
...Happy Reading📖...
"Bi dimana kamu syg?" James terus menghubungi nomer Bianca, "akhh sial, kamu dimana syg? kenapa susah dihubungi? semua tempat udah aku datangi tapi, kenapa aku gak nemuin kamu sama sekali?"
James terus mencari Bianca ke setiap tempat. Namun, yang dicari malah hilang bagaikan ditelan bumi. Perasaan bersalah terus menyelimuti hati James, ia merasa sedang menjadi laki-laki paling bodoh saat ini.
Bukan James namanya jika ia harus menyerah mencari keberadaan Bianca. Ia terus mendatangi setiap tempat yang pernah mereka kunjungi. Ponselnya tiba-tiba berdering, dengan segera ia langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa si penelpon.
"Syg kamu dimana? kamu baik-baik aja kan? please jangan buat aku kehilangan kamu syg!!" cerocos James sari sambungan telepon.
James heran mengapa sang penelpon tidak kunjung menjawab, "syg hey aku tahu kamu kecewa tapi, bisakah kamu katakan dimana kamu sekarang!!"
"Pulang sekarang juga!! kami tunggu 30 menit." Ternyata, bukan suara Bianca yang menjawab pertanyaannya, melainkan adalah suara tegas sang ayah.
Tut Tuan Joshep langsung mematikan sambungan sepihak. James menghela nafasnya, sepertinya pencarian Bianca ia hentikan dulu sebab, ia yakin ayahnya sedang dalam mode marah.
Sesampainya di kediaman Alexander, James memasuki rumahnya dengan gontai. Terlihat jelas gurat kesedihan yang tergambar di wajahnya.
Tiba-tiba, plakkk. Tuan Joshep menampar James dengan begitu nyaring hingga menimbulkan bekas merah di pipinya.
__ADS_1
"Ayah apa-apaan si, kenapa maen tampar aja, apa aku ada salah sama ayah?" tanya James sambil memegang pipinya.
James masih belum menyadari bahwa, di ruang tamu bukan hanya keluarganya yang sedang berkumpul.
"Nikahi dia James!!" Suara dingin nan tegas dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Deg
James baru menyadari ternyata wanita yang ia ambil kehormatanyan ada di depan matanya didampingi satu pria dan wanita paru baya di sampingnya.
James terdiam membeku, "ya tuhan apa lagi ini? mengapa engkau memberikan cobaan yang begitu rumit padaku?" batin James
"Bunda kecewa sama kamu bang. Bunda gagal ngedidik kamu, bunda mau kamu nikahin dia bang!!" Ucap Nyonya Clemira sambil menangis.
"Ternyata elo laki-laki pengecut James. Abang kecewa sama kamu. Bahkan setelah perbuatan bejat kamu, kamu masih bisa tertawa. Sedangkan dia, dia harus menanggung semua kebejadan kamu." Tegas Joshua
"Ayah, bunda, bang Jo dengerin aku dulu!! aku a__aku ngelakuin hal itu tanpa sadar maafin James." Ujar James besimpuh di kaki tuan Joshep
"Nikahi dia James!! jangan buat anak kamu menyandang gelar lahir tanpa ayah!!." Tegas Joshua
__ADS_1
"Bang, aku cuman mau nikah sama Bianca bang!!"
Joshua tertawa renyah, "bahkan perlu kamu tahu James!! Bianca sendiri yang meminta kamu menikahin dia. Bianca wanita baik-baik James, setelah mengetahui kebenaran yang menyakitkan ini dia tak akan diam. Dia meminta kamu menjadi laki-laki yang bertanggung jawab James. Abang harap Bianca bisa mendapatkan orang yang tidak mempunyai sikap pengecut seperti kamu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Joshua langsung menarik laras meninggalkan ruang tamu. James mematung di tempat, " apa sebegitu bencinya Bianca padaku sekarang, sehingga dia meminta keluargaku membujukku untuk menikahinya?" batin James.
"Ayah" panggil James
"Jangan panggil saya ayah kamu sebelum kamu bisa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab!!" Tegas tuan Joshep.
"Bunda" panggil James
"Jadilah pria sejati nak!!" Balas nyonya Clemira.
"Kayla" James mengalihkan pandangannya pada Kayla, adik yang selalu bisa mengerti keadaannya.
"Kay kecewa sama abang. Nikahin dia bang!! cuman itu yang kak Bi inginkan saat ini. Pikirkan baik-baik keputusan abang!!" Balas Kayla sambil berlalu meninggalkan mereka.
Ethan yang melihat sang istri bersedih pun langsung pamit menyusul Kayla. James menghela nafasnya, "baiklah, tapi ijinkan James ketemu Bianca!! sebelum akhirnya James menikahi dia." Pinta James pada ayah dan bundanya
__ADS_1
"Bawalah Diva bersama kamu James!! karena Bianca gk mau nemuin kamu tanpa ditemani Diva."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...