
...Happy Reading ...
Kabar kesadaran Emilly sudah tersebar kepada para kerabat terdekatnya. Mereka begitu bahagia saat mengetahui hal tersebut, bahkan Kaifa sampai merengek minta menjenguk onty nya.
"Dad please, Kaifa mau ketemu onty!! Kaifa kangen onty dad." Rengek Kaifa pada Ethan
"No sekarang son!! besok aja, sekarang onty pasti lagi istirahat." Balas Ethan sambil mengelus pucuk kepala putranya
"Momy" rengek nya langsung meninggalkan sang dady.
"Tapi yang dad bilang bener sayg besok aja ya." Bujuk Kayla sambil memindahkan sang anak untuk duduk di pangkuannya.
"Mom Kaifa mau sekarang hiks" Kata Kaifa menangis di pelukan sang momy.
Kayla melirik suaminya meminta jawaban. Ethan menghela nafasnya, "Kaifa jangan cengeng deh. Kata dady besok ya besok, sekarang pergi tidur ke kamar!!" Titah Ethan tegas.
Kaifa menghentikan tangisnya, ia turun dari pangkuan Kayla, tanpa sepatah katapun ia langsung berlari ke arah kamarnya.
"Dad" Tegur Kayla langsung memelototi suaminya.
"Bei jangan terlalu memanjakannya!!" Kata Ethan.
Kayla tersenyum smrik, "apa salah seorang ibu membela putranya? dad dia masih kecil. Bentakan kamu bisa saja membuat mentalnya down, kalo kamu gk bisa bicara lembut sama Kaifa, udah diem aja gausah malah bentak-bentak dia!!" Kata Kayla penuh penekanan. Setelah mengucapkan hal tersebut, Kayla langsung menyusul putranya ke dalam kamar.
Ceklek, Kayla membuka pintu kamar anaknya, "sayang" Kata Kayla sambil menghampiri putranya yang sedang menangis di atas kasarnya.
"Hei masa jagoan momy nangis sih? sini peluk momy!!" Kata Kayla sambil menyingkap selimut yang menutupi putranya, ia mengusap air mata Kaifa lalu membawanya ke dalam dekapannya.
"Udah ya jangan nangis lagi!! besok kita ketemu onty, mau?" Bujuknya pada sang putra.
Namun Kaifa enggan menjawab, ia lebih memilih mengeratkan pelukannya pada sang momy. "Syg dengerin momi!! dady tadi gk sengaja bentak kamu, dia sayang banget sama kamu. Maka dari itu dia gk mau ajak kamu jenguk onty malam-malam, takutnya Kaifa malah sakit nanti." Kata Kayla terus membelai rambut sang putra
Kaifa tetap diam, dia sepertinya sangat enggan bicara. Ia hanya mampu memeluk Kayla lebih erat, seakan memberi tahu bahwa ia sangat ketakutan. Kayla yang merasakan itupun langsung melepaskan pelukannya, ia beralih menatap sang putra.
"Syg kamu gk papa kan?" tanya Kayla Khawatir karena melihat mata putranya memerah dan sembab.
Kaifa menggeleng, beberapa detik kemudian kepalanya terasa pusing, pandangannya berubah menjadi gelap dan Brukk. Kaifa pingsan dalam dekapan momy nya. Kayla yang melihat Kaifa tiba-tiba pingsan pun refleks berteriak, "Ethan Ethan Ethan cepet ke sini!!" Teriak Kayla diiringi tangisnya.
__ADS_1
"Syg bangun, maafin mom sayg, ayo bangun!!" Kata Kayla sambil menangis.
"Ethan Ethan" Teriaknya sekali lagi.
Namun karena suaminya tak kunjung datang, ia langsung berdiri bergegas menggendong sang putra. Kayla berlari menuruni anak tangga dengan Kaifa yang ada dalam gendongannya. Sang supir yang melihat itu pun langsung beralih menggendong tuan mudanya, "nona tuan muda kenapa? sini biar saya yang gendongan nona!!" kata sang supir langsung mendapatkan anggukan dari Kayla.
"Mang Kaifa pingsan, kita bawa ke rumah sakit mang, ayo mang cepetan!!" Kata Kayla begitu khawatir.
Sesampai nya di mobil, Kayla langsung duduk di kursi belakang. Ia meminta sang supir untuk membaringkan Kaifa ke pahanya. "Syg bangun, hiks bangun Kaifa!!"
"Pak langsung ke rumah sakit, cepetan!! saya gk mau Kaifa kenapa-napa."
"Baik nona"
🍀🍀🍀
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Kayla begitu panik.
"Anak ibu hanya syok saja, Ibu tak perlu khawatir, pasien sedang tidur karena efek cairan infusnya." Kata sang dokter
"Boleh, tapi setelah kami memindahkan pasien ke ruang rawat bu."
"Baiklah dok terimakasih"
"sama-sama, kalo begitu saya permisi dulu"
Kayla menggangguk
Beberapa menit kemudian, Kaifa kini sudah di tempatkan di kamar VIP. Kayla menatap sendu sang putra, "anak momy yang tampan istirahat dulu ya!! momy akan di sini nemenin kamu." Kata Kayla sambil mengecup kening sang putra
Waktu sudah menunjukan pukul 3 malam, namun Kayla masih setia menemani sang anak tanpa memejamkan matanya sama sekali. "Yang sehat ya anak momy, momy sayang Kaifa. Tunggu sebentar ya syg!!"
Kayla berjalan memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudu. Setelah selesai berwudu, ia langsung mengambil mukena dan memakainya. Setelahnya, ia langsung melaksanakan shalat tahajud 2 rakaat. Sesudah shalat Kayla langsung berdoa.
"Ya Allah sehat kan lah Kaifa, hamba tak sanggup melihatnya sakit seperti ini. Maafkan hamba Ya Allah, hamba gagal menjadi momy yang baik untuk Kaifa. Hamba lalai Ya Allah, hamba lalai sehingga anak hamba harus terkapar lemah di sana. Sehatkan lah anak hamba Ya Allah, aamiin."
Setelah shalat, Kayla kembali duduk di kursi dekat brankar Kaifa. Ia memegang tangan sang putra yang sangat dingin, "kamu kedinginan syg?" Kayla langsung menyelimuti tubuh sang anak. Kayla beralih naik ke atas brankar untuk memeluk putranya yang tampak menggigil.
__ADS_1
"Dingin, momy jangan pergi!!" kata Kaifa pelan, dengan sigap Kayla langsung mengeratkan pelukannya sembari mengusap-ngusap surai Kaifa, "syut bobo lagi ya, momy di sini sama Kaifa." Tak lama kemudian Kaifa kembali tertidur begitupun dengan Kayla.
🍀🍀🍀
Pagi menyingsing, sinar matahari mulai memasuki celah jendela ruang kerja Ethan. Ya, setelah membentak putranya, Ethan langsung pergi ke ruang kerjanya untuk menyibukkan diri. Ia bahkan lupa kalau ia sampai ketiduran di ruang kerjanya.
"Hoamm, astaga ketiduran rupanya." Kata Ethan sambil mengeliatkan badannya
"Sepertinya Kayla marah karena semalam, makanya ia tak mencariku. Aku harus minta maaf, kalo enggak bisa ngamuk dia." Ia bergegas keluar dari ruang kerjanya menuju kamar utama.
"Bei" panggil Ethan, "Bei dimana si? apa jangan-jangan masih di kamar Kaifa? coba samperin deh." Kata Ethan langsung berjalan ke kamar Kaifa. Namun lagi-lagi Ethan tak menemukan keberadaan mereka.
Ia menuruni anak tangga, "bi liat nona enggak?" tanya Ethan.
"Maaf den, bibi gk liat nona dari semalam. Beliau juga belum turun, bibi kiran nona gak ada di rumah." Kata bibi art
Ethan menyengit heran, "tapi di atas gak ada bi, saya udah nyari di semua ruangan." Kata Ethan
"Oalah den, bibi juga gak tahu. Udah di telepon belum den?" tanya bibi art.
"Ponsel nya gk di bawa bi."
"Haduh piye to iki?"
Ethan langsung berlari ke luar rumah, ia bertanya ke setiap pekerja yang ada. Namun tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan anak dan istrinya. Ethan teringat CCTV, tanpa pikir panjang ia langsung memasuki ruang CCTV.
"Bagas periksa CCTV kamar Kaifa!!" Titah Ethan pada penjaga ruang CCTV.
"Baik pak"
Setelah beberapa saat, ia memperhatikan terus rekaman CCTV nya. Namun, di detik berikutnya ia kaget saat melihat saat Kaifa tiba-tiba pingsan sampai pada saat Kayla berlari menggendong Kaifa karena dirinya tak kunjung datang.
"Akkh sial, bagas telepon mang Fajar, tanyakan ke mana ia membawa Kaifa dan Kayla!!"
"Baik tuan"
🍀🍀🍀
__ADS_1