter banget sih berantakin mainannya," ucap Kayla menghampiri baby Kaifa yang sedang bermain bersama suster, "Kai sama momy yu, nani nya harus pulang udah sore." Lanjutnya sambil menggendong baby Kai
"Gk pp nona, saya bisa menunggu tuan muda pulang dulu supaya nona sama baby Kau ada yang nemenin." Balas susternya baby Kai
"Sus pulang aja!! lagian gk baik pulang terlalu sore, lagian Ethan bentar lagi pulang kok. Masi mending kalo sus pulangnya mau diantar sama Irfan." Goda Kayla
Ya, sejak kejadian 2 tahun yang lalu Irfan memilih menjadi asisten pribadinya Ethan dari pada meneruskan perusahaan papahnya, dan tentunya tuan Irfan pun sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Bluss pipi Silva memerah, "nona ini aneh aja deh kalo gitu mending saya pulang sendiri." Balas nani Silvia malu-malu
"Yakin gak mau nunggu Irfan dulu?" goda Kayla ke dua kalinya, entah mengapa ia sangat suka menggoda Silva.
"Ih enggak nona, saya bisa pulang sendiri tapi, gimana kalo saya tungguin tuan dulu supaya nona ada temannya?" Tawar Silva
"Yaudah boleh tapi, sus beresin dulu mainannya ya!! saya mau ke dapur ngasih makan Kai, kalo udah susul aja ke dapur sus." Balas Kayla
"Siap nona"
Tak lama dari itu, terdengar suara mobil Ethan yang memasuki halaman rumah, Silva yang kebetulan berada dekat dengan pintu utama pun langsung berlari membukakan pintu untuk majikannya, "Selamat sore tuan muda," Silva mengalihkan pandangannya pada Irfan yang tidak memiliki ekspresi sama sekali, "selamat sore juga tuan Irfan." Lanjut Silva
Ethan mengangguk, "dimana nona, tumben kamu belum pulang sus?" tanya Ethan sambil berjalan memasuki mension yang kemudian diikuti Silva dan Irfan dari belakang.
"Nona ada di dapur bersama baby Kai tuan muda, saya menunggu anda pulang dulu biar nona sama baby ada temannya." Balas Silva
"Hmm pulanglah!!" Ethan melirik Irfan, "antarkan suster Silva pulang Fan!!" Lanjutnya
"Ta__" belum sempat Irfan membalas ucapan Ethan, sang empu malah berjalan meninggalkan mereka menuju ke arah dapur.
Irfan menghela nafasnya, "siap-siaplah!!" ucap Irfan pada Silva
"Eh, gausah tuan saya bisa pulang sendiri lagian, rumah saya jaraknya juga deket dari sini." Tolak Silva
__ADS_1
"Jangan membatantah!!"
Ethan menghampiri istri dan anaknya, "wah anak dady makannya makin pinter aja nih." Ucap Ethan tiba-tiba
Kayla menoleh, "eh bei udah pulang, sini duduk!! aku siapin makanan dulu." Balas Kayla hendak berdiri namun, Ethan membuatnya kembali duduk.
"Udah duduk dulu bei!! aku kangen banget sama momy nya Kai ini." Ungkapnya sambil mengecup kening sang istri
"Gaada kangen-kangen pak monmaaf, ini anaknya masih melek soalnya." Balas Kayla kembali menyuapi Kai
"Wah ada anak ganteng dady juga ternyata," Ethan langsung beralih menggendong baby Kai, "aduh pipinya udah kaya punya momy aja, mengembang." Lanjutnya sambil menggoda sang istri
"Bukan mengembang, tapi melar dad dasar gak ngerti-ngerti heran deh." Balas Kayla sambil mencebikan bibirnya
Baby Kai tertawa dengan gemas, "jeji jeji (dady dady)" ucap Baby Kai yang memang sudah pintar belajar bicara.
"Apa sayng, mau adik?" tanya Ethan yang kemudian mendapatkan pukulan di lengannya, "aduh bei sakit, kdrt banget jadi istri." lanjutnya
"Kamu yang apaan bei? bisa-bisanya nanya anak kaya gitu. Kamu pikir mudah banget ya bikin adik buat Kai?" omel Kayla
"Yaudah kamu juga aja sekalian yang ngandung!!"
"Gimana keluarnya nanti mom? jangan ngadi-ngadi deh!"
"Makanya diem!!"
Bianca hari ini berencana pulang ke tanah kelahirannya, setelah 2 tahun belajar dan merintis kafir di luar negeri. Tuntunya bukan hanya keinginannya, namun juga paksaan kedua orang tuanya.
Bianca mendesah kasar, "kenapa gak mereka aja yang pindah ke sini, gk tahu anaknya belum move on apah?" gerutu Bianca.
Melupakan sesorang yang sangat berharga dalam kehidupanmu tidaklah mudah, bibir bisa saja berkata iya tapi tidak dengan hati. Sepandai apapun kamu menutupi segala hal dari semua orang, tapi tidak dengan hati kamu.
"Pada akhirnya, aku hanya bisa melakukan apa yang aku bisa, sesuai porsiku. Dan mungkin hanya itulah yang bisa aku lakukan, merelakan apa yang tuhan titipkan padaku dengan cara apapun yang aku bisa." Ucapnya seraya memandangi foto-foto dirinya dan James 2 tahun yang lalu.
Bianca melegakan semua foto-foto itu ke dalam kotak, "aku hanyalah manusia biasa yang sangat sulit melupakan suatu hal, terlebih lagi kamu pernah menjadi bagian dari hidupku.Terimakasih telah hadir mewarnai hidupku, dan maaf atas segala keegoisanku."
__ADS_1
Bianca mengambil korek api, lalu membakar semua foto-foto kenangan mereka, "Semangat Bi kamu bisa."
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, tibalah ia di tanah air. Bianca sengaja tak memberi tahu keluarganya kalo ia sudah sampai. Setelah taxi datang, ia langsung meminta supir untuk mengantarkannya ke kediaman orang tuanya.
"Berapa pk?" tanya Bianca saat sudah tiba di tempat tujuan
"150 ribu mbak"
Setelah membayar taxi, ia langsung memasuki pekarangan rumahnya. Setelah 2 tahun berkarir di luar negeri, ia memang sudah menjual apartemen miliknya dan menggantikannya dengan membeli rumah untuk ke dua orang tuanya.
Keluarga Bianca bukan berasal dari kalangan orang kaya, ayah dan ibunya hanya karyawan kantor. Dengan bermodalkan kecerdasan yang Bianca miliki, orang tuanya berusaha mati-matian mengkualiahnnya. Karena, beasiswa mengandalkan beasiswa tidaklah cukup untuk menunjang kehidupan di era modern ini.
Dari sana Bianca berpikir untuk tidak mengecewakan keluarganya. Hingga beberapa tahun kemudian, ia lulus dengan menyandang gelar S.M terbaik tahun itu. Setelah mendapatkan gelarnya, Bianca langsung direkomendasikan oleh kampus tempat kuliahnya ke setiap perusahaan.
Setiap perusahaan berlomba-lomba menjadikan Bianca pegawainya namun, dari sekian banyaknya perusahaan yang menginginkan Bianca, perusahaan yang James miliki lah yang mampu membuat Bianca tertarik, hingga akhirnya Bianca dijadikan sekretaris James.
Namun karena kandasnya hubungan asmara antara James dan Bianca, Bianca memutuskan untuk melanjutkan study nya di luar negeri seraya melanjutkan karirnya. Hingga akhirnya, Bianca meminta kedua orang tuanya untuk berhenti bekerja. Karena ia yang akan menanggung biaya hidup orang tuanya.
"Asalamualaikum, ma pa Bianca pulang nih." Teriak Bianca saat memasuki rumahnya
"Waalaikumsalam," mama Bianca menoleh ke sumber suara, "Bianca" teriaknya karena terkejut mendapati sang anak sudah di depan matanya.
"Yaampun syg, kamu kenapa gk bilang kalo udah sampe? kamu sehatkan syg?" Tanya mama Bianca sambil terus menciumi wajah putrinya.
"Aduh ma ini wajah Bi basah nih," Ujar Bianca, "Bi gak mau repotin kalian. Bi sehat kok, mama papa sama Farhan juga sehatkan?" Lanjutnya
Mamanya menuntun Bianca untuk duduk, "kami sehat syg apalagi setelah liat kamu di depan kami," sang mama menjeda ucapannya, "Pa papa Bianca pulang nih, Farhan kk kamu pulang nih sayang."
Ya, Farhan memang memang tinggal bersama papa dan mamanya Bianca, karena orang tuanya merasa kesepian.
Papanya turun lalu berhambur memeluk Bianca begitu dengan Farhan, yang tampak tidak mau melepaskan pelukannya. Setelah pelukannya terurai, mereka langsung mengobrol menyalurkan rasa rindunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo temen-temen semua, mohon maaf ya aku up nya cuman sedikit. Kalo sempet, aku up lebih banyak deh. Oiya, makasih banget ya temen-temen atas dukungannya. Berkat kalian, cerita aku akhirnya di kontrak juga walaupun pembaca cuman sedikit sih 😁 Intinya makasih banget ya temen-temen ❤
__ADS_1